bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review In Her Shoes, Hubungan Seru Adik Kakak

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 27 November 2021

Hubungan adik kakak tidak selalu adem ya? Selalu saja ada cerita yang bisa jadi bahan atau topik obrolan seru. Ditambah lagi terkadang ada saja sikap orang tua yang lebih memihak membuat hubungan adik kakak jadi semakin panas. Cerita yang ditawarkan oleh sang sutradara, Curtis Hanson, ini benar-benar relate di kehidupan sehari-hari.

Menceritakan bagaimana situasi tegang antara Maggie yang diperankan oleh si cantik Cameron Diaz dan kakak perempuannya, Rose yang diperankan oleh Toni Collette. Mereka berdua benar-benar memiliki pribadi yang jungkir balik satu sama lain. Hal ini lah yang membuat mereka menjadi doyan sekali adu mulut bahkan sampai perasaan masing-masing.

Sinopsis

In Her Shoes_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2005
  • Genre: Drama, Romance
  • Produksi: Fox 2000 Pictures, Scott Free Productions, Deuce Three Productions
  • Sutradara: Curtis Hanson
  • Pemain: Cameron Diaz, Toni Collette, Shirley MacLaine, Mark Fuerestein

Rose Feller (Toni Collette) adalah seorang pengacara yang bekerja di sebuah firma hukum bergengsi di New York. Dia adalah seorang gadis dengan segala hal yang banyak gadis lain inginkan, hidup nyaman, pekerjaan tetap dengan gaji bagus. Namun satu hal yang menjadi rasa insecure bagi Rose adalah mengenai penampilannya. 

Berbanding terbalik dengan adiknya Maggie; Maggie punya penampilan yang wow. Badannya yang well-shaped membuat Maggie disukai banyak pria. Namun Maggie menderita disleksia; ia tidak mampu membaca, ia juga kesulitan menghitung akibat seringnya membolos selama pendidikan. Alhasil modal Maggie hanyalah tubuhnya yang elok.

Satu kali, Rose berhasil berkencan dengan manajernya sendiri di firma hukum. Pria ini bernama Jim Danvers (Richard Burgi). Rose benar-benar bahagia sekali. Ia mulai punya harapan bahwa ia akan menikah dan memiliki keluarga. Ia dan Jim menjalani hubungan mereka dengan baik; sampe satu ketika Maggie yang mabuk pulang kerumahnya. 

Maggie diusir dari rumah Ayahnya; ibu tirinya, Sydelle (Candice Azzara) tidak lagi menerima Maggie di rumahnya tersebut. Alhasil, Rose lah yang menjemput Maggie dan membiarkan adiknya itu untuk tinggal bersamanya sementara. Pilihannya ternyata bawa masalah besar. Maggie yang tidak bisa berbuat apa-apa mulai mengacau. Rumah Rose yang rapi mulai berantakan dan barang-barang milik Rose dipakai sembarangan.

Rose kesal bukan main, ia meminta Maggie untuk bisa mendapatkan pekerjaan secepatnya. Maggie mencoba segala hal termasuk menjadi penjaga anjing yang juga berakhir kacau; Maggie malah membawa salah satu anjing dari tempat kerjanya ke dalam apartemen Rose karena Maggie ketakutan setelah sempat hampir diserang dan dilecehkan oleh pria tak jelas.

Suatu hari Rose benar-benar naik pitam ketika melihat Jim dan Maggie tidur berdua di kamar Rose. Ia berselingkuh dengan adiknya sendiri! Jim mencoba menjelaskan namun Rose sudah kepalang marah. Ia bahkan meminta Maggie untuk pergi dari tempat tinggalnya. Maggie bingung bukan main. Ia tidak tahu harus bagaimana dan kemana. Maggie memohon supaya tidak diusir namun Rose tidak mau tahu lagi tentang Maggie. 

Maggie setelah mendapat bantuan kecil dari Jim sebesar $ 200 lantas berniat pergi ke New York untuk mengejar impiannya menjadi artis. Namun satu kali, ia mendapatkan surat dari neneknya saat Maggie berkunjung ke rumah Ayahnya lagi sebelum kejadian ia diusir oleh Rose. Akhirnya Maggie mengubah niatnya, ia pergi ke Florida untuk bertemu Neneknya, Ella (Shirley McLaine) yang ada di rumah panti.

Ella senang bukan main mengetahui cucunya datang ke kediamannya. Ella mencoba memulihkan lagi hubungan yang dulu pernah rusak setelah anaknya, Caroline, yang juga Ibu dari Maggie dan Rose meninggal bunuh diri akibat penyakit yang dideritanya. Akibat hal tersebut, Ella dan Ayah dari Maggie dan Rose, punya hubungan buruk yang juga menimpa anak-anaknya.

Awalnya Ella senang namun lambat laun setelah melihat kelakuan Maggie yang urakan, Ella jadi kesal dan mencoba menasehatinya baik-baik; apa yang dibicarakan pada Maggie setidaknya menampar dirinya sehingga Maggie mau berubah. Ia akhirnya bekerja di tempat tinggal Ella yang adalah rumah panti mewah. Selama bekerja, Maggie perlahan mulai berubah dan disukai oleh teman-teman nenek Ella. Bahkan mereka bersedia membayar Maggie untuk jadi personal shopper mereka.

Di sisi kota lainnya, Rose juga mulai menata hidupnya kembali setelah perang dengan Maggie. Ia kini bertemu dengan teman pria lainnya di firma hukum bernama Simon (Mark Feuerstein). Simon sebenarnya sudah menaruh hati pada Rose sejak lama, tapi Rose selalu bersikap dingin padanya. Sampai akhirnya kesempatan untuk mendekati Rose pun tiba dan Simon bisa memenangkan hati Rose. Setelah lama menjalin hubungan akhirnya ia pun bertunangan dengan Rose.

Namun satu kali Jim mendekati Rose untuk meminta maaf tepat disaat keadaan Rose sedang kacau karena ia rindu adiknya. Kedekatan itu terlihat oleh Simon yang akhirnya murka besar, mengapa ia bisa begitu lancar bercerita mengenai kehidupannya pada Jim namun tidak dengannya. Akhirnya ia memutuskan pertunangannya dengan Rose yang membuat Rose ambruk. Tepat saat Rose sedih, datangnya surat dari Ella untuk Rose supaya bisa berkunjung.

Rose bersemangat untuk bertemu neneknya yang telah lama hilang, tetapi kesenangannya dengan cepat hilang ketika dia tiba dan menemukan Maggie sudah tinggal di sana. Namun segala hal mengenai pertengkaran mereka berdua surut begitu Rose dan Ella menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Caroline. Akhirnya Maggie tahu kalau selama ini, Rose selalu melindungi dirinya dari apa yang sebenarnya terjadi pada Ibu mereka.

Suatu hari, pesta teh di rumah panti digelar, pestanya sangat meriah. Rose yang ikut menghadiri pesta itu terkejut bukan main saat tahu Simon ada di sana. Akhirnya setelah mengobrol dari hati ke hati, Rose dan Simon berdamai. Rose akhirnya bisa menceritakan segalanya tentang hidupnya, tentang adiknya tentang keluarganya pada Simon. Simon menerima Rose apa adanya dan pernikahan pun berlangsung tak lama setelahnya. 


Tak hanya Rose dan Simon yang berdamai. Ella dan Michael, menantunya pun berdamai setelah saling bicara dan menjelaskan apa yang ada dalam pikiran mereka masing-masing. Pada saat upacara pernikahan, Maggie menghadiahkan tak hanya baju pengantin, Maggie yang dikenal disleksia pun membacakan sebuah puisi untuk Rose yang benar-benar membuat Rose senang bukan main juga terharu.

Love & Hate Relationship

In Her Shoes_Love&Hate Relationship (Copy)

Sudah tidak bisa dipungkiri ya kalau hubungan kakak dan adik tidak selamanya mulus. Mulai dari perbedaan karakter sampai perbedaan cara berpikir menjadi salah satu faktor bagaimana hubungan kakak dan adik tidak akur. Meski demikian di antara rasa benci tetap saja mau tidak mau ada rasa sayang yang jadi penengahnya.

Hal ini terlihat jelas pada hubungan antara Rose dan Maggie. Meski Maggie sudah buat hidupnya kacau balau sampai Rose harus rela keluar dari firma hukum akibat pikirannya yang sudah benar-benar lelah dengan drama hidup yang dihadapi, Rose tetap menaruh perhatian pada adiknya itu, bahkan ia masih berniat untuk membangun kembali kepercayaan terhadap Maggie. Di real life rasanya sulit ya kalau sudah dapat kasus seperti yang dilakukan Maggie?

Usaha Maggie

In Her Shoes_Maggie (Copy)

Banyak hal buruk yang berubah menjadi lebih baik ketika Maggie mendapat begitu banyak masalah dan harus mengungsi ke rumah neneknya di Florida. Maggie bertemu banyak teman neneknya, Ella, yang mengubah cara pandang hidupnya yang selama ini salah. Maggie yang dikenal teledor, urakan dan egois perlahan memudar.

Salah satu faktor kenapa Maggie mau berubah akibat dukungan dari neneknya, Ella. Ella mengajari bagaimana Maggie harus bisa bertahan hidup karena satu hari nanti tidak akan ada orang yang bisa mensupportnya terus menerus. Maggie pun dapat dukungan dari salah seorang pasien yang adalah professor supaya Maggie bisa membaca demi masa depannya hingga Maggie berubah total. Better version of her.

Ending Tak Memuaskan

In Her Shoes_Ending (Copy)

Saya benar-benar menunggu mengenai apa yang akan terjadi pada Maggie selanjutnya mengingat kakaknya, Rose, seluruh harapannya sudah terpenuhi. Saya pikir Maggie juga akan berakhir seperti kakaknya bisa mendapatkan apa yang ia inginkan selama ini. Apalagi setelah Maggie terlatih baik dari masalah disleksianya.

Namun sampai akhir film, ternyata Maggie tidak mendapatkan hal lebih. Hanya hubungannya saja dengan seluruh keluarganya yang berangsur membaik. Mengenai Maggie mendapatkan pendamping hidup yang mencintai dia apa adanya, Maggie bisa menghidupi dirinya sendiri dan lain sebagainya tidak terlihat. Film berakhir hanya dengan Maggie yang mulai berdansa bahagia dengan para tamu undangan pesta pernikahan kakaknya. That’s all.

Padahal seharusnya Curtis Hanson, sang sutradara, bisa sedikit menambahkan cerita untuk Maggie di akhir film. But hey, film ini cukup kok untuk menghibur kalian. Overall, Bacaterus memberi skor 2.5/5 untuk film In Her Shoes. Jangan lupa saksikan keseluruhan ceritanya di layanan film berbayar favorit kalian yaa!

In Her Shoes
Rating: 
2.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram