Review dan Sinopsis Film Inception ‘Mission: Dreaming’

Ditulis oleh Glen Sahetapy
Inception
3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Ada yang mengatakan bahwa mimpi dapat membawa orang melewati batas multi-dimensional. Baik itu melihat masa lalu, masa depan, malahan, dunia lain. Ada juga yang mempercayai bahwa mimpi memiliki arti-artinya tersendiri.

Seperti mimpi di kejar anjing, digigit oleh ular, dan lain-lain. Tapi, dalam film karya sutradara kawakan Christopher Nolan ini, kita akan melihat bagaimana mimpi adalah sebuah penglaman psikologis alam bawah sadar yang mampu merubah seseorang.

Baik pada saat film ini baru dirilis maupun sekarang, sebagian orang mungkin merasa kebingungan dengan konsep dari film yang dirilis pada tahun 2010 silam ini. Wajar, karena Nolan menawarkan sebuah ‘sensasi’ petualangan di alam mimpi yang apabila kita tidak dapat mengikuti penjelasannya dengan baik, maka akan membuat kita bertanya-tanya.

Penasaran dengan film tentang dunia mimpi ini? Simak review dan sinopsis dari film Inception berikut ini yuk!

Sinopsis

Sinopsis

Dominick ‘Dom’ Cobb (Leonardo DiCaprio) terdampar di pesisir pantai yang diperkirakan berada di dataran Jepang. Setelah sekelompok militan menyelematkannya, Dom kemudian berbincang-bincang dengan seorang pria tua renta, lantas dengan cepat kita dibawa pada pertemuan Dom dan Arthur (Joseph Gordon-Levitt) dengan seorang pria bernama Mr. Saito (Ken Watanabe).

Saat berbincang-bincang mengenai sebuah teori, keadaan berubah menjadi rusuh. Dom kemudian bertemu dengan Mal (Marion Cotillard), seorang wanita yang merupakan rivalnya. Kita pun kemudian tahu bahwa saat itu, Dom, Arthur dan Saito tengah berada dalam sebuah mimpi sementara ketiganya tertidur di sebuah negara yang tengah mengalami konflik.

Sinopsis inception

Dengan bantuan Nash (Lukas Haas), ketiganya terbangun. Tapi sekali lagi, kita mengetahui bahwa itupun juga adalah sebuah mimpi. Pada kenyataannya, keempat orang tersebut tengah tertidur dalam sebuah kereta cepat di Jepang dan terhubung dengan sebuah perangkat. Singkatnya, mereka bermimpi dalam sebuah mimpi atau mengalami petualangan di dua tingkat dunia mimpi.

Beberapa hari kemudian, Saito kemudian menjumpai Dom dan Arthur yang bekerja sebagai mata-mata korporat untuk memanfaatkan sebuah perangkat teknologi yang merupakan alat eksperimen milik pihak militer. Dimana, alat tersebut dapat mengekstrak informasi melalui dunia mimpi.

Saito meminta keduanya untuk melakukan hal yang nyaris mustahil, yaitu, ‘merubah’ pemikiran Robert Michael Fischer (Cillian Murphy) karena memiliki cara berbisnis yang dapat menjatuhkan semua kompetitornya, termasuk Saito.

Sinopsis inception2

Awalnya, Dom sempat ragu untuk menerima tawaran Saito tersebut. Namun, sang taipan berjanji bahwa ia dapat menghapus status Dom sebagai seorang kriminal, sehingga ia akan dapat bisa kembali bertemu dengan putra-putrinya setelah selama sekian lama hidup bagai seorang buronan.

Dom memutuskan menerima misi yang ditawarkan oleh Saito tersebut, dan mulai mengumpulkan orang-orang yang mahir dibidangnya untuk menjalankan misi ‘inception’. Karena berarti, kali ini mereka akan mengarungi tiga lapisan mimpi.

Dom berhasil mendirikan sebuah tim yang terdiri dari Eames (Tom Hardy), Yusuf (Dileep Rao), dan seorang mahasiswi arsitektur bernama Ariadne (Ellen Page). Dalam persiapan mereka untuk menjalani misi, Ariadne masuk dalam mimpi Dom dan menemukan bahwa Mal, wanita yang selama ini dikenal sebagai lawan dari Dom ternyata adalah istri dari sang spion ekonomi yang telah meninggal dunia.

Misi inception pun berhasil dijalankan namun semuanya tidak berjalan sesuai yang diperkirakan oleh Dom dan kawan-kawan. Apalagi, Dom juga masih dihantui dengan kenangan buruk bersama Mal yang semakin membuat aksi mereka tidak berjalan mulus.

Antara Realita dan Mimpi

Antara Realita dan Mimpi

Wajar memang jika penonton film ini awalnya akan dibuat bingung dengan konsep mimpi dan realita. Pasalnya, Chrsitopher Nolan sebagai sutradara memang tidak menaruh ‘bumper’ yang akan membuat orang merasa ‘ngeh’, mana dunia mimpi, mana dunia nyata.

Jadi tidak mengherankan jika rasanya, terutama di awal-awal cerita, pikiran kita seolah dikocok dan mulai mengalami disorientasi. Apakah ini mimpi, atau bukan. Harus diakui, Nolan memang adalah seorang sineas jempolan. Mereka yang menyaksikan Inception tidak akan dibiarkan bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Penjelasan tentang bagaimana Leonardo DiCaprio, Joseph Gordon-Levitt dan kawan-kawan bisa mengarungi dunia mimpi pun dijelaskan. Dan penjelasan ini juga tidak melalui sebuah adegan penuh dialog membosankan yang bisa bikin kamu tertidur.

Malahan, penjabaran tentang dunia mimpi bisa dibilang berlangsung dengan cepat sehingga mungkin orang-orang akan dibuat ‘eh…gimana…oh, begitu rupanya…’. Namun seiring berjalannya cerita, kita akan mengetahui apa yang dimaksud dalam pembicaraan para tokohnya. Jadi sebenarnya, film ini seolah telah dipersiapkan sedemikian rupa sehingga penontonnya tidak akan kebingungan.

Fiksi Ilmiah yang Menyenangkan

Fiksi Ilmiah yang Menyenangkan

Sekali lagi, kreatifitas Chrisopher Nolan sebagai seorang sutradara harus diakui dalam film yang juga turut diproduseri oleh istrinya, Emma Thomas Nolan ini. Dan ada satu hal yang membuat Inception terasa menyenangkan saat kita menyaksikannya, yaitu bagaimana kondisi eksternal akan berpengaruh pada mimpi para karakternya.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram