Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Film John Wick: Chapter 2 (2017)

Sinopsis & Review Film John Wick: Chapter 2 (2017)

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Previously, on John Wick. Berawal dari aksi pencurian mobilnya oleh sekelompok gangster Rusia, John Wick, seorang pembunuh bayaran berpengalaman dan disegani yang telah ‘gantung senjata’ kembali beraksi. Alasannya, sementara dia masih berduka atas kepergian Helen sang istri karena sakit, kelompok tersebut merampas mobil John. Dan yang terutama, mereka membunuh Daisy, anjing beagle pemberian Helen.

Kali ini, kita akan membahas sekuel kedua dari film John Wick, yang bertitel John Wick: Chapter 2. Masih dibintangi Keanu Reeves dan dinahkodai oleh sutradara Chad Stahlenski, film ini melanjutkan sepak terjang sang pembunuh bayaran yang kali ini, terpaksa terjun kembali ke dunia hitam demi menata kehidupannya. Yuk, kita simak bersama, mengapa film ini menjadi salah satu waralaba yang digandrungi banyak orang.

Sinopsis

Sinopsis John Wick Chapter 2

* sumber: www.weedworldmagazine.org

  • Tahun Rilis: 2017
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Summit Entertainment
  • Sutradara: Chad Stahelski
  • Pemeran: Keanu Reeves, Ricardo Scamarcio, Common, Laurence Fishburne

Setelah berhasil menyelesaikan masalahnya dengan kelompok mafia Tarasov, John Wick (Keanu Reeves) berniat untuk kembali menjalani hidup dengan damai. Namun ternyata, rencana John tersebut tidak dapat berjalan dengan mulus. Seorang bos mafia bernama Santino D’Antonio (Ricardo Scamarcio) mendatangi kediaman John, dan berharap untuk mendapatkan balas budi dari sang Baba Yaga.

Santino memang adalah orang yang berjasa ketika John harus menyelesaikan sebuah ‘tugas mustahil’, syarat yang harus ia tempuh agar dapat pensiun dari profesinya tersebut dan menikahi Helen. John menolak permintaan Santino tersebut dengan alasan bahwa ia telah pensiun, namun sang pemimpin mafia tidak menerima keputusan John dan membakar kediamannya.

Ketika mengungsi ke hotel Continental, tempat transit para pembunuh bayaran, John mengetahui bahwa perjanjiannya dengan Santino tersebut tidak dapat diabaikan. Jika menolaknya, berarti John telah melanggar salah satu aturan main utama yang berlaku di dunia hitam. Hingga ia pun memutuskan untuk memenuhi permintaan Santino. Yaitu, membunuh kakak perempuannya agar dapat menempati salah satu posisi tertinggi di dunia kriminal yang disebut sebagai ‘High Table’.

Setelah berhasil menjalankan misi, John kemudian mengetahui bahwa Santino juga berusaha untuk mengeliminasi dirinya. Ia berhasil lolos dari akal bulus Santino tersebut, namun sang pemimpin mafia malah mengajukan kontrak sebesar 7 juta USD bagi mereka yang dapat membunuh si Boogeyman. Hal ini membuat John harus berjibaku untuk menyelamatkan diri dari kepicikan Santino.

Welcome to the Underworld

Welcome to the Underworld

* sumber: wall.alphacoders.com

Mesti kita akui, John Wick: Chapter 2 akan semakin membuat kita larut dalam kisah pembunuh bayaran yang berusaha untuk hidup normal ini. World building kisah yang ditulis oleh penulis naskah Derek Kolstad ini tentu saja mulai meluas. Aturan-aturan main dalam dunia hitam yang mengelilingi jagoan kita juga semakin dijelaskan.

Kemudian, kita juga mulai dikenalkan dengan fraksi-fraksi yang menjalankan ‘bisnis’ kriminal dengan cara dan ciri khas mereka masing-masing. Salah satunya adalah The Bowery King yang diperankan oleh Laurence Fishburne. Dia memimpin sebuah kelompok tuna wisma atau lebih tepatnya, geng kriminal berkedok tuna wisma seperti gelandangan dan pengemis yang tidak bisa dianggap remeh. Sedikit mengingatkan kita pada film The Matrix memang. Neo dan Morpheus, ada yang masih ingat?

Kehadiran karakter-karakter baru dalam John Wick: Chapter 2 membuat kita bertanya-tanya bahkan menunggu-nunggu, hal apalagi yang akan dihadapi oleh sang jagoan. Dalam sekuelnya kali ini, kita akan melihat sudut pandang yang baru. Bukan lagi masalah balas dendam dan kesedihan seorang John Wick. Melainkan, usaha memutus mata rantai yang mengikat dirinya demi menjalani hidup normal.

Baca juga: Film Terbaik Keanu Reeves, Aktor Ganteng Penuh Pesona

Konsisten

Konsisten John Wick Chapter 2

* sumber: www.cinemablend.com

Saat sebuah film sudah dipastikan memiliki sekuel, akan muncul pertanyaan. Apakah sekuelnya lebih bagus dari perkuelnya? Para penggemar tentunya berharap bahwa sekuel harus mampu tampil jauh lebih baik dari pada film pertamanya. Kenyataannya, ada beberapa film yang justru mengalami kegagalan ketika dibuat lanjutannya.

Namun para sineas yang terlibat dalam John Wick: Chapter 2 –yang dimana masih melibatkan orang-orang yang sama dengan film pertamanya- memang patut diacungi jempol karena konsistensi mereka menjaga kesan neo-noir dari film ini. Karena kadang, ada film yang tiba-tiba saja kehilangan kesan aslinya setelah prekuelnya muncul.

Orisinalitas John Wick begitu terjaga. Semuanya berjalan dengan pas, tidak ada yang lantas jadi berlebihan. Ada beberapa film yang kadang sang tokoh utama tetiba menjadi overpower dalam kelanjutan cerita. Tapi di sini, kita dapat melihat bagaimana John Wick harus berpikir ekstra dalam menemukan cara untuk meloloskan diri dari jerat Santino D’Antonio.

Jagoan yang Manusiawi

Jagoan yang Manusiawi

* sumber: cinemags.co.id

Dalam kisah pertamanya, kita bisa melihat bagaimana John Wick harus menerapkan akal bulus dengan meminta pertolongan Marcus (Willem Defoe), sesama pembunuh bayaran untuk menyiasati ‘permainan’ Viggo Tarasov (Michael Nyqvist). Hal ini membuat kita berpikir bahwa si lakon utama kita sepertinya tidak bisa dikadali dengan mudah oleh lawan-lawannya.

Tapi dalam John Wick: Chapter 2, kita akan menyadari bahwa tidak selamanya dia dapat mengantisipasi setiap rencana musuh yang mengelilinginya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa Santino akan menerapkan strategi yang selicik itu. Sesaat, penonton akan berpikir, ‘John pasti punya plan B’, tapi nyatanya tidak.

Hal ini akan membuat kita melihat, bahwa John adalah jagoan yang manusiawi. Dia juga bisa kebingungan, dan benar-benar harus mengandalkan dirinya sendiri demi bertahan hidup, sementara orang-orang disekelilingnya tidak dapat ia percaya begitu saja. Pada akhirnya, ia nyaris tewas lantas terpaksa memutuskan untuk meminta bantuan pada kelompok The Bowery.

The Action Continues

The Action Continues

* sumber: www.telegraph.co.uk

Satu lagi konsistensi yang berhasil dijaga dengan baik oleh tim produksi John Wick adalah, adegan laga yang meski di satu sisi semakin ‘merusuh’, namun masih tetap menampilkan ciri khas John Wick. Meski dalam sekuelnya ini, bisa dikatakan nasibnya berada di ujung tanduk, tidak ada senjata yang tiba-tiba saja bisa memusnahkan sekian banyak orang atau peralatan canggih yang dimanfaatkan oleh John.

Skill individu sang jagoan tetap menjadi menu utama. Aksi tembak-tembakan jarak dekat dalam ruangan yang sempit seperti dalam prekuelnya juga dapat kita lihat kembali di sini. Salah satu adegan yang menjadi sorotan utama adalah, adu tembak antara John dengan Cassian yang diperankan oleh rapper Common.

The Action Continues 2

Dalam adegan ini kita akan melihat John dan Cassian saling melepas tembakan menggunakan pistol dengan peredam di stasiun kereta bawah tanah yang dipenuhi banyak orang. Massa disekelilingnya tidak menyadari bahwa ada dua orang yang tengah berusaha saling bunuh. Sebenarnya, mungkin adegan ini sulit diterima oleh logika apalagi John Wick selalu menghadirkan adegan action semi realistis.

Namun di satu sisi, kita juga akan merasa terhibur dengan scene ini. Malah, kamu mungkin akan berkata: ‘sudahlah jangan terlalu serius, nikmati saja’. Karena menurut penilaian kami, dalam adegan ini para sineasnya terasa ingin memberi sedikit unsur jenaka, dibalut adegan laga yang intens.

Singkat kata, John Wick: Chapter 2 adalah sebuah sekuel yang dapat memuaskan para penggemar film laga, terutama mereka yang telah menyaksikan film pertamanya.  Wajar jika laba dari John Wick: Chapter 2 mencapai total 171.5 juta USD.

Kami juga menilai bahwa film ini masih memiliki sedikit bagian minus. Yaitu, plot dimana Santino ingin menyingkirkan John yang terasa biasa saja. Meski begitu, sekali lagi world building dari dunia John Wick yang berkembang dapat menutupi kekurangan tersebut.

Berbeda dengan prekuelnya, John Wick: Chapter 2 menyuguhkan sebuah akhir yang menggantung. Di akhir kisah, diceritakan bagaimana The Boogeyman masih harus melarikan diri karena telah melakukan pelanggaran kode etik yang dijunjung tinggi di dunia hitam. Dan aksi John selanjutnya dapat kita saksikan dalam John Wick: Chapter 3 – Parabellum.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *