bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Film Perang Life is Beautiful (1997)

Ditulis oleh Sri Sulistiyani - Diperbaharui 23 September 2021

Dunia pernah menghadapi perang besar dan berkepanjangan yang menelan banyak korban. Banyak kisah-kisah perang tersebut yang kemudian menjadi inspirasi para sineas dan diangkat dalam sebuah film, salah satunya adalah film berjudul Life is Beautiful.

Berbeda dari film-film perang kebanyakan, dalam film ini kita justru akan melihat kisah mengenai drama keluarga yang melibatkan seorang ayah dan anak yang menjadi korban perang dunia. Meski sudah rilis bertahun-tahun lalu, film Life is Beautiful ini wajib menjadi salah satu rekomendasi tontonanmu.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis : 1997
  • Genre : War / Romance
  • Produksi : Melampo Cinematografica / Miramax Films
  • Sutradara : Roberto Benigni
  • Pemeran : Roberto Benigni, Vincenxo Cerami

Film Life is Beautiful memiliki setting waktu pada sekitar tahun 1940-an di sebuah daerah di Italia. Di awal film,  penonton akan disajikan mengenai kisah hidup seorang pemuda bernama Guido Orefice. Ia adalah seorang pemuda yahudi yang datang ke kota untuk bekerja pada pamannya yang memiliki bisnis restoran.

Saat bekerja di restoran tersebut, Guido jatuh cinta pada seorang gadis non-yahudi bernama Dora. Dora merupakan seorang guru yang akan betunangan dengan pria kaya yang bekerja sebagai pejabat pemerintah. Namun rupanya Dora tak begitu mencintai calon tunangannya tersebut. Hari pertunangan Dora pun digelar di restoran milik paman Guido.

Guido yang sejak beberapa hari terakhir berusaha mencuri perhatian Dora kembali melakukannya pada malam pertunangan tersebut. Dengan tingkah lucu dan konyol serta perjuangannya yang tak pernah menyerah, Dora pun memilih untuk kabur dan pergi dengan Guido di malam tersebut. Keduanya kemudian menikah dan memiliki seorang anak bernama Giosue.

Keluarga tersebut hidup sederhana dengan berbisnis sebuah toko buku. Meski pada tahun 1944 ketika perang dunia ii meletus dan membuat sentimen terhadap ras Yahudi semakin meluas, Guido dan Dora tak ambil pusing dengan hal tersebut.

Hingga akhirnya Italia Utara kemudian dikuasai oleh Nazi Jerman yang membuat seluruh ras yahudi yang tinggal disana dibawa ke kamp konsentrasi untuk dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. Guido dan anaknya Giosue serta sang paman yang memiliki darah yahudi pun ditangkap. Mereka dibawa ke kamp konsentrasi dengan sebuah kereta yang berjejal-jejalan.

Istri dari Guido, Dora, sebenarnya selamat dari penangkapan tersebut karena ia bukan berasal dari ras yahudi dan namanya tidak tercatat dalam daftar penangkapan. Namun Dora bersikeras untuk ikut serta dengan kereta tersebut karena suami dan anaknya berada disana.

Sesampainya di kamp, Dora tetap tidak bisa menemui Guido dan Giosue karena para tahanan pria dan wanita ditempatkan di bangunan yang berbeda. Di kamp laki-laki, Guido pun hampir berpisah dengan Giosue karena tahanan anak-anak harus segera dipisahkan untuk dibunuh.

Namun dengan cerdik, Guido berusaha menyembunyikan dan menyelamatkan Giosue di kamarnya. Demi membuat Giosue tak ketakutan, Guido terus berbohong dan mengatakan pada anaknya bahwa mereka tengah mengikuti permainan. Guido mengatakan bahwa Giosue harus tetap bersembunyi hingga babak final agar bisa mendapat hadiah sebuah tank baja.

Berhari-hari, Guido pun terus berbohong agar putranya tak tahu bahwa mereka tengah menjalani penyiksaan dan akan dibunuh. Hingga pada akhirnya ia dibunuh oleh para tentara Nazi. Sang anak Giosue tetap tak mengetahui kenyataan yang sebenarnya.

Di akhir film, Giosue justru menyangka bahwa ia sudah memenangkan permainan karena ia akhirnya bisa menaiki tank baja, yang sebenarnya adalah tank milik tentara Amerika yang menyerbu kamp tersebut dan membebaskan para tawanan. Mereka pun membawa Giosue bertemu ibunya, Dora.

Gabungan Unsur Komedi, Romansa, dan Sejarah dari Satu Film

Ketika kamu melihat poster dan judul dari film Life is Beautiful ini, mungkin kamu akan menyangka bahwa film ini hanyalah sejenis film yang mengangkat tema cinta seperti biasa. Namun isi film ini justru memberikan jalan cerita yang cukup kompleks dengan memasukkan berbagai unsur sekaligus, mulai dari komedi, romansa, hingga sejarah.

Bumbu-bumbu komedi dalam film ini begitu terasa di awal film melalui tingkah lucu dan konyol yang selalu ditunjukan oleh sosok Guido. Bahkan ketika film memasuki bagian tengah dan akhir yang menyajikan cerita cukup sedih, bumbu komedi ini masih terasa dari bagaimana Guido menjalani hari-harinya bersama sang anak di kamp pengungsian.

Kisah romansa yang disajikan dalam film ini juga tak sekedar romansa antar pasangan dengan hubungan cinta mereka. Selain romansa antara Guido dan Dora, hubungan ayah dan anak antara Guido dan Giosue justru menjadi cerita yang lebih indah dan mengharukan. Perjuangan Guido melakukan apapun agar anaknya tetap bahagia dan selamat akan membuatmu meneteskan air mata.

Selain kisah komedi dan romansa, film Life is Beautiful juga akan membuatmu sedikit mengetahui mengenai kisah sejarah yang terjadi pada masa perang dunia II. Film ini mencoba menggambarkan fakta sejarah mengenai kekejaman tentara Nazi pada orang-orang yahudi, dimana mereka yang tidak bersalah dan tidak mengetahui apa-apa harus menderita hanya karena ras keturunan mereka.

Memainkan Emosi Penonton dalam Dua Bagian

Memainkan Emosi Penonton dalam Dua Bagian

Film Life is Beautiful membagi emosi yang ingin disampaikannya dalam dua bagian besar. Pada bagian pertama film ini, penonton akan lebih banyak dibuat tertawa oleh tingkah lucu Guido dan bagaimana caranya untuk bisa menarik perhatian Dora. Pada bagian awal hingga pertengahan film, Life is Beautiful lebih memperlihatkan konsep film yang tampak ceria dan menghibur.

Namun emosi yang dirasakan penonton akan berubah saat film memasuki babak pertengahan hingga akhir, yang dimulai ketika para tentara Nazi mulai menangkapi orang-orang yahudi. Meski masih ada bumbu komedi yang diselipkan dari tokoh Guido, namun di pertengahan film, Life is Beautiful lebih memperlihatkan nuansa sedih.

Di akhir film, nuansa sedih yang diperlihatkan di film ini pun memuncak ketika Guido pada akhirnya harus ditembak saat berusaha menyelamatkan istri dan anaknya. Namun meski terasa begitu haru, mungkin penonton juga akan tetap tersenyum saat melihat Giosue akhirnya bisa menaiki tank yang dianggapnya sebagai hadiah karena memenangkan permainan.

Salah Satu Film Terbaik Sepanjang Masa

Life is Beautiful juga sering disebut-sebut sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa. Hal ini tidak berlebihan jika melihat sederet penghargaan yang berhasil diraih oleh film ini. Pada ajang Academy Award 1999, film ini sukses meraih tiga penghargaan, yaitu Aktor Tebaik, Musik Orisinil Terbaik, dan Film Berbahasa Asing Terbaik.

Pada berbagai festival film Internasional lainnya Life is Beautiful juga memenangkan banyak penghargaan yang totalnya mencapai puluhan kemenangan, mulai dari British Academy Film Awards, Las Vegas Film Critics Society Awards, Lumiere Award, Cansas City Film Critics Circle Awards, dan masih banyak lagi.

Itulah sedikit review dan sinopsis dari film Life is Beautiful, sebuah film tentang kisah cinta berbalut unsur komedi dan sejarah yang akan membuatmu tertawa dan menangis di satu waktu. Meski film ini diproduksi pada dekade 90-an, Life is Beautiful masih menjadi salah satu film terbaik yang harus kamu tonton.

Apakah kamu sudah pernah menonton film ini? Bagaimana tanggapanmu setelah melihat perjuangan Guido untuk keluarga kecilnya? Bagikan tanggapanmu di kolom komentar ya!

Life is Beautiful
Rating: 
4.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram