bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Lolita, Kisah Cinta Terlarang

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 19 Oktober 2021

Film Lolita (1997) merupakan film drama romansa yang diproduseri oleh Mario Kassar dan Joel B. Michael’s. Film yang mengangkat cerita cukup sensitif dan mengundang kontroversi ini memberikan sebuah pemahaman bahwa manusia terbangun dari masa lalu, kenangan dan traumanya.  

Dibintangi oleh Jeremy Irons dan Dominique Swain, Lolita berhasil masuk dalam beberapa nominasi dan memenangkan penghargaan di ajang bergengsi. Sebut saja CFCA Award, OFTA Film Award, YoungStar Award, dan MTV Movie Award. Ingin tahu jalan ceritanya, tapi masih ragu? Ada baiknya Anda membaca sinopsis serta reviewnya terlebih dulu. Mari simak bersama!

Sinopsis

Humbert Humbert (Jeremy Irons) merupakan seorang profesor sastra Inggris berusia paruh baya asal Eropa yang pergi ke Amerika Serikat untuk mengisi posisi sebagai pengajar di New Hampshire. Kepindahannya ke Amerika terpaksa membuatnya harus mencari tempat tinggal. Dia pun berkeliling mencari rumah tinggal atau kamar yang bisa disewa.

Sampailah Humbert di kediaman Charlotte Haze (Melanie Griffith) seorang janda yang memiliki anak gadis berusia 14 belas tahun bernama Dolores (Dominique Swain). Dolores atau kerap dipanggil “Lo” sedang membaca buku di taman ketika Humbert datang untuk melihat-lihat rumah. Lo yang polos seketika berhasil membuat Humbert tertarik.

Tanpa pikir panjang, Humbert menyewa kamar di rumah keluarga Haze. Ketertarikannya pada Lo disembunyikan rapat-rapat oleh Humbert. Dia bahkan menggunakan cara licik untuk berhubungan lebih dekat dengan Lo, yaitu dengan menikahi sang ibu. 

Humbert dan Charlotte akhirnya menikah. Lo pun memiliki ayah tiri. Semua terasa berjalan baik bagi Humbert. Ketertarikannya pada Lo berhasil dia sembunyikan. Sampai suatu ketika, Charlotte menemukan buku harian Humbert yang berisi ketertarikannya pada Lo.

Kaget bercampur marah dan kecewa dirasakan oleh Charlotte. Wanita ini kemudian lari ke luar rumah sembari terus berteriak. Tak diduga sebuah mobil datang dari arah depan, Charlotte pun tertabrak dan meninggal seketika. Kini Lo hanya tinggal dengan ayah tirinya, dengan rahasia yang belum sempat dia ketahui dan mengerti.

Setelah ibunya meninggal, Humbert mengajak Lo keluar dari rumahnya. Lelaki itu membawa Lo bepergian dari satu penginapan ke penginapan yang lain menggunakan identitas palsu sebagai ayah dan anak. Humbert menyadari bahwa yang dia lakukan akan menimbulkan masalah, sebab itu dia menutupi keadaan yang sebenarnya kepada banyak orang. Terlebih Humbert kini menjadi pengajar di Kampus Beardsley.

Lelaki paruh baya itu memperlakukan Lo seperti pasangannya. Dengan kepolosannya, Lo mengikuti semua permainan Humbert. Sang ayah tiri juga sangat posesif dan tidak ingin kehilangan Lo. Hidup remaja itu bagai di penjara dan hanya menjadi budak ego serta nafsu bagi Humbert.

Lelah dengan semua perlakuan yang dia terima, keduanya jadi kerap bertengkar. Humbert tidak segan memukul Lo kemudian menyesal. Hal tersebut terjadi berulang kali hingga suatu hari, Lo melarikan diri. Lo kabur bersama Quilty (Frank Langella). Belakangan diketahui bahwa Quilty menjual para gadis muda untuk dieksploitasi sebagai bintang porno. 

Lo menolak hal tersebut dan Quilty meninggalkanya. Semenjak itu Humbert kehilangan jejak atas kepergian Lo. Hingga suatu hari setelah tiga tahun, Lo mengirimi Humbert sepucuk surat berisi permintaan sejumlah uang. Ketika keduanya kembali bertemu, Lo sedang hamil buah hatinya bersama sang suami, Richard.

Masih dengan perasaan yang sama, Humbert meminta Lo kembali. Lelaki itu mengajak Lo untuk kabur dari Richard. Namun, Lo menolak. Richard yang tidak mengetahui masa lalu Lo sudah terlanjur menjadi bagian hidup barunya yang tidak bisa ditinggalkan. Humbert menerima dan meninggalkan sejumlah uang yang cukup besar.

Bagaimana akhirnya kehidupan Humbert setelah benar-benar merelakan Lo? Apakah Lo juga akan bahagia menjalani kehidupan barunya dengan Richard dan buah hati? Film Lolita (1997) akan membawa Anda larut dalam cerita yang penuh emosi dan rasa tak percaya.

Obsesi Seorang Pria Paruh Baya

review film lolita 1997_Obsesi Seorang Pria Paruh BayaSumber: imdb.com

Film Lolita (1997) berfokus pada Humbert yang tertarik pada gadis belia, terobsesi hingga sama sekali tidak berdaya jika sudah di hadapannya. Lolita bagai memegang kunci untuk semua sendi-sendi Humbert. Seperti yang Humbert ungkapkan, “Lolita, light of my life, fire of my loins. My sin, my soul.” 

Humbert yang terlihat berkuasa, menentukan kemana mereka harus pergi selama dalam film, sesungguhnya adalah budak cinta Lolita, budak cinta seorang remaja yang masih bingung dengan keinginannya sendiri. Terlihat ketika Lolita pergi, hidup Humbert sangat kacau.

Humbert bahkan melakukan sesuatu yang tidak terduga di akhir film. Semua dilakukannya karena Lolita. Obsesinya pada Lolita tidak begitu saja dia rasakan. Di awal film, Anda akan diperlihatkan bagaimana mulanya Humbert bisa sangat terobsesi dan menyukai gadis-gadis remaja daripada wanita yang seusia dengannya.

Semua bermula ketika Humbert masih remaja. Dia jatuh cinta dengan teman perempuannya bernama Annabel Leigh. Sayang karena satu peristiwa, perempuan yang dicintainya meninggal dunia. Kematian perempuan tersebut meninggalkan luka, meninggalkan ingatan tentang sesosok gadis belia yang membuatnya jatuh cinta. 

Sejak itu, Humbert seperti selalu tergila-gila pada gadis remaja. Dia tertarik secara seksual pada perempuan yang usianya jauh berada di bawahnya. Ketika pertama kali melihat Lo di rumahnya dalam busana yang minim, kenangan tentang perempuan yang dia cintai bangkit kembali. Sesuatu yang tulus pun berubah menjadi obsesi.

Pemeran Lolita yang Menarik Perhatian

Diperankan dengan baik oleh Dominique Swain, karakter Lolita menjadi bagian terpenting dalam film ini. Dia adalah seorang gadis remaja yang berada pada masa awal pencarian jati dirinya. Lolita mencari tahu mengenai hal-hal yang dia suka dan tidak melalui hubungannya dengan Humbert.

Maka dari itu jangan heran jika dalam salah satu adegan Anda melihatnya berbusana minim, seolah menggoda Humbert, tapi di adegan yang lain dia berontak, membenci Humbert dan semua perlakuannya, merasa terkurung dan menginginkan kebebasan. Latar belakang Lolita yang tumbuh tanpa figure lelaki di hidupnya juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

Ketika Lolita akhirnya memutuskan untuk pergi dari Humbert,  itu adalah puncak kelemahannya sebagai manusia dan perempuan, yang bagaimana pun memiliki hak untuk bebas menentukan keinginan dan hidupnya sendiri. Sesuatu yang tersirat sejak awal sebagai hal yang paling ditakuti Humbert.

Diadaptasi dari Novel Tahun 1955

Film Lolita (1997) diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama yang terbit tahun 1955. Novel yang dimaksud adalah karya Vladimir Nabokov, seorang Russian-American novelist. Novel setebal 368 halaman tersebut berisi cerita tentang seorang lelaki paruh baya yang menyukai anak tirinya.

Novel Lolita diterbitkan pertama kali oleh The Olympia Press. Selanjutnya ia diterbitkan oleh G.P. Putnam’s Sons, penerbitan buku Amerika yang berbasis di kota New York. Oleh penerbit buku fiksi asal Inggris, bernama Weidenfeld & Nicolson, novel ini pun kembali diterbitkan.

Film Remake Lolita Kedua

Film Lolita (1997) sebenarnya merupakan remake kedua dari novel karya Vladimir Nabokov. Sebelumnya, cerita Lolita juga pernah difilmkan pada tahun 1962 dan disutradarai oleh Stanley Kubrick. Sementara untuk karakter Humbert dan Lo, dibawakan dengan luwes oleh James Mason dan Shelley Winters.

Dari segi cerita terdapat perbedaan antara dua adaptasian ini. Pada Lolita (1962) karakter Humbert diperlihatkan sebagai seorang pria romantis yang sangat mencintai Lolita. Sementara Humbert di film Lolita (1997) lebih memperlihatkan ketertarikan secara seksual pada gadis belia tersebut.

Latar belakang Humbert hingga mengapa bisa terobsesi pada gadis belia tidak diperlihatkan dalam Lolita karya Stanley Kubrick. Sementara Adrian Lyne menyelipkan hal tersebut pada filmnya. Sehingga ketika menyaksikan Lolita (1997) penonton diajak memahami dan mengerti sikap Humbert.

Film Lolita (1997) mengangkat tema yang cukup sensitif dan kontroversial. Bagaimana seorang gadis remaja yang belum matang secara emosional harus berhadapan dengan lelaki paruh baya yang terobsesi dengan dirinya. Penasaran bagaimana jalan cerita film ini sepenuhnya? Lolita (1997) bisa Anda saksikan segera.

Lolita
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram