Sinopsis dan Review Film Escape from Mogadishu (2021)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
Escape from Mogadishu
3.7
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Han Shin Sung terus berupaya agar bisa membawa Korea Selatan bisa masuk sebagai anggota PBB. Di sisi lain Rim Yong Soo dari Korea Utara juga melakukan hal yang sama. Keduanya berada di Mogadishu untuk melakukan lobby dengan Presiden Somalia. Sampai suatu hari pemberontakan yang dipimpin Jenderal Aidid pecah.

Mengesampingkan hubungan tak baik dengan Korea Selatan, dia meminta bantuan perlindungan pada Han Shin Sung. Lantas apa yang terjadi dengan mereka? Apakah diplomat beserta staf dan keluarga dari dua negera tersebut memungkinkan untuk kerjasama agar bisa keluar dari Mogadishu? Sinopsis dan ulasan Escape from Mogadishu (2021) berikut sedikit membahasnya untukmu!

Baca juga: 17 Film Korea Terbaik di Tahun 2021

Sinopsis

Sinopsis

Tahun 1980, saat Korea Selatan belum diterima menjadi anggota PBB, Benua Afrika memegang suara terbanyak di PBB. Benua tersebut menjadi tempat persaingan yang sengit antara Korea Selatan dan Utara. Tahun 1987, Korea Selatan mengirimkan diplomatnya ke Mogadishu, Ibu Kota Somalia.

Tahun 1990, setelah menggu tiga bulan agar dapat bertemu Presiden Berre, Duta Besar Korea Selatan untuk Somalia, Han Shin Sung (Kim Yoon Seok) akhirnya mendapat kesempatan.

Tak ingin datang dengan tangan hampa, Han Shin Sung membawa hadiah yang dibawa oleh Konselor sekaligus mantan perwira intelijen Kang Dae Jin (Jo In Sung). Sayang, di tengah perjalanan mereka dirampok, mobil dirusak dan barang-barang yang akan diberikan sebagai hadiah pun ikut raib.

Dalam keadaan lusuh Han Shin Sung dan sekretarisnya Gong Soo Cheol (Jeong Man Sik) melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sampai di Istana Presiden mereka telat dan pertemuan dibatalkan. Alangkah marahnya Han Shin Sung terlebih karena mengetahui kalau pihak yang ditemui Presiden Barre selanjutnya adalah Duta Besar Korea Utara, Rim Yong Soo (Heo Jun Ho).

Perampokan tersebut rupanya adalah trik dari Korea Utara untuk menggagalkan pertemuan antara Korea Selatan dan Somalia. Namun, sebagai anggota intelijen, Kang Dae Jin punya cara lain agar mereka mendapat dukungan dari Somalia untuk masuk menjadi anggota PBB. Mereka punya informasi bahwa Korea Utara membantu pemberontak dengan menjual senjata pada mereka.

Lagi-lagi Han Shin Sung gagal melakukan lobby karena Rim Yong Soo mengambil langkah yang lebih kongkret. Tak lama dari sana pemberontakan yang menuntut dibebaskannya para pemimpin Islam yang ditangkap oleh pemerintah terjadi. Kang Dae Jin, Han Shin Sung, Rim Yong Soo dan anggota intelijen Korea Utara, Tae Joon Ki (Koo Kyo Hwan) terjebak di lokasi.  

Kekhawatiran juga terjadi di kedutaan, istri Han Shin Sung, Kim Myung Hee (Kim So Jin) semakin panik karena supir kedutaan, Swama, tergeletak di depan rumah dalam keadaan berdarah.

Tak lama sekelompok polisi datang, memaksa masuk mencari salah satu provokator atas kerusuhan hari itu. Han Shin Sung dan Kang Dae Jin yang datang kemudian, berhasil mengusir mereka. Swama melarikan diri dari kedutaan dan tertangkap lalu dihabisi.   

Selebaran untuk menurunkan Barre dari United Somalia Congress Manifesto sampai ke berbagai kedutaan besar di Somalia. Barre telah menggunakan dukungan dari internasional untuk menekan hak-hak sipil, agama dan demokratisasi di Somalia.

USC dipimpin Jenderal Aidid akan menggulingkan rezim Barre yang korup dan tidak bermoral. Jika ada pihak-pihak asing yang mendukung rezim Barre, artinya ia adalah musuh Nasional Somalia, musuh USC.

Kerusuhan semakin hebat. Demonstran menyasar para Kedutaan Asing karena menganggap mereka sebagai komplotan, tidak terkecuali Kedutaan Korea Selatan dan Kedutaan Korea Utara. Han Shin Shung memerintahkan staffnya untuk membakar semua dokumen yang berhubungan dengan pemerintah Somalia.

Keadaan tidak memungkinkan mereka untuk keluar dari Somalia. Han Shin Sung juga gagal mengabarkan kondisi mereka ke tanah airnya.

Keadaan diperburuk karena dalam keadaan darurat nasional, hak istimewa diplomat tidak berlaku. Menggunakan strategi dan keberaniannya, Kang Dae Jin berhasil membawa beberapa anggota kepolisian untuk melindungi mereka di kedutaan.

Ketegangan yang lebih besar baru dimulai ketika para pemberontak bersenjata memasuki Mogadishu. Upaya Han Shin Sung membawa keluar para staf kedutaan dari Somalia terus berlanjut.

Kesulitan yang sama terjadi pada Kedutaan Korea Utara, Rim Yong Soo dan staf kesulitan keluar dari Mogadishu. Mereka mengalami masalah lebih besar karena dalam keadaan terpojok, mereka dijarah dan Tae Joon Ki terluka.

Rim Yong Soo meminta staf-stafnya untuk bersiap dan bergegas menuju Kedutaan China guna meminta perlindungan. Dengan staf yang lebih banyak berikut anak-anak, Rim Yong Soo memimpin mereka melarikan diri secara sembunyi-sembunyi.

Sampai di Kedutaan China, situasi tak jauh beda. Mereka terus berjalan hingga sampai di depan Kedutaan Korea Selatan dan melihat kondisi yang lebih aman karena dilindungi kepolisian.

Tae Joon Ki tak ingin mengemis perlindungan pada mereka karena akan dianggap pengkhianatan. Begitu pun Han Shin Sung yang tak ingin ambil risiko dengan menolong Rim Yong Soo dan staf serta keluarga. Lalu akankah Rim Yong Soo bisa membawa staf dan keluarganya selamat? Akahkan Han Shin Sung memberi mereka bantuan dan keluar dari Mogadishu?

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram