bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Midway, Rela Korbankan Nyawa Demi Negara

Ditulis oleh Jihan Fauziah - Diperbaharui 25 September 2021

Sutradara asal Jerman, Roland Emmerich, yang sebelumnya telah men-direct beberapa film seperti 2012 (2009), The Day After Tomorrow (2004) dan film serial Independence Day yang dirilis tahun 1996 dan 2016, kembali lagi dengan satu film baru berjudul Midway.

Film ini dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris ternama. Salah satu pemeran utamanya adalah aktor Ed Skrein yang sebelumnya pernah berperan sebagai Francis Freeman di film Deadpool (2018). Aktor ganteng Patrick Wilson yang makin tersohor berkat perannya sebagai Ed Warren di film The Conjuring (2013) juga turut ambil peran di film ini.

Nah, pada kesempatan kali ini, Bacaterus akan membagikan informasi mengenai sinopsis dan review film Midway, spesial buat kamu yang penasaran sama filmnya. Simak langsung aja pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Sinopsis

Sinopsis & Review Midway, Rela Korbankan Nyawa Demi Negara 1
  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Action, Adventure, Drama
  • Produksi: Summit Entertainment, Centropolis Entertainment, Bona Film Group
  • Sutradara: Roland Emmerich
  • Pemeran: Ed Skrein, Patrick Wilson, Woody Harrelson, Mandy Moore

Jauh sebelum terjadi penyerangan di Pearl Harbor yang terjadi di akhir tahun 1941, Amerika Serikat melalui seorang intelijen bernama Letnan Komandan Edwin Layton (Patrick Wilson) menerima ultimatum dari pihak Jepang, yang diwakilkan oleh Admiral Isoroku Yamamoto (Etsushi Toyokawa).

Yamamoto memberi peringatan pada Layton bahwa pihak Jepang tidak akan tinggal diam jika terjadi hal yang tak diinginkan pada pasokan minyak mereka. Ancaman tersebut bukanlah gertak sambal belaka. Jepang akhirnya menyerang Pearl Harbor pada tanggal 7 Desember 1941. Serangan tersebut tentu berakibat fatal untuk Amerika Serikat.

Beberapa bulan setelah serangan Pearl Harbor yang disusul dengan penyerangan Doolittle di Tokyo, kedua negara ini kembali bertarung di Pertempuran Laut Coral. Belum cukup sampai di situ, pihak Jepang memutuskan untuk menyerang Pulau Midway dengan empat armada kapalnya.

Rencana penyerangan Pulau Midway ini diketahui oleh pihak intelijen Amerika Serikat, dengan proses yang cukup panjang. Untuk membongkar rahasia besar Jepang ini, Layton dan atasannya, Admiral Nimitz (Woody Harrelson) dibantu oleh Joseph Rochefort (Brennan Brown) yang merupakan seorang kriptanalis.

Setelah memastikan bahwa Jepang memang akan menyerang Pulau Midway, akhirnya Amerika Serikat bersiap untuk berperang. Dua pilot penerbang, yakni Letnan Richard 'Dick' Best (Ed Skrein) dan James Murray (Keean Johnson) ikut terlibat dalam peperangan ini. Keduanya ditugaskan untuk menyerang pesawat tempur dan kapal-kapal Jepang.

Guna menjalankan misi yang berbahaya ini, Dick Best harus rela meninggalkan istri tercinta, Anne (Mandy Moore) dan putri semata wayangnya. Murray sempat menolak untuk ikut bersamanya dalam misi ini. Namun, Best mencoba meyakinkan Murray untuk ikut kembali bersamanya.

Best dan Murray sama-sama mengetahui bahwa mereka bisa mati kapan saja seperti rekan-rekannya yang lain. Namun demi menunaikan tugas dan tanggung jawabnya, akhirnya kedua pria ini tetap terjun ke medan perang dan rela berkorban nyawa demi membela negara.

Di saat yang sama, Best sudah dalam keadaan tidak sehat. Paru-parunya terluka karena sempat menghirup caustic soda saat bertarung di udara. Akankah keduanya berhasil melakukan misi berbahaya ini dan kembali kepada keluarganya dengan selamat? Saksikan langsung aksi mereka di filmnya, ya.

Diilhami dari Kisah Nyata

Sinopsis & Review Midway, Rela Korbankan Nyawa Demi Negara 3

Layaknya serangan Pearl Harbor, film Midway juga sama-sama diilhami dari kisah nyata. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Pertempuran Midway dan Pearl Harbor saling berhubungan. Meski begitu, film ini berbeda dari film Pearl Harbor yang dirilis di tahun 2001 silam.

Jika film Pearl Harbor menyisipkan kisah romansa yang cukup dominan ke dalam plot-nya, di film ini, kamu tak akan menyaksikan kisah serupa. Bisa dibilang, film ini lebih fokus pada peristiwa peperangannya, serta siapa saja yang terlibat dalam pertempuran bersejarah ini, ketimbang bahas cinta-cintaan.

Perbedaan lainnya terletak pada karakternya. Bila film Pearl Harbor yang menyelipkan karakter-karakter fiksi, hampir seluruh karakter yang ada di film ini terinspirasi dari orang-orang yang terlibat dalam pertempuran Midway. Sang tokoh utama, Richard 'Dick' Best yang diperankan dengan baik oleh aktor Ed Skrein, terinspirasi dari tokoh aslinya, yakni Richard Halsey Best.

Sejarah mencatat bahwa Richard Best bersama James Francis Murray, telah berhasil menenggelamkan dua kapal Jepang, yakni Hiryu dan Akagi. Selain Best, ada karakter lain yang terinspirasi dari tokoh nyata.

Tiga di antaranya adalah Letnan Layton yang diperankan Patrick Wilson, kemudian juga ada Letkol Jimmy Doolittle yang diperankan Aaron Eckhart, dan ada pula Bruno Gaido, si pemberani yang diperankan oleh Nick Jonas.

Tidak hanya dari Amerika Serikat, hampir seluruh karakter dari pihak Jepang juga memang merupakan orang-orang yang terlibat dalam pertempuran ini. Satu di antaranya adalah Admiral Isoroku Yamamoto yang diperankan oleh aktor Etsushi Toyokawa.

Historically Accurate

review film midway 4

Film Midway dinilai sebagai salah satu film perang yang historically accurate. Artinya, apa yang disuguhkan di dalam film memang sesuai dengan sejarah yang terjadi.

Yah, memang di dalam film ini ada bumbu cerita fiksinya juga. Namun, bagi beberapa veteran perang maupun sejarawan, tingkat akurasi sejarah yang disuguhkan di film ini tetap layak untuk diacungi jempol. Bahkan, film Midway masih jauh lebih akurat dari segi sejarahnya, ketimbang film Pearl Harbor atau pun film berjudul serupa yang dirilis di tahun 1970-an.

Selain Midway, ada satu film tentang penyerangan Pearl Harbor lain dengan tingkat akurasi sejarah yang bagus. Film tersebut dikenal dengan judul Tora! Tora! Tora!. Film ini disutradarai oleh Richard Fleischer dan dibintangi oleh mendiang aktor Martin Balsam.

Enjoyable

review film midway 5

Film perang ini punya durasi total 2 jam 18 menit. Menurut kami, filmnya masih enjoyable meskipun alur ceritanya tergolong rumit. Filmnya dihiasi dengan beberapa adegan heroik yang tidak terlalu berlebihan, didukung dengan kehadiran special effect yang menambah kesan dramatis.

Sekadar info, film Midway bisa dibilang aman bagi kamu yang nggak suka atau tidak kuat dengan adegan berdarah-darah seperti di film Saving Private Ryan (1998).

Memang, ada beberapa adegan yang menunjukkan mayat bergelimpangan atau pun prajurit yang terluka dan terbakar api, tapi bagi kami, apa yang ditampilkan di sini tidak 'separah' yang disuguhkan di film Saving Private Ryan. Jadi, kamu bisa menonton film ini tanpa takut melihat ada potongan tubuh atau kepala bocor yang tampil di layar.

Balas Dendam Tidak Akan Menyelesaikan Masalah

review film midway 3

Dari film ini, kami bisa ambil kesimpulan bahwa peperangan karena balas dendam, atau apa pun alasannya, bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Yang ada, banyak orang meregang nyawa, kehilangan anggota keluarga bahkan harta, karena peperangan.

Film ini kabarnya didedikasikan untuk para tentara Amerika Serikat maupun Jepang yang telah gugur dalam pertempuran Midway, lho. Biasanya, saat menonton film perang, kita akan dibuat bersimpati kepada salah satu pihak saja. Tapi, menurut kami, apa yang ditampilkan di film ini tidak membuat kami pilih kasih dan tetap netral saat menonton filmnya.

Yap, itulah sinopsis dan review film Midway dari kami. Film ini memang bukanlah film perang terbaik sepanjang masa, tapi setidaknya kita bisa mempelajari sejarah, dan mengambil pesan moral saat menontonnya. Oh iya, kalau kamu penasaran sama film-film perang lainnya, silakan baca review-nya di sini, ya.

Midway
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram