bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review & Sinopsis Film Drama Komedi Leyla Everlasting

Review & Sinopsis Film Drama Komedi Leyla Everlasting

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 8 April 2021

Menjalani kehidupan dengan seseorang dalam waktu lama bukanlah hal yang mudah. Hal itu juga berlaku bagi pasangan suami-istri yang dalam perjalanannya menemui banyak pasang-surut dalam hidup berumah tangga. Masalah akan datang dan pergi seiring dengan berjalannya waktu sebagai ujian dalam hubungan.

Masalah dalam rumah tangga terkadang bukan hanya karena adanya konflik internal, melainkan ada juga konflik eksternal. Kehadiran orang ketiga merupakan contoh paling nyata. Bagaimana kalau suami sudah menyimpan perasaan pada orang lain dan mengorbankan istrinya sendiri? Kisahnya bisa diintip melalui review dan sinopsisnya Leyla Everlasting di bawah ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Komedi, Drama
  • Produksi: Contact Film Works, BKM Film
  • Sutradara: Ezel Akay
  • Pemain: Demet Akbag, Haluk Bilginer, Elcin Sangu, Firat Tanis

Adem adalah lelaki berumur 60 tahunan dan berprofesi sebagai arkeolog. Dia dianggap sebagai salah satu yang terbaik di bidangnya. Bahkan kesuksesan itu membuatnya bergelimang harta. Sayangnya kehidupan pernikahannya dengan Leyla mengalami masalah. Untuk menyelesaikan masalah yang dianggap nggak kunjung selesai, mereka sampai mengikuti konseling pernikahan.

Nergis merupakan konselor pernikahan yang menangani masalah Adem dan Leyla. Intensitas bertemu yang meningkat dengan Nergis membuat Adem jatuh hati. Terlebih usianya jauh lebih muda daripada sang istri. Perasan Adem nggak bertepuk sebelah tangan, Nergis menerima cinta Adem walau harus menjalani hubungan yang sembunyi-sembunyi.

Konseling pernikahan menjadi alat bagi Adem untuk memuluskan hubungannya dengan Nergis. Dia berusaha membuat segala upaya yang disarankan Nergis untuk pernikahannya dengan Leyla gagal dilakukan. Tujuannya hanya satu yaitu mengakhiri pernikahan dengan sang istri yang berusaha sebisa mungkin menjadi istri yang baik.

Saat untuk mengambil keputusan tiba, Adem memutuskan ingin bercerai dengan Leyla. Sang istri nggak menyetujui permintaan Adem. Baginya, pernikahan merupakan prioritas utama dalam hidupnya yang akan diperjuangkan sebisa mungkin. Di sisi lain, Haris, pengacara Adem menyimpan perasaan juga pada Nergis yang membuat Adem ingin segera mungkin bercerai.

Merasa kehabisan akal ingin segera hidup bersama Nergis, Adem menyiapkan rencana agar bisa terlepas dari sang istri. Rencana itu adalah membuat sang istri terbunuh. Kalau membunuh akan membuat dia dipenjara, maka pembunuhannya akan dilakukan seolah-olah sang istri mengalami kecelakaan.

Sementara itu, kolektor benda-benda bersejarah, Mahdum, sedang mengincar Manuskrip Lilith. Dia bahkan mengaku sebagai salah satu keturunan dari Lilith, sosok mitologis hantu perempuan. Manuskrip Lilith merupakan salah satu koleksi yang dimiliki oleh Adem. Mahdum merasa manuskrip itu punya nilai yang lebih baginya dan dia ingin sekali memilikinya.

Melihat keseriusan Mahdum yang menginginkan salah satu barang miliknya, Adem memiliki rencana baru. Rencananya adalah dia mengutus Mahdum untuk menghabisi Leyla. Dengan begitu, dia nggak perlu mengotori tangannya untuk melakukan pembunuhan. Pasalnya, dia sudah berkali-kali mencoba membunuh sang istri tapi selalu menemui kegagalan.

Mendapat berkali-kali percobaan pembunuhan nggak membuat Leyla bergeming. Dia tetap yakin dengan keinginannya untuk meneruskan pernikahan dengan Adem. Bahkan untuk ukuran seseorang yang nyawanya terus terancam, dia terlihat baik-baik saja. Adem nggak mau menyerah begitu saja dan terus mencari cara demi melanggengkan niatnya dengan Nergis.

Berhasilkah upaya Adem? Akankah pernikahannya benar-benar berakhir ataukah justru selamat? Membaca sinopsisnya, mungkin banyak orang yang mengira kalau film ini adalah film drama, atau mungkin thriller karena mengandung adegan pembunuhan berencana. Tapi, Leyla Everlasting sebenarnya adalah film komedi, teman-teman!

Terinspirasi dari Pertunjukan Teater Berjudul 9 Lives

Terinspirasi dari Pertunjukan Teater Berjudul 9 Lives

Inspirasi untuk membuat plot dalam film bisa datang dari mana saja. Bahkan bisa jadi berasal dari cerita yang sudah ada tapi dimodifikasi agar terasa menjadi produk baru. Hal tersebut dilakukan oleh Ezel Akay yang mengambil inspirasi film Leyla Everlasting dari sebuah pertunjukan teater yang berjudul 9 Lives.

9 Lives merupakan karya dari Tayfun Turkili yang menceritakan tentang sembilan kali upaya dalam membunuh seseorang. Di dalam film Leyla Everlasting, upaya yang dilakukan Adem pun berjumlah sembilan. Dari kesembilan percobaannya itu, dia selalu menemui kegagalan dan Leyla masih hidup dalam kondisi yang baik-baik saja.

Minim Karakter Membuat Cerita Terasa Ringan

Minim Karakter Membuat Cerita Terasa Ringan

Di film Leyla Everlasting hanya ada lima karakter yaitu Leyla, Adem, Nergis, Haris dan Mahdum. Tiga nama yang disebut pertama mendapat porsi jauh lebih besar sebagaimana film ini menyoroti tentang hubungan toksik dan cinta segitiga. Hebatnya untuk ukuran karakter yang jumlahnya minim, film ini nggak membuat kita bosan dalam menontonnya.

Cerita yang ringan akan menjadi suguhan di film ini. Nggak ada sama sekali cerita yang terlalu rumit untuk diikuti. Cerita cinta segitiga dan upaya pembunuhan merupakan sajian utama yang dikemas dengan sederhana. Bahkan kalau menonton di tengah film tanpa menonton cerita awalnya, kita bisa memahami jalan cerita yang sedang terjadi.

Satu-satunya yang mungkin sulit dipahami orang-orang adalah sosok Lilith dalam Manuskrip Lilith yang diincar Mahdum. Secara mitologis, Lilith merupakan hantu atau iblis perempuan penggoda. Ia merupakan iblis yang menolak hubungan seks bersama Adam dengan posisinya di bawah yang dinilainya sebagai bentuk merendahkan dirinya bersama Adam.

Penuh Komedi Slapstick

Penuh Komedi Slapstick

Di film Leyla Everlasting, komedi menjadi unsur yang mendominasi. Bisa dibilang dramanya cuma fondasi yang kemudian dikembangkan menjadi komedi. Komedi di film ini bukan tipikal komedi yang disukai banyak orang karena banyak menggunakan cara-cara yang konyol bahkan sebagian menganggapnya terlalu gila. Terutama karena slapstick yang bertebaran di film ini.

Adem berupaya membunuh Leyla sebanyak sembilan kali dengan cara yang berbeda-beda. Setiap kali percobaan akan terlihat berhasil dengan Leyla yang celaka. Tapi justru keadaan berbalik menjadi Adem yang celaka sementara Leyla berhasil selamat. Dan itu diulang-ulang secara terus-menerus. Bukannya bosan tapi malah terlihat kocak dan konyol yang bisa memancing tawa.

Memasukkan Pesan Sosio-Politik

Memasukkan Pesan Sosio-Politik

Menonton Leyla Everlasting membuat kita bisa terkecoh seakan-akan film ini hanyalah film komedi biasa. Padahal ada banyak pesan yang secara implisit coba diungkapkan. Di antaranya ada tentang mid-life crisis, kesetaraan gender, hak perempuan di kehidupan sosial sampai cerita mitologis tentang Lilith.

Yang paling terasa substansinya adalah Leyla yang menolak diceraikan oleh Adem. Leyla merasa bahwa dia bisa berjuang, dan berbagi bersama-sama dengan Adem agar pernikahannya terselamatkan. Hal itu nggak menggerakan Adem yang lebih senang memilih untuk mengejar hasratnya untuk bisa hidup dengan Nergis yang jauh lebih muda dari Leyla.

Leyla Everlasting bukanlah tipe film yang ingin menyampaikan pesan secara gamblang dan tegas. Ia lebih menyajikannya dengan cara yang ringan disertai dengan komedi yang konyol bahkan cenderung gila. Terlepas dari mau atau nggaknya menangkap pesan di balik cerita, film ini cukup menghibur bagi yang menyukai komedi slapstick.

Komedi sejenis ini nggak perlu membuat kita berpikir keras untuk tahu letak kelucuannya. Kalau kamu ingin mengisi hari dengan sesuatu yang ringan dan menyenangkan, menonton Leyla Everlasting bisa jadi pilihan. Kalau kamu menyukai filmnya, kamu bisa ikut membagikan ulasanmu kepada pembaca di kolom komentar, teman-teman!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram