bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Komedi Daddy’s Home (2015)

Seorang anak pasti membutuhkan sosok kedua orang tua, baik ayah maupun ibu. Keduanya merupakan orang yang berjasa karena sudah menyayangi, merawat dan mendidik kita.

Walau kadang hubungan dengan mereka nggak akur, tapi tetap saja ada perasaan kangen kalau sudah lama nggak bertemu. Sayangnya, nggak semua anak punya orang tua lengkap. Entah karena meninggal atau bercerai.

Bagi yang orang tuanya bercerai, kehadiran sosok ayah atau ibu tiri bukanlah hal yang mudah untuk diterima. Butuh waktu sampai dia bisa diterima.

Lalu bagaimana jadinya kalau ada ayah tiri yang mulai bisa menyesuaikan dalam kehidupan seorang anak tapi ayah kandungnya kembali muncul? Itulah yang terjadi di film Daddy’s Home.

Baca juga: Daftar Film Komedi Terbaik Sepanjang Masa

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2015
  • Genre: Comedy
  • Produksi: Red Granite Pictures, Gary Sanchez Productions
  • Sutradara: Sean Anders
  • Pemain: Will Ferrell, Mark Wahlberg, Linda Cardellini, Scarlett Estevez

Brad Whitaker adalah seorang pria yang bekerja di sebuah stasiun radio. Dia sedang beradaptasi dengan kehidupan barunya sebagai suami dari istrinya, Sara, dan dua anak tirinya, Megan dan Dylan.

Dylan mulai terbuka pada Brad bahwa dia sering menjadi korban perundungan. Sementara itu, Megan mengajak Brad untuk menjadi pasangannya untuk pesta dansa antara ayah dan anak di sekolah.

Suatu hari, Dusty Mayron, mantan suami Sara sekaligus ayah biologis dari Megan dan Dylan menelpon. Dia mengetahui bahwa sang istri sudah menikah lagi. Dia pun memberi tahu bahwa dia akan berkunjung keesokan harinya.

Sara merasa khawatir untuk mengijinkan Dusty datang ke rumah tapi Brad meyakinkan sang istri bahwa nggak akan terjadi apa-apa. Brad menambahkan bahwa kedatangan Dusty bisa menjadi contoh bagi anak-anak untuk saling menghormati.

Kedatangan Dusty membuat Brad merasa terintimidasi. Dusty bukan hanya merupakan pria berotot tapi juga bisa dengan mudah mendekati Megan dan Dylan.

Brad meminta Dusty untuk tinggal sementara waktu walau Sara sudah memperingatkannya bahwa tindakan itu bukanlah tindakan yang tepat. Terlebih ketika Dusty sudah dikuasai api cemburu.

Dusty setuju untuk tinggal sementara bersama Brad, Sara, Megan dan Dylan. Dusty memberikan apa saja yang anak-anaknya inginkan mulai dari memberi anjing sampai membuat rumah pohon.

Brad pun menyadari bahwa kedatangan Dusty bukan untuk berkunjung melainkan merebut kembali keluarganya. Brad mulai merasa posisinya terancam oleh kehadiran Dusty.

Dusty melanjutkan propagandanya dengan membahas mengenai kesuburan Brad. Brad sendiri sempat mengalami kecelakaan yang menurut dokter bisa memengaruhi kesuburannya.

Dusty berhasil mendorong Brad untuk memeriksakan kesuburannya pada dokter. Dia berharap ketidaksuburan Brad bisa mengembalikan Sara ke pelukannya.

Selagi menunggu hasil tes kesuburan, Brad dan Dusty setuju untuk melatih Dylan melawan para perundung. Hasil tes keluar dan ternyata kesuburan Brad dinyatakan jauh lebih baik.

Dengan begitu, harapan Sara dan Brad untuk mempunyai anak lagi kembali muncul. Tapi hal itu nggak menyurutkan niat Dusty untuk menyingkirkan Brad dari keluarganya.

Semakin frustasi, Dusty bertindak nekad dengan membeli kuda poni dan tiket pertandingan basket. Ketika menonton pertandingan basket, Dusty mengatakan pada Dylan bahwa dia berteman dengan pelatih tim favorit Dylan, Los Angeles Lakers.

Brad yang merasa kalah kelas, terus minum alkohol. Kemudian ketika jeda, dia ikut lomba yang mencelakakan seorang cheerleader dan penonton disabilitas.

Merasa malu, Brad pun memilih untuk keluar dari rumah. Dusty mengambil kesempatan untuk meredakan kesedihan Sara. Upaya Dusty menemui kegagalan setelah Sara menolak ajakan untuk rujuk dan memerintahkan Dusty untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang ayah.

Brad hidup luntang-lantung bahkan sampai tinggal di kantornya. Apa lagi upaya yang dilakukan Dusty? Atau berhasilkah Brad akhirnya hidup tentram bersama Sara, Dylan dan Megan?

Formula Cerita

Formula Cerita

Film Daddy’s Home dari segi cerita nggak menyajikan formula baru. Rivalitas antara ayah atau ibu tiri dengan ayah kandung atau ibu kandung sudah pernah dimuat dalam Stepmom yang dibintangi Julia Roberts dan Susan Sarandon. Hanya saja, dalam Daddy’s Home persaingan antara ayah kandung dan ayah tiri dikemas dalam bentuk yang lebih gila.

Film garapan Sean Anders ini memang nggak menyajikan cerita yang solid tapi memang bukan itu yang ingin dituju dalam film ini melainkan dari sisi hiburan.

Segala tragedi yang dikemas dalam bentuk komikal merupakan andalan dalam cerita rivalitas antara dua ayah ini. Nggak ada tema berat yang coba diangkat melainkan kegilaan masing-masing untuk mendapatkan tujuannya.

Secara sinematografi, nggak ada yang spesial dengan Daddy’s Home sebagaimana yang diandalkan adalah komedi. Dari segi pendalaman karakter, dua karakter utama yaitu Brad dan Dusty cukup mendapat pendalaman.

Dusty merupakan tipe orang yang berani berkonfrontasi sementara Brad lebih mengedepankan diplomasi. Perbedaan karakter yang bertolak belakang itulah yang dieksplor habis-habisan di film ini.

Memadukan Berbagai Jenis Komedi

Memadukan Berbagai Jenis Komedi

Bagi yang sering menonton film-film yang dibintangi Will Ferrell, Daddy’s Home merupakan tipikal film santapannya. Berbagai jenis komedi dari mulai slapstick, komedi biru yang membahas hal seksual, sampai komedi berdasarkan karakternya yang konyol ditampilkan dengan lengkap.

Uniknya komedi-komedi yang terkesan nggak baru lagi itu berhasil disajikan dengan tepat dan berhasil mengundang tawa. Durasi selama 96 menit akan dipenuhi oleh aksi-aksi kocak Ferrell yang berperan sebagai Brad dikerjai oleh Dusty yang diperankan oleh Mark Wahlberg.

Dialog-dialog serta aksi-aksi absurd seperti menghidupkan motor sampai menabrak rumah walau bisa ditebak tapi tetap saja lucu. Kepintaran menggunakan komedi di momen yang tepat menjadi salah satu kelebihan film ini.

Chemistry Will Ferrell dan Mark Wahlberg

Chemistry Will Ferrell dan Mark Wahlberg

Will Ferrell menjadi senjata utama dalam Daddy’s Home. Berbeda dengan beberapa film yang dia bintangi, di film ini dia seperti diberi karakter yang berpikir normal.

Tapi kenormalan berpikirnya itu yang dimanfaatkan Dusty untuk menyingkirkannya. Sebagai objek penderita, rasanya nggak ada yang lebih pas memerankan karakter Brad selain Ferrell.

Mark Wahlberg nggak terlihat kesulitan memerankan karakter Dusty. Dengan fisik yang lebih mengintimidasi dibanding Ferrell, Wahlberg terlihat meyakinkan sebagai seorang yang licik.

Bahkan ekspresinya yang dibuat nyaris datar sepanjang film terasa menjadi pelengkap yang tepat untuk karakter Ferrell. Melalui ekspresi yang ditampilkan, penonton bisa membaca kalau Dusty adalah sosok yang licik.

Chemistry Ferrell dan Wahlberg menjadi kunci dalam Daddy’s Home. Karakter keduanya yang berbeda jauh berhasil dimanfaatkan untuk menggerakkan cerita secara komedi.

Keduanya tampil berimbang sesuai dengan porsi karakternya masing-masing yaitu Ferrell untuk komedi serta Wahlberg drama untuk memancing komedi. Daddy’s Home merupakan hiburan ringan yang nggak memerlukan effort apapun ketika menontonnya.

Walau terkesan seperti film-film Will Ferrell yang lain, tapi film ini tetap punya kelebihan dalam mengeluarkan komedi dalam momen yang tepat. Bagi yang ingin tertawa tanpa harus berpikir panjang, film ini wajib ditonton. Ada rekomendasi film serupa? Mari tuliskan di kolom komentar!

Daddy’s Home
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram