bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film iBoy (2017) yang Tayang di Netflix

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 17 September 2021

Setelah ditembak, Tom terbangun dari koma dan menemukan bahwa serpihan dari ponselnya telah tertanam di kepalanya. Dan lebih buruknya lagi, untuk kembali ke kehidupan remaja yang normal menjadi tidak mungkin karena dia telah mengembangkan kekuatan super yang aneh.

iBoy adalah original film Netflix produksi Inggris yang merupakan adaptasi dari novel karya Kevin Brooks terbitan tahun 2010 yang dibintangi oleh Bill Milner dan Maisie Williams. Seluruh lokasi cerita berada di sekitar wilayah east-central London dengan berbagai hunian berupa apartemen kelas menengah dan bangunan lainnya seperti Petticoat Tower yang unik dan indah.

Dengan premis cerita yang cukup menjanjikan, apakah hasil adaptasi filmnya sebaik prestasi novelnya yang menjadi novel young adult fiction terbaik? Simak review kami berikut ini tentang film yang memiliki tema yang cenderung gelap dengan banyaknya sisi negatif remaja yang ditampilkan.

Sinopsis

Film iBoy
  • Tahun: 2017
  • Genre: Action, Crime, Sci-Fi, Thriller
  • Produksi: Wigwam Films, Pretty Pictures, Netflix
  • Sutradara: Adam Randall
  • Pemeran: Bill Milner, Maisie Williams, Rory Kinnear

Kehidupan remaja di London Timur dipengaruhi oleh aktivitas gangster dan narkoba. Tidak terkecuali Tom (Bill Miner), seorang remaja pemalu yang sederhana. Dia menyukai Lucy (Maisie Williams), teman sekelas sekaligus tetangganya. Teman akrabnya, Danny, adalah juga anggota gang yang memiliki sifat baik, tidak seperti teman-teman lainnya.

Suatu hari Lucy meminta Tom untuk membantunya belajar sebagai persiapan menghadapi ujian akhir. Malamnya, Tom datang ke apartemen Lucy dan menemukan empat orang bermasker yang baru saja memperkosanya dan merekam perbuatan itu. Tom berlari keluar untuk meminta bantuan polisi dengan dikejar oleh mereka. Tom tertembak di kepala dengan posisi sambil melakukan panggilan di ponselnya.

Beberapa hari berikutnya Tom tersadar dari koma dan diberitahu oleh dokter jika masih ada serpihan dari ponsel di dalam kepalanya. Sejak hari itu, Tom bisa mendengar transmisi ponsel dan melihat visualisasi sinyal digital. Lambat laun Tom mulai bisa mengendalikan kekuatan barunya ini dan dia gunakan untuk mencari informasi tentang pelaku pemerkosaan yang juga mencelakai dirinya.

Setelah memastikan jika pelakunya adalah beberapa teman sekolahnya, Tom mulai melakukan balas dendam dengan cara meneror mereka melalui ponsel dan komputer secara online. Hingga pada akhirnya Tom bisa masuk dan merusak rumah boss mereka bahkan kemudian menjebak mereka agar ditangkap polisi dengan menggunakan bukti narkoba yang disimpan di rumah-rumah mereka.

Tidak puas sampai di situ saja, Tom ingin menumpas semua penjahat sampai ke akarnya dengan menggunakan nama alias “iBoy”. Pada aksi berikutnya, Tom tidak beruntung. Dia terjebak dan dipukuli oleh anggota gang tapi berhasil melarikan diri. Kemudian Tom menemukan neneknya mengenal pimpinan gangster yang bernama Ellman, saat mereka berada di apartemen neneknya.

Ellman yang mengetahui kekuatan Tom kemudian menggunakannya secara paksa untuk memindahkan uang ke rekening bank miliknya. Tom mengabulkannya karena diberitahu jika Lucy sedang disandera oleh anak buah Ellman di suatu tempat. Sambil Tom mentransfer uang, dia juga melacak keberadaan Lucy. Dia menghubungi polisi tapi mereka tidak menemukan siapa-siapa di lokasi tersebut.

Kemudian Tom dan Ellman datang ke lokasi penyanderaan Lucy dan diminta untuk melanjutkan proses transfer. Dengan kekuatan yang semakin melemah, Tom meledakkan semua ponsel para anggota gang dan sempat melarikan diri bersama Lucy tapi gagal dan harus berhadapan dengan Ellman. Tom menggunakan kekuatan terakhirnya untuk meledakkan sinyal ke kepala Ellman.

Hubungan Tom dengan Danny merenggang karena Danny adalah orang yang menginformasikan tentang Tom kepada Ellman. Sedangkan hubungannya dengan Lucy semakin erat yang ditutup dengan mereka makan bersama di atas atap apartemen sambil membicarakan tentang kemungkinan masa depan kekuatan supernya.

Premis Menarik dan Unik

Premis Menarik dan Unik

iBoy sebenarnya memiliki premis cerita yang menarik dan unik, terutama dengan pemaparan fiksi ilmiah yang mencengangkan meski terkesan absurd. Sepintas, sosok iBoy sedikit banyak memiliki inti cerita yang nyaris sama dengan Iron Man dan Hulk, dua superhero Marvel, meski tidak menjiplak mentah-mentah seluruh elemennya, hanya “menculik” secuil ide saja.

Serpihan ponsel yang tertanam di kepala Tom mengingatkan betapa kerasnya usaha Tony Stark untuk bertahan hidup dari serpihan bom yang berada di sekitar jantungnya. Sedangkan masalah radiasi, mungkin terinspirasi dari Hulk yang terpapar sinar gamma. Bedanya, Hulk galau dengan kekuatannya, sedangkan Tom terkesan menikmati kekuatan supernya ini.

Perkembangan kekuatan yang terus-menerus bertambah di dalam film, mulai dari memanipulasi ponsel, kemudian komputer, hingga ke alat-alat elektronik lainnya, bahkan menjelang akhir, Tom bisa melakukan transfer uang secara online dengan hanya menggunakan kekuatan pikiran, awalnya terlihat menghibur, tapi lama kelamaan malah menimbulkan kesan berlebihan. Sudah bisa memanipulasi satelit NASA juga!

Menjelang akhir, cerita memang semakin absurd, tapi kita dibuat penasaran dengan kekuatan apa yang akan digunakan Tom untuk mengalahkan musuhnya. Tentunya kita berharap ini akan spektakuler. Tapi kita salah dan dibuat kecewa! Dengan alasan kekuatannya semakin melemah, dia hanya bisa meledakkan sinyal ke kepala musuhnya. Itu saja, tidak lebih. Inilah faktor lemahnya film ini secara total.

Akting yang Cukup Menawan

Akting yang Cukup Menawan

Terlepas dari cerita yang absurd, iBoy memiliki kekuatan dari sisi akting, terutama kedua pemeran utamanya, Bill Milner dan Maisie Williams. Bisa dibilang, Bill Milner adalah salah satu aktor Inggris yang cukup bertalenta. Sejak kecil dia sudah memancing perhatian lewat Son of Rambow (2007), kemudian dia pun tampil di beberapa film besar seperti X-Men: First Class (2011) dan Dunkirk (2017).

Performanya sebagai Tom yang memiliki perubahan karakter yang signifikan, dari pemalu hingga penuh aura balas dendam, dibawakan olehnya dengan cukup baik. Karakternya memang lebih banyak diam dan cenderung berbicara melalui pemikirannya. Bahkan dia bisa mengirimkan pesan singkat ke ponsel Lucy hanya dengan berpikir, tidak perlu daftar simcard lagi.

Tapi yang menyita perhatian kita di film ini adalah akting Maisie Williams sebagai Lucy. Memang karakternya tidak banyak mendapat durasi yang dipenuhi oleh penampilan Milner, tapi di setiap kemunculannya, dia dapat menampilkan akting yang believable, baik ketika riang, sedih, terpukul, kecewa, marah, terkejut, dan penuh cinta.

Aktris muda berbakat ini mulai angkat nama ketika berperan sebagai Arya Stark di serial Game of Thrones hingga dua kali masuk nominasi di Emmy Awards untuk kategori Best Supporting Actress. Selain itu, Williams juga terlibat di beberapa episode serial Doctor Who. Sedangkan di layar film, Williams baru terlibat dalam proyek besar di The New Mutants (2020).

Menarik ya kedua bintang ini! Mereka ternyata terhubung dalam franchise X-Men. Milner berperan sebagai Magneto muda di X-Men: First Class (2011) dan Williams berperan sebagai Wolfsbane di The New Mutants (2020).

Kehidupan Remaja London yang Kelam

Kehidupan Remaja London yang Kelam

Selain menampilkan penceritaan fiksi ilmiah yang cukup mengagumkan, iBoy juga mengungkit sisi drama tentang kehidupan warga kelas menengah yang menempati hunian apartemen di wilayah London Timur. Diceritakan, bisa jadi ini fiktif belaka, para remaja di sana terlibat dalam bisnis narkoba yang dikelola oleh sekelompok gangster.

Tidak hanya bisnis benda haram itu saja, para remaja ini juga melakukan bully di sekolah, bertindak kasar kepada orang tua, memperkosa dengan merekam aksinya, bahkan hingga melakukan pembunuhan. Dan peran polisi di dalam film ini sangat minim sekali, sehingga dominasi kejahatan para remaja ini tidak bisa mereka tanggulangi.

Kisah seperti ini memang seringkali diungkit ke dalam film, mungkin juga memang ada dalam kehidupan nyatanya. Kehidupan kelas menengah ke bawah memang akan terasa sulit dan menghimpit jika ditempatkan pada pola hidup masyarakat kota besar masa kini. Kebutuhan yang belum cukup terpenuhi harus mampu menutupi “keharusan” mengikuti kemajuan zaman.

Terkadang untuk memenuhinya mereka melakukan cara-cara negatif dan instan, seperti menjual narkoba contohnya. Kasus seperti ini juga banyak terjadi di negara kita. Untuk itulah dibutuhkan pendidikan dan pembinaan mental dan moral yang baik dari seluruh lapisan masyarakat, agar perkara seperti ini bisa ditanggulangi bersama demi kehidupan yang lebih aman dan sentosa.

Pada akhirnya, meski iBoy bukanlah film sci-fi terbaik, bahkan adegan action-nya pun mengecewakan, tetapi film ini tetap bisa dinikmati dengan baik, terutama karena faktor performa akting yang baik dari Maisie Williams yang patut kita apresiasi lebih. Masukkan saja dulu ke watchlist kalian dan tonton sembari mengisi waktu luang.

iBoy
Rating: 
2.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram