bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Komedi Romantis Just Say Yes (2021)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 11 September 2021

Lotte menjalin kasih dengan pacarnya bernama Alex selama lima tahun. Keduanya bekerja di sebuah stasiun televisi. Pada satu hari, hari yang ditunggu-tunggu Lotte akhirnya tiba. Gadis itu dilamar secara mengejutkan. Sayang, tanpa alasan yang jelas, Alex memutuskan pertunangan. Lelaki tersebut juga mengambil ide program acara baru milik Lotte.

Di sisi lain, Chris datang sebagai spesialis yang akan membantu menaikan rating acara televisi di tempat Lotte dan Alex bekerja. Pertemuan keduanya tidak mengesankan tapi karena sering terlibat proyek bersama, timbul perasaan romantis antara keduanya.

Namun, Lotte menyangkal karena masih ingin kembali pada Alex. Hingga di akhir cerita sebuah kejadian mengubah segalanya. Kelanjutan cerita Lotte dan Alex bisa Anda tonton dalam film Belanda berjudul Just Say Yes (2021). Anda juga bisa membaca sinopsis dan ulasannya lebih dulu di bawah ini untuk mencari tahu apakah Just Say Yes (2021) layak ditonton atau tidak.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 2 April 2021
  • Genre: Romantic Comedy
  • Produksi: AM Pictures
  • Sutradara: Appie Boudellah, Aram van de Rest
  • Pemeran: Yolanthe Cabau, Huub Smit, Jim Bakkum, Noortje Herlaar

Seorang pengantin perempuan tampak sangat bersedih hingga gaun dan make up-nya yang cantik berubah lusuh tak keruan. Dia duduk di sebuah bangku taman, di sebelahnya terdapat seorang pemuda sedang menelepon membicarakan hal-hal yang bersifat pribadi.

Dia penasaran mengapa ada wanita berpakaian pengantin tampak berantakan. Cerita pun mundur ke beberapa waktu ke belakang. Lotte (Yolanthe Cabau) seorang perempuan muda yang sangat menyukai cerita-cerita romansa. Dia ingin suatu saat menikah dengan Alex (Juvat Westendorp); rekan kerja, lelaki impian sekaligus kekasihnya.

Alex seorang pembawa acara terkenal sementara Lotte bekerja di balik layar. Mereka sudah berpacaran setidaknya lima tahun. Lotte begitu yakin Alex akan melamarnya kapanpun. Sebagai pencinta romansa, Lotte punya lamaran impiannya sendiri. Dia tidak perlu seremoni yang megah karena baginya intim dan sederhana lebih berkesan.

Sayang Alex menganggap pernikahan adalah sesuatu yang kuno. Sampai-sampai Lotte ikut pasrah dan tidak lagi menganggap pernikahan sebagai segalanya, tapi kemudian sebuah kejutan ternyata sudah disiapkan Alex dan teman-temannya.

Alex melamar Lotte. Gadis itu begitu bahagia dan mempersiapkan segalanya, kecuali gaun pengantin. Pasalnya Lotte ingin mengenakan gaun pengantin milik sang nenek. Ketika mencoba gaun yang sepertinya kekecilan tersebut, Lotte ditemani sang ibu dan beberapa teman.

Teman Lotte yang pertama bernama Guusje (Kim Lian). Dia adalah seorang ibu rumah tangga yang baik, penyayang tapi jarang disentuh suaminya. Bagi Guusje pernikahan bukan segalanya. Teman Lotte yang kedua bernama Pam (Nienke Plas).

Dia adalah jomlo paling bahagia yang pernah Lotte kenal. Pam menjadi guru setelah selingkuh dengan kepala sekolah bukan karena dia menyukai anak-anak.

Di antara orang-orang terdekat Lotte, saudarinya bernama Estelle (Noortje Herlaar) justru tidak ada di sana. Estelle disebut sebagai yang paling jelek di antara anggota keluarga lain sebelum dia mulai mengubah penampilan secara ekstrem, termasuk dengan bantuan dokter.

Estelle yang sudah glow up menjadi selebgram dan memiliki lebih dari 2 juta pengikut. Hidup Estelle berkutat di media sosial, bahkan saat pemakaman sang nenek dia tak bisa lepas dari selfie dan update. Estelle sendiri memiliki seorang teman bernama Kim (Pip Pellens). Mereka berempat dulu bisa saling mengandalkan, tapi kini Estelle sudah sibuk dengan dunianya.

Pagi hari ketika Lotte berjalan sambil menelepon menuju tempat kerjanya, tanpa sengaja seorang lelaki menabrak dari arah samping dan menumpahkan kopi serta membuat berkas yang dibawa Lotte berantakan. Setelah membantu membereskan berkas, lelaki itu pergi begitu saja. Lotte meminta ganti rugi tapi dia malah memberikan kartu nama palsu.

Di tempat kerja Lotte harus mengikuti rapat sebab rating acaranya rendah. Rapat tersebut dipimpin oleh Fritz (Huub Smit), pemimpin redaksi bernapas bau yang berpikir dirinya paling berkuasa.

Masuk dalam keadaan telat Lotte menjelaskan bahwa tadi ada seorang idiot menumpahkan kopi ke kemejanya. Mengejutkan, lelaki itu ternyata ada di ruangan yang sama. Dia adalah Chris (Jim Bakkum), seseorang yang dilibatkan untuk bantu menaikkan rating acara mereka.

Dengan kemeja lusuhnya, Lotte diminta mempresentasikan ide yang dimiliki. Dia kemudian menjelaskan idenya, yaitu sebuah program yang membantu orang-orang kelebihan berat badan mengurangi bobotnya. Alex langsung menyela dengan mengatakan bahwa itu sama dengan idenya, tapi tujuan keduanya berbeda.

Lotte membuat program tersebut untuk membantu, bukan menjadikan mereka sebagai bahan olok-olok. Chris yang mendengar itu pun menyetujuinya. Sayang, Fritz menyerahkan eksekusi ide itu kepada Alex. Walau sempat protes, Alex berhasil meyakinkannya. Chris yang melihat itu dari kejauhan hanya tersenyum dengan tatapan menyepelekan.

Lotte sendiri masih gelisah dengan gaun pengantin sang nenek yang kekecilan. Dia tidak gemuk tapi baju itu terlalu kecil sehingga Lotte perlu mengecilkan tubuhnya. Di kantor Lotte kaget melihat gadis seksi membawakan acara prakiraan cuaca. Fritz mengatakan bahwa itu ide Chris. Ketika mengonfirmasinya, Chris justru memuji rancangan program yang dibuat Lotte mengenai lamaran impian.

Saat sedang bekerja, acara yang diarahkannya tiba-tiba kacau karena sang pembawa acara justru berkelahi dengan bintang tamu yang dihadirkan. Lotte yang mencoba melerai didatangi oleh Alex. Alex buru-buru mengatakan bahwa hubungan mereka tak bisa lagi diteruskan. Alex memutuskan Lotte hari itu.

Sial dua kali bagi Lotte karena atas perintah Fritz kamera tidak berhenti merekam mereka sehingga insiden memalukan itu tersiarkan ke khalayak ramai. Chris berusaha menghentikan Fritz tapi pemimpin redaksi itu tak ambil peduli. Cerita pun kembali ke masa ketika Lotte menangis di bangku taman. Lalu apa yang sebenarnya membuat Lotte menangis?

Alur Cerita Tidak Fokus

Alur Cerita Tidak Fokus

Just Say Yes (2021) akan lebih menarik ditonton jika pengemasan alur cerita lebih fokus pada Lotte dan masalahnya sebagai seorang perempuan. Mulai dari pembatalan pertunangan secara tiba-tiba hingga perlakuan diskriminatif dalam pekerjaan hanya karena dia perempuan, sayangnya hal ini tidak terjadi.

Pada beberapa bagian, alur diisi dengan scene mengenai kehidupan Estelle yang glamour dan baik-baik saja. Hidup Estelle yang seperti itu mungkin dihadirkan sebagai pembanding bagi kemalangan yang diderita sang karakter utama, sehingga kisah Lotte terasa lebih menyedihkan.

Namun, karena plot juga dikemas menggunakan narasi, subkonflik yang dihadirkan itu terasa memakan tempat terlampau banyak bagi cerita Lotte sebagai pemeran utama. Porsinya terlalu besar sehingga fokus terhadap nasib malang Lotte tidak lagi begitu terasa seperti konflik utama.

Alih-alih menampilkan cerita mengenai alasan Alex memutuskan Lotte, film ini justru menghadirkan hal lain. Secara singkat, film ini banyak kehilangan fokus di tengah ceritanya.

Tidak Ada yang Istimewa dari Premisnya

Tidak Ada yang Istimewa dari Premisnya

Sebagai film yang rilis tahun 2021, premis Just Say Yes (2021) rasanya ketinggalan zaman. Cerita komedi romantis berdurasi sekitar 97 menit ini punya ide cerita kodian alias biasa saja, tidak ada yang istimewa. Anda akan menemukan seorang perempuan yang dicampakkan kekasihnya, disepelekan atasan, saudari serta ibunya, lalu mengubah dandanan dan gaya berpakaian hingga jadi lebih menarik.

Dalam menjalani masa-masa sulitnya dia ditemani seorang lelaki yang diawali dengan perasaan saling tidak menyukai. Lama-lama perasaan romantis muncul di antara mereka. Terdengar tidak asing, bukan? Namun, pada eksekusinya premis yang biasa saja ini berkembang dan bercabang menjadi tidak karuan, hasilnya tidak ada kecocokan antara judul dan isi cerita.

Penciptaan Karakter Kurang Menarik

Penciptaan Karakter Kurang Menarik

Selain alur yang tidak fokus, premis yang biasa saja bahkan cenderung tidak nyambung dengan keseluruhan cerita, Just Say Yes (2021) juga tidak menawarkan karakter-karakter menarik yang bisa membekas atau diingat. Semuanya lewat begitu saja bahkan untuk karakter utamanya.

Karakter Lotte cukup banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari; perempuan berusia 33 tahun yang sibuk bekerja hingga tak peduli pada penampilannya. Pendalaman emosi sebagai perempuan yang tersakiti tidak didukung dengan cerita yang bagus. Pasalnya alur film ini justru melebar ke mana-mana, tidak fokus pada karakter utama dan masalahnya.

Selain Lotte, karakter Alex, sang mantan, yang secara posisi cukup penting pun terasa bagai tempelan semata atau pelengkap tanpa kekuatan berarti. Karakternya tidak dikembangkan dan didukung oleh cerita. Padahal jika sesuai judul, sudah seharusnya cerita film ini fokus pada Alex, Lotte, Chris dan kekonyolan yang terjadi di antara mereka, bukan pada karakter lain secara berlebihan.

Selain itu sinematografi dalam film Just Say Yes (2021) juga tidak membantunya tampil menarik. Jangan berharap menemukan shoot-shoot memukau yang dapat memperkuat emosi karakter dan ceritanya di sini, karena Anda tidak akan melihat itu.

Secara garis besar, Just Say Yes bukan film komedi romantis yang baru atau segar. Ia gagal lucu apalagi manis. Cerita semacam ini juga cukup mudah ditemukan pada judul-judul lain. Namun, jika tetap penasaran, Anda bisa menontonnya melalui Netflix sekarang juga!

Just Say Yes
Rating: 
3.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram