bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Film Isn’t It Romantic (2019)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 18 September 2021

Seorang wanita muda yang kecewa dengan cinta, secara misterius terperangkap dalam cerita film komedi romantis dengan rating PG-13. Rebel Wilson membintangi film komedi ini bersama Liam Hemsworth, Adam Devine yang juga rekannya dalam film Pitch Perfect, dan juga mantan Miss World asal India, Priyanka Chopra, yang melengkapi cast internasional yang berasal dari tiga benua ini.

Isn’t It Romantic adalah original film Netflix karya sutradara Todd Strauss-Schulson yang dirilis di bioskop Amerika pada 13 Februari 2019 dan kemudian mulai bisa ditonton secara streaming sejak 28 Februari 2019 dengan tema parodi beberapa film komedi romantis populer sebagai bahan leluconnya, seperti Pretty Woman (1990) dan Notting Hill (1999) sebagai referensi utamanya.

Apakah film ini akan menggelitik saraf tawa kita? Simak review kami terlebih dahulu untuk mengetahui apa saja potensi komedi yang ditampilkan oleh Rebel Wilson kali ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2019
  • Genre: Comedy, Fantasy, Romance
  • Produksi: New Line Cinema, Bron Creative, Camp Sugar, Little Engine, Broken Road Productions
  • Sutradara: Todd Strauss-Schulson
  • Pemeran: Rebel Wilson, Liam Hemsworth, Adam Devine, Priyanka Chopra

Natalie adalah seorang arsitek wanita yang sangat benci dengan film bergenre komedi romantis karena ucapan ibunya sewaktu dia masih kecil dan juga karena rasa percaya dirinya yang rendah. Sementara itu, asistennya, Whitney, justru tergila-gila dengan film tipe tersebut bahkan dia setiap hari menonton film saat jam kerja di kantornya.

Whitney yakin jika Josh, rekan sekantor mereka, menyukai Natalie. Tapi Natalie membantahnya karena Josh sering melihat gambar model di papan billboard yang berada di luar jendela. Dalam sebuah insiden perampokan, Natalie terjatuh dan tidak sadarkan diri. Dia terbangun dalam dunia film komedi romantis yang dibencinya selama ini.

Dalam dunia ini, Whitney menjadi musuhnya, Blake menjadi klien perusahaannya yang licik, dan Josh tetap menjadi dirinya. Tidak berapa lama kemudian, Josh bertemu seorang model bernama Isabella yang kemudian menjadi kekasihnya. Natalie kemudian jengah dengan dunia fantasi ini dan ingin kembali ke dunia nyata, tapi syaratnya dia harus menemukan cinta sejatinya terlebih dahulu.

Awalnya dia menyangka Blake adalah cinta sejatinya, seperti cerita dalam film Pretty Woman, tapi kemudian ternyata Blake berusaha mencuranginya dan hanya memanipulasi dirinya untuk kemajuan usahanya saja. Natalie mulai menyadari jika dia mencintai Josh, tapi Josh sudah bertunangan dengan Isabella dan segera akan menikah.

Layaknya cerita klise dalam film-film komedi romantis, Natalie kemudian harus berlari demi menghentikan acara pernikahan Josh. Tapi justru di acara itu, Natalie malah menemukan solusi terbaiknya, yaitu dia harus mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu. Kemudian dia pun tertabrak mobil, dan sadar di rumah sakit di dunia nyatanya kembali.

Keesokan harinya Natalie masuk kerja dengan semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. Ide proyeknya disetujui oleh Blake dan dia menyadari jika Josh bukan melihat papan billboard tetapi justru melihat bayangan Natalie di kaca jendela. Akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Film diakhiri dengan keempat pemeran ini beserta para dancer menyanyikan lagu Madonna berjudul “Express Yourself”.

Menertawakan Buku Panduan Komedi Romantis

Menertawakan Buku Panduan Komedi Romantis

Jika kita suka menonton film-film komedi romantis, terutama di era 1990an seperti Pretty Woman (1990), My Best Friend’s Wedding (1997) dan Notting Hill (1999), maka Isn’t It Romantic berusaha menertawakan semua elemen yang ada di ketiga film tersebut dan juga film-film komedi romantis lainnya yang memiliki alur cerita yang nyaris sama, seolah sudah ada buku panduan untuk film-film dengan genre tersebut.

Kehidupan Natalie di dunia fantasi komedi romantisnya sangat berbeda dengan di dunia nyatanya, dan semua ditampilkan dengan lucu. Udara kota New York yang penuh polusi menjadi bersih dan harum, kamar apartemennya yang berantakan menjadi rapih, elegan, dan penuh barang-barang bagus dan mahal, bahkan Natalie selalu memakai pakaian yang rapih setiap saatnya.

Tentu saja elemen ini mengambil dari nuansa Pretty Woman, bahkan kehadiran Blake dengan mobil limousine-nya persis sama dengan kehadiran Richard Gere. Keluhan Natalie dengan dunia berating PG-13 memiliki beberapa momen yang lucu, yaitu dia tidak bisa berkata kasar yang selalu dipotong dengan berbagai suara, dan adegan sensual yang tidak bisa dilakukan meski diulang berkali-kali.

Dengan berbagai adegan dari film-film tersebut yang coba direka ulang dengan dosis humor parodi yang sangat kental, tapi tidak jatuh menjadi komedi slapstick, kita akan dibuat tertawa berkali-kali, apalagi kita adalah fans dari film-film tersebut, membuat kita berada di zona “guilty pleasure”. Dan jujur saja, saya sendiri tertawa terpingkal-pingkal berkali-kali karena saya adalah fans dari film-film yang diparodikan.

Performa Apik dari Para Pemerannya

Performa Apik dari Para Pemerannya

Film komedi romantis, jika tidak dibawakan oleh aktor dan aktris yang berkualitas di genre ini pasti akan membuat film terasa kosong. Dibutuhkan pemeran yang bisa berakting santai dan nyaman dengan karakternya sehingga setiap kalimat dan dialog lucu yang terlontar bisa terkesan natural, tanpa terlihat dipaksakan. Dan Isn’t It Romantic berhasil mendapatkan cast yang dibutuhkan itu.

Seperti yang sudah disinggung di atas, para pemeran dalam film ini berasal dari tiga benua. Rebel Wilson dan Liam Hemsworth berasal dari Australia, Adam Devine dari Amerika, dan Priyanka Chopra jelas dari India. Rebel Wilson berhasil membawakan karakternya sesuai kebutuhan dengan selera humor khasnya dengan segala kecanggungan hidup di dunia fantasi komedi romantis.

Karakter yang dibawakan oleh Rebel Wilson di film ini memang tidak jauh beda dengan beberapa karakter yang pernah diperankannya di film lain, seperti di trilogi Pitch Perfect (2012-2017) dan How to Be Single (2016). Tapi kali ini, karakter khas “zona aman”-nya baru dimulai ketika dia berada di dunia fantasi, sedangkan di awal film di dunia nyata dia terlihat pemalu dan canggung.

Sedangkan aktor asal Australia, Liam Hemsworth, membawakan peran konyol nan romantis. Sepertinya Liam ingin bersaing dengan kakaknya, Chris Hemsworth, yang pernah berakting konyol juga di Ghostbusters (2016). Dan Liam cukup sukses membawakannya, sehingga kita bisa cukup tersenyum-senyum dengan apa yang dia tampilkan.

Aktor yang tampil di “zona aman” lainnya ialah Adam Devine yang sepertinya mengulangi karakternya di When We First Met (2018) dimana dia berada di friendzone juga, tetapi bedanya dia tampil sedikit lebih kalem disini, dan tampak sangat romantis ketika dia memperlihatkan kepada Natalie jika yang dilihatnya itu bukan poster di billboard, tapi bayangan Natalie di kaca jendela.

Sedangkan Priyanka Chopra tampil hanya sebagai pelengkap saja tanpa mengeluarkan kapasitas aktingnya yang berkelas seperti film-filmnya di Bollywood, antara lain di Fashion (2008), Mary Kom (2014), dan 7 Khoon Maaf (2011). Tidak banyak juga yang bisa dia lakukan untuk mendalami karakternya yang memang hanya sebatas supporting actress saja.

Pada akhirnya, Isn’t It Romantic adalah film komedi ringan yang bisa membuat kita tertawa dengan kelucuannya dalam memparodikan film-film bergenre komedi romantis. Meski naskahnya tidak bisa berbuat banyak dalam mengembangkan kedalaman para karakternya, tapi sentilan kelucuan dari Rebel Wilson menutupi semua kelemahan itu. Pokoknya film ini layak untuk ditonton di akhir pekan kamu!

Isn’t It Romantic
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram