bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Frozen (2013), Film Disney yang Beda

Ditulis oleh Syuri - Diperbaharui 12 September 2021

Bukan film Disney namanya kalau tidak ada lagunya! Yup, film Frozen ini diiringi oleh lagu-lagu yang easy listening, bahkan orang dewasa pun akan tak sadar ikut berdendang saat menonton filmnya.

Sebenarnya Frozen bukan cerita orisinil Disney, melainkan berdasarkan buku The Snow Queen karya Hans Christian Andersen yang kemudian diangkat menjadi film animasi. Walau bagaimanapun, tokoh Elsa dan Anna tentu menjadi bagian dari jajaran Princess Disney.

Film ini menceritakan tentang seorang princess yang memiliki kekuatan untuk menciptakan dan mengontrol es, dan adiknya yang tidak memiliki kekuatan apa-apa tapi berhati hangat yang bisa meluluhkan es di hati kakaknya. Simak sinopsis dan ulasan selengkapnya untuk film Frozen bersama Bacaterus di bawah ini.

Sinopsis

Sinopsis & Review Frozen (2013), Film Disney yang Beda 1
  • Tahun rilis: 2013
  • Genre: Computer-animated Cartoon, Musical, Fantasy, Adventure, Comedy
  • Produksi: Walt Disney Pictures, Walt Disney Animation Studios
  • Sutradara: Chris Buck, Jennifer Lee
  • Pemeran: Kristen Bell, Idina Menzel, Jonathan Groff, Josh Gad, Santino Fontana

Film Princess Disney kali ini mengisahkan tentang Putri Elsa. Di Arendelle, ia satu-satunya orang yang memiliki kekuatan sihir sejak lahir. Sihir itu memberi Elsa kekuatan untuk membuat es dan salju. Tak ada satu pun orang yang mengetahui tentang kekuatan spesial Elsa kecuali keluarga kecilnya saja, yaitu Raja, Ratu, dan adik Elsa yang bernama Anna.

Elsa dan Anna yang masih kecil sangatlah akrab. Mereka sering bermain salju di dalam istana, salju buatan Elsa. Namun, suatu hari, sihir Elsa tidak sengaja mengenai kepala Anna dan itu membuat adiknya tak sadarkan diri seketika. Satu helai rambut Anna juga berubah putih seakan-akan membeku. Raja dan Ratu pun membawa kedua anaknya ke koloni Troll.

Di sana, mereka meminta tolong pada Grand Pabbie, pemimpin para Troll. Ia bisa menyembuhkan Anna karena sihirnya hanya mengenai kepala, jadi lebih mudah 'dilupakan'.

Sedangkan jika sudah mengenai hati, itulah yang fatal, karena bisa menyebabkan kehilangan nyawa. Grand Pabbie pun membuat ingatan Anna menghilang tentang kekuatan Elsa. Ia juga meminta Elsa untuk mengendalikan kekuatannya.

Raja dan Ratu pun langsung melakukan lockdown. Tak ada negara mana pun atau orang dari luar yang bisa masuk ke Arendelle. Istana ditutup hanya untuk Raja, Ratu, dan para putri saja.

Lalu, Elsa yang merasa bersalah dan ketakutan pun menjauh dari Anna demi keselamatan sang adik. Sedangkan Anna yang kehilangan ingatan tentang kekuatan Elsa bingung kenapa kakaknya tiba-tiba menjaga jarak dengannya.

Elsa dan Anna pun tumbuh remaja dengan hubungan yang masih renggang satu sama lain. Tiba-tiba saja mereka mendapat kabar kalau orang tua mereka meninggal di perjalanan karena kapal mereka tenggelam saat badai laut. Walau begitu, Elsa tetap tidak meraih adiknya dan mereka seakan tumbuh masing-masing, padahal tinggal di istana yang sama.

Pada ulang tahunnya yang ke-21, Elsa akan dinobatkan menjadi Ratu baru Arendelle. Hari itu menjadi hari yang sangat spesial karena selain coronation day Elsa, gerbang istana akan dibuka kembali setelah bertahun-tahun lamanya, tamu-tamu kerjaan dari berbagai negara pun diperbolehkan untuk datang.

Elsa sebenarnya masih ketakutan. Selama ini ia tidak pernah diajari bagaimana mengontrol kekuatannya, ia hanya diminta untuk menyembunyikannya oleh orang-orang yang ia kenal. Bagaimana jika semua orang tahu dan jadi takut pada dirinya? Dan, benar saja, hal buruk terjadi saat istana berpesta.

Putri Anna yang sangat desperate akan cinta karena ia ditinggalkan oleh ayah, ibu, dan kakaknya langsung jatuh cinta saat pandangan pertama pada Pangeran Hans dari Southern Isles yang baik hati dan juga tampan.

Dan, seperti pola Princess Disney pada umumnya, Anna ingin segera menikah dengan Hans. Namun, Elsa tidak menyetujuinya dengan dialognya yang ikonik, "You can't marry a man you just met.".

Anna kecewa karena ia benar-benar ingin bersama dengan Hans. Tidak mau terkurung lagi dan kehilangan cintanya, Anna pun melepaskan kekecewaannya pada Elsa di tengah pesta dan membuat semua orang memperhatikan mereka. Elsa panik dan meminta semua orang untuk pulang termasuk Hans juga, dan pintu gerbang istana akan ditutup kembali.

Ketika Anna hendak memegang tangan Elsa, sarung tangan sang Ratu lepas dan itu membuatnya tidak sengaja melepaskan kekuatannya. Di situlah pertama kali Elsa melakukan sihirnya di hadapan semua orang.

Duke of Weselton yang licik memprovokasi rakyat kalau Elsa adalah monster. Itu membuat rakyatnya takut, dan Elsa juga takut, sehingga Elsa pun kabur dari Arendelle.

Elsa berlari hingga ke danau, namun Anna masih mengejarnya. Kini Anna paham kenapa Elsa menjauh dan mengasingkan diri, juga kenapa istana Arendelle ditutup dari orang umum.

Anna ingin berbicara tapi Elsa belum siap karena ia takut dianggap monster. Elsa pun nekat menginjakkan kakinya ke danau, dan ternyata ia bisa berdiri di atas air karena airnya berubah jadi es berkat kekuatannya.

Elsa pun terus melarikan diri ke arah Gunung Utara. Walau sendirian, Elsa menyadari kalau justru ia bisa menjadi dirinya sendiri, tidak perlu menahan kekuatan yang ada di dalam dirinya, tidak perlu khawatir kekuatannya akan melukai orang lain.

Ia pun membangun istana es dan tinggal di sana seorang diri. Tanpa ia ketahui, kekuatan magic-nya di danau membuat Arendelle tertutup dalam musim dingin abadi.

Untuk mencari kakaknya dan mengakhiri musim dingin abadi, Anna pun nekat mengejar Elsa seorang diri. Ia membuat Hans menjadi pemegang komando sementara di Arendelle. Namun, apa yang seorang putri kikuk bisa lakukan di luar sana sendirian? Ia belum pernah keluar istana, terutama seorang diri, dan harus menemukan kakaknya yang entah ada di mana.

Anna sempat terjatuh dan kudanya kabur kembali ke istana, meninggalkan sang putri di alam liar. Dalam keadaan kedinginan, Anna menemukan toko persediaan musim dingin.

Ia hendak membeli peralatan 'pertempuran' untuk mencari Elsa di cuaca dingin yang ekstrim itu, tapi ia malah bertemu dengan Kristoff, seorang pemotong es. Kristoff selalu ke mana-mana dengan rusa kutubnya, Sven.

Anna pun meminta Kristoff juga Sven untuk mengantarkannya ke area pegunungan. Awalnya mereka berdua tidak mau, tapi akhirnya setuju juga dan membawa sang putri dengan kereta es mereka.

Karena bertemu gerombolan serigala, kereta es mereka hancur dan mereka meneruskan petualangan dengan berjalan kaki. Setelah itu, mereka bertemu dengan Olaf, manusia salju yang bisa berbicara.

Olaf yang polos dan ceria dengan berbaik hati akan memberi tahu jalan ke istana baru Elsa. Di sisi lain, kuda Anna kembali ke Arendelle dengan selamat. Tapi, karena tidak kembali dengan Anna, Hans pun pergi bersama beberapa sukarelawan untuk mencari Anna juga Elsa. Duke of Weselton menyuruh dua pelayannya ikut dengan misi rahasia, yaitu membunuh Elsa.

Akhirnya Anna, Kristoff, Sven, dan Olaf tiba di istana es. Tapi, Anna bersikeras untuk berbicara dengan Elsa sendirian saja. Awalnya percakapan mereka baik-baik saja, namun setelah Anna memberitahu Elsa apa yang terjadi dengan Arendelle, Elsa kalut lagi.

Ia tidak tahu bagaimana cara membatalkan sihirnya. Karena Anna terus membujuknya, Elsa pun panik dan kekuatannya tidak terkendali lagi.

Saat itu pula, sihirnya tidak sengaja mengenai Anna tepat di hatinya dan membuat hati Anna 'beku' seperti yang pernah Grand Pabbie takutkan dulu. Naun, baik Elsa dan Anna tidak menyadari hal tersebut. Elsa pun membuat monster salju bernama Marshmallow agar Anna, Kristoff, dan Olaf mau pergi meninggalkannya sendiri lagi.

Dalam perjalanan kembali ke istana Arendelle, Kristoff menyadari ada yang salah dengan Anna dan mengajaknya ke bukit penuh batu yang merupakan koloni troll.

Ternyata Kristoff dan Sven 'diangkat' menjadi keluarga oleh para troll tersebut. Mereka pun mengetahui tentang hati Anna yang akan membeku dari Grand Pabbie. Salah satunya cara untuk mematahkan sihir hanyalah 'true loves act'.

Tentu Anna dan Kristoff langsung terpikirkan Hans. Mereka pun segera pulang ke istana Arendelle agar Anna bisa mendapatkan ciuman cinta sejatinya. Sementara itu, Hans dan para volunteer dari Arendelle tiba di istana Elsa. Mereka dapat menaklukkan si monster es Marshmallow dan membawa Elsa ke Arendelle untuk dipenjarakan.

Hans tiba terlebih dahulu daripada Anna. Jadi, setibanya Anna dalam keadaan hampir 'beku', Hans sudah ada di istana. Namun, bukannya segera memberikan kekasihnya ciuman cinta sejati, Hans malah menghindarinya.

Hans pun mengungkapkan rencana jahatnya sejak awal. Karena ia merupakan anak bungsu dari 13 bersaudara, tentu ia tidak akan mendapatkan bagian apa-apa dari negaranya, meskipun ia pangeran.

Untuk itu, Hans sebenarnya berencana mendekati Elsa, membuatnya setuju untuk menikah, lalu membunuh Elsa. Akan tetapi, Anna yang polos dan haus akan cinta muncul dan mempermudah rencana Hans. Hans pun mematikan semua sumber api juga mengunci pintu di mana Anna berada, sehingga sang putri semakin kedinginan dan tak ada yang bisa menemukan Anna.

Hans pun berpura-pura sedih dan menghampiri para petinggi dari beberapa negara, mengatakan kalau Anna telah meninggal dunia karena sihir Elsa. Ia juga menambahkan kalau Anna telah memberikan semua kekuasaan Arendelle ke tangannya.

Perintah utamanya sebagai raja baru Arendelle adalah untuk mengeksekusi sang ratu, Elsa. Namun, rupanya Elsa berhasil melarikan diri dari penjara.

Saat kondisi Anna sedang kritis, Olaf datang ke kamar di mana Anna berada. Entah bagaimana si manusia salju kecil itu berhasil menemukan Anna dari ratusan kamar di istana.

Olaf tadinya tidak mengerti kenapa Anna belum sembuh, lalu Anna menjawab karena Hans ternyata bukan cinta sejatinya. Melihat Anna yang kedinginan, Olaf pun menyalakan perapian, tidak peduli bahwa jika ia sendiri akan meleleh karenanya.

Tapi, kemudian mereka sadar kalau cinta Anna adalah Kristoff yang selama ini ada, berjuang bersama Anna dalam segala situasi. Olaf pun menuntun Anna keluar istana untuk menemukan Kristoff.

Anna dan Kristoff sebenarnya sudah saling melihat, tapi Anna tidak berlari ke kepadanya melainkan berbalik arah. Karena, di saat yang bersamaan, Hans sedang memegang pedang, hendak menghunuskannya pada Elsa.

Anna tahu waktunya tinggal sedikit, tapi ia tidak ingin kakaknya tercinta kenapa-napa. Ia pun menjadi tameng di antara Hans dan Elsa. Tepat saat pedang mengenai Anna, sang putri berubah menjadi es dan pedang Hans pun hancur.

Badai salju terhenti karena Elsa marah, Hans terpental entah ke mana bersama pedangnya. Elsa kalut ketika melihat adik semata wayangnya kini telah tiada.

Akan tetapi, tiba-tiba saja Anna berubah menjadi manusia lagi. Rupanya, cinta sejati telah melelehkan es yang berada di hatinya. Cinta sejati itu adalah rasa sayang Anna dan Elsa.

Walau kakak beradik itu sempat renggang selama beberapa tahun silam, tetap tidak melunturkan kasih sayang diantara mereka. Anna yang rela mati demi kakaknya itulah yang mematahkan sihir Elsa.

Elsa pun tahu bagaimana cara membatalkan musim dingin abadi. Ia juga mengerti bagaimana cara mengendalikan kekuatannya. Semua itu dengan cinta.

Akhirnya Arendelle kembali seperti sedia kala, Hans dikembalikan ke negaranya untuk diadili, Duke of Weselton tidak dapat berniaga lagi dengan Arendelle, dan Olaf mendapatkan awan saljunya sendiri sehingga ia tidak akan meleleh sepanjang musim.

Anna dan Kristoff memulai hubungan baru dari awal, hubungan yang lebih sehat dengan mengenal satu sama lain terlebih dahulu. Kemudian Elsa menjadi ratu yang disukai oleh rakyatnya, diterima apa adanya dengan kekuatan esnya. Elsa dan Anna kembali dekat dan berjanji untuk tidak menutup gerbang istana lagi. Karakter jahat diadili, everyone's happy!

Animasi 3D yang Sangat Mewah

Sinopsis & Review Frozen (2013), Film Disney yang Beda 3

Frozen, adalah film musikal Disney yang sangat memukau. Dengan visual animasi 3D dan 2D, Frozen bisa dibilang film princess Disney yang paling detail pada ornamen estetikanya.

Contohnya, untuk menganimasikan rambut Elsa saja, Disney menggambar ratusan ribu helai rambut. Lalu, agar gerakan rambut Elsa mirip seperti manusia, Disney membuat simulasi rambut berbasis fisik menghasilkan yang sangat natural.

Kisah Persaudaraan yang Begitu Erat

Sinopsis & Review Frozen (2013), Film Disney yang Beda 5

Berbeda dari kebanyakan princess Disney yang merupakan anak tunggal di setiap film, atau menjadi putri tungal dalam artian tidak ada putri-putri lainnya, Frozen memberikan dua princess sekaligus.

Memang, ada Ariel (The Little Mermaid) dan Merida (Disney Pixar Brave) yang memiliki kakak-adik, tapi mereka bukan prince maupun princess Disney (tidak diceritakan secara detail dalam film).

Sedangkan Frozen mengisahkan perjalanan dua putri yang sama pentingnya di dalam film ini, sehingga keduanya termasuk dalam Disney's Princesses. Dan, ya, film Frozen ini menceritakan betapa dekatnya putri Anna dan putri Elsa. Jalan ceritanya pun sangat relate dengan kehidupan nyata, ada misunderstanding, ada cara keluar dari masalah.

Dari awal film diputar pun saya yakin film Disney kali ini akan berbeda, terutama ketika Elsa menolak memberi restu pada Anna dan Hans. Elsa berpikir kita tidak bisa menikah dengan seseorang yang baru saja kita temui. Dan, benar saja, ternyata Hans memiliki rencana jahat, bukan?

Mirip dengan beberapa princess pemberani lainnya seperti Moana dan Merida, Elsa juga berakhir tanpa pangeran. Cerita film Frozen ini sangat bagus, lebih berfokus pada women's empowerment dan hubungan antar saudara.

Saya pikir Frozen merupakan film Disney yang paling 'aman' untuk ditonton anak-anak, terutama anak perempuan, karena mereka tidak akan terdoktrin untuk menunggu pangerannya suatu saat nanti datang menyelamatkannya. Jadi, para penonton film Frozen pun dapat belajar untuk stand up for themselves.

Lagu yang Ear Catchy

Sinopsis & Review Frozen (2013), Film Disney yang Beda 7

Setiap film Disney adalah film musikal, tentu kita tak hanya menonton jalan ceritanya tapi juga disuguhkan performa yang menakjubkan dari para karakternya ketika menyanyikan isi hati mereka. Tak ayal dengan Frozen, film ini memiliki banyak lagu yang enak. Ah, tidak, semua lagunya enak didengar dan mudah diikuti bahkan oleh anak-anak.

Tapi, tidak hanya anak kecil saja, orang dewasa juga banyak yang menyukai OST Frozen. Beberapa lagunya sampai banyak di-cover oleh orang dewasa, seperti Let It Go dan Love Is An Open Door.

Ada lagu-lagu yang ikonik banget juga seperti Do You Want To Build A Snowman, For The First Time And Forever, dan In Summer. Tapi, saya pikir nuansa fairytale dari lagu-lagu Frozen agak kurang, ya, karena semuanya lebih ke arah pop.

Disukai Segala Usia dan Gender

Sinopsis & Review Frozen (2013), Film Disney yang Beda 9

Yup, bukan cuma anak-anak saja yang menyukai film Frozen, tapi dari berbagai kalangan. Mau orang dewasa, remaja, perempuan, bahkan laki-laki juga banyak yang menikmati film Disney's princess yang satu ini. Walau mungkin pada awalnya hanya karena ingin menemani anak, keponakan, atau adik menontonnya, pasti bakal menikmati juga filmnya, deh.

Mungkin ini taktik dari Disney juga, ya, menyuguhkan karakter putri yang tidak monoton dan jalan cerita yang unik, dan visual yang berkelas. Disney juga mengubah judul filmnya menjadi lebih universal.

Alih-alih menggunakan Ice Princess, Disney memilih kata Frozen. Alih-alih Rapunzel, Disney memberi judul Tangled. Simpel, tapi sangat efektif untuk menarik penonton dari berbagai usia dan gender.

Ending Berbeda dari Film Disney Zaman Dulu

Sinopsis & Review Frozen (2013), Film Disney yang Beda 11

Rata-rata film Disney's Princess jadoel pasti membuat para putrinya berakhir dengan pangeran yang 'menolong' mereka. Saya pikir itu pemikiran yang ketinggalan zaman.

Saya sangat bersyukur ada film anak-anak seperti Frozen ini yang lebih memusatkan hubungan antar keluarga dan sang princess-nya pun tidak butuh diselamatkan oleh pangeran, tapi bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Character Development

Sinopsis & Review Frozen (2013), Film Disney yang Beda 13

Semua karakter mengalami pengembangan yang baik di film ini. Elsa, Anna, Sven, Olav, bahkan mungkin Hans juga. Tapi, tentu kita lebih berfokus pada Elsa. Sebenarnya tokoh utama film Frozen adalah Anna, tapi karakter Elsa merupakan show stopper yang hebat.

Elsa yang masih sangat kecil diminta untuk conceal, don't feel, don't let them know. Tentu ia menjadi ketakutan dan trauma, dong. Simpel banget sih jawabannya sebenarnya, seharusnya Elsa itu dibimbing, ditemani, dikuatkan, dibuat merasa kalau dirinya itu normal.

Orang-orang di sekitarnya juga seharusnya diberi edukasi tentang kekuatan Elsa, sehingga tidak akan berkembang jadi hal negatif kalau semua itu dilakukan sejak awal. Intinya ada pembelajaran yang bisa penonton ambil dari cerita ini. Betul begitu, kan?

Masih Menjadi Film Disney Paling Kuat Pengaruhnya

Misteri Cerita Awal Film Frozen Misteri Kartun Frozen

Sampai sekarang, kamu masih sering melihat anak-anak juga orang dewasa dress up menjadi karakter-karakter Frozen saat pesta ulang tahun atau Halloween. Orang-orang juga masih menyanyikan atau cover lagu-lagu dalam film ini, hingga meng-upload makeup dan hairdo ala-ala karakternya.

Merch Frozen juga masih banyak diminati banyak orang, sampai banyak barang KW-nya juga! Padahal, setelah Frozen kan Disney telah merilis film putri lainnya. Jadi, kayaknya pantas kalau saya mengatakan Princess Elsa dan Anna adalah dua putri dari Disney yang paling kuat pengaruhnya.

Frozen adalah film animasi musikal dari Disney yang mengikuti formula 'lama'. Ada istana, ada putri, ada orang tua yang meninggal, ada pangeran, ada yang jahat, ada kekuatan magical, dan ada musik!

Dipadu dengan visual yang menarik, dialog yang bagus dan lucu, lagu-lagu yang mudah diingat, semuanya membangun satu cerita yang padat. Untuk itu, saya memberikan rating 4.3 untuk film Frozen ini. Bagaimana pendapatmu tentang filmnya?

Frozen
Rating: 
4.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram