bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Frozen 2, Petualangan Baru Elsa dan Anna

Ditulis oleh Syuri - Diperbaharui 25 Juni 2021

Frozen II adalah film animasi fantasi musikal dari Walt Disney Animation Studios, terusan dari angsuran sebelumnya yaitu Frozen yang rilis pada tahun 2013. Semua jajaran mulai dari sutradara, produser, penulis lagu, dan komposer, hingga penulis skenario dan pemeran suaranya semua paralel seperti film pertamanya.

Ceritanya adalah tiga tahun setelah film pertama. Kini, Elsa, Anna, Kristoff, Olaf, dan juga si rusa Sven melakukan petualangan baru.

Dimulai karena Elsa mendengar suara misterius yang memanggilnya, kini semuanya pergi meninggalkan Arendelle untuk menemukan jawaban dari semua kegundahan Elsa akan suara-suara itu. Berikut sinopsis dan ulasan lengkapnya dari Bacaterus!

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Fantasy, Musical, Computer-animated Cartoon
  • Produksi: Walt Disney Animation Studios
  • Sutradara: Chris Buck, Jennifer Lee
  • Pemeran: Kristen Bell, Idina Menzel, Josh Gad, Jonathan Groff

Masih dengan Kristen Bell sebagai pengisi suara Anna dan Idina Menzel sebagai dubber Elsa, Frozen 2 mengisahkan tentang Elsa yang telah menjadi Ratu Arendelle selama beberapa tahun ke belakang. Namun, cerita dibuka dengan Raja Agnarr (ayah Anna dan Elsa) dan Iduna (ibu mereka) yang sedang mendongengkan sebuah kisah nyata pada kedua putrinya yang masih kecil.

Dulu, Raja Runeard, raja Arendelle sebelum ayah Anna dan Elsa alias kakek mereka berdua, membuat perjanjian dengan suku tetangga yang bernama Northuldra. Perjanjian itu berisi perdamaian dan juga pembangunan bendungan di tanah mereka, yaitu Enchanted Forest (Hutan Ajaib). Namun, terjadi perkelahian yang menyebabkan sang raja meninggal dunia.

Karena pertempuran tersebut, Roh Unsur Hutan (bumi, api, air, dan udara) murka. Semua roh menghilang dan muncul lah dinding kabut dan menjebak semua orang di Enchanted Forest. Sedangkan Agnarr yang saat itu masih menjadi pangeran dapat lolos berkat bantuan penyelamat misterius.

Waktu kembali ke masa sekarang, di mana sudah 3 tahun setelah penobatan Elsa sebagai Ratu Arendelle. Saat itu sedang musim gugur ketika Elsa mulai terganggu oleh suara-suara misterius yang seakan memanggilnya.

Di sisi lain, hubungan Anna dan Kristoff sudah semakin serius, tapi Kristoff selalu kehilangan kesempatan untuk melamar Anna karena kekasihnya itu kebingungan dengan kondisi Elsa.

Suatu hari, Elsa mengikuti arah suara itu tanpa ia sadari, dan itu membangunkan Roh Unsur yang telah lama hilang. Roh-roh itu jadi mengganggu Arendelle, sehingga warga pun harus mengungsi. Kalian tidak lupa dengan koloni Troll dan Grand Pabbie, kan? Mereka masih ada di sekuel ini.

Grand Pabbie nampaknya tahu segala hal yang berkaitan dengan Arendelle. Ia memberi tahu Elsa untuk memperbaiki keadaan agar dapat kembali normal. Caranya adalah dengan menemukan kebenaran akan masa lalu Arendelle. Bersama Anna, Kristoff, Olaf, dan Sven, Elsa pun mulai melakukan pencarian.

Mereka tiba di Hutan Ajaib, di mana Roh Angin membentuk tornado, menyedot semuanya ke dalam pusaran angin. Elsa dapat menyelamatkan mereka semua dengan kekuatannya.

Setelah badai hilang, mereka menemukan sebuah patung pahatan yang ternyata merupakan ayah dan ibu mereka dari masa lalu! Ternyata, ibu mereka adalah seorang Northuldra dan ia juga yang menyelamatkan ayah mereka dulu saat terjadi pertempuran.

Elsa dan yang lainnya bertemu dengan kaum Northuldra sekaligus pasukan tentara Arendelle yang terjebak di sana. Ternyata, baik kedua pihak masih bersitegang hingga kini, walau sudah berbelas-belas tahun berlalu.

Tiba-tiba Roh Api muncul di antara mereka, Elsa melihat perwujudan Roh Api tersebut berubah menjadi salamander magis yang terlihat gelisah. Namun, tak sulit untuk Elsa menenangkannya.

Selanjutnya, Elsa dan Anna menjelaskan kalau mereka adalah bagian dari kedua tempat ini, karena ayah mereka seorang Arendelle dan ibu mereka seorang Northuldran. Informasi itu membuat kedua belah pihak melakukan genjatan senjata. Di sana, Elsa diberitahu tentang keberadaan kelima Roh yang menyatukan manusia dengan keajaiban alam.

Elsa pun berusaha menjinakkan roh-roh lainnya yang masih marah karena kejadian dulu. Elsa, Anna, dan Olaf melakukan perjalanan ke utara Northuldra sementara Kristoff dan Sven menunggu bersama warga lainnya.

Tim Elsa, Anna, dan Olaf menemukan kapal karam yang terakhir kali dinaiki oleh orang tua mereka. Kapal itu berisi peta ke Ahtohallan, sungai mitos yang katanya akan menjawab semua masalah.

Jadi, hari meninggalnya raja dan ratu Arendelle adalah hari di mana mereka ingin mencari tahu jawaban dari kekuatan Elsa. Karena merasa bertanggung jawab atas kematian orang tuanya, Elsa memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sendirian dan mengirim Elsa juga Olaf kembali bersama Kristoff. Elsa kemudian bertemu dengan Nokk, Roh Air yang menjaga lautan Ahtohallan.

Di sana, Elsa menemukan jawaban bahwa suara misterius yang terus menerus memanggilnya adalah suara Iduna, ibunya. Ia juga mengerti bahwa kekuatannya adalah hadiah dari keajaiban alam karena tindakan 'love act' Iduna ketika menyelamatkan Agnarr sehingga Iduna menjadi Roh Alam ke-5, yang menyatukan segala perbedaan.

Elsa juga mengerti bahwa bendungan yang ada di Northuldra adalah tipu daya kakeknya, Runeard, untuk mengurangi sumber daya Northuldra. Semua itu karena Runeard tidak suka suku tersebut yang sangat dekat dengan sihir.

Namun, karena telah mengetahui fakta tersebut, Elsa pun dibekukan. Tapi, tepat sebelum Elsa membeku, ia sempat mengirimkan informasi tersebut pada adiknya, Anna, yang berada entah di mana.

Ternyata, Anna dan Olaf saat ini sedang berada di area paling berbahaya di Ahtohallan, ya, mereka tersasar. Efek Elsa yang membeku, Olaf pun memudar karena ia merupakan bagian dari sihir Elsa.

Anna dapat menerima pesan Elsa walau mereka terpaut jarak yang sangat jauh. Ia menyimpulkan kalau bendungan tersebut harus dihancurkan agar kedua belah pihak dapat berdamai.

Anna mendapatkan ide ketika tidak sengaja menemukan Roh-roh Bumi yang menyerupai kura-kura besar. Roh-roh itu tadinya tertidur, namun terbangun karena Anna.

Sang putri memang sengaja menuntun mereka ke arah bendungan agar bisa hancur. Elsa dapat mencair juga dan ia segera kembali ke Arendelle untuk menghentikan banjir dari air bendungan sebelum mengenai negerinya.

Keadaan pun aman, Elsa bersama warga Arendelle menghampiri dinding kabut yang seketika menghilang. Elsa pun bertemu kembali dengan Anna. Kistoff akhirnya dapat melamar Anna dan Elsa menyerahkan mahkotanya pada Anna. Ia ingin menjadi pelindung Hutan Ajaib, dan membiarkan Arendelle di bawah naungan Anna saja. Semua bahagia!

Tampilan Animasi yang Lebih Canggih

Sumber: youtube.com

Bagi yang sudah menonton film Frozen pertama pasti tahu secanggih apa visual animasi ini. Nah, untuk sekuelnya, lebih keren lagi. Disney tidak tanggung-tanggung menggaet 800 orang yang mana 80 diantaranya adalah animator. Film animasi ini juga membutuhkan kolaborasi beberapa departemen sekaligus, seperti animasi, seniman, dan juga teknisi.

Film Frozen 2 ini banyak berhubungan dengan air. Sehingga, Disney bahkan membuat simulasi air yang lebih realistis dari film Moana yang jelas-jelas memiliki latar pantai dan lautan. Akan tetapi, untuk memberikan style yang sama dengan keseluruhan film Frozen, tetap diberikan beberapa elemen pada air tersebut agar gaya animasinya seragam dalam satu film.

Dalam film Frozen kedua ini juga banyak sekali adegan berbau magis. Tentu itu membutuhkan tingkat animasi yang lebih tinggi dibandingkan film sebelumnya. Dalam poster film, Disney menggambarkan kepingan salju tapi tidak sesuai dengan realita sehingga cukup diperdebatkan.

Akan tetapi, Sutradara Lee mengatakan ada filosofi dibalik empat tepi kepingan salju. Yaitu, setiap tepi mewakili Roh-roh Unsur dan di pusatnya terdapat Roh ke-5, yaitu Elsa.

New Fashion Style

Style princess dari film Frozen sangat dicintai anak-anak hingga orang dewasa. Terutama gaun Elsa yang warna biru, sangat ikonik. Nah, sekarang semua karakter tampil dalam balutan pakaian yang berbeda. Mungkin karena saat itu sedang musim gugur, jadi lebih banyak warna earth tone, biru, dan burgundy.

Bukan cuma berganti style pakaian dan gaya rambut, para princesses dan juga Kristoff tampil dengan wajah yang nampak lebih dewasa dari film sebelumnya. Seakan-akan memang sudah terlewat beberapa tahun, gitu! Disney sangat memperhatikan detail dari tiap karakter, ya.

Latar Tempat yang Lebih Beragam

Setting dalam film Frozen dua ini sangat memukau. Karena, kita tidak hanya disuguhkan istana dan area Arendelle saja, tapi juga Hutan Terlarang, Dinding Kabut, sungai, laut, pegunungan, dan masih banyak lagi.

Wah, sepertinya Disney memang sangat menyesuaikan dengan jalan cerita karena di film Frozen ini fokusnya tentang lima roh alam. Jadi, penonton juga ikut dibawa menjelajahi semua elemen dari roh alam tersebut.

Konflik Dimensional

Dalam sekuel ini, Elsa, Anna, dan juga kita sebagai penonton mempelajari tentang rahasia keluarga royal Arendelle. Fakta tersebut memiliki sisi sedih dan sisi comforting-nya juga. Menurut saya, jika pada film pertama Disney hanya memakai formula fantasi saja, pada film ini menggabungkan realita dan fantasi magis.

Karena, konflik permusuhan antar suku? Itu terlalu 'berat' untuk anak-anak mengerti dan permasalahan seperti itu sering sekali terjadi di dunia nyata. Namun, Disney membungkusnya dengan sihir dan lagu, sehingga 'tetap film princess Disney'.

Dan, konfliknya terkesan repetitif kalau menurut saya. Inti masalahnya sebenarnya ada di situ-situ saja, melibatkan orang-orang yang sama, hanya bertambah rumit dan dalam. Juga, orang yang bersangkutan jadi lebih banyak saja. Saya jadi berpikir apa Disney bingung mencari konflik?

Jujur saya banyak berharap dari sekuel Frozen, karena film pertamanya bagus banget. Trailer Frozen 2 juga sangat menarik, di mana terlihat Elsa sedang berjuang melatih kekuatannya. Tapi, setelah menonton filmnya, hmm?

Lagunya Tidak Se-Ikonik Dulu

Walaupun penulis lagu, penyusun skor (musik), dan penyanyinya semua sama dengan film pertama, sayangnya film ke-2 ini tidak memiliki lagu yang nyantol di hati orang-orang. Lagu utamanya, Into The Unknown, bahkan tidak sepopuler Let It Go. Apalagi lagu-lagu lainnya dari Frozen II, jauh banget sama Let It Go, standarnya sudah ketinggian soalnya.

Yang saya ingat dari Into The Unknown adalah Elsa yang menyanyikan lirik lagu sama seperti judulnya itu beberapa kali dengan nada tinggi, dan "Aaaaa~" yang merdu dari Idina Menzel. Itu saja. Tapi, coba kalian tanya lirik Let It Go, saya bahkan masih hafal sampai sekarang. Ini bukan cuma pendapat saya saja, loh, banyak juga yang berpikiran seperti ini.

Bukan cuma lebih easy listening, Let It Go memiliki pesan yang sangat kuat, terutama untuk perempuan. Itulah yang membuat lagunya ikonik. Bahkan lagu In Summer yang dibawakan Olaf masih 1000x kali lebih lucu dibandingkan lagu Olaf yang baru, When I Am Older. Ya, kekurangan film Frozen 2 adalah tidak ada satupun lagu yang 'diingat' oleh penonton.

Secara keseluruhan Frozen II adalah film petualangan yang cukup menegangkan, ada sisi lucu, sedih, dan romantisnya juga. Lagu-lagunya bagus tapi kurang dapat dikenang.

Sekuel ini bukan film yang memuaskan, tapi tentu Disney tak bisa memuaskan semua orang. Saya sendiri masih lebih suka Frozen yang 'original' alias yang pertama daripada sekuelnya. Jadi, saya akan memberikan rating 6.5 untuk film Frozen 2. Bagaimana menurutmu tentang film ini?

Frozen 2
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram