Bacaterus / Hotel Mumbai / Review & Sinopsis Film Hotel Mumbai, ‘Terror Saat Liburan’

Review & Sinopsis Film Hotel Mumbai, ‘Terror Saat Liburan’

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dari Hollywood ayo kita lompat ke Bollywood! Meskipun disutradarai oleh seorang Australian, film Hotel Mumbai ini, mulai dari ceritanya, setting dan pemain hampir semuanya dari negeri Barata sendiri.  Selama menonton film, kalian akan disuguhkan dengan visual yang keren sekali.

Oh iya, film ini berdasarkan kisah nyata! Sehingga saat kalian nonton film Hotel Mumbai ini, kalian sebenarnya jadi saksi bagaimana perjuangan semua orang di hotel saat teroris beraksi.

Sinopsis

Hotel-Mumbai1 (Copy)

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Thunder Road Pictures
  • Sutradara: Anthony Maras
  • Pemain: Dev Patel, Armie Hammer, Nazanin Boniadi

Arjun (Dev Patel) adalah seorang pramusaji yang bekerja di The Taj Mahal Palace Hotel yang dikenal dengan Hotel Mumbai. Saat kejadian penyerangan di beberapa tempat di Mumbai, Arjun dan semua orang di hotel tidak tahu karena saat itu sedang musim liburan sehingga tamu yang datang banyak membuat semua sibuk untuk melayani para tamu.

Ditugaskan di sebuah restoran, Arjun melayani seorang pewaris Hotel Mumbai dan juga aktris bernama Zahra (Nazanin Boniadi), suaminya David (Armie Hammer) yang sedang menikmati liburan dan seorang tamu lainnya seorang Rusia, Vasili (Jason Isaacs).

Namun saat sedang mengambil pesanan mereka tiba-tiba dari lobby hotel terdengar suara tembakan. Arjun lantas melihat keluar dan menyaksikan pembunuhan masal oleh para teroris.

Arjun

Bergerak cepat, Arjun lantas mematikan semua lampu restoran dan menyuruh semua tamu merunduk supaya tidak terlihat oleh para teroris. Dengan keadaan ketakutan Zahra yang meninggalkan anaknya di kamar beserta pengasuhnya, Sally (Tilda Cobham-Herve), langsung mencoba menghubungi Sally. Nihil. Tidak ada respon. Semakin panik Zahra dan David meminta bantuan Arjun untuk keluar dari sana.

Mengingat keadaan sudah semakin tidak memungkinkan untuk tetap tinggal di restoran, Arjun yang saat itu menjadi wali tamu mau tidak mau harus membawa para tamu ke tempat lain supaya selamat. Mengingat manager restoran Arjun, Chef Hemant (Anupam Kher), selalu mengingatkan bahwa Tamu adalah Tuhan (Guest is God) yang berarti semua pegawai harus melayani para tamu sebaik mungkin.

Selama 4 hari, seluruh tamu menjadi sandera dan terjebak di dalam hotel yang berisi para teroris bersenjata. Mampukah Arjun dan seluruh tamu untuk keluar dari Hotel Mumbai yang besarnya minta ampun itu keluar hidup-hidup? Tunggu apa lagi, streaming filmnya dan nikmati cerita juga sejarahnya. Dijamin kalian akan dibuat menganga sepanjang film! DIJAMIN.

Film ini juga masuk kedalam daftar 10 Film Teroris yang menegangkan versi Bacaterus. Disimak juga ya artikelnya!

Diambil dari Kisah Nyata

real (Copy)

Kisah ini benar-benar diambil dari kisah nyata saat kasus penyerangan kota Mumbai tahun 2008 silam. 10 orang teroris yang tergabung dalam Lashkar-e-Taiba yang bermarkas di Pakistan menyebar ke seluruh kota Mumbai, India untuk melancarkan aksinya.

Hasilnya Leopold Café, Stasiun Chhatrapati Shivaji Maharaj, Hotel Oberoi, Rumah Sakit Cama, Gedung Komunitas Yahudi Nariman House dan Taj Mahal Palace Hotel diserang.

Menurut The Guardian, total korban meninggal mencapai 174 orang termasuk 9 orang pelaku pemboman dan lebih dari 300 orang lainnya terluka. Ini menjadi serangan teroris terburuk di Mumbai setelah kasus pemboman di India pada tanggal 12 Maret 1993. Kejadian ini menginspirasi sutradara Anthony Maras untuk dijadikan film.

Adegan Mencekam Tak Ada Ampun

Suspense (Copy)

Umumnya, film India yang memang benar-benar pure film India selalu menyajikan visual yang kelewat manis. Diiringi tarian dan nyanyian khas membuat para penonton ikut senang melihat dan mendengarnya. Belum lagi adegan-adegan khas drama India, berlarian di padang rumput, saling sembunyi di pohon kelapa dan guling-guling di ilalang berbunga menambah cerita dalam film jadi makin kece.

Jauh berbeda dengan film satu ini. Serius. JAUH BERBEDA. Bukan berniat melebih-lebihkan, tapi saya pribadi dibuat capek nonton film ini karena jalan cerita yang super menegangkan. Kayaknya, sang sutradara ingin membuat semua penontonnya jantungan atau bagaimana, cerita dalam film Hotel Mumbai ini tidak ada habisnya membuat kamu deg-degan.

Suspense 3 (Copy)

Tak ada ampun, menit demi menit, kamu bakal ikut jerit-jerit dan ikutan menutup mulut saat scene tembak-tembakan, petak umpet dan lainnya tayang di hadapan kalian. Apalagi saat Sally harus sembunyi dalam lemari disaat dirinya menggendong bayi Zahra yang masih suka menangis. Padahal di depan lemari itu ada si teroris gila yang siap membunuh Sally kapan saja. Keringet dingin pokoknya.

Belum lagi saat Arjun membawa semua tamu dari restoran Shamiana ke ruang tersembunyi supaya mereka lebih aman. Bayangkan saja ada sekitar puluhan tamu yang datang termasuk tamu VIP Arjun yaitu Zahra, David dan Visili. Arjun seorang diri harus memantau keadaan di saat yang lain mengendap-endap masuk ke dalam sebuah ruangan rahasia. Di depan Arjun ada teroris yang sedang menenteng senjata pula!

Pembunuhan Masal Yang Keji

Terrorist (Copy)

Selama saya menonton film, ada dua film yang menurut saya cara membunuhnya keji. Pertama pembunuhan masal di film Ghost Ship dan satu lagi ya film Hotel Mumbai ini. Bayangkan saja, ketika teroris masuk, semua tamu dan beberapa orang lain yang berlindung dari serangan bom langsung ditembak tak pandang bulu. Peluru menancap dimana-mana. Mayat otomatis bergelimpangan.

Yang lebih keji lagi, mereka menyambangi kamar hotel Taj Mahal satu per satu! Mengaku sebagai orang dari binatu atau room-service. Ketika tamu membuka pintu, mereka langsung menghabisi nyawa mereka tanpa rasa kasihan. Mencoba menyelamatkan para tamu? Hukumannya lebih berat lagi. Peluru bisa lepas entah ke kepala atau leher yang langsung membuat orang yang tertembak tumbang seketika.

Kalian tahu? Supaya atmosfer mengerikan dalam film ini semakin nyata, sang sutradara, jarang sekali mempertemukan para pemain yang berperan sebagai teroris dengan para pemain utama selama proses reading. Ini membuat suasana syuting jadi semakin real karena para pemain utama merasa benar-benar seperti di sandera oleh orang yang tidak mereka kenal. Good Job Anthony Maras!

Karakter Mulia

Staff (Copy)

Acung Jempol! Kalau saya punya 10 jempol, saya bakal acungin semuanya. Gila! Pengabdian seluruh pegawai di Hotel Taj Mahal Palace kepada tamu disana benar-benar… Aduh apa ya bahasanya? Sumpah terharu banget.

Mereka siap jadi tameng untuk melindungi tamu-tamu yang tersisa dalam kamar. Di satu adegan, staff di resepsionis sampai menelpon semua kamar hotel untuk memperingatkan tamu supaya jangan keluar karena ada isu keamanan.

Para teroris yang tahu akan hal itu meminta sang staff menelpon kembali ke semua kamar supaya mereka membukakan pintu dengan berbohong kalau hotel sudah aman. Namun mereka tidak mau hingga ditembak mati. Dalam kejadian nyata, Chef Hemant Oberoi sampai mengijinkan siapapun yang bekerja untuk menyelamatkan diri. Kalian tahu? 70 orang pegawai memilih untuk membantu para tamu.

Arjun dan Chef Hemant mengevakuasi seluruh tamu ke dalam sebuah ruangan bernama Chambers Club. Disana, ruangan didesain memang lebih istimewa. Dipagari oleh pintu dengan kayu damar tebal membuat teroris susah untuk menembus. Namun tetap saja, teroris punya cara lain untuk membuka pintu itu. Ini membuat Chef Hemant kembali mengevakuasi tamu untuk pergi ke dapur lantai bawah dan kabur ke jalan

Polisi India

Police (Copy)

Saya masih agak heran sama satu hal ini. Entah dimanapun, kapanpun atau siapapun yang membutuhkan polisi dalam film-film India pasti berakhir tragis. Polisi selalu datang terlambat, like super-duper late! Dalam film Hotel Mumbai ini, seharusnya korban tidak perlu banyak berjatuhan. Namun karena pasukan inti dikirim dari kota lain yang lagi-lagi entah kenapa selalu ada halangan jadi tidak bisa tepat waktu.

Polisi di Mumbai tidak bisa masuk ke dalam hotel karena senjata yang dipakai oleh para teroris ini merupakan senjata baru yang tidak dimiliki oleh para polisi lokal. Sehingga, polisi lokal meminta bantuan tim khusus dari New Delhi yang jaraknya berjam-jam dari kota Mumbai. Keterlambatan itu otomatis membuat para teroris bisa leluasa menguasai hotel.

Setelah pasukan inti datang, para polisi tersebut baru bisa masuk ke dalam Hotel & menyelamatkan semua sandera setelah ada celah yang dibuka oleh Chef Hemant dan Arjun. Semua tamu yang sebelumnya di evakuasi di Chambers Club bisa diselamatkan setelah lewat dapur yang menyambung ke pintu keluar belakang. Sehingga polisi bisa masuk dan melumpuhkan para teroris yang ikut mengejar para sandera.

Oh iya, saya sempat memberikan direct messages ke salah satu pemain di Hotel Mumbai ini loh via Instagram. Waktu itu saya iseng untuk menyapa salah satu ‘teroris’ bernama Imran (Amandeep Singh) dan dijawab! Hahaha, tidak sejahat yang saya kira ternyata.

A. Singh

 

Ending yang dramatis

Zahra (Copy)

Akhir film ini sungguh dramatis. Zahra yang harus kehilangan suaminya David diselamatkan oleh tim pemadam kebakaran dan bisa bertemu kembali dengan anaknya. Thanks to Sally! Kalau bukan berkat Sally yang mau sembunyi di lemari, terkurung lagi di ruang janitor hingga dimaki sama semua tamu karena bayi Zahra menangis terus membuat teroris dengan mudah mendengarnya, bayi Zahra tidak akan selamat.

Di akhir film juga kita bisa lihat betapa leganya perasaan Chef Hemant saat melihat Arjun dan beberapa tamu hotel masih bisa diselamatkan. Chef Hemant memeluk Arjun erat sambal berderai air mata. Arjun yang merasa lega karena drama terror itu berakhir langsung kembali ke rumah menemui istrinya yang sedari 4 hari yang lalu sudah pasrah kalau Arjun sudah tiada. Mereka akhirnya berkumpul kembali.

Film Hotel Mumbai pun usai dengan end credit dimana penjelasan mengenai kejadian terror di The Taj Mahal Palace Hotel ini disampaikan dengan singkat namun lengkap. Hotel tersebut akhirnya kembali dibuka setelah 21 bulan kemudian dengan full renovasi. Upacara mengenang jasa para staff juga dilakukan untuk menghormati mereka yang gugur dalam kejadian mengerikan itu.

Sungguh, film ini benar-benar layak mendapatkan rating tinggi. Meski penayangannya harus tertunda akibat aksi terror yang terjadi di Christchurch Mosque, New Zealand, tidak membuat film ini menjadi gagal tayang. Release pada Maret 2019 silam, Hotel Mumbai menutup keuntungan sebanyak $ 21,2 juta dari penayangannya di seluruh dunia. Film ini juga mendapatkan kritik baik dari para penikmat film.

Jadi, tunggu apalagi? Ayo nonton filmnya dan rasakan ketegangannya dari menit ke menit. Engga usah olahraga, nonton ini saja sudah bikin kamu ngerasa triathlon 10 kali. SERIUS!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *