Sinopsis & Review The Toll, Tiket Masuk & Keluar Dunia Mistis

Ditulis oleh Gerryaldo
The Toll
2.5
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Kalau melihat judulnya sudah agak ngeri ya? Tiket masuk dan keluar dunia mistis. Eits, tapi ini benar loh. Filmnya memang benar-benar menceritakan tentang masuknya dua orang yang tak sengaja bertemu ‘portal’ hidup dan mati.

Cerita semacam ini baru sih untuk saya. Biasanya kan film horror pasti dibalut kesurupan, aktivitas paranormal dan semacamnya. Namun kali ini saya disuguhkan cerita baru oleh sang sutradara, Michael Nader.

Portal yang saya sebutkan tadi adalah sebuah dimensi dimana kalian bisa melihat orang lain namun tidak dapat menyentuhnya. Berlaku sebaliknya. Mereka yang terperangkap di portal tersebut harus membayar untuk keluar dari sana, bukan uang, bukan hal berharga yang ‘mereka’ minta. Namun nyawa dan darah. Bagaimana kelanjutannya?

Sinopsis

The Toll_Poster (Copy)

Cami (Jordan Hayes) merupakan seorang gadis yang baru saja tiba di sebuah kota kecil pada pukul 1 malam. Ia lelah dan ingin segera pulang bertemu dengan Ayahnya, alasan mengapa ia ada di kota kecil tersebut. Beruntung ada sebuah taksi online yang mau mengantarkan dirinya ke tujuan yang sama sekali asing, di antah berantah.

Supir taksi online itu bernama Spencer (Max Topplin). Sepanjang jalan, Spencer selalu menanyakan hal-hal basi hingga hal privasi seperti dimana Ayahnya tinggal atau pekerjaan Ayahnya yang membuat Cami tidak nyaman. Cami lantas beranggapan bahwa Spencer adalah orang yang patut diwaspadai.

Beberapa jam perjalanan, 20 menit terakhir sebelum tiba di tujuan, mobil Spencer berbelok ke kiri mengikuti arah GPS, meski sebenarnya, jalan yang selalu Cami lewati adalah jalur sebelah kanan. Karena cukup bukti, Cami akhirnya menurut dengan alasan Spencer yang mengatakan jalur GPS lebih cepat.

Belum sampai 5 menit berkelok, mobil Spencer tiba-tiba padam. Ponselnya tiba-tiba tidak bisa difungsikan layaknya ponsel yang lowbat. Cami mulai panik. Bagaimana tidak? Cami wanita sendirian bersama pengemudi yang tak ia kenal ada di sebuah hutan belantara dan jalan terpencil. Belum lagi ditambah ponsel yang sama sekali tidak hidup dan mobil yang mati

Spencer dan Cami akhirnya beradu argumen. Cami menuduh Spencer membawanya ke tempat yang asing supaya bisa macam-macam dengannya. Spencer yang mendengar hal tersebut ngamuk.

Ia mengatakan kalau saja Cami tidak memintanya untuk diantar ke tempat antah berantah, mungkin semuanya tidak jadi serumit ini. Mereka beradu mulut sampai akhirnya Cami meminta untuk menurunkan semua barangnya lantas jalan kaki kembali.

Tidak mau debat panjang lagi, Cami pergi dan Spencer tinggal menunggu mobil. Anehnya, saat Cami kembali; ada beberapa tanda peringatan bahwa jalan yang baru saja ia dan Spencer lewati ternyata ditutup.

Semakin lama ia berjalan, ada seperti seseorang yang mengawasi Cami. Cami takut bukan main dan berlari meninggalkan barangnya. Bak benang kusut, Cami shock bukan main setelah ia berhasil keluar dari hutan, ia kembali di trek tempat mobil Spencer berada.

Spencer bingung bagaimana bisa Cami pergi ke arah selatan namun muncul kembali di depan Spencer seperti memutar arah. Cami menceritakan semua dan Spencer mencoba apa yang baru saja Cami lakukan; mencari bantuan dengan berjalan kaki. Sudah lama berjalan, nasib Spencer sama dengan Cami; ia kembali ke jalan tempat mobilnya berhenti.

Saat dalam kebingungan, ada seorang wanita paruh baya bernama Lorraine (Rosemary Dunsmore) sedang mengendarai truk bajak. Cami dan Spencer lantas meminta bantuan padanya sekaligus menceritakan apa yang terjadi. Lorraine terkejut bukan main. Ia langsung mengetahui bahwa Cami dan Spencer masuk ke dalam portal hidup dan mati.

Lorraine mengatakan bahwa untuk keluar dari sana, harus ada nyawa dan darah yang dibayar. Akan percuma memanggil polisi untuk ke tempat Cami dan Spencer, karena polisi tidak akan bisa menemukan mereka. Alasan kenapa Lorraine bisa menemui dan melihat Cami dan Spencer karena dulu ia pernah ada di posisi mereka. Bertemu dengan Toll Man.

Cami dan Spencer semakin bingung. Namun rasa bingungnya terhadap perkataan Lorraine menjadi sangat jelas ketika ada tanda-tanda yang diberikan oleh Toll Man. Mulai dari tulisan di kaca mobil, khayalan, bayangan terhadap orang-orang yang dikenal mereka berdua yang mulai menyerang, bahkan pikiran mengenai baik Cami dan Spencer harus sama-sama berkelahi satu sama lain.

Cami dan Spencer setuju bahwa apapun yang mereka lihat merupakan jebakan yang diberikan oleh Toll Man; supaya mereka saling bunuh dan nyawa juga darah bisa Toll Man dapatkan.

Aksi Cami dan Spencer untuk ‘bersembunyi’ dari Toll Man dilakukan sepanjang malam. Cami sempat terkecoh ketika melihat Ayahnya yang dibunuh di depan matanya, dan Spencer yang melihat Ibunya menyiksa dirinya saat kecil.

Sudah mulai kelelahan, Cami dan Spencer kembali ke mobil dan menutup semua jendela dengan plastik supaya tidak terlihat oleh Toll Man. Saat ingin memutuskan langkah selanjutnya, tiba-tiba Spencer menyerang Cami.

Ini disebabkan, salah satu dari mereka harus mati untuk membayar harga guna bisa keluar dari portal. Cami terkejut bukan main dan mencoba melarikan diri. Namun Cami berhasil dipanah oleh Spencer.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram