bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Monster in Law, Perang dengan Calon Mertua

Bertemu dengan calon mertua memang pasti menjadi hal paling mengerikan. Kalau calon mertuanya super baik maka sudah bisa dipastikan tidak jadi masalah, namun apa jadinya kalau calon mertua kalian super sadi dan sinikal. Masih mau bertemu dengannya? Atau punya trik khusus untuk menghadapi calon mertua tersebut?

Kira-kira seperti itulah garis besar dari film besutan sutradara Robert Luketic. Si cantik Jennifer Lopez juga di dapuk menjadi pemeran utama membuat filmnya jadi semakin seru untuk ditonton. Yuk ikutin terus bagaimana si cantik J.Lo menghadapi calon mertuanya yang bikin hidupnya jadi rusuh.

Sinopsis 

Monster-In-Law_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2005
  • Genre: Romantic, Comedy
  • Produksi: BenderSpink, Spring Creek Pictures
  • Sutradara: Robert Luketic
  • Pemain: Jennifer Lopez, Jane Fonda, Michael Vartan, Wanda Sykes, Monet Mazur

Charlie Chantilini (Jennifer Lopez) merupakan pekerja paruh waktu untuk banyak sekali bidang; dari guru yoga sampai desainer baju yang tinggal di pinggir kota California. Saat mengajak jalan beberapa anjing yang adalah sebagian dari pekerjaannya, ia tidak sengaja bertemu dengan seorang pria tampan bernama Kevin Fields (Michael Vartan) yang adalah seorang dokter.

Pandangan pertama sukses membuat hati Charlie berbunga-bunga. Ia segera menceritakannya pada kedua teman baiknya, dan di hari berikutnya, saat ia menjadi petugas katering dengan kedua temannya tersebut, ia kembali bertemu dengan Kevin yang langsung dijadikan sebuah pertanda bahwa Charlie dan Kevin memang ditakdirkan bertemu dan berkenalan.

Akhirnya Charlie memberanikan diri untuk mendekati Kevin yang sedang bercengkrama dengan teman-temannya. Salah satu teman perempuan Kevin tidak suka mengetahui Kevin dekat dengan Charlie si pelayan katering, maka dari itu ia mendekati Charlie dan mengatakan bahwa Kevin adalah seorang gay. Charlie kaget bukan main dan merasa Kevin memang bukanlah jodohnya.

Sampai satu kali, Charlie dan Kevin kembali bertemu. Kevin dengan berani mengajak Charlie untuk berkencan namun Charlie kebingungan karena teman perempuan Kevin mengatakan bahwa dirinya adalah seorang gay, merasa tertipu, Charlie hanya bisa tertawa sendiri dan akhirnya menerima ajakan Kevin untuk berkencan. Waktu berkencan mereka terbilang sangat cepat sampai akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal bersama.

Di sisi lain, seorang wanita paruh baya bernama Viola (Jane Fonda) sedang dalam masa kritis dimana karirnya sebagai pembawa acara talkshow paling beken di Amerika harus pasrah karena diganti dengan pembawa acara yang lebih muda dan fresh. Viola sangat stress hingga menyerang calon penggantinya tersebut, membuat dirinya dirawat di rumah sakit jiwa.

Saat Viola dinyatakan sudah bisa mengendalikan diri, Viola dibawa kembali ke rumahnya. Asisten pribadi Viola, Ruby (Wanda Sykes) mengurus Viola selama dalam masa pengobatan dan di rumah. Ruby yang juga mengira Viola sudah ‘sembuh’ mulai berani memberi kabar bahwa anaknya yaitu Kevin akan datang menjenguknya. Bersama dengan pacar barunya.

Viola yang mood awalnya bagus bak langsung disambar petir. Viola tidak menyangka anaknya itu tiba-tiba saja sudah memutuskan untuk memiliki kekasih baru yang backgroundnya tidak semulus kekasih Kevin sebelum-sebelumnya. Meski demikian, Viola berusaha untuk tetap menjaga moodnya karena ia akan bertemu dengan anak lelakinya setelah sekian lama.

Begitu Kevin datang, mood Viola makin ambruk setelah mengetahui Kevin akan segera menikahi Charlie. Kevin dengan berani melamar Charlie di depan Ibunya yang emosinya belum stabil 100%. Viola menahan amarahnya. Ia lantas menganggap Charlie sebagai serangga yang harus segera dimusnahkan ketimbang jadi calon menantunya kelak.

Setelah Kevin dan Charlie pulang, Viola mulai beringas, emosinya kembali meledak-ledak membuat Ruby menyerah dan membiarkan majikannya itu melakukan apapun yang ia mau. Viola mencari cara bagaimana untuk membuat pernikahan anaknya itu dengan Charlie bisa gagal. Ia pun pura-pura mengalami serangan panik yang membuatnya harus tinggal bersama dengan Kevin dan Charlie di rumah mereka dengan alasan tidak bisa ditinggal sendiri.

Viola menyewa dokter palsu yang mengatakan bahwa Viola harus terus diawasi 24 jam karena penyakitnya bisa kumat sewaktu-waktu yang sebenarnya tidak sama sekali. Seluruh obat pun diganti dengan tablet Vitamin C. Viola benar-benar mendalami peran membuat Charlie yang saat itu bertugas menjaga Viola selagi Kevin pergi tugas kewalahan.

Awalnya Charlie benar-benar ingin merawat Viola dengan baik karena mengingat bahwa kelak Viola akan menjadi ibunya juga, namun semakin hari tingkah Viola semakin gila dan tidak bisa ditoleransi lagi. Akhirnya Charlie sadar bahwa hal itu Viola lakukan supaya ia tidak jadi menikah dengan Kevin. Mengetahui hal tersebut, murka lah Charlie dan berniat balas dendam.

Perang pun dimulai, baik Viola dan Charlie sama-sama menyerang satu sama lain. Sampai satu waktu begitu acara rehearsal dinner dimulai, Charlie yang alergi kacang-kacangan dikerjai oleh Viola. Viola menumbuk kacang almond ke dalam sup. Ruby berusaha mencegahnya namun terlambat, Charlie sudah tersedak duluan mengakibatkan bengkak di mulutnya, beruntung keesokan paginya ia sudah sembuh. Charlie tahu kalau Viola yang berbuat ulah.

Tak sampai disitu, Viola membuang dan tidak mau mengenakan gaun pengiring pengantin saat pernikahan Kevin dan Charlie yang akan dimulai sebentar lagi. Viola malah mengenakan gaun putih yang senada dengan Charlie karena tidak mau kalah saing.

Charlie pun sudah lelah dan akhirnya menyerah, ia akan membatalkan pernikahannya dengan Kevin setelah sebelumnya menasehati Viola tentang bagaimana hidupnya nanti yang terus dipenuhi rasa dendam dan tidak bisa puas akan segala sesuatu yang tidak sejalan dengan kemauannya.

Viola merasa tertampar, ia akhirnya sadar bahwa apa yang sudah ia perbuat bukan hal baik untuk anaknya melainkan karena ego dirinya sendiri. Akhirnya Viola meminta maaf pada Charlie tepat sebelum Charlie membatalkan pernikahan. Charlie akhirnya menerima permintaan maaf Viola dan mereka rukun. Pernikahan pun tetap berlanjut dan baik Charlie, Kevin juga Viola hidup bahagia.

Ketakutan Calon Pengantin

Monster-In-Law_Wedding (Copy)

Cerita film ini sepertinya jadi sebuah cerminan para calon pengantin khususnya pengantin wanita yang berhadapan dengan calon mertuanya nanti. Rasa tertekan, malu, tidak nyaman dan lainnya terjadi akibat sang calon mertua memberi pelatihan ‘khusus’ bagaimana mereka harus berlaku saat sudah menikah dengan anak mereka nanti.

Jane Fonda sendiri sukses memerankan calon mertua yang super strict dan galak. Tipe-tipe ibu calon mertua yang harus dihadapi dengan kepala dingin juga dengan pintu sabar seluas samudera Atlantik. Chemistry yang ia bangun dengan Jennifer Lopez pun bisa dibilang baik, mereka tampil oke di setiap scene; mulai dari scene konyol hingga scene serius.

Si Legend Jane Fonda

Monster-In-Law_Jane Fonda (Copy)

Film Monster-in-Law ini merupakan ajang come back dari Jane Fonda yang kurang lebih 15 tahun tidak tampil kembali di layar lebar. Maka dari itu pecinta aktris lawas sudah pasti menunggu-nunggu kehadiran Jane Fonda setelah sekian lama. Akting Jane Fonda dinilai cukup baik dalam film berdurasi 101 menit ini.

Meski akting Jane Fonda ini oke, tetap saja ada bagian-bagian dimana komedi yang dibawakan oleh Jane Fonda dirasa kurang greget, ya mungkin karena efek ibu-ibu legend ini sudah lama banget tidak muncul di layar lebar sehingga anak-anak tahun 2000-an tidak dapat feel komedi dari film ini. Kemungkinan besar hanya J.Lo saja yang dikenal oleh lumayan banyak orang.

Ahli Film Tentang Pernikahan

Monster-In-Law_Movie (Copy)

Kalau kalian melihat riwayat film yang dimainkan oleh Jennifer Lopez, kalian pasti tahu film-filmnya seperti Wedding Planner, Marry Me atau Maid in Manhattan. Sadar gak sih, kalau seluruh film tersebut kebanyakan membahas tentang masalah pernikahan? Film Monster-In-Law seperti menambah daftar film J.Lo lainnya yang juga membahas soal pernikahan.

Ini membuat Jennifer Lopez jadi seperti ikon untuk film-film semacam itu. Aktingnya yang manis dan bisa membuat film komedi jadi lebih hidup membuat ia jadi incaran para sineas yang sedang menggarap film dengan genre romance-comedy. Bacaterus memberi skor 2.8/5 untuk film ini. Bagaimana dengan kalian guys?

Monster-In-Law
Rating: 
2.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram