Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Film Knock Knock, Tamu Sumber Petaka

Review & Sinopsis Film Knock Knock, Tamu Sumber Petaka

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ketika mendengar suara ketukan di pintu depan, kita akan langsung bergegas mendekati pintu. Ada yang mengintip dulu dari jendela baru mau membuka pintu, ada juga yang langsung membuka pintu. Bisa jadi orang yang mengetuk pintu itu adalah petugas pengantar paket atau bisa juga tamu, baik yang dikenal maupun yang nggak.

Knock knock

Knock Knock secara garis besar menceritakan masalah yang timbul dari mendengar suara ketukan di pintu. Kedatangan dua orang wanita nggak dikenal disambut baik oleh sang tuan rumah. Sialnya, masuknya mereka ke dalam rumah merupakan pintu pembuka untuk sebuah masalah besar. Penasaran dengan ceritanya? Mari simak dulu review dan sinopsis film Knock Knock di bawah ini.

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2015
  • Genre: Horror, Thriller
  • Produksi: Voltage Pictures, Camp Grey Productions, Dragonfly Entertainment, Sobras International Pictures
  • Sutradara: Eli Roth
  • Pemain: Keanu Reeves, Ana de Amas, Lorenza Izzo

Evan Webber merupakan seorang DJ yang memutuskan pensiun dan banting setir menjadi arsitek. Dia mulai menjalani kehidupan yang mapan. Mempunyai rumah, menikahi wanita yang dicintainya, Karen, dan memiliki dua orang anak. Hubungannya dengan istri dan anak-anaknya pun terbangun dengan baik. Dengan kata lain, Evan sedang menjalani hidup yang nyaris sempurna.

Ketika Hari Ayah tiba, Evan harus ditinggal sendirian di rumah. Selain mempunyai pekerjaan yang harus diselesaikan, dia juga harus menjalani perawatan untuk cedera bahunya. Alhasil, dia hanya bertemankan anjingnya yang diberi nama Monkey. Sang istri dan anak pergi liburan ke pantai untuk beberapa hari.

Sinopsis

Pada malam hari, ada suara ketukan di pintu depan rumah. Evan membukanya dan ternyata ada dua orang wanita. Mereka memperkenalkan diri dengan nama Genesis dan Bel. Mereka menjelaskan bahwa mereka hendak pergi ke pesta dan mencari alamat yang dituju. Sayangnya, hp mereka mati dan di luar hujan sehingga mereka memilih untuk berhenti di depan rumah Evan.

Evan langsung menawarkan bantuan untuk menggunakan internet di rumahnya. Genesis dan Bel mulai bertingkah seperti sedang di rumah mereka sendiri. Mereka memutar piringan hitam sambil menunggu taksi datang. Ketika taksi datang, mereka menghilang. Evan pun mencari dan menemukan mereka di kamar mandi.

Mereka disuruh untuk pergi tapi menolak dan malah menggoda Evan. Nggak tahan dengan godaan, mereka bertiga pun berhubungan intim. Setelah berhubungan intim, Evan menemukan patung buatan istrinya rusak. Dia mengancam untuk melapor pada polisi. Genesis dan Bel menyatakan bahwa mereka merupakan perempuan di bawah umur.

Hal itu membuat Evan mengurungkan diri untuk melaporkan mereka. Kalau dia nekat melapor bisa-bisa malah dia yang ditangkap karena berhubungan intim dengan dua wanita di bawah umur. Tentu saja hal itu akan menjadi sebuah petaka mengingat status Evan sebagai seorang suami dan Ayah.

Vivian, teman Karen, datang untuk melihat Evan kalau-kalau dia butuh bantuan. Dia malah bertemu dengan Genesis dan langsung memilih pergi. Evan nggak kehilangan akal, dia mengancam akan melaporkan Genesis dan Bel dengan tuduhan masuk ke rumahnya tanpa izin. Mereka pun menyerah dan meminta untuk diantarkan pulang.

Merasa masalah mulai selesai, Evan melanjutkan pekerjaannya yang hampir selesai. Ketika sedang asyik bekerja, dia mendengar suara barang pecah. Ternyata Genesis dan Bel sudah masuk ke rumahnya lagi. Mereka semakin berani bertingkah dan mengancam akan melapor tindakannya bersama Evan pada Karen.

Supaya mereka nggak melakukan itu, Evan dituntut untuk mengikuti permainan mereka. Siapa sebenarnya mereka? Permainan macam apa yang mereka rencanakan? Kamu akan tahu jawabannya kalau menonton film ini. Pastikan kamu sudah cukup umur untuk menonton film ini ya, teman-teman.

Remake dari Film Death Game

Remake dari Film Death Game

 Knock Knock merupakan remake dari film berjudul Death Game. Film terdahulunya itu dirilis pada tahun 1975. Saking ikoniknya, banyak yang menyebut film tersebut merupakan salah satu film thriller terbaik di dekade 70-an. Inti cerita dari dua film tersebut pun bisa dibilang sama yaitu keusilan dua orang wanita yang membuat hidup seorang pria bermasalah.

Perbedaan antara keduanya, Knock Knock sudah mengalami penyesuaian sesuai dengan perkembangan jaman. Tentu saja situasi di tahun 70 an sangat berbeda dengan tahun 2015, terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan teknologi.

Death Game disutradarai oleh Peter S. Traynor. Dua pemain utamanya adalah Sondra Locke dan Colleen Camp. Agar filmnya mempunyai nuansa yang nggak kalah menegangkannya dengan film terdahulu, mereka diikutsertakan pula dalam Knock Knock. Hanya saja mereka berperan di belakang layar, kecuali Camp yang tampil sebagai cameo.

Keanu Reeves yang Lemah

Keanu Reeves yang Lemah

Mendengar nama Keanu Reeves, kita akan teringat pada karakternya yang ikonik di beberapa film. Sebut saja Neo di film The Matrix dan juga John Wick di film yang berjudul sama. Perannya di dua film tersebut membuat kita melihatnya sebagai sosok yang kuat dan terampil walau dia harus tampil dalam film lain yang berbeda genre.

Di film Knock Knock, Keanu Reeves berperan sebagai Evan Webber. Berbeda dengan dua karakter ikoniknya, di film ini dia menjadi orang yang lemah. Bukan cuma lemah nggak sanggup menahan godaan, tapi juga dijadikan bulan-bulanan oleh Genesis dan Bel. Buat fans Reeves, jangan kecewa dulu. Aktingnya di film ini menunjukkan bahwa aktor favorit kamu pintar memainkan watak.

Dua Wanita Keji

Dua Wanita Keji

Secara sekilas pun kita bisa melihat bahwa sosok antagonis di film Knock Knock adalah Genesis dan Bel. Genesis diperankan oleh Lorenza Izzo yang pernah bermain di film Aftershock dan The Green Inferno. Sementara Bel diperankan oleh Ana de Armas yang bermain di film Knives Out dan War Dogs. Akting keduanya bisa membuat yang menonton langsung kesal.

Bukan hanya kurang ajar yang bisa mendeskripsikan perilaku Genesi dan bel. Mungkin keji bisa menjadi kata yang lebih tepat. Selain memaksa Evan ikut dalam permainan mereka, mereka juga membunuh Louis, tangan kanan dari Karen. Mayatnya kemudian diubah menjadi patung serta menyiapkan kuburan untuk mengubur Evan hidup-hidup.

Karya Eli Roth yang Nggak Terlalu Sadis

Karya Eli Roth yang Nggak Terlalu Sadis

Eli Roth merupakan seorang sutradara yang dikenal karena film-film bergenre horor yang dibuatnya. Bukan hanya genrenya, tapi dia memiliki ciri khas dalam film horor buatannya yaitu banyaknya kekerasan dan pertumpahan darah. Bagi penikmat film horror dengan unsur gore, pasti nggak asing dengan nama sutradara asal Newton, Massachusets, ini.

Knock Knock merupakan film ketujuh yang disutradarainya. Ia mempunyai kemiripan dengan dua film terkenal buatan Roth yaitu set yang dibuat di satu tempat saja. Hal itu dia lakukan juga dalam film Hostel dan Cabin Fever. Dibanding karyanya yang lain, Knock Knock temasuk yang nggak terlalu sadis.

Di balik nuansa horror dan thriller-nya, Knock Knock bisa memberi pesan positif tentang kewaspadaan pada orang yang nggak dikenal dan kesetiaan. Hanya saja caranya bukan menggunakan cara yang halus. Kalau penasaran, ayo luangkan waktu buat nonton. Setelah itu, kamu bisa membagikan pengalamanmu di kolom komentar yang sudah disediakan, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *