bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review First Man (2018), Biografi Neil Armstrong

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 24 Mei 2021

Serpihan kehidupan sang astronot, Neil Armstrong, dan misi luar angkasa legendaris yang membuatnya menjadi manusia pertama yang berjalan di Bulan pada 20 Juli 1969. Ryan Gosling and Claire Foy membintangi film karya Damien Chazelle yang berdasarkan buku First Man: The Life of Neil A. Armstrong karya James R. Hansen yang terbit pada tahun 2005.

Film ini sejatinya akan diarahkan oleh Clint Eastwood pada tahun 2003 silam, tetapi mengalami penundaan yang lama hingga Damien Chazelle terpilih untuk melanjutkan proyek ini mulai tahun 2015. Steven Spielberg berperan sebagai produser eksekutif di film yang tayang perdana di Venice Film Festival pada 29 Agustus 2018 ini.

First Man dirilis secara luas pada 12 Oktober 2018 oleh Universal Pictures dan hanya berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar $44 juta saja dari bujet produksi sebesar $59 juta. Meski begitu, film ini menuai banyak pujian dan masuk nominasi di beberapa ajang festival film internasional. Simak ulasan kami tentang film yang sudah bisa disaksikan di layar Netflix ini.

Sinopsis

First Man (2018)
*https://beritagar.id/artikel/seni-hiburan/first-man-menurut-para-kritikus
  • Tahun: 2018
  • Genre: Biography / Drama / History
  • Produksi: Universal Pictures, DreamWorks Pictures, Perfect World Pictures
  • Sutradara: Damien Chazelle
  • Pemeran: Ryan Gosling, Claire Foy, Jason Clarke

Cerita film fokus kepada perjalanan hidup Neil Armstrong dalam rentang tahun 1961 ketika dia masih menjadi pilot NASA untuk mencoba berbagai pesawat hingga tahun 1969 setelah dia menjadi manusia pertama yang berjalan di Bulan dengan segala problematika hidup keluarganya yang sedikit banyak mempengaruhi sisi psikologisnya dalam menghadapi tantangan misi ambisius negaranya.

Armstrong kehilangan putrinya yang baru berusia 30 bulan karena kanker otak, tapi dia tidak mau larut dalam kesedihan dan mendaftarkan dirinya untuk mengikuti program Gemini, sebuah proyek ambisius Amerika untuk bersaing dengan Uni Soviet, dimana dia kemudian diterima sebagai salah satu pilotnya. Awal baru bagi keluarganya ketika mereka pindah ke rumah baru di dalam lingkungan pegawai NASA.

Pada tahun 1965, Armstrong dan rekannya David Scott meluncur bersama Gemini 8 yang dianggap “berhasil” meski mengalami kegagalan karena kerusakan sistem navigasi mereka yang membuat misi ini dibatalkan dan mereka segera kembali ke Bumi tanpa berhasil mencapai Bulan. Armstrong harus menerima berbagai cercaan karena kegagalan ini.

Meski begitu, dia tetap dipercaya untuk terlibat dalam berbagai misi berikutnya dan menjadi wakil NASA dalam pertemuan di White House ketika ketiga rekannya tewas terbakar dalam latihan menjelang peluncuran Apollo 1. Peristiwa ini semakin memperdalam kesedihannya yang juga berpengaruh kepada kehidupan keluarganya, terutama emosi istrinya yang takut kehilangan suaminya.

Armstrong dan Buzz Aldrin terpilih untuk melanjutkan misi Apollo 11 yang kali ini dipersiapkan dengan matang untuk mendarat di Bulan. Perjalanan mereka tidak menemui hambatan hingga berhasil menjadikan mereka sebagai manusia pertama yang mendarat di Bulan yang disambut gembira oleh warga dunia meski sebelumnya sempat ditentang oleh warga Amerika karena menyedot uang negara.

Diarahkan oleh Sutradara Bertalenta

Diarahkan oleh Sutradara Bertalenta
*http://nikenbicarafilm.blogspot.com/2018/10/first-man-2018-455.html

First Man merupakan film dengan penggambaran yang luar biasa dan mengharukan dari perjalanan Neil Armstrong ke Bulan yang menyoroti rintangan dan tantangan teknologi pada salah satu peristiwa bersejarah bagi umat manusia ini, sambil menelisik sosok di balik baju astronot itu. Porsi cerita yang berimbang ini membuat kita terikat erat dan larut dalam emosi para karakternya.

Meskipun sutradara Damien Chazelle lebih dikenal karena film-film bertema musik, seperti Whiplash (2014) dan La La Land (2016), dia berhasil menghidupkan salah satu momen paling penting dan emosional dalam sejarah Amerika Serikat. Tapi karena tidak adanya pengibaran bendera Amerika di Bulan, film ini dikritik karena dianggap tidak membawa semangat patriotisme.

Problematika Keluarga dalam Mengarungi Misi Negara

Problematika Keluarga dalam Mengarungi Misi Negara
*https://wizardattheclicks.wordpress.com/category/drama/

Salah satu hal terbaik dalam First Man ini ialah akting Claire Foy sebagai Janet, istri Armstrong yang memiliki hati kuat dan tegas dalam berbicara. Aktris asal Inggris ini, bagi penikmat serial Netflix, adalah yang berperan sebagai Ratu Elizabeth II di dua season awal The Crown, yang membawanya meraih penghargaan di Golden Globe dan Emmy Award.

Karakternya penuh cinta dan suportif kepada suaminya, tetapi seringkali mempertanyakan motivasi suaminya dan tim NASA yang seperti mengabaikan penderitaan yang dihadapi oleh keluarga astronot. Dia sekuat mungkin menjaga anak-anaknya, dan juga bersedih ketika tetangganya kehilangan suaminya yang tewas saat percobaan penerbangan Apollo 1.

Problematika yang dihadapi keluarga Armstrong menyentuh hati, membawa rasa kemanusiaan dan relativitas pada film ini. Rasa kehilangan yang mendera keluarga ini di awal film, ditambah dengan beberapa berita duka dari rekan kerja Armstrong, membuat kita turut bersimpati kepada mereka. Dan cinta di antara mereka yang sempat pudar, sebenarnya tidak hilang, hanya terluput karena tensi kerja.

Sinematografi yang Tidak Biasa

Sinematografi yang Tidak Biasa
*http://moviescreenshots.blogspot.com/2019/04/first-man-2018-part-1.html

Dari perspektif sinematografi, ada beberapa hal yang mungkin mengganggu bagi penonton. Chazelle berkali-kali menggunakan close-up dari wajah Ryan Gosling untuk menampilkan perasaan claustrophobia yang mungkin dirasakan para astronot dalam situasi seperti itu yang meningkatkan tensi film. Berkali-kali kita dibawa dalam sudut pandang Armstrong lewat teknik first person camera.

Chazelle juga menggunakan teknik kamera yang bergerak dan bergetar saat adegan yang menampilkan kekacauan dan bahaya. Kita dibawa merasakan guncangan di dalam kokpit pesawat saat hendak take off dan kepanikan yang terjadi saat ada sistem yang gagal berfungsi. Bagi mereka yang suka mabuk di perjalanan, sepertinya tidak akan bisa menikmati film ini dengan baik.

Penggunaan teknik kamera ini membuat kita merasakan pengalaman baru yang membuat kita seolah-olah adalah salah satu astronot di dalam pesawat itu. Dan kamera yang intim saat Armstrong menjejakkan kaki di Bulan, juga turut menghadirkan perasaan yang lega dan sangat mengharukan, mengingat betapa banyaknya kegagalan dan beban yang dihadapinya demi menuntaskan misi negaranya ini.

Langkah Kecilnya Adalah Lompatan Besar bagi Umat Manusia

Langkah Kecilnya Adalah Lompatan Besar bagi Umat Manusia
*https://screencrush.com/first-man-review/

First Man berhasil membawa penonton merasakan keajaiban penjejakan kaki manusia pertama di Bulan. Tidak hanya detail teknis yang menjadi representasi fokusnya, tetapi film ini juga berhasil menampilkan sosok Armstrong yang hanyalah manusia biasa dengan segala kekurangan dan permasalahan yang menderanya, sehingga sisi manusiawi cerita terangkat dengan baik.

Dengan raihan Oscar sebagai Best Visual Effects dan tiga nominasi di kategori lainnya, tentu saja First Man sangat kami rekomendasikan untuk ditonton. Apalagi film ini juga dipuji oleh banyak kritikus dan memiliki rating yang tinggi di beberapa media review film lainnya. IMDb memberikan rating 7.3/10 dengan Metascore 84 dan di cap certified fresh oleh Rotten Tomatoes.

Segera tonton film ini di layar Netflix kalian dan rasakan segera pengalaman baru dunia sinema dengan take off bersama Armstrong dan Apollo 11 lewat film ini!

First Man
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram