bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Bollywood Main Hoon Na (2004)

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 22 November 2021

Bagi para fans dari aktor Shah Rukh Khan, film satu ini menjadi salah satu film wajib untuk di tonton. Main Hoon Na (2004) adalah salah satu film Bollywood dengan penghasilan terbesar di tahun 2004.

Film romantis komedi ini mendapatkan rating cukup tinggi, 7.0/10 di IMDb dan menjadi film paling laris. Film ini juga menjadi debut bagi Farah Khan sebagai sutradara dan mendapatkan keberhasilan besar.

Untuk memulai produksi filmnya ternyata tidak mudah, pasalnya film ini di develop sejak tahun 2001 dan baru mulai syuting tahun 2003. Ada banyak nama yang awalnya akan membintangi film ini, seperti Hrithik Roshan, Farhan Akhtar, Sohail Khan hingga Ameesha Patel. Tapi pilihan jatuh pada Shah Rukh Khan, Zayed Khan, Amrita Rao, Sunil Shetty dan Susmita Sen.

Kali ini kita akan mereview film Main Hoon Na (2004), kira-kira seseru apa sih filmnya? Jawabannya bisa kamu temukan di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis & Review Film Komedi Romantis Om Shanti Om

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2004
  • Genre: Romantic, Comedy, Action
  • Sutradara: Farah Khan
  • Pemeran: Shahrukh Khan, Sushmita Sen, Zayed Khan, Sunil Shetty, Amrita Rao
  • Produksi: Red Chillies Entertainment, Venus Movies

Hubungan India dan Pakistan sedang berada dalam masa yang tenang, karena keduanya merencanakan perdamaian. Kedua negara meluncurkan “Project Milaap”, dalam projek ini kedua negara akan saling melepaskan sandera dan tawanan perang.

Jenderal Bakshi yang mengambil alih projek ini sedang membagikan kabar ini lewat salah satu program siaran di India.

Tapi di tengah-tengah siaran, serangan yang dikomandoi oleh Raghavan berhasil membunuh Brigadir Shekhar Sharma. Pria itu merelakan tubuhnya untuk menjadi tameng agar Jenderal Bakshi bisa selamat, namun dirinyalah yang harus meregang nyawa.

Di atas ranjang kematiannya Shekhar mengatakan rahasia yang selama ini ia simpan dari putranya Mayor Ram Prasad Sharma.

Pria itu mengakui telah berselingkuh dan meninggalkan istri dan dan anaknya, di mana Ram adalah anak haramnya. Shekhar mengakui sangat menyesal telah meninggalkan istri dan anaknya, ia meminta agar Ram bisa menyatukan kembali keluarganya setelah kematiannya.

Tak lama setelah hal ini Ram ditugaskan oleh Jenderal Bakshi untuk menjaga putrinya yang bernama Sanjana. Pada awalnya pria ini menolak hingga ia mengetahui bahwa Sanjana berada di satu kampus yang sama dengan adik tirinya Lakshman.

Ram menyamar sebagai seorang mahasiswa dan berusaha mendekati keduanya, tapi sulit mendekati anak-anak yang berbeda zaman dengannya, hingga suatu hari Ram menyelamatkan Luck yang ternyata Lakshman, saat pria itu hampir jatuh dari atap kampus.

Ram berhasil berteman baik dengan Sanjana maupun dengan adiknya Lakshman, di sana ia juga menemukan cintanya. Seorang dosen cantik bernama Chandini, membuat Ram kehilangan dirinya dan selalu merasa berbunga-bunga di sekitarnya.

Tak hanya itu, Ram kini bisa tinggal bersama adik dan ibu tirinya meski tidak bisa mengungkapkan identitas aslinya.

Namun masalah terus datang ketika anak buah Raghavan berusaha menyerang Sanjana, dari sini Ram berhasil menangkap Khan. Tapi Ram tidak pernah menyangka bahwa Raghavan juga datang menyamar sebagai dosen ke kampus.

Pria itu membuka identitasnya pada Lakshman dan ibunya, membuat Ram harus keluar dari rumahnya. Hal lebih buruk terjadi ketika Raghavan menyandera anak-anak kampus, termasuk Lakshman, Sanjana dan Chandini.

Untuk menyelamatkannya, Raghavan meminta Ram membatalkan Proyek Milaap dan menyerahkan dirinya. Apa yang akan dilakukan oleh Ram? Apakah ia akan menyerah dan menuruti semua permintaan Raghavan?

Farah Khan Membayar Kesulitan dengan Kesuksesan

Farah Khan Membayar Kesulitan dengan Kesuksesan

Main Hoon Na (2004) merupakan langkah pertama bagi Farah Khan untuk memulai karirnya sebagai seorang sutradara. Pasalnya Farah Khan memulai karirnya di industri hiburan Bollywood sebagai seorang koreografer handal.

Terkadang wanita ini juga ikut menjadi komposer lagu untuk banyak film Bollywood, salah satu yang menaikkan namanya adalah film Nasha in Jo Jeeta Wohi Sikandar (1992).

Salah satu lagu yang makin mengukuhkan namanya adalah lagu Chaiyya Chaiyya, salah satu lagu yang sempat viral juga di Indonesia. Karir Farah berada di atas puncaknya saat ia berulang kali mendapatkan penghargaan di Filmfare Awards sebagai Best Choreography.

Hingga di tahun 2003, Farah Khan memutuskan untuk melangkah lebih maju dan keluar dari zona nyaman. Wanita ini akhirnya menggarap film pertamanya, film tersebut berjudul Main Hoon Na (2004) yang penuh dengan perjuangan.

Pasalnya penundaan terus saja terjadi, belum lagi kesulitan untuk memilih aktor yang pas untuk peran yang ada. Salah satunya peran Lakshman atau Lucky sebenarnya bukan untuk Zayed Khan, peran ini awalnya ditawarkan pada Hrithik Roshan.

Sayangnya sang aktor merasa kurang sreg dengan film yang menampilkan dua hero, padahal hanya sisa tiga bulan sampai tanggal syuting, hingga Farah menemukan Zayed Khan setelah melihat penampilannya di film Chura Liya Hai Tumne (2003). Hal ini juga terjadi pada karakter Sanju, awalnya karakter ini milik Ayesha Takia namun sang artis tidak kunjung datang.

Sisa waktu 10 hari sebelum syuting dimulai Farah Khan akhirnya menemukan Amrita Rao, sang aktris membuatnya terkejut dengan betapa brilian penghayatan dan aktingnya. Untungnya Farah Khan bisa mendapatkan aktor dan aktris yang pas untuk film pertamanya ini.

Alasan Farah Khan Memastikan Antagonis Bukan Muslim

Alasan Farah Khan Memastikan Antagonis Bukan Muslim

Seperti yang kita tahu Main Hoon Na (2004) mengambil premis seorang tentara handal India melawan komplotan teroris. Hal ini berkaitan dengan hubungan antara India dan Pakistan yang selalu saja memanas, meski keduanya sudah melakukan damai.

Pasalnya memang bukan hal yang aneh lagi karena kedua negara sudah bersengketa sejak tahun 1947. Namun teroris yang diceritakan dalam film ini bukanlah seorang teroris yang berasal dari Pakistan.

Teroris yang diceritakan justru berasal dari India sendiri, pria ini adalah Mayor Raghavan Singh Dutta. Mantan Komando Para SF yang sangat kejam dan keji, pasalnya ia tidak segan-segan membunuh siapapun yang berasal dari Pakistan.

Raghavan Singh di bebas tugas dan dipecat dari militer setelah terbukti mengeksekusi warga sipil Pakistan. Pria ini menuduh orang-orang malang tersebut sebagai mata-mata, padahal ia tidak memiliki bukti sama sekali.

Secara sadar dan pasti Farah Khan memastikan kalau karakter antagonisnya bukanlah seorang muslim. Alasannya karena ia tidak ingin menempelkan hal buruk pada satu komunitas.

Farah Khan justru menamai “Raghavan” dari nama “Bhagwan Ram”, ia ingin menunjukkan bahwa pandangannya akan Pakistan lebih positif, dimana hubungan antara Bharat dan Pakistan lebih positif.

Maka dari itu ia membuat musuh utamanya justru dari tubuh pasukan Angkatan Darat India. Sekularisme yang ditunjukan memberi dampak positif, Main Hoon Na (2004) menjadi box office dimana-mana.  

Akting dan Perform yang Mengagumkan dari Para Aktornya

Akting dan Perform yang Mengagumkan dari Para Aktornya

Tidak bisa di pungkiri bahwa Main Hoon Na (2003) menjadi salah satu film wajib di tonton untuk para penggemar Shah Rukh Khan. Bagi saya film ini memang layak untuk menjadi box office, karena memberikan keseimbangan mulai dari plot, romansa, aksi hingga komedi.

Bagi saya skrip film ini digarap dengan sangat baik, banyak dialog yang menyentuh dan di deliver dengan baik. Salah satu yang mengagetkan adalah siapapun bisa menerima karakter Ram sebagai seorang mahasiswa yang telah mendapatkan kelulusannya.

Jujur saya tidak terganggu akan hal ini, ia seakan anak polos yang masuk dalam pergaulan anak muda yang tidak memiliki aturan dan batas.

Tapi secara perlahan pria ini menanamkan nilai soal keluarga dan kasih sayang pada anak-anak muda. Zayed Khan mengimbanginya dengan berperan sebagai anak muda yang sangat percaya diri dengan senyumnya yang terlihat bodoh.

Tidak bisa di pungkiri Zayed menjadi karakter yang sangat cocok, terlihat macho, bodoh dan konyol secara bersamaan.

Bromance keduanya sangat natural, saya bisa merasakan perubahan emosi dan bounding di antara keduanya semakin lama makin kuat. Suniel Shetty menjadi villain yang menghancurkan hubungan kakak-adik ini, pria ini benar-benar keji.

Bahkan hanya melihat tatapan matanya saja, saya sudah agak takut saat melihat sorot matanya yang seakan tidak kenal takut. Namun saya bisa merasakan ada kesedihan, ternyata pria ini kehilangan keluarganya dan kehidupannya.

Terakhir ada tiga wanita yang tampil brilian, Amrita Rao dan Sushmita Sen adalah pesona yang tidak bisa dilupakan. Keduanya memberikan romansa dengan vibes yang berbeda, akting keduanya juga sangat menghibur dan totalitas.

Terakhir saya menyukai Kirron Kher sebagai ibu dari Lakshman, wanita ini membuat saya sangat terharu setiap melihatnya.

Inilah review saya setelah menonton film Main Hoon Na (2004), bagi saya film ini layak mendapatkan rating 4.3/5. Pasalnya bagi saya penggarapannya sangat baik, Farah Khan berhasil mengarahkan semua orang dengan sangat baik.

Premis ceritanya kuat dan develop karakternya sangat baik, kira-kira bagaimana menurutmu? Bagikan jawabannya di kolom komentar di bawah ini.

Main Hoon Na
Rating: 
3.8/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram