bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Love and Monsters (2020)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 9 Agustus 2021

Sebuah roket meledak yang mengakibatkan banyak serangga dan hewan-hewan berdarah dingin berubah jadi monster. Manusia hidup berkoloni-koloni di berbagai tempat, termasuk bunker guna bertahan hidup. Joel adalah salah satu survivor yang tinggal bersama beberapa penyintas lain. Joel bukan lelaki pemberani yang bisa beraksi saat menghadapi monster.

Namun, sebuah kekuatan yang dia yakini sebagai cinta sejati mendorongnya keluar dari bunker dan nekat mendatangi Aimee, kekasihnya yang terpisah jarak sejauh 136 Km.

Mampukah pemuda ini menyelamatkan diri dari deretan serangan monster hingga dapat bertemu dengan kekasihnya? Sebelum memutuskan untuk menonton, ada baiknya membaca sekilas sinopsis dan ulasannya lebih dulu di bawah ini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 16 Oktober 2020
  • Genre: Adventure, Monster, Apocalyptic, Romance
  • Produksi: 21 Laps Entertainment, Entertainment One
  • Sutradara: Michael Matthews
  • Pemeran: Dylan O’Brien, Jessica Henwick, Michael Rooker, Dan Ewing

Agatha 616 yang bersiap menuju Bumi. Guna mengantisipasi tubrukan antara Bumi dan asteroid bernama Agatha 616, manusia meluncurkan roket lalu meledak. Asteroid memang hancur tapi bahan roket juga ikut hancur. Masalah baru pun terjadi karena di dalam roket terdapat banyak senyawa kimia. Sisa ledakan kemudian menghujani manusia dan semuanya berubah.

Hewan-hewan berdarah dingin bermutasi dan mengincar manusia, memakan hingga sebisa mungkin tak ada yang tersisa. Semut, kecoa, kadal, buaya, serangga dan lainnya berubah jadi monster yang mengancam nyawa. Dunia diceritakan kehilangan 95 persen populasi manusia dalam satu tahun. Mereka yang selamat, termasuk Joel Dawson (Dylan O’Brien) bersembunyi di mana pun. Joel memilih bersembunyi di sebuah bunker bawah tanah hingga tujuh tahun lamanya.

Penderitaan Joel semakin terasa karena dia tinggal bersama orang-orang berpasangan di sana. Di bunker tersebut terlihat tidak ada sekat sehingga tidak ada pula privasi. Oleh karena itu hampir setiap saat Joel ‘terpapar’ oleh adegan-adegan intim dari penghuni yang lain.

Kehidupan di dalam bunker tidak seburuk itu karena Joel dan kawan-kawan punya seekor sapi dan tim untuk berburu makanan ke luar bunker. Singkatnya persediaan makan mereka tidak kurang. Menariknya di dalam bunker juga ada seorang bayi mungil yang baru lahir beberapa bulan lalu, buah hati salah satu dari pasangan di sana.

Joel yang merupakan satu-satunya lajang di bunker, punya tugas sebagai koki. Dia tidak ikut berburu melainkan memasak untuk para penghuni lainnya. Hampir sepanjang waktu Joel merindukan Aimee (Jessica Henwick), kekasihnya sebelum tragedi roket terjadi. Dia ingin mengenalkannya pada teman-teman di bunker.   

Suatu hari para penghuni bunker yang terdiri atas Ray (Pacharo Mzember), Karen (Senie Priti), Ava (Amali Golden), Tim (Te Kohe Tuhaka), Anna Lucia (Tasneem Roc), Anderson (Thomas Campbell) dan Connor (Joel Pierce) bersiap karena ada sesuatu yang hendak menerobos bunker. Sayang, Joel tidak diperhitungkan karena para penghuni tahu dia terlalu takut dan tidak siap untuk ini.

Joel kemudian diminta tetap tinggal di bunker karena jika dia ikut, hanya akan menjadi beban. Namun, Joel tidak mendengar mereka. Pemuda itu memberanikan diri untuk keluar menyusul dan melawan. Saat berhadapan dengan satu monster raksasa yang menewaskan Connor, Joel mematung. Matanya memperlihatkan ketakutan luar biasa. Beruntung dia ditolong oleh Tim dan Anna Lucia.

Scene berpindah ke masa lalu, tepatnya tujuh tahun lalu di Fairfield, California. Di sana, Joel dan Aimee terlihat bermesraan di dalam mobil. Semua indah sebelum akhirnya terdengar suara sirine yang menandakan mereka harus pergi. Scene kembali ke kehidupan Joel di masa kini.

Dia terlihat menggambar monster semut raksasa yang membunuh Connor. Diam-diam Joel mencari cara untuk membunuh para monster tersebut. Pemuda tersebut kemudian berkomunikasi dengan Aimee menggunakan semacam pemancar radio. Aimee mengetahui perihal serangan monster di bunker Joel.

Dia kemudian bertanya apakah Joel ikut melawannya dan Joel menjawab dengan berbohong. Joel sendiri menemukan frekuensi radio milik koloni Aimee hingga akhirnya bisa berkomunikasi dengannya setelah mencoba sebanyak 90 kali. Saat sedang asyik berbincang, tiba-tiba saluran radio Aimee terputus.

Joel kembali teringat saat dia harus berpisah dengan Aimee tujuh tahun lalu. Sebelum gadis itu pergi dia berjanji akan mencarinya. Ketika anggota koloni lain sibuk mencari solusi mengenai keamanan bunker, pikiran Joel melayang pada Aimee. Dia lalu tiba-tiba bertanya mengenai lokasi keberadaan koloni Aimee. Ray kemudian menjawab bahwa jaraknya sekitar 136 Km dan membutuhkan waktu tempuh minimal sekitar 7 hari.

Mendengar itu Tim mengingatkan Joel agar jangan pernah berpikir untuk pergi. Anggota yang lain juga tak ingin Joel pergi karena itu adalah perjalanan penuh risiko, impossible journey. Tim yang sudah terlatih saja, cukup beruntung jika bisa bertahan sejauh 80 Km. Namun, keinginan Joel untuk menemui Aimee, seseorang yang bisa membuatnya bahagia begitu kuat hingga tak bisa dicegah.

Tim meyakinkannya untuk tidak pergi karena Joel dibutuhkan oleh koloninya. Sejujurnya Tim dan anggota koloni yang lain khawatir dengan keselamatan Joel mengingat dia memang tidak siap menghadapi monster. Sebelum pergi, Karen memberinya sebuah peta, Ray juga mengingatkannya untuk lari dan bersembunyi saja, jangan melawan. Apakah Joel mampu sampai ke tempat Aimee? Bisakah dia menjadi pemberani ketika tidak ada pilihan untuk mundur?

Film Monster dengan Kemasan yang Fun

Film Monster dengan Kemasan yang Fun

Menyandingkan kata Love dengan Monsters dalam sebuah judul sudah sangat unik dan menarik. Dari awal, sutradara rasanya memang tidak ingin penonton terlalu serius dan berharap banyak pada adegan-adegan penuh ketegangan yang lumrah ditampilkan dalam film-film monster. Pasalnya Love and Monster ini bukan film monster tipe semacam itu. Ia adalah film monster yang dikemas dengan menyenangkan.

Scene melawan monster terdapat di awal film, itu pun tidak terlalu dramatis hingga bisa memancing ketegangan. Begitu pula scene monster lainnya yang terasa lebih dominan lucu dan jijik daripada menyeramkan atau mengancam.

Tidak ada tone-tone kelam yang menyimbolkan kesuraman, tidak ada pula scoring yang berlebihan, terutama efek suara berupa suara-suara monster, karena ia ‘kalah’ oleh backsound berupa lagu-lagu easy listening dengan ritme cepat dan riang.

Belum lagi narasi yang diucapkan Joel selama film berlangsung, yang cenderung terdengar konyol dan tidak menyiratkan ketakutan serius. Karakter Joel yang dibawakan oleh Dylan O’Brien juga tambah menguatkan bahwa Love and Monsters bukan film petualangan yang menyeramkan.

Tentang Cinta dan Kekuatannya

Tentang Cinta dan Kekuatannya

Sesuai judulnya, Love and Monsters film ini secara garis besar bercerita tentang cinta dan monsters, cinta di tengah-tengah dunia yang dikuasai monster. Melalui karakter Joel yang harus berpisah dengan kekasihnya, Aimee, penonton diajak melihat pertarungan antara kekuatan cinta dengan ketakutan terhadap serangan monster. Siapa yang menang di antara keduanya?

Joel yang dikenal penakut, tidak punya cukup kekuatan untuk membela diri dari para monster, tiba-tiba mendapat keberanian setelah berkomunikasi dengan kekasihnya. Keberanian yang dia miliki pun lebih terasa sebagai kenekatan. Akan tetapi dengan begitu karakter Joel justru berhasil membawa pesan yang ingin disampaikan oleh film ini.

Love and Monsters mempertontonkan sebuah kekuatan yang berasal dari cinta sehingga mampu membuat manusia, dalam hal ini Joel, tak peduli terhadap ancaman monster atau rasa takut. Pada akhirnya hal yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup dari ancaman apa pun adalah cinta itu sendiri; sebuah  keinginan untuk bersama apa pun dan siapa pun yang bisa membuat kita bahagia. Persis seperti yang dilakukan karakter Joel dalam film ini.

Cocok Ditonton Bersama Keluarga

Cocok Ditonton Bersama Keluarga

Love and Monsters sebuah film monster yang cocok ditonton bersama keluarga. Pengemasan ceritanya berjalan fun. Selain itukarakter utamanya juga ‘manusiawi’ karena takut monster tapi juga nekat karena bucin dan tampilan monster-monster yang bentuknya persis seperti di komik anak-anak. Elemen tersebut adalah hal-hal menghibur yang bisa ditemukan pada film ini.

Anda tidak akan melihat monster menyeramkan yang cerdas melainkan monster berupa serangga dan hewan berdarah dingin seperti kodok, kecoa, kelabang dan lainnya yang hanya tahu makan serta menyerang. Keberadaan monster-monster berupa serangga dalam film ini dilengkapi dengan pengetahuan mengenai sifat serangga itu sendiri; karena itu adalah cara terbaik untuk menghindar dari mereka dan menyelamatkan diri.

Menonton sekaligus mendapat pengetahuan mengenai binatang-binatang tidak bisa ditemukan sembarangan pada film lain, bukan? Selain itu, Anda akan mendapat tontonan yang menghibur dari tandem antara aktris cilik Ariana Greenblatt dan Dylan O’Brien.

Greenblatt tampil sangat lucu sebagai Minnow, si nona kecil yang pemberani tapi cerewet dan kerap melemparkan celotehan-celotehan meremehkan. Dia harus ‘akrab’ dengan Joel, si lelaki dewasa yang belum sepenuhnya berani tapi berlagak bagai “pejuang mulia” atas nama cinta sejati. Hasilnya, dialog antara mereka beberapa kali mampu mengundang tawa.

Love and Monsters karya sutradara Michael Matthews merupakan sebuah tontonan keluarga yang asyik. Script yang lucu sekaligus penuh makna melengkapi karakter-karakternya yang dibangun dengan sangat manusiawi, tidak ada kekuatan super, hanya hebat dan kuat karena latihan dan ditempa keadaan. Ingin tahu bagaimana perjalanan Joel menemui Aimee? Saksikan film Love and Monsters di Netflix saat ini juga!

Love and Monsters
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram