Bacaterus / Review Film Indonesia / Review & Sinopsis Dua Garis Biru, Akibat Pergaulan Bebas

Review & Sinopsis Dua Garis Biru, Akibat Pergaulan Bebas

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dua Garis Biru adalah sebuah film drama keluarga yang sempat menuai kontroversi di tengah masyarakat tanah air. Mengangkat kisah percintaan remaja yang sering dianggap tabu. Film ini telah berhasil menarik jutaan penonton yang ada di tanah air dengan jalan ceritanya yang super relate dengan kehidupan masyarakat di era milenial seperti sekarang.

Nah, apa yang membuat film karya Gina S. Noer ini begitu berbeda dengan film drama keluarga yang sudah ada? Simak review menarik dari Bacaterus tentang film Dua Garis Biru sebagai berikut.

Sinopsis

Sinopsis Dua Garis Biru

* sumber: phinemo.com

  • ‌Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Drama, Keluarga
  • Produksi: Starvision Plus
  • Sutradara: Gina S.Noer
  • Pemeran: Angga Yunanda, Adhisty Zara, Dwi Sasono, Cut Mini, Lulu Tobing, Arswendy Bening Swara

Dua Garis Biru mengisahkan tentang perjalanan cinta sepasang remaja belia, Dara yang diperankan oleh Adhisty Zara atau yang lebih populer dengan nama Zara JKT48 dan Bima yang diperankan oleh aktor, Angga Aldi Yunanda.

Romansa indah pasangan yang masih duduk dibangku SMA ini harus berubah kelam ketika mereka terjebak dalam sebuah perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan di usia mereka yang sangat muda.

Kebahagian yang mereka jalani sebagai sepasang kekasih pun kini berubah diliputi dengan perasaan takut, kecewa dan juga bingung. Terlebih ketika Dara diketahui dalam kondisi hamil. Hingga membuat keduanya dihadapkan dalam sebuah pernikahan.

Film Keluarga Sarat Edukasi

Film Keluarga Sarat Edukasi

* sumber: kinanthi.co

Diantara banyak film keluarga yang telah dirilis. Dua Garis Biru merupakan salah satu film yang mendapat respon cukup positif meskipun pada awal kemunculannya sempat dipenuhi pro dan kontra. Hal tersebut karena isu yang diangkat sebagai premis cerita dalam film ini masih dianggap cukup sensitif.

Meskipun demikian film yang menggaet dua bintang muda yang cukup bersinar, Zara dan Angga telah berhasil menjadi salah satu film yang cukup laris. Dua Garis Biru memang bukan satu-satunya film yang mengangkat isu kehamilan remaja di bawah umur.

Jauh sebelum film tersebut lahir, tema serupa pernah diangkat dalam sebuah film Hollywood terkenal yang sempat meraih piala Oscar untuk Skenario Asli terbaik berjudul “Juno”, yang diperankan oleh Ellen Page dan Michael Cera pada tahun 2007 silam.

Kehamilan remaja di luar nikah memang isu sosial yang kerap terjadi di berbagai belahan dunia. Sehingga tak heran bila isu tersebut sering diangkat sebagai premis dalam sebuah cerita. Dua Garis Biru sendiri merupakan salah satu film tanah air yang sukses merepresentasikan kehidupan sosial masyarakat Indonesia terkait isu tersebut.

Gina selaku sutradara yang  cukup berpengalaman tampak piawai dalam menyajikan film sarat edukasi tersebut secara ringan dengan menyisipkan banyak unsur filosofis dalam banyak scene serta menghadirkan dialog-dialog cerdas, lucu, dan juga menyentuh sepanjang film.

Penulis Skenario Sekaligus Sutradara Jempolan

Penulis Skenario Sekaligus Sutradara Jempolan

* sumber: www.mainmain.id

Gina S. Noer memang bukan nama baru di industri perfilman tanah air. Ia merupakan seorang penulis skenario yang cukup produktif menghasilkan berbagai karya. Ia sendiri diketahui pernah terlibat dalam sejumlah film tanah air yang sempat meraih box office seperti Ayat-Ayat Cinta, Perempuan Berkalung Sorban, Habibie dan Ainun, serta Keluarga Cemara.

Berkat keahliannya, ia sempat mengantongi penghargaan sebagai penulis skenario terbaik di Festival Film Indonesia pada tahun 2013 untuk film biografi percintaan yang cukup fenomenal “Habibie dan Ainun”. Melihat kesuksesan yang telah diraihnya tersebut, tak berlebihan rasanya bila para pecinta film yang ada di tanah air menyimpan ekspektasi lebih untuk setiap karyanya yang lain.

Nah, hal itu pun kemudian dibuktikan dengan keberhasilan Dua Garis Biru masuk ke dalam 5 nominasi dalam ajang penghargaan bergengsi Festival Film Bandung pada tahun 2019 dan berhasil dinobatkan dalam sejumlah kategori sebagai “Film Terpuji”, “Skenario Terpuji” dan “Penata Artistik Terpuji”.

Predikat sutradara jempolan tanah air pun memang pantas di sandang oleh wanita yang diketahui menjabat sebagai co-founder dan editor in chief di PlotPoint Publishing & Workshop.

Baca juga: Film Indonesia Terbaru yang Wajib Ditonton di Tahun Ini

Film dengan Sinematografi yang Ciamik

Film dengan Sinematografi yang Ciamik

Kepiawaian sang sutradara dalam membangun konflik memang tak perlu diragukan lagi. Tidak hanya menawarkan kisah menyentuh dengan ending yang cukup realistis. Film yang telah ditonton lebih dari 2 juta penonton setelah 15 hari penayangannya ini pun menyajikan visual yang cukup mengagumkan pada beberapa adegan.

Teknik “one take shot“, yang diambil dalam salah satu adegan pun sukses membangkitkan emosi para penonton. Gina tidak hanya berhasil bermain dengan emosi, namun juga melahirkan sinematografi yang ciamik. Secara keseluruhan film yang berhasil menjadi box office pada tahun 2019 ini memang mampu memberi kesan yang dalam bagi penonton baik dari sisi naskah cerita, scoring musik, dan aspek lainnya.

Penampilan Terbaik Dua Generasi

Penampilan Terbaik Dua Generasi

Keberhasilan Dua Garis Biru memang tak lepas dari penampilan para cast yang terlibat di dalamnya. Menggandeng aktor dan aktris berbakat tanah air. Film ini pun berhasil menciptakan Atmosphere hangat sekaligus dingin dalam satu waktu.

Kemampuan para pemain membangun chemistry membuat film ini memang semakin hidup. Meski demikian dari sekian banyak karakter yang ada. Penampilan Zara dan Cut Mini Theo menjadi salah satu yang cukup mengesankan dan menarik perhatian.

Kedua aktris beda generasi ini memang berhasil menampilkan performa yang cukup prima. Kemampuan Zara yang semakin matang dalam memerankan karakter memang patut mendapat apresiasi. Dua Garis Biru merupakan proyek ketiganya setelah berperan dalam sejumlah film sukses seperti Dilan 1990 dan Keluarga Cemara.

Dua Garis Biru

Kemampuannya dalam merepresentasikan sosok gadis muda polos dengan impian besar yang tertekan karena kehamilan memang berhasil membuat para penonton ikut hanyut dalam karakter Dara.

Sementara penampilan seniornya, Cut Mini Theo tak kalah memukau. Setelah debut pertamanya dalam film Arisan pada tahun 2003 silam. Karier aktris watak yang satu ini memang semakin diperhitungkan di jagad perfilman tanah air. Kita tentu masih mengingat kualitas aktingnya dalam sejumlah judul film besar seperti Laskar Pelangi dan Athirah.

Berkat kemampuan aktingnya yang brilian dalam kedua film tersebut. Ia telah berhasil meraih banyak penghargaan dalam berbagai kategori. Nah, perannya sebagai ibunda Bima yang sederhana dalam film Dua Garis Biru pun dianggap cukup berhasil mewakili perasaan seorang ibu yang gundah terhadap perilaku anak laki-lakinya.

Nah, berkat perannya tersebut ia kembali meraih penghargaan sebagai “Pemeran Wanita Pendukung Terbaik”, di Festival Film Indonesia tahun 2019.

Nah, film karya Gina S. Noer ini memang cukup menarik. Baik dari segi plot cerita, karakter dan juga sinematografi. Meskipun sempat menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, namun film Dua Garis Biru mampu memberi gambaran pada penonton betapa pentingnya edukasi seks untuk mencegah semakin banyaknya Bima dan Dara di luar sana.

So, film bertema keluarga ini pun bisa menjadi referensi yang cukup baik untuk menemani waktu akhir pekan kamu bersama keluarga serta mengobati kerinduan terhadap film berkualitas.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *