bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film The Girl On The Train Versi India

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 27 Agustus 2021

Memiliki kehidupan yang sempurna tentu menjadi impian dari banyak wanita, salah satunya adalah Mira. Memiliki pekerjaan yang baik, suami yang tampan dan sukses, bahkan keduanya sedang menantikan kehadiran kelahiran anak mereka.

Namun kata sempurna ini berakhir begitu saja, kini Mira menjadi tersangka pembunuhan atas wanita yang ia lihat dari kereta. Girl on The Train (2021) adalah remake novel thriller dengan judul yang sama karya Paula Hawkins.

Film yang sempat diundur tanggal penayangannya pasca India terkena pandemi Covid-19 ini di rilis di Netflix. Film ini mendapatkan rating 9% dari 11 pengulas film dalam situs Rotten Tomatoes dan 4.4 di IMDb. Bahkan komentar yang diberikan cukup bervariasi, ada dukungan dan ada kritikan pedas.

Lalu bagaimana cara Mira untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah? Temukan jawabannya hanya di Bacaterus.

Sinopsis

The Girl On The Train_
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Thriller, Drama,
  • Sutradara: Ribhu Dasgupta
  • Pemeran: Parineeti Chopra, Aditi Rao Hydari, Kirti Kulhari, Avinash Tiwary
  • Produksi: Reliance Entertainment

Mira Kapoor (Parineeti Chopra) adalah seorang pengacara yang hebat dan sukses, rumah tangganya juga sangat harmonis. Setelah menyelesaikan kasus terakhirnya, kini wanita ini sedang menantikan kelahiran anak pertamanya. Namun kehidupan bahagia ini berakhir begitu saja.

Suatu hari, Mira dan Shekhar Kapoor (Avinash Tiwary) terlibat dalam kecelakaan. Sejak saat itu semuanya berubah total, Mira mengalami amnesia yang diperburuk dengan kecanduan alkohol. Hal ini membuatnya menjadi janda, karena Shekhar memilih bercerai setelah banyak ketidakcocokan dan perubahan dalam diri Mira.

Dalam kesendiriannya, Mira kerap menaiki kereta kemana pun ia pergi, hingga ia melihat pasangan yang begitu manis di bekas rumahnya dahulu. Ketika melihat pasangan ini, Mira seakan kembali ke masa lalu bersama dengan mantan suaminya.

Sejak saat itu Mira mulai merasa dekat dengan wanita yang menempati rumah lamanya, meski mereka tidak pernah bertemu. Namun kejanggalan terjadi ketika Mira melihat wanita ini murung, bahkan ia melihat wanita ini berpelukan dengan pria lain.

Mira sangat kesal, amarahnya tidak terkendali hingga suatu hari ia mendatangi wanita tersebut. Wanita itu bernama Nusrat John (Aditi Rao Hydari). Ia adalah seorang dokter, namun kini menghilang selama beberapa hari. Kasus hilangnya sang dokter kini ditangani oleh Inspektur Dalbir Kaur Bagga (Kirti Kulhari) dan sedang melalui proses penyidikan.

Setelah mencari berbagai bukti, nama Mira Kapoor terseret dalam kasus pembunuhan Nusrat. Darah dan tanda pengenal Mira ditemukan sembilan meter dari TKP pembunuhan Nusrat. Sementara Mira yang sedang kebingungan berusaha untuk mengembalikan ingatannya.

Saat itu juga ia mulai diperas oleh seorang pria bernama White, namun pria ini terbunuh dalam kecelakaan lalu lintas. Untungnya Mira sempat mendapatkan sedikit informasi tentang rumahnya, akhirnya ia mencari rumah pria tadi.

Sebelumnya, Mira bertemu dengan salah satu koleganya, di sana ia meminta maaf atas apa yang terjadi di masa lalu. Namun sebuah kenyataan kembali menghantam Mira. Cerita yang sebenarnya adalah ia tidak pernah membuat onar dan mempermalukan suaminya hingga dipecat.

Tapi Shekhar dipecat karena memiliki skandal pelecehan pada seorang perawat, selain itu pria ini juga berselingkuh dan berlaku kasar padanya. Shekhar memanipulasi ingatan Mira. Tak hanya itu, wanita yang memiliki hubungan dengan mantan suaminya ini adalah Nusrat, sang dokter yang hilang.

Wanita ini diketahui sedang mengandung anak Shekhar, namun pria ini menolaknya dan hampir membunuhnya. Luka yang Nusrat miliki bukanlah luka karena ia menyerang Mira, tapi luka itu terjadi karena Shekhar menyerangnya saat membuntuti Nusrat.

Tapi Mira tidak menemukan siapa dalang di balik pembunuhan White, hingga ia mengingat plat nomor pembunuh itu. Ternyata orang tersebut adalah Dalbir Kaur Bagga, putri dari orang yang pernah ia jebloskan ke penjara dan bunuh diri.

Dalbir adalah orang yang telah membunuh anaknya dan Nusrat. Wanita ini sengaja framing Mira untuk balas dendam. Setelah mengetahui segalanya, Mira akhirnya bergulat dengan Dalbir hingga wanita ini tertembak hingga meregang nyawa. Mira tidak meninggalkan wanita ini begitu saja, ia membuat Shekhar seolah-olah membunuh Dalbir.

Film yang Cukup Intense, Tapi Mudah Ditebak

Film yang Cukup Intense, Tapi Mudah Ditebak_

Menikmati film bergenre thriller ini, jujur saja untuk 50 menit awal saya sangat terbawa suasana. Film ini dibuat dengan plot yang sangat jelas, intense, dan terasa sangat mendalam. Makannya di 50 menit awal saya benar-benar menikmati suasana jantung berdetak lebih cepat. Perubahan dari suasana lovey dovey menjadi kegilaan dari seorang wanita pecandu alkohol.

Hal ini menjadi perubahan drastis yang membuat film ini memiliki daya tarik tersendiri yang cukup kuat. Saya melihat Mira Kapoor adalah wanita yang mengalami gangguan jiwa dan emosi karena kecelakaan yang menimpanya. Saya sempat kaget ketika tiba-tiba saja Mira dan Shekhar bercerai, bahkan pria itu sudah menikah lagi dengan wanita lain.

Ketika Nusrat ditemukan dalam keadaan mengenaskan, semua ini benar-benar menjadi turning point yang besar. Ada pertanyaan di benak saya, ada apa ini? Kenapa plotnya begitu cepat? Bahkan saya sampai berapa kali melihat durasi filmnya. Ternyata saya belum menonton setengahnya, bisa dikatakan ini semua masih tahap awal. 

Yang saya kagumi, penulis cerita dan skenario sepertinya sangat berhati-hati untuk membuat film ini make sense dengan tanda tanya besar. Ketika polisi menyelidiki kasus kematian Nusrat, semua flashback ditampilkan setelah para saksi menyampaikan kesaksian mereka.

Tapi flashback yang tidak penting juga berhamburan, hal ini memang menjadi ciri khas film Bollywood. Namun plot twist di akhir ketika Dalbir Kaur Bagga dan Shekhar menunjukkan warna mereka, hal ini tidak membuat saya kaget, karena sudah terbayangkan dan terprediksi.

Saya berharap ada pergulatan emosi yang lebih dalam lagi ketika Mira dan Dalbir saling berhadapan. Namun plot-nya dibuat terlalu cepat, sehingga momen penting ini jadi sia-sia saja.

Remake yang Dianggap Kurang Berhasil

Remake yang Dianggap Kurang Berhasil_

Dari banyak berita yang saya baca, film Girl on the Train (2021) adalah remake dari novel thriller populer karya Paula Hawkins. Bahkan sebelum versi Indianya, novel ini sudah pernah diangkat jadi film dengan judul yang sama dan diperankan oleh Emily Blunt.

Versi Amerikanya memang berhasil menjadi hit karena masuk dalam box office, tapi filmnya menuai berbagai macam kritik dan rating average. Tidak jauh berbeda dengan versi Indianya, film ini sayangnya gagal untuk di luncurkan di layar lebar. Karena India sedang dilanda pandemic Covid-19, maka filmnya diputuskan untuk mengundur tanggal perilisan.

Pada akhirnya film Girl on the Train ditayangkan di Netflix, tepatnya premier pada tanggal 26 Februari 2021. Sayangnya film ini juga menapaki jejak yang sama dengan versi Amerika, dimana film ini mendapatkan rating rendah 9% di Rotten Tomatoes dan 4.4 di IMDb.

Bahkan kritik untuk filmnya bisa disebut mirip, dimana banyak kritikus mengatakan filmnya sangat rata-rata dan membuat kecewa. Meski begitu penampilan Parineeti Chopra, Aditi Rao Hydari, Avinash Tiwari dan Kriti Kulhari sangat di apresiasi.

Tanda tanya lainnya dari film ini, saya tidak mengerti mengapa mereka memilih London sebagai tempat syutingnya. Padahal semua orang yang terlibat di sini adalah orang-orang berwajah India dan semuanya berbahasa hindi. Rasanya agak aneh ketika melihat hal kebetulan seperti ini, mungkin akan lebih masuk akal jika inspektur polisi adalah orang London asli.

Akting dan Sinematografinya Cukup Menghibur

Akting dan Sinematografinya Cukup Menghibur_

Untuk pertama kalinya saya bisa melihat akting Parineeti Chopra berkembang dari sekedar artis Bollywood. Pasalnya di sini bukan karakter yang bubbly atau akting dengan wajah memelas yang mengandalkan kecantikan.

Di sini saya bisa melihat usaha Parineeti Chopra untuk menjadi Mira Kapoor, wanita yang mengalami stres dan trauma pasca kecelakaan dan perceraiannya. Ekspresi dingin dan kosong yang ditampilkannya secara perlahan makin menunjukkan emosi. Saya pikir Chopra sudah memberikan kinerja yang cukup baik, apalagi durasinya cukup panjang.

Chopra harus mempertahankan emosi yang tidak stabil ini sepanjang film, tentu ini tidak mudah. Bukan menangis meraung-raung, tapi Mira Kapoor menangis dalam diam yang sempat membuat saya merinding.

Karakter lain yang membuat saya kagum adalah Shekhar, karena pria ini benar-benar berubah. Entah karena memang ia pada dasarnya pria brengsek atau berubah setelah kecelakaan.

Tapi pria ini benar-benar pria tidak tahu malu yang hanya menginginkan wanita untuk berhubungan seks. Karakternya benar-benar gila, sepertinya jika ada sudut pandang Shekhar saya yakin pasti akan lebih menyenangkan.

Terakhir saya menyukai bagaimana sinematografi dalam film ini benar-benar mendukung suasana yang ingin diperlihatkan. Saya bertepuk tangan untuk Charlotte Bruus dan Christensen, karena bisa memberikan rasa takut yang intense dan mendalam. Apalagi adegan ketika Mira melihat Nustrat yang dikejar oleh Dalbir dalam kereta.

Bagi saya adegan itu sangat-sangat keren dan membekas, karena lighting dan penggambaran suasananya mencekam yang pas. Teknik pengambilan gambar dan suaranya juga tidak diragukan lagi kualitasnya, film ini bagi saya cukup bagus dan lumayan untuk dinikmati.

Tapi teknik editing dan pemotongan gambarnya kurang smooth, sehingga beberapa adegan terkesan kurang natural dan menggantung.

The Girl on the Train (2021) mungkin bukan remake yang membuat kamu merasa film ini lebih baik. Tapi film ini bisa membawa kamu dalam rasa ketidak pastian, seperti bermain game detektif. Bagi saya film ini worth untuk disaksikan dan tidak akan membuat kamu terlalu kecewa. 

Oh iya, untuk yang mau tahu lebih banyak informasi tentang pemainnya bisa cek di artikel 7 Pemain Utama Film The Girl On The Train Versi India.

The Girl on the Train (2021)
Rating: 
2.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram