bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Di Bawah Umur, Sorot Kenakalan Remaja

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 15 September 2021

Kepincut dengan akting Angga Yunanda sebagai Bima di Dua Garis Biru (2019)? Kalau begitu Anda harus nonton Di Bawah Umur (2020) karya sutradara Emil Heradi ini. Berperan sebagai Aryo, siswa nakal di sekolah yang terlibat masalah, film ini punya pesan soal kenakalan remaja. 

Diproduseri oleh Manoj Punjabi, Di Bawah Umur (2020) tayang selama 91 menit. Sejauh ini ia bisa dinikmati di sebuah layanan streaming dan dinikmati di bioskop pada. Sebelum pergi ke bioskop atau menonton di layanan streaming, lebih baik baca sinopsis dan review-nya terlebih dulu yuk! Mari simak informasinya di bawah ini!

Sinopsis

review film di bawah umur_SinopsisSumber: voi.id

Menjadi siswa SMA adalah pengalaman dalam hidup yang tidak selamanya meninggalkan kenangan indah. Jika diibaratkan sebuah jalan, ia bukan jalan yang selalu mulus. Di satu titik terdapat lubang yang membuat perjalanan menjadi sedikit melambat sekaligus pertanda bahwa kita harus hati-hati. 

Kehidupan di masa SMA seperti itu yang dijalani oleh Aryo (Angga Yunanda). Dia adalah siswa SMA yang terkenal populer karena ketampanan sekaligus kenakalannya. Aryo suka sekali membuat keributan di sekolah dan cukup vocal pada gurunya. Soal membuat baper siswi-siswi di sekolah, Aryo juaranya. 

Penampilan Aryo di sekolah juga mudah dikenali. Dia selalu tampil dengan jaket kulit berwarna hitam, tampak maskulin, tapi hobi sekali mengulum permen lollipop. Sang tokoh utama juga tidak segan-segan untuk berkelahi, melayani siapa saja yang memang sengaja cari masalah dengannya.

Walau demikian, Aryo adalah seorang teman yang bisa diandalkan. Dia selalu apa adanya dan sayang terhadap sang bunda. Singkatnya Aryo adalah bad boy dengan wajah tampan dan punya sisi baik dalam hidupnya. Dua kombinasi yang membuat namanya tenar di sekolah.

Suatu hari Aryo melihat seorang siswi baru berjalan di depannya. Paras yang cantik membuat si playboy ini langsung tertarik. Rencana-rencana mendekati siswi tersebut pun langsung disusun. Siswi cantik tersebut bernama Lana (Yoriko Angeline). Dia merupakan siswi pindahan dari Bandung.

Lana merupakan  saudara Kevin yang diperankan oleh Naufal Samudra. Selama tinggal di Jakarta, Lana tinggal di rumah keluarga Kevin. Lana gadis yang pemurung. Sifatnya tersebut disebabkan karena masalah keluarga yang terjadi di masa lalunya. Masalah tersebut pula yang membuatnya harus pindah dari Bandung ke Jakarta.

Upaya Aryo mendekati Lana bukan main-main. Berulang kali pujian dilontarkan remaja lelaki itu untuk menarik perhatian Lana. Namun, sang gadis tetap tidak menunjukkan reaksi yang berarti. Aryo juga sampai melakukan hal-hal yang di luar perkiraan untuk mendapatkannya.

Dia sampai diam-diam masuk ke kamar Lana dan menempel kalimat-kalimat pujian pada beberapa note yang disebar di seluruh bagian kamar. Upaya-upaya Aryo untuk mendapatkan perhatian Lana perlahan berhasil. Namun, Aryo justru harus menghadapi masalah baru. Kevin tidak menyetujui saudarinya tersebut berhubungan dengan Aryo.

Kevin melarang Lana dengan alasan tertentu. Rupanya Aryo dan Kevin adalah sahabat yang bertikai karena satu masalah. Pertikaian dan salah paham tersebut membuat hubungan keduanya berantakan. Keadaan semakin kacau ketika ibunda Aryo menemukan sebuah kondom di kamar serta tersiarnya berita tentang seorang siswi dikabarkan hamil di luar nikah.

Benarkah Aryo yang menghamili siswi tersebut? Apakah siswi yang dimaksud adalah Lana? Film berdurasi sekitar 90 menit ini menyimpan jawabannya untuk segera Anda ketahui melalui menontonnya sendiri!

Menangkap Fenomena Seks Bebas di Kalangan Remaja

review film di bawah umur_Menangkap Fenomena Seks Bebas di Kalangan RemajaSumber: tagar.id

Di Bawah Umur (2020) menangkap fenomena seks bebas di kalangan remaja Indonesia khususnya pelajar saat ini dengan cukup jelas. Di beberapa adegan, seperti ketika teman Aryo membeli sebuah kondom di supermarket, kita diperlihatkan kenyataan bahwa hal-hal tersebut bukan lagi sesuatu yang tabu dan memalukan bagi mereka.

Kemudian adegan ketika Kevin menyewa wanita penghibur dari pinggir jalan dan nyawer seorang penari stripis juga tak kalah menyiratkan bahwa seks sudah begitu biasa saja bagi para remaja. Adegan yang lebih parah adalah ketika Kevin dan Marsya (Shenina Cinnamon) tersirat melakukan hubungan intim di kamar mandi sekolah.

Scene-scene tersebut menunjukkan pada para penonton bahwa fenomena seks bebas ini nyata di kalangan remaja kita. Ia sudah menjadi rahasia umum yang menimbulkan kegelisahan bagi para orangtua dan mereka yang menyadari pentingnya melakukan seks secara aman, baik usia atau kesiapan mental.

Tema Film yang Sama untuk Angga Yunanda

review film di bawah umur_Tema Film yang Sama untuk Angga YunandaSumber: idntimes.com

Film Di Bawah Umur (2020) merupakan film ke delapan yang dibintangi oleh aktor muda kelahiran 16 Mei 2000 ini. Sejak 2018, anak bungsu dari dua bersaudara ini sudah memulai debutnya di Film Sajen produksi Starvision Plus. Satu tahun setelahnya nama Angga Yunanda semakin melambung berkat aktingnya di film remaja Dua Garis Biru (2019).

Bersama Adhisty Zara, dia berperan sebagai Bima dalam film yang juga mengangkat tema seks bebas di kalangan remaja tersebut. Dua Garis Biru (2019) berhasil meraih kesuksesan yang dibuktikan dengan beberapa penghargaan. Salah satunya Festival Film Bandung sebagai Film Bioskop Terpuji.

Bermaksud mengulang kesuksesan filmnya terdahulu, Angga tidak segan kembali mengambil bagian dalam film yang secara garis besar memiliki tema sama: remaja dan seks bebas. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika perannya di film Di Bawah Umur (2020) dianggap berada di bawah bayang-bayang Dua Garis Biru (2019).

Dibuat Berdasarkan Novel

review film di bawah umur_Dibuat Berdasarkan NovelSumber: idntimes.com

Cerita yang dimainkan oleh Angga Yunanda dan Yoriko Angeline ini merupakan sebuah adaptasi dari novel berjudul sama karya Erisca Febriani. Erisca sendiri diketahui juga merupakan penulis novel Dear Nathan yang filmnya sudah lebih dulu tayang. 

Selain dua judul novel tersebut, Erisca cukup produktif menghasilkan beberapa novel lain. Sebut saja Serendipity yang terbit tahun 2016 lalu oleh Penerbit Inari, kemudian ada Hello Salma yang diterbitkan Coconut Books pada Maret 2018 silam. Terbaru, dia melahirkan novel Thank You Salma dan Di Bawah Umur.

Menariknya hampir semua novel-novel karya Erisca diadaptasi ke dalam sebuah film. Mulai dari Dear Nathan (2017) yang dibintangi Amanda Rawles dan Jefri Nichol, Serendipity (2018) yang mempertemukan Mawar Eva De Jongh dengan Maxime Bouttier, dan terakhir Di Bawah Umur (2020).

Chemistry Para Pemain

review film di bawah umur_Chemistry Para PemainSumber: tirto.id

Lalu, bagaimana dengan chemistry antara para pemain? Angga dan Yoriko membawakan karakter masing-masing dengan pas. Yoriko bisa mendalami peran sebagai seorang gadis yang pendiam dengan cukup baik. Sementara Angga Yunanda, tidak segan-segan bertingkah songong untuk membuat penonton semakin yakin.

Yoriko sendiri mengawali karirnya di dunia film sudah sejak 2014 lalu. Anggota Teenebelle ini ikut ambil peran dalam film Hijrah Cinta (2014) sebagai Adiba. Dia juga berperan sebagai Wati dalam film fenomenal Dilan 1990 (2018), Dilan 1991 (2019) dan Milea: Suara dari Dilan (2020). Tidak ragu jika aktingnya dalam film Di Bawah Umur (2020) cukup menjanjikan.

Film Indonesia yang mengangkat tema remaja beserta kenakalannya menyampaikan sebuah pesan yang bermakna. Akan lebih baik jika tidak memandangnya sebelah mata lalu meniadakan pesan penting tersebut. Jadi bagaimana, apakah penasaran dengan akting Angga Yunanda sebagai bad boy?  Taruh jawaban di kolom komentar, ya!

Di Bawah Umur
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram