bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Live Action Kimi ni Todoke (2010)

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K. - Diperbaharui 23 Juli 2021

Film Kimi ni Todoke atau dikenal juga dengan judul From Me to You ini merupakan film yang diadaptasi dari manga dengan judul yang sama karya Karuho Shiina yang dipublikasikan pada tahun 2005. Manga nya berhasil mendapatkan penghargaan pada tahun 2008.

Kemudian pada tahun 2010, dibuatlah adaptasinya ke dalam sebuah film live-action yang pemeran utamanya diperankan oleh artis Tabe Mikako sebagai Kuronuma Sawako dan mendiang Haruma Miura sebagai Kazehaya Shota.

Film yang bergenre romance-school ini berhasil mendapatkan pendapatan sebesar 153 juta Yen. Dengan cerita cinta yang terbilang ringan ini tapi tetap seru untuk ditonton, berikut review dan sinopsis film Kimi ni Todoke.

Sinopsis

review film kimi ni todoke_SinopsisSumber: hulu.jp
  • Tahun rilis: 2010
  • Genre: Romance, School
  • Sutradara: Hashimoto Kojiro
  • Produksi: Nippon TV (NTV), Toho Company Ltd.
  • Pemeran: Tabe Mikako, Haruma Miura

Film ini menceritakan kisah seorang gadis bernama Sawako Kuronuma (Tabe Mikako) yang memiliki panggilan ‘Sadako’ karena rambut hitam panjang yang ia miliki mirip dengan karakter hantu yang ada di dalam film The Ring.

Sawako merupakan seorang gadis yang terlihat suram dan canggung ketika berkomunikasi. Tapi dibalik semua itu, Sawako adalah seorang gadis yang baik dan juga sangat caring. Sawako memiliki sebuah motto hidup, untuk berbuat hal baik setiap harinya. 

Sebutan ‘Sadako’ itu terus melekat pada diri Sawako hingga ia masuk SMA. Bahkan ada rumor yang menyebutkan kalau seseorang melihat matanya dengan sengaja selama tiga detik, maka sesuatu yang buruk akan menimpa orang tersebut yang dikenal juga dengan ‘kutukan Sadako’. 

Sehingga orang-orang yang melihat Sawako dan diajak berbicara selalu meminta maaf kepada Sawako tanpa Sawako ketahui sebabnya apa. Tapi suatu ketika, kehidupan Sawako berubah saat ia bertemu dengan Kazehaya Shota (Haruma Miura).

Di sebuah persimpangan jalan menuju ke sekolah Sawako melihat Kazehaya yang kebingungan mencari jalan menuju ke sekolah. Dengan ragu-ragu Sawako memberi tahu arah ke sekolah. Sikap Kazehaya tidak seperti orang kebanyakan yang biasanya lari begitu melihat Sawako, tapi ia bersikap baik yang membuat Sawako merasa kagum kepada Kazehaya.

Kazehaya merupakan teman sekelas Sawako. Ia merupakan siswa yang populer terutama dikalangan para siswi. Namun, ternyata Kazehaya menyukai Sawako semenjak pertemuan pertamanya dengan Sawako.

Hari-hari Sawako yang suram pun mulai berubah ketika ia bisa menjadi dekat dengan Kazehaya. Bahkan Sawako mempunyai teman baru yaitu Chizuru Yoshida (Misako Renbutsu) dan Ayane Yano (Natsuna Watanabe).

Hari-harinya pun menjadi semakin menyenangkan karena ia tidak sendirian lagi. Kemudian kehidupan yang menyenangkan itu berubah ketika tersebar sebuah rumor yang tidak enak yang bertujuan untuk mengasingkan kembali Sawako. 

Kazehaya kemudian memberikan saran kepada Sawako tentang permasalahan yang sedang ia hadapi. Dan karena saran tersebut, Sawako berhasil mempertahankan pertemanannya dan bahkan semakin kuat. Sawako pun semakin hari semakin berani untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Dan menyadari perasaannya terhadap Kazehaya. 

Sementara itu, seorang siswa bernama Ume Kurumizawa (Mirei Kiritani) merasa cemburu terhadap Sawako karena dekat dengan Kazehaya. Kemudian Kurumi berusaha berteman dengan Sawako dan meminta bantuannya agar Kurumi bisa dekat dengan Kazehaya dan bisa mengungkapkan perasaannya tersebut. 

Akting Para Pemain yang Menggemaskan

Akting dari para pemain dalam film ini terlihat sangat natural dan sangat menggemaskan. Terutama akting Haruma Miura yang sudah tidak diragukan lagi dan peran yang menggemaskan dari Tabe Mikako ketika ia menjadi seorang gadis yang kikuk.

Peran pendukung pun tak kalah dari pemain utama dan justru peran mereka memberikan kesan yang lebih menarik lagi ke dalam cerita pada film ini karena menggambarkan kehidupan sekolahan di Jepang pada umumnya.

Kisah Cinta yang Gak Lebay

Kisah percintaan yang ada pada film ini gak lebay sehingga kamu akan jauh dari kesan ‘geli’ ketika menontonnya. Justru menurut saya kisah percintaan yang ada dalam film ini malah menggemaskan, terutama kisah dari pemeran utamanya.

Meskipun bisa dibilang cerita film ini memiliki kisah percintaan yang klasik, dimana seorang yang biasa saja menyukai orang yang terkenal, tapi tetap film ini tidak memberikan efek cheesy ketika menonton.

Munculnya Keberanian

Pertemuan Sawako dengan Kazehaya membuat ia bisa memiliki teman baru yang sangat peduli kepada Sawako dan membuat perubahan dari kesehariannya yang suram menjadi lebih menyenangkan.

Sosok Sawako pun jadi memiliki keberanian untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan berkat orang-orang yang dekat dengannya. Selain itu, Sawako juga akhirnya memiliki keberanian yang lebih untuk membela teman-temannya ketika tersebar sebuah rumor tidak enak tentang mereka.

Hebatnya lagi, keberanian yang muncul pada diri Sawako membuat persahabatan mereka semakin kuat dan bahkan memperbaiki kesalahpahaman yang pernah terjadi diantara mereka. Tidak hanya itu, berkat keberanian yang Sawko miliki, ia bisa memperbaiki kesalahpahamannya dengan Kazehaya.

Alur Cerita yang Ringan dan Seru

Jika kamu mencari film romance Jepang yang ringan, maka jawabannya adalah film ini. Karena memang film ini dikemas dengan cerita yang mudah dicerna, jadi tidak perlu repot-repot untuk berpikir keras tentang alur ceritanya.

Bahkan kamu akan dengan mudah menebak akhir dari film ini. Meskipun begitu, menurut saya film ini tetap menarik untuk ditonton. Karena cerita tentang persahabatan dan kisah percintaan anak muda yang sangat penuh makna dan tentunya menarik.

Berbeda dari Cerita Aslinya

Tidak semua cerita dalam film ini berbeda dari kisah aslinya, hanya saja ada beberapa kisah pada film ini yang berbeda dari versi aslinya bagi yang mengikuti manga dan anime nya pasti tahu letak perbedaannya dimana.

Beberapa contoh perbedaan pada film ini adalah latar tempat, dimana aslinya berada di daerah Ashikaga, Prefektur Tochigi, tapi kemudian diubah menjadi di Tokyo. Kemudian perbedaan yang cukup jauh adalah adegan dimana ketika Sawako berbicara dengan Ryu Sanada (Aoyama Haru) atas saran dari Kurumi.

Akhir yang Bahagia

review film kimi ni todoke_Happy EndingSumber: animeler.net

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kalau film ini merupakan film yang mudah ditebak. Dengan dua pemeran utama yang pada akhirnya bisa saling mengutarakan perasaan yang dirasakan oleh masing-masing dan berakhir dengan happy ending. Tidak hanya ending yang menyenangkan bagi pemain utama, tapi juga bagi para pemain pendukung pun memiliki akhir kisah yang menyenangkan juga.

Dengan akting yang sangat natural dari pemain utama hingga pemain pendukungnya dan cerita yang ringan diwarnai juga dengan kisah percintaan anak SMA yang lugu, saya cukup menikmati film ini.

Oleh karena itu, saya merekomendasikan film ini untuk kamu yang sedang mencari film dengan genre romance, school dengan ceritanya yang ringan dan juga kisah percintaannya yang tidak lebay.

Dan kalau kamu rindu dengan aktingnya dari mendiang Haruma Miura, kamu bisa menonton film ini. Film ini juga merupakan salah satu film terbaik yang pernah diperankan oleh Haruma Miura. Bagaimana? Sudah tertarik untuk menonton film ini? Bagi yang sudah pernah menonton film ini, boleh berbagi kesan-kesannya setelah menonton film ini di kolom komentar yang ada di bawah ya.

Kimi ni Todoke
7 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram