bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Korea The Whispering (2018)

Sekelompok remaja berencana jalan-jalan ke pantai usah ujian. Namun, di tengah jalan mereka tersesat di sebuah wahana permainan usang dan tidak terpakai. Seorang wanita paruh baya memperingatkan mereka untuk pergi karena rupanya dua puluh tahun lalu terjadi insiden mengerikan di tempat tersebut.

Si pemilik terobsesi membuat rumah hantu sungguhan dengan membunuh istri dan anaknya di dalam rumah hantu yang dia bangun. Alih-alih takut mereka malah kembali ke wahana tersebut demi sebuah konten di media sosial.

Bagaimana kelanjutan nasib mereka? Sinopsis dan ulasan The Whispering (2018) di bawah ini sedikit banyak akan membocorkannya. Mari simak bersama!

Baca juga: Sinopsis & Review Film Horror Korea Gonjiam: Haunted Asylum

Sinopsis

Sinopsis

Yeo Eun Ha (So Ju Yeon) yang dikenal sebagai murid terpintar di sekolah mendapat nilai jelek pada ujiannya, padahal saat ujian simulasi nilainya cukup bagus. Gadis itu terganggu oleh penampakan sesosok makhluk misterius yang kerap duduk di dalam kelas.

Dia juga sering bermimpi mendengar suara aneh dan melihat penampakan mengerikan; baik saat tidur siang di sekolah atau istirahat di rumah.

Kang Min Woo (Kim Min Kyu) tahu kalau Eun Ha sering mendengar suara Ji Eun dan mengkhawatirkan keadaannya. Di sisi lain Choi Jung Yoon merasa perlu pergi bersama setelah menyelesaikan ujian.

Dia mengusulkan pergi ke pantai. Semua setuju, kecuali Eun Ha yang tampak tidak bergairah. Gadis itu memilih untuk mempersiapkan rencananya yang lain.

Malam itu Eun Ha membuka-buka buku diarinya bersama Ji Eun. Dia ingat hubungannya dengan Ji Eun menjadi renggang karena tidak mau menemani sahabatnya itu pergi ke suatu tempat.

Setelah sempat menolak pergi, Eun Ha akhirnya jadi ikut dengan teman-teman yang lain pergi ke pantai. Hari itu Dong Il, Min Woo, Jung Yoon, Woo Sung, Park Hae Guk dan dirinya bersuka cita.

Namun, Dong Il bingung menentukan arah saat berada di persimpangan. GPS yang ada di mobil ibunya tidak berfungsi dengan benar.

Mereka tersesat tapi sejurus kemudian Hae Guk menemukan gua dan taman bermain yang sudah tidak beroperasi. Semua bersenang-senang di taman itu kecuali Dong Il yang memilih untuk berada di mobil.

Secara mengejutkan seorang wanita paruh baya tiba-tiba ada di dekat mobil Dong Il. Dia memarahi remaja-remaja itu karena sudah masuk taman bermain tanpa izin.

Wanita itu bertanya apa saja yang sudah mereka sentuh tapi Jung Yoon menimpali tanpa sopan santun lalu mengajak teman-temannya pergi. Setelah cukup jauh dari lokasi taman hiburan tadi, Woo Sung kaget karena mendapat informasi mengenai tempat tersebut.

Menurut info yang dia bawa, dua puluh tahun lalu, seorang pria bernama Choi dari Jung Ju ingin membuat taman bermain, tapi ternyata lokasi pembangunannya merupakan portal menuju dunia untuk para hantu.

Choi membuka portal hantu tanpa dia sadari. Alih-alih membatalkan pembangunan, Choi malam memakai rumor itu dan meneruskan pembangunan sebagai taman bermain berhantu; sebuah tempat hantu sungguhan muncul. Rencana Choi lancar, rumah hantunya sukses besar. Dia berhasil memanfaatkan rasa penasaran orang-orang terhadap hantu.

Sayang, bisnis itu hancur oleh resesi. Semua usaha Choi juga bangkrut dan membuatnya kehilangan akal. Dalam keadaan mental yang tidak stabil, Choi memiliki ide gila, yaitu jika seseorang mati di rumah hantu hal tersebut akan melariskan taman bermainnya kembali.

Dia pun membunuh istri dan anaknya menggunakan palu, lalu bunuh diri. Woo Sung melihat ini sebagai materi bagus untuk kontennya. Dia lalu menyarankan teman-teman yang lain untuk menginap di tempat berhantu tadi.

Tujuannya tentu saja hanya untuk konten media sosialnya. Remaja-remaja itu pun benar-benar kembali ke taman hiburan tadi. Mereka berfoto di depan carousel mengenakan pakaian sekolah sebagai kenang-kenangan.

Puas mengambil gaya, mereka memasuki rumah hantu yang ada di taman bermain itu. Woo Sung, Dong Il dan Hae Guk semakin masuk ke dalam.

Woo Sung memanfaatkan dua temannya itu untuk membuat sandiwara seolah-olah kontennya benar-benar berhantu. Saat akan memulai rencananya, pintu utama rumah hantu itu tertutup dengan sendirinya.

Eun Ha tiba-tiba harus mengangkat telepon dari ibunya sehingga Min Woo, Woo Sung dan Jung Yoon masuk lebih dulu menemui Dong Il dan Hae Guk yang sudah ada di dalam. Di telepon ibunya cukup kesal karena Eun Ha malah asyik bermain padahal dia tidak lulus ujian.

Eun Ha yang sedang bersedih karena gagal, diperparah dengan omelan ibunya. Dia berontak karena merasa tidak bernilai hanya gara-gara gagal ujian.

Saat menangis, Eun Ha mendengar suara aneh. Sejurus kemudian dia mendengar suara Ji Eun yang memintanya keluar sekarang juga. Secara mengejutkan dua telinga Eun Ha ditutup sepasang tangan anak kecil.

Dengan suara parau seperti menahan tangis, anak itu meminta Eun Ha jangan mendengarkannya. Lalu siapa gadis kecil itu? Bagaimana dia bisa masuk ke sana?

Remaja SMA Terjebak di Rumah Hantu Sungguhan

Remaja SMA Terjebak di Rumah Hantu Sungguhan

Jalan-jalan bersama teman setelah ujian sudah seperti keharusan. Apalagi itu adalah tahun terakhir mereka bersama-sama sebelum sibuk dengan urusan masing-masing di jenjang yang lebih tinggi.

Setidaknya itu yang diinginkan Jung Yoon, siswi tercantik di sekolah. Idenya untuk jalan-jalan ke pantai disetujui teman yang lain; tanpa disadari, mereka tak pernah kembali.

Rencana ke pantai tak pernah terwujud karena mereka nyasar di sebuah taman bermain yang sudah usang dan tua. Di sanalah mereka terjebak dengan segala makhluk gaib dan suara-suara aneh. Dilihat dari alur utamanya, film ini gak memiliki sesuatu yang baru. Plotnya kodian dan sayang, eksekusinya juga tidak menarik.

Kecerobohan Awal Petaka

Kecerobohan Awal Petaka

Para pembuat film-film horor yang dimainkan oleh para remaja, entah kenapa seperti punya ide yang sama: kecerobohan, bodoh dan gegabah adalah awal petaka. Pun pada film The Whispering (2018) ini. Formula yang dipakai membosankan karena lagi-lagi kita disuguhkan tingkah bodoh dan konyol yang bikin emosi.

Plot ketika salah satu remaja bernama Woo Sung terobsesi dengan konten di media sosial sehingga tidak percaya dengan urban legend yang dia baca sebelumnya, sudah cukup old school.

Selain itu polanya juga sama dengan film-film horor remaja arus utama yang mudah ditebak karena kita akan melihat mereka tewas satu demi satu.

Bukan Takut Malah Kesal

Bukan Takut Malah Kesal

Selama kurang lebih 1 jam 30 menit, kamu pasti akan marah-marah sendiri. Film ini gagal bikin takut tapi sukses bikin emosi, terutama karena alur serta penokohannya; sama sekali tidak ada yang baru atau menyeramkan untuk setidaknya diingat dan bikin deg-degan selama dan setelah selesai menontonnya.

Bukan hanya itu, korelasi antara judul dengan jalan cerita pada akhirnya gak nyambung. Whispering yang disebut di judul rasanya sebatas aksen atau hiasan karena di dalam ceritanya, bisikan-bisikan itu gak terlalu menarik perhatian atau jadi pembeda dengan film-film horor yang lain.

Dari segi sinematografi, film ini cukup cantik di beberapa bagian tapi tetap saja tidak menutup kekurangan dari segi storyline.

Kalau kamu butuh nonton film horor yang menegangkan dan baru, The Whispering (2018) bukan pilihan terbaik. Alur dan penokohannya membosankan, konfliknya juga gak kreatif atau segar.

Semua yang disuguhkan film ini bisa kamu dapatkan lebih baik di film horor lainnya. Masih penasaran? Kamu bisa nonton film ini di aplikasi streaming Viu.

The Whispering
Rating: 
2.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram