bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Ma (2019), Balas Dendam Masa Lalu

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 9 September 2021

Seorang wanita paruh baya berteman dengan sekelompok remaja yang kemudian mulai dikenal di kalangan remaja karena sering mengadakan pesta di rumahnya. Ketika mereka semakin dekat dengan sosok ini, semakin banyak hal aneh yang mulai terjadi. Ma adalah film psychological horror yang mengedepankan akting dari aktris watak Octavia Spencer.

Semua berawal dari niat sutradara Tate Taylor yang ingin membuat film yang “sangat kacau” dan disambut dengan aktris Octavia Spencer yang ingin mencoba karakter baru di luar peran yang biasa dibawakan.

Mereka berdua pernah bekerjasama dalam film The Help (2011) dan Get on Up (2014). Kali ini, aspirasi mereka dijembatani oleh Jason Blum dengan rumah produksinya, Blumhouse Productions.

Menampilkan kembali kisah menegangkan dari seorang psikopat, apakah film yang berhasil meraup pendapatan sebesar $45 juta di Amerika ini menawarkan hal yang baru di genre ini? Atau justru banyak celah yang bisa menuai hujatan? Simak review kami berikut dari film yang dirilis pada 31 Mei 2019 yang sekarang sudah bisa ditonton ulang di Netflix.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2019
  • Genre: Horror, Thriller, Mystery
  • Produksi: Blumhouse Productions, Wyolah Films
  • Sutradara: Tate Taylor
  • Pemeran: Octavia Spencer, Diana Silvers, Juliette Lewis, Luke Evans

Maggie dan ibunya pulang ke kampung halaman di Ohio setelah Erica bercerai dengan suaminya. Di sekolah barunya, dia langsung berteman dengan sekelompok remaja. Mereka ingin membeli minuman keras tapi membutuhkan orang dewasa untuk membelinya. Mereka menemui banyak penolakan, hingga Sue Ann “Ma” bersedia membantu mereka.

Saat sekelompok remaja ini sedang pesta minuman di reruntuhan rumah di luar kota, seorang polisi mendatangi mereka karena menerima laporan atas aktivitas ini. Tapi pak polisi melepaskan mereka karena kenal dengan ayah Andy, Ben. Keesokan harinya, Sue Ann mengundang mereka untuk pesta minuman di basement rumahnya.

Beberapa minggu kemudian, pesta minuman yang disponsori oleh Sue Ann di basement-nya ini semakin banyak dihadiri oleh remaja lain dan membuatnya terkenal. Sue Ann kemudian terbiasa dipanggil dengan sebutan “Ma”.

Tetapi mereka mulai menemukan keanehan pada diri Sue Ann, salah satunya adalah memaksa Maggie untuk minum dan mabuk. Kemudian dia menyadari jika antingnya hilang.

Maggie bilang ke Andy kalau dia tidak mau datang ke rumah Sue Ann lagi. Mereka kemudian kompak untuk memblokir telepon darinya, bahkan membuat pengumuman ke semua orang untuk jangan datang ke rumahnya lagi.

Untuk mendapatkan kepercayaan mereka kembali, Sue Ann berbohong dengan mengatakan bahwa dia menderita kanker. Haley melihat gelang milik temannya dipakai oleh Sue Ann.

Ternyata Haley juga mengalami hal yang serupa dengan Maggie, yaitu kehilangan perhiasan. Mereka berdua menyelinap ke rumah Sue Ann. Tidak disangka, ternyata ada orang lain di rumah itu, yaitu Genie, putri Sue Ann, yang jika di sekolah dia menggunakan kursi roda, tapi tidak jika di rumah. Sue Ann pulang, Genie mengalihkan perhatian ibunya agar Maggie dan Haley bisa keluar dari rumah.

Ben yang dulunya adalah teman sekolah Sue Ann tidak sengaja bertemu di klinik tempatnya bekerja. Lalu Ben mengundang Sue Ann untuk bertemu di bar sepulang kerja. Saat di bar, Ben justru memarahi Sue Ann yang dianggapnya mencoba mendekati putranya.

Sue Ann kemudian teringat sebuah kejadian memalukan yang dilakukan Ben dan teman-temannya kepadanya waktu di SMA dulu.

Sue Ann menabrak Mercedes, teman sekolahnya dulu yang kini menjadi kekasih Ben, hingga tewas. Dia juga membunuh bosnya di klinik dan menculik Ben ke rumahnya dalam keadaan pingsan lalu menyuntikkan darah anjing Maggie ke dalam tubuh Ben sekaligus melukai tangannya dan membiarkannya tewas dalam keadaan terikat di ranjang.

Setelah malam itu mereka pesta di rumah Sue Ann, Maggie dan teman-temannya tidak sadarkan diri dalam posisi dirantai. Sue Ann melakukan penyiksaan kecil kepada mereka. Chaz perutnya disetrika, Haley mulutnya dijahit, Darrell wajahnya dicat putih, dan Andy ditikam dengan pisau. Seorang polisi datang mengetuk di depan pintu yang kemudian ditembak oleh Sue Ann.

Sue Ann meminta Maggie untuk mengambil foto dirinya dengan teman-teman Maggie yang sudah tersiksa. Kemudian Maggie digantung dan terselamatkan oleh Genie yang menerobos masuk ke basement, menyerang Sue Ann dan memicu kebakaran. Erica dan teman kerjanya segera datang dan menyelamatkan mereka semua. Maggie menikam Sue Ann dan menyelamatkan Genie.

Bukannya keluar dari rumah, Sue Ann justru naik ke kamarnya dan tidur di sisi mayat Ben di tengah api yang mulai melalap rumahnya. Sementara itu Maggie dan teman-temannya melihat kebakaran dari pekarangan rumah.

Performa Apik Octavia Spencer

Performa Apik Octavia Spencer

Octavia Spencer biasanya berperan sebagai seorang ibu yang bijak dan matang secara emosional dalam film-filmnya. Salah satu yang terbaik adalah di film The Help (2011). Tetapi di film Ma ini, dia mencoba hal baru, yaitu menjadi seorang psikopat yang melakukan balas dendam kepada orang-orang yang dia benci, termasuk ke anak-anaknya juga.

Karakter Sue Ann ini memang diceritakan adalah orang yang pendiam dan tertutup. Gairah mudanya mulai muncul ketika bertemu dengan sekelompok remaja yang nyaman untuk berpesta di basement rumahnya.

Sampai sini, kita diarahkan bahwa Sue Ann berhasil menuntaskan masa remajanya yang dalam kesendirian dan sering dirundung di sekolah menjadi ibu yang populer di mata remaja modern.

Tapi ternyata balas dendam itu memiliki motif lain, yaitu menuntaskan rasa kecewa mendalam kepada Ben, Mercedes, dan teman-temannya atas sebuah kejadian memalukan yang tak terlupakan.

Tidak hanya sampai disitu, Sue Ann juga mengincar anak-anak dari teman-temannya dalam melampiaskan dendam itu. Awalnya baik, tapi kemudian dia berani menyiksa mereka hingga membunuh para orang tua.

Dalam film berdurasi 1 jam 39 menit ini, performa Octavia Spencer sangat baik dan tampil menyeramkan penuh misteri. Tatapan mata yang tajam dengan senyuman manis yang kecut cukup membuat kita dan para remaja korbannya bertanya-tanya dalam kesenangan mereka.

Meski di ujung film ada adegan yang tidak masuk akal, secara keseluruhan penampilan Octavia Spencer cukup memuaskan.

Tempo Lambat dengan Cerita yang Lemah

Tempo Lambat dengan Cerita yang Lemah

Memang ada beberapa adegan yang tidak masuk akal di dalam film ini, termasuk tempo yang lambat di setengah awal film karena salah mengambil sudut pandang cerita. Biasanya film thriller seperti ini dibuka dengan adegan menegangkan, tapi sutradara Tate Taylor menyajikan kisah Maggie dan Erica yang pulang ke Ohio dan Sue Ann muncul di tengah-tengah cerita.

Naskah yang ditulis oleh Scotty Landes ini memiliki banyak lubang dalam ceritanya yang jika diteliti seperti tidak masuk akal. Salah satunya adalah banyaknya pesta minuman digelar oleh wanita paruh baya yang ramai dibicarakan oleh remaja di sekolah tapi tidak terdeteksi sama sekali oleh para orang tua dan pihak sekolah.

Dan yang paling menggelikan justru ada di akhir film, dimana Sue Ann yang sudah tertusuk pisau justru ke kamarnya di atas dalam kondisi rumah terbakar parah dan Sue Ann terlihat tidak kesakitan sama sekali karena lukanya. Apakah semua psikopat bisa mematikan rasa sakit di tubuhnya? Atau mereka memiliki daya tahan tubuh yang mumpuni? Mending tanyakan ke penulis naskahnya saja!

Potensi yang Tersia-siakan

Potensi yang Tersia-siakan

Sebenarnya film ini menyimpan banyak potensi besar yang tidak bisa dieksekusi dengan baik. Deretan pemerannya pun cukup baik dan populer, seperti Diana Silvers yang baru saja tampil memukau di film Booksmart (2019), bintang 1990an Juliette Lewis dan aktor Luke Evans. Hanya sangat disayangkan akting mereka tidak tergarap dengan baik.

Selain itu tidak ada hal baru dari sisi sinematografi sehingga apa yang ditampilkan di layer terkesan biasa saja, bahkan api yang dibuat dengan menggunakan special effect terkesan sangat murah.

Jadi, faktor yang membuat kita tertarik untuk menonton film Ma ini murni hanya karena Octavia Spencer saja. Tapi bagi penikmat film thriller, rasanya tidak akan rugi untuk menyimaknya di Netflix sekali lagi.

Ma
Rating: 
2.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram