bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Fear and Loathing in Las Vegas (1998)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 11 September 2021

Raoul Duke dan Gonzo melakukan perjalanan ke Las Vegas menggunakan mobil dengan atap terbuka. Mereka membawa banyak sekali narkoba, mulai dari ganja, kokaina dan apa pun yang memabukkan. Tujuan mereka adalah Hotel Mint, tempat sebuah ajang balap sepeda motor di gurun pasir digelar. Sepanjang jalan keduanya tak henti mengonsumsi narkoba yang membuat masing-masing teler dan berhalusinasi.

Fear and Loathing in Las Vegas (1998) merupakan film yang diadaptasi dari novel karya Hunter S. Thompson berjudul sama yang terbit tahun 1971. Secara garis besar ia bercerita tentang perjalanan dua orang yang semula akan meliput sebuah event, berubah jadi eksplorasi kota di bawah pengaruh narkoba.

Seperti apa jalan cerita Fear and Loathing in Las Vegas? Anda bisa membaca sinopsis dan ulasan di bawah ini lebih dulu untuk mengetahuinya. Mari simak bersama!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 22 Mei 1998
  • Genre: Adventure, Comedy, Drama
  • Produksi: Rhino Films, Summit Entertainment, Universal Pictures
  • Sutradara: Terry Gilliam
  • Pemeran: Johnny Depp, Benicio del Toro, Tobey Maguire, Ellen Barkin

Film dibuka dengan kutipan dari DR. Johnson, “He who makes a beast of himself gets rid of the pain of being a man.” Raoul Duke (Johnny Depp) dan Dr. Gonzo (Benicio del Toro) dalam dalam sebuah mobil yang melaju di tepi gurun sekitar Barstow.

Raoul yang mengemudi sepertinya sedang berada dalam pengaruh obat-obatan terlarang karena dia agak pusing dan berhalusinasi melihat segerombol kelelawar terbang ke arah mobil mereka.

Raoul tiba-tiba menghentikan mobil dan membuka bagasi. Di sana terdapat dua kantong ganja, 75 butir meskalina, lima lembar LSD dosis tinggi, setengah botol garam kokaina, berbagai macam stimulant, depresan, adrenochrome, esktasi, satu liter tequila, satu liter rum, sekotak bir, setengah liter eter murni, dua lusin amil.

Barang-barang tersebut dibawa bukan karena mereka membutuhkannya, melainkan untuk perjalanan. Pasalnya sekali terjebak dalam bisnis narkoba kecenderungan akan menambah sebanyak mungkin. Di antara barang-barang tersebut Raoul paling khawatir terhadap eter.

Menurutnya tak ada di dunia yang lebih tak berdaya, tidak bertanggung jawab dan rusak daripada seorang lelaki yang tenggelam dalam eter. Sialnya Raoul tahu mereka akan segera mengonsumsi benda tersebut.

Dari radio di dalam mobil terdengar berita yang mengabarkan bahwa obat-obatan illegal telah membunuh 160 prajurit Amerika di tahun lalu, tak lama Dr. Gonzo segera mengganti salurannya. Kali ini giliran dia yang membawa mobil sementara Raoul duduk di sebelah. Keduanya kemudian memberikan tumpangan pada seorang remaja pria (Tobey Maguire) di pinggir jalan yang tampak begitu antusias karena baru kali ini menaiki mobil terbuka.

Raoul merasa khawatir dengan keberadaan remaja yang tidak diketahui namanya tersebut. Raoul takut anak itu mendengar mereka meracau dan mengatakan hal tak penting. Singkatnya Raoul khawatir dia mengetahui rahasia terkait obat-obatan milik mereka. Film berlanjut saat Raoul menceritakan kejadian 24 jam yang lalu pada remaja itu.

Dia dan Dr. Gonzo berada di Pogo Lounge Hotel Baverly Heights; berdiri dari kenyataan brutal tahun yang buruk, 1971. Seorang pelayan kemudian terlihat menghampiri mereka sambil membawa telepon. Raoul lalu menjawab panggilan yang diakuinya dari kantor pusat. Dia menerima perintah untuk pergi ke Las Vegas dan meminta Dr.Gonzo menghubungi fotografer Portugis bernama Lacerda (Craig Bierko) karena perintah detailnya ada di fotografer tersebut.

Raoul hanya diperintah untuk masuk ke kamar suite kedap suara miliknya. Gonzo merasa bahwa ini akan menjadi masalah besar sehingga Raoul membutuhkan banyak nasihat hukum. Sebagai pengacara, Gonzo menyarankan Raoul untuk menyewa sebuah mobil tanpa atap yang bisa melaju sangat cepat karena harus keluar dari LA setidaknya dalam waktu 48 jam ke depan.

Raoul harus meliput sebuah ajang balapan off-road termewah untuk sepeda motor dan dune buggy dalam sejarah terorganisasi bernama Mint 400. Acara tersebut adalah ajang menghormati pemilik Hotel Min yang mewah di pusat kota Las Vegas. Raoul mengajak Gonzo untuk meliput menggunakan caranya sendiri. 

Sebelum pergi Gonzo menyarankan Raoul untuk menyiapkan kokaina, perekam musik dan kemeja Acapulco. Kokaina dan kemaja sudah dia dapatkan sementara mobil atap terbuka dan alat perekam tidak mudah mendapatkannya. Tak lama Raoul berhasil menyewa sebuah Chevrolet Impala berwarna merah dengan atap terbuka.

Sang pemilik mewanti-wanti Raoul agar berhati-hati saat membawanya. Sedetik kemudian, Raoul sudah melanggar aturan. Mereka menghabiskan sisa malam dengan mengumpulkan materi dan mengemas mobil, tak ketinggalan mengonsumsi meskalina sambil berenang.   

Scene kembali saat keduanya sudah bersama seorang remaja yang menumpang tadi. Anak itu semakin terlihat tidak nyaman, apalagi tak lama Gonzo tampak sakau dan bergerak tanpa arah. Dia baru berhenti setelah Raoul memberinya sejenis obat-obatan terlarang.

Kini, mobil mereka berhenti di pinggir jalan. Gonzo meracau, begitu pun dengan Raoul, sementara anak itu bertambah tegang. Tak tahan dengan tingkah aneh keduanya, remaja tersebut kabur. Mereka harus sampai ke Hotel Mint di Las Vegas sebelum tenggat pendaftaran pers. Jika tidak, mereka mungkin harus membayar kamar suite sendiri.

Sambil menjilati kokaina yang tumpah di atas koper, Gonzo bertanya apakah Raoul siap untuk masuk ke salah satu hotel di Las Vegas menggunakan nama palsu dengan niat melakukan penipuan modal dan kepala penuh LSD? Raoul dan Gonzo akhirnya sampai ke venue acara, Hotel Mint yang sudah ramai sekali dengan manusia. Kira-kira ulah konyol apa lagi yang akan dilakukan keduanya?

Pola Alur Cerita yang Berulang

Pola Alur Cerita yang Berulang

Roger Ebert berpendapat bahwa Fear and Loathing in Las Vegas (1998) adalah film yang berantakan, tanpa bentuk, arah dan tujuan. Jelas saja begitu karena hampir sepanjang film, yang disajikan di sini adalah halusinasi seseorang yang sedang berada di bawah pengaruh narkoba. Ia kacau dan tidak terkendali.

Sedihnya, ini diperparah dengan plot yang berulang: berhalusinasi, mengacau, berhalusinasi, mengacau. Mengendarai Chevrolet warna merah dengan atap terbuka mereka datang ke satu tempat lalu pergi ke tempat yang lain untuk bersenang-senang, tepatnya mengacau karena dua karakter di sini benar-benar bertingkah dan berkata di luar kendalinya karena selalu berada di bawah pengaruh narkoba.

Pola ceritanya benar-benar diulang selama film berlangsung. Sekitar 118 menit Anda hanya perlu menunggu kali ini dua karakter itu akan mengacau di mana.  

Karakter-Karakter yang Gagal Lucu

Karakter-Karakter yang Gagal Lucu

Raoul Duke dan Gonzo menjadi tokoh utama yang diandalkan untuk membuat film ini lucu dan konyol. Namun yang terbangun dari ceritanya justru jauh dari sana. Mereka lebih terasa sebagai dua orang yang menyedihkan. Mengikuti tingkah keduanya yang kacau, Anda bisa mual, pusing dan putus asa.

Johnny Depp dan Benicio del Toro membawakan karakter mereka seperti tanpa arahan yang jelas.  Keduanya mungkin dibayar untuk benar-benar berlaku sesukanya. Dialog yang mereka ucapkan pun tidak terdengar lucu sama sekali, sebagian besar berantakan karena memang diucapkan dalam keadaan mabuk.

Pembicaraan antara karakter di film ini sungguh kemana-mana tapi tidak lucu sama sekali, dari mulai serangan kelelawar hingga jeruk nipis di gurun pasir. Random!

Tone dan Sinematografi Cukup Mengganggu

Tone dan Sinematografi Cukup Mengganggu

Satu lagi hal yang membuat film Fear and Loathing in Las Vegas (1998) ini akan sulit disukai oleh para pecinta film komedi arus utama, yaitu pemilihan tone dan sinematografi yang sangat mengganggu. Sejak awal film diputar, set film sudah ada di sebuah gurun pasir yang tentu saja gersang. Tone di bagian itu sudah sangat merah dan jingga, yang rupanya dipertahankan selama film berlangsung.

Menonton film ini Anda seperti masuk ke sebuah ruangan remang-remang dengan lampu berwarna merah padam yang menyesakkan. Belum lagi dari sisi sinematografi yang juga tak kalah mengganggu terutama karena sebagian besar adegan diambil dari jarak sangat dekat. Anda akan melihat muka Raoul Duke secara close up, lengkap dengan ekspresi telernya yang membuat tidak nyaman.

Pada beberapa bagian, kamera juga bergerak random mengikuti kekonyolan dua karakter tersebut. Seperti ketika mereka mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, kamera mengambil gambar dari depan dan bergoyang ke sana-ke sini, mengikuti Raoul dan Gonzo yang sedang nge-fly. Belum lagi halusinasi dari POV Raoul yang juga turut ditampilkan, sehingga membuat siapa pun yang menonton ikut mabuk karena pusing melihatnya.

Fear and Loathing in Las Vegas (1998) bukan tipe film komedi yang bisa cocok untuk banyak orang. Ia cukup segmented karena alur, karakter, sinematografi hingga pemilihan tone-nya tidak umum, dan sayangnya tidak juga menarik. Namun, jika Anda justru semakin penasaran dengan film ini, ia bisa ditonton di Netflix. Satu lagi, Anda akan terkejut dengan penampilan Tobey Maguire di sini!

Fear and Loathing in Las Vegas
Rating: 
2.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram