Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis John Wick 3 (2019), Perburuan Menegangkan!

Review & Sinopsis John Wick 3 (2019), Perburuan Menegangkan!

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Siapa yang nggak mengenal Keanu Reeves? Aktor Kanada kelahiran Beirut, Libanon, ini sepanjang karirnya sudah membintangi banyak judul film. Hebatnya, film yang dibintanginya nggak melulu satu genre. Dari mulai drama romantis, komedi, action sampai thriller. Dua genre terakhir paling sering dia bintangi dan melekat dengan karakternya.

Salah satu film yang begitu erat dengan sosok Reeves adalah John Wick. Sekuel film tersebut dimulai di tahun 2014, bercerita tentang dendamnya pada pencuri anjing peliharaan dan mobilnya. Sedangkan edisi keduanya bercerita tentang dia menjadi incaran pembunuh bayaran. Lalu bagaimana cerita John Wick: Chapter 3 – Parabellum? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Sinopsis

Sinopsis John Wick Chapter 3

  • Rilis: 2019
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Summit Entertainment, Thunder Road Pictures, 87Eleven Productions
  • Sutradara: Chad Stahelski
  • Pemain: Keanu Reeves, Halle Berry, Ian McShane

Melanjutkan seri kedua, kepala John Wick kini dihargai 14 juta dollar. Hal itu membuatnya menjadi buruan para pembunuh bayaran. Dia juga baru saja dilabeli “excommunicado” yang membuat dia nggak mempunyai akses lagi di dunia kriminal setelah membunuh salah satu anggota High Table yaitu Santino D’Antonio.

Tempat pertama pelarian Wick adalah ke New York Public Library. Dia menemukan dua benda yaitu medallion dan kalung salib. Di sana dia bertemu dengan seorang pembunuh raksasa bernama Ernest. Walau berhasil mengalahkannya, John terluka dan mencoba berobat ke dokter yang biasa bekerja di dunia kriminal bawah tanah.

John Wick 3

John kemudian bertemu dengan The Director. Berbekal medallion dan kalung salib, dia memberi penawaran untuk memberikan dua benda itu dengan imbalan jaminan keselamatan untuk pergi ke Casablanca, Maroko. Walau awalnya menolak, dia mengabulkan permintaan John, hanya saja itu membuat hubungan dengan High Table memanas dan membuatnya dibunuh.

Setibanya di Casablanca, John menemui Sofia, manajer dari kelompok Moroccan Continental.  Dia memberi sebuah marker pada Sofia dengan imbalan mempertemukannya dengan The Elder, yang punya strata lebih tinggi daripada High Table. Mereka mantan bos Sofia yang berakhir dengan pertumpahan darah. Sofia membawa John dan meninggalkannya di gurun pasir.

John yang pingsan dibawa untuk bertemu The Elder. Dia kemudian menyatakan keinginannya untuk selamat. The Elder menerima permintaan maaf John dengan syarat harus membunuh Winston dan memerintahkannya tetap bekerja untuk The High Table sampai akhir hayatnya.

Sekembalinya ke New York, John langsung diserang oleh Zero sebelum mendapat perlindungan dari Continental. Setelah itu, dia bertemu dengan Winston yang membujuknya untuk berubah agar dikenang sebagai pria yang mencintai dan dicintai istrinya. Keengganan John membunuh Winston membawanya pada masalah yang jauh lebih besar.

Kemampuan Spesial John Wick

Kemampuan Spesial John Wick

John Wick yang dikenal sebagai Baba Yaga merupakan pembunuh paling ditakuti di dunia. Untuk mendapat predikat tersebut, diperlukan kemampuan khusus. John memilikinya, dari mulai kecepatan dalam membuat senjata, akurasi dalam menembak, dan menggunakan berbagai barang yang bukan senjata sebagai senjata untuk mengalahkan musuhnya.

Kemampuan John terasa berbeda di edisi ketiga filmnya, dia menjadi seseorang yang lebih taktis. Kemarahan yang dipadukan dengan keeleganan dibuat lebih menarik dengan kecerdasannya. Hal itu membuat karakter John semakin nggak tersentuh, tapi tensi tinggi dan bahaya yang semakin menjadi-jadi dari waktu ke waktu. Cukup untuk membuat kita ikut tegang menyaksikan aksi-aksinya.

Baca juga: Sinopsis & Review Film John Wick: Chapter 2 (2017)

Aksi Kejar-Kejaran Menggunakan Kuda

Aksi Kejar-Kejaran Menggunakan Kuda

Dalam film action, ada dua hal yang nyaris nggak pernah terlewatkan yaitu adegan tembak-menembak dan kejar-kejaran. Adrenalin akan terasa ikut terpacu melihat sosok protagonis dikejar atau ditembaki oleh sosok antagonis. Formula tersebut juga diterapkan dalam film John Wick: Chapter 3 – Parabellum namun dengan cara yang unik.

Biasanya aksi kejar-kejaran akan menggunakan mobil sebagai sarana. Di film John Wick edisi ketiga, yang digunakan sebagai sarana untuk John kejar-kejaran dengan musuhnya adalah kuda. Betapa kerennya melihat dia menaiki kuda dengan musuhnya mengejar di belakang di jalanan kota New York. Adegan ini menjadi salah satu adegan paling ikonik di film ini.

Kehadiran Halle Berry sebagai Sofia

Kehadiran Halle Berry sebagai Sofia

Halle Berry dikenal sudah banyak tampil di berbagai film. Salah satu yang paling membuatnya dikenal adalah dengan menjadi Bond Girl. Di John Wick: Chapter 3 – Parabellum, dia berperan sebagai Sofia, seorang pembunuh bayaran sekaligus teman dekat John yang dimintai bantuan agar dia bisa dipertemukan dengan The Elder.

Berry mengaku, walau bukan film action pertama, tapi latihan untuk film ini adalah yang terberat yang pernah dia lakukan. Bahkan, dia sempat mengalami patah tulang rusuk. Beberapa latihan yang dia lakukan yaitu Jiu Jitsu, latihan menembak, dan menjadi pelatih anjing karena di salah satu adegan dia harus bisa mengontrol anjing.

Kemunculan Dua Aktor Laga Indonesia

Kemunculan Dua Aktor Laga Indonesia

Karakter penjahat yang muncul di film John Wick berasal dari wilayah dan kemampuan yang berbeda-beda. Hal itu dibuat agar John terlihat benar-benar diburu oleh pembunuh bayaran kelas kakap dari seluruh dunia. Nggak mengherankan kalau adegan pertarungannya pun begitu variatif menyesuaikan dari mana para musuhnya berasal.

Di film John Wick: Chapter 3 – Parabellum, ada dua tokoh antagonis yang mengundang perhatian. Mereka adalah anak buah dari Zero yang diperankan oleh dua aktor laga Indonesia yaitu Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Alhasil, adegan koreografi yang mereka lakukan banyak terpengaruh dari pencak silat yang merupakan keahlian dua aktor tersebut.

Belum cukup dengan beradu akting dengan dua aktor laga Indonesia, John juga membalas percakapan antara Yayan dan Cecep yang menggunakan bahasa Indonesia dengan bahasa yang sama. John membalas dengan mengucapkan, “Sampai Jumpa”. Sebagai pembunuh bayaran terkemuka, John harus memahami berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia.

Ketegangan yang Nyaris Nggak Berhenti

Ketegangan yang Nyaris Nggak Berhenti

Elemen penting dari hadirnya John Wick selain sosok Keanu Reeves yang karismatik adalah menyajikan aksi dan ketegangan. Dua elemen tersebut sudah digunakan dengan porsi yang tepat dalam dua edisi John Wick sebelumnya dan sukses membuatnya mempunyai penggemar yang loyal. Karena faktor inilah filmnya sukses secara komersil di pasaran.

Lalu apa yang membuat John Wick – Chapter 3: Parabellum berbeda? Jawabannya adalah ketegangan yang nyaris nggak berhenti. Dari awal film, kita akan langsung disuguhkan adegan-adegan yang membuat kita merasakan ketegangan kalau-kalau berada di posisi John. Begitu pun dengan aksi-aksi John yang rasanya bekerja jauh lebih keras dibanding di dua edisi sebelumnya.

Nama Keanu Reeves sudah malang-melintang sejak akhir tahun 80-an seperti menemukan puncaknya lewat karakter John Wick. Selain karena cerita yang terfokus padanya, juga karena kehebatan dan perjuangannya menampilkan adegan-adegan action yang memikat. Sudah siap menonton film ini? Setelah itu, bagikan pendapatmu di kolom komentar ya, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *