Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Film Netflix Horse Girl (2020)

Sinopsis dan Review Film Netflix Horse Girl (2020)

Ditulis oleh - Diperbaharui 18 Februari 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sarah adalah seorang wanita kurang pandai bergaul yang menyukai seni, kerajinan tangan, kuda, dan serial bergenre kriminal supranatural merasa mimpi-mimpi anehnya mulai mengganggu kehidupan nyatanya. Sebagai nominator Golden Globe, Alison Brie membintangi dan juga turut menulis naskah film ini bersama sutradara Jeff Baena.

Horse Girl adalah sebuah film independent yang menjadi original film Netflix dan dirilis pada 7 Februari 2020 setelah sebelumnya sempat ditayangkan di Sundance Film Festival pada 27 Januari 2020. Film drama psikologis ini mengusung tema dan cerita yang unik dan sulit untuk dimengerti, antara apakah karakter utamanya menderita penyakit kejiwaan atau memang berhubungan dengan alien.

Tentunya, untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus menonton film ini terlebih dahulu. Dan sebelumnya bisa simak review kami dari film yang diproduseri oleh Duplass bersaudara, Jay dan Mark, yang memang lebih banyak berkecimpung dalam produksi film independent.

Sinopsis

  • Tahun: 2020
  • Genre: Drama, Mystery, Thriller
  • Produksi: Duplass Brothers Productions
  • Sutradara: Jeff Baena
  • Pemeran: Alison Brie, Debby Ryan, Paul Reiser

Sarah adalah seorang wanita pemalu dan introvert. Kesehariannya dia isi dengan bekerja di toko kerajinan tangan, mengunjungi makam ibunya, dan melihat mantan kudanya yang sekarang sudah dimiliki orang lain. Sedangkan di rumah, dia hanya menonton serial TV bergenre kriminal supranatural sambil membuat kalung dan gelang kecil.

Di hari ulang tahunnya, dia tidak menemukan teman yang bisa diajak merayakan bersama, tetapi teman kontrakannya kemudian membuat acara dadakan untuknya di rumah dan mengundang teman dari pacarnya. Sarah kemudian menemukan teman dan rasa cinta pada diri Darren yang juga sudah lama tidak pernah memiliki hubungan dengan wanita sejak putus dari pacarnya.

Setelah malam itu, Sarah mulai dihantui oleh mimpi dan bayangan yang tidak bisa dimengerti olehnya. Dia sering berjalan sambil tidur dan menggaruk dinding rumah. Nikki, teman kontrakannya, meminta Sarah untuk memperbaiki dinding itu sebelum ketahuan pemilik rumah. Darren datang untuk mengambil mobilnya dan mengajak Sarah kencan.

Semakin hari Sarah mengalami banyak kejadian aneh. Dia mendengar suara orang berbicara padahal Nikki tidak berada di rumah, mobilnya hilang di garasi dan ternyata ditemukan di tepi jalan, dia kemudian berada di depan telepon umum di tengah malam dengan piyama terbalik, dan hidungnya juga sering mimisan. Rekan kerjanya meminta dia untuk berobat ke dokter.

Sarah mulai merasa jika dia pernah mengalami penculikan oleh alien dan merupakan kloning dari neneknya yang memang memiliki wajah yang sangat mirip dengan dirinya dan juga memiliki kebiasaan yang mulai mengganggunya saat ini. Saat kencan, Sarah mengajak Darren melihat seseorang dari jauh yang dia yakin adalah manusia kloning dan meminta menggali makam ibunya untuk mendapat DNA.

Keesokan harinya, Sarah datang ke tempat kerjanya dengan telanjang setelah keluar dari kamar mandi. Setelahnya dia dirujuk ke rumah sakit jiwa dan bertemu dengan wanita yang pernah dia temui di dalam mimpi dan ternyata memiliki mimpi yang sama. Mereka berdua yakin jika mereka adalah korban penculikan alien.

Sarah kemudian dinyatakan bebas setelah 72 jam pemeriksaan. Kemudian dia melakukan apa yang menjadi kesimpulan menurutnya, yaitu memakai gaun milik neneknya, mencuri mantan kuda kesayangannya, dan kemudian berjalan ke tanah lapang dimana disana dia diangkat ke langit oleh UFO.

Penyakit Kejiwaan Karena Keturunan

Horse Girl (2020)

Horse Girl pada awalnya tampil sebagai sebuah drama psikologis yang memaparkan sekelumit penyakit kejiwaan yang diderita oleh Sarah yang juga merupakan keturunan, karena ibu dan neneknya memiliki penyakit yang sama. Meski sekilas, Sarah bercerita tentang apa yang pernah dialami oleh neneknya hingga meninggal sebagai gelandangan dan juga yang diderita ibunya hingga tewas bunuh diri.

Tentu saja tekanan mental seperti ini mempengaruhi karakter seseorang. Diceritakan Sarah adalah wanita yang introvert. Meski dia baik dan ramah, tetapi dia sulit untuk bergaul sebagaimana teman-teman lainnya. Bahkan orang lain merasa terganggu dengan kehadirannya, salah satunya adalah pemilik istal kuda yang memelihara mantan kuda kesayangannya, Willow.

Saat kejadian demi kejadian aneh mulai sering terjadi, kebiasaan berjalan sambil tidur, atau biasa disebut sleepwalking, semakin parah. Jika biasanya dia hanya berjalan di dalam rumah saja, maka setelah malam ulang tahunnya itu, dia sering menemukan dirinya berada di luar rumah, bahkan di pinggir jalan. Saat dia kehilangan mobil, ternyata dia meninggalkan mobilnya di tepi jalan dan dia tidak ingat kejadian itu.

Dengan semua peristiwa ini, hingga pertengahan film kita dibuat langsung menduga jika Sarah memiliki penyakit kejiwaan yang sama yang pernah diderita ibu dan neneknya. Suntikan tema sci-fi mulai bereaksi ketika dia menonton salah satu episode serial TV kesukaannya yang bercerita tentang manusia kloning. Dia mencoba menghubungkan dengan mimpi-mimpi yang selama ini dia alami.

Pelintiran Cerita yang Membingungkan

Pelintiran Cerita yang Membingungkan

Mulai dari sini, kita sebagai penonton akan sulit memilah antara fantasi dan realita, dan mulai teracuni dengan tema alien yang semakin intens dihembuskan oleh Sarah kepada orang-orang di rumah sakit jiwa. Kemudian Sarah mengambil kesimpulan jika dia adalah neneknya yang menempuh perjalanan waktu karena pernah diculik oleh alien yang bisa saja mengkloning dirinya.

Yang menjadi masalah di film ini adalah kedua tema ini dibenturkan dan kita tidak diberikan kepastian yang jelas tentangnya. Semua serba tanggung dan masih menyimpan misteri dan juga lubang dalam ceritanya. Seolah-olah penulis naskah membenarkan kedua tema ini, yaitu Sarah memang memiliki gangguan jiwa dan juga pernah diculik oleh alien.

Performa Penuh Komitmen dari Alison Brie

Performa Penuh Komitmen dari Alison Brie

Alison Brie memegang peranan penting dari film Horse Girl ini. Meski naskah yang ditulisnya tidak memberikan solusi yang memuaskan juga tidak bisa menjabarkan dengan baik tema yang diusung, tapi performa aktingnya sangat baik dan mampu mengisi lubang-lubang kelemahan dari film ini. Bisa dibilang, kualitas aktingnya sangat cemerlang disini dan bisa dimasukkan sebagai salah satu performa terbaiknya.

Dalam filmography-nya, aktris cantik ini memang lebih banyak berkutat di perfilman independent, seperti di Sleeping with Other People (2015) dan The Little Hours (2017), yang memang memiliki cerita yang tidak biasa dan penuh dengan visualisasi yang tidak pernah kita dapatkan dari film-film mainstream. Dua elemen utama film indie ini dimaksimalkan di dalam Horse Girl.

Ada satu rangkaian adegan yang sangat mencengangkan dan juga bisa membuat pusing karena visualisasi yang cukup rumit, unik, dan aneh. Tentu saja, kita menduga bahwa rangkaian adegan ini hanyalah penggambaran fantasi dari alam pikiran Sarah yang penuh dengan hal-hal yang sulit untuk dijelaskan, meski banyak petunjuk yang ditampilkan, tetap saja kita tidak akan bisa mengerti maknanya.

Komitmen penuh dari Alison Brie dalam membawakan karakternya di film ini patut diacungi jempol. Brie mampu menampilkan kepolosan orang pemalu, kecanggungan seorang introvert, dan kebingungan seorang yang mengalami gangguan psikologis. Semua ditampilkan olehnya dengan sangat baik dan believable. Kesan percaya diri di akhir film pun terlihat sangat nyata.

Horse Girl memang sebuah drama yang tidak biasa, terutama dengan benturan tema yang tidak bisa dijabarkan dengan baik. Sudah pasti kita akan mengernyitkan dahi sepanjang menonton film ini, dan berakhir sedikit kecewa ketika jawaban yang diberikan tidaklah sesuai dengan harapan kita. Tapi meski begitu, film ini tetap pantas ditonton terlebih karena akting cemerlang dari Alison Brie.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *