bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Drama Kriminal Casino (1995)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 22 Mei 2021

Keserakahan, penipuan, uang, pengkhianatan, kekuasaan dan pembunuhan terjadi di sekitar dua sahabat: Sam “Ace” Rothstein, sang eksekutif kasino, dan Nicky Santoro, tukang pukul mafia, dalam usaha mereka mempertahankan posisi di kerajaan judi Las Vegas. Casino adalah salah satu karya terbaik Martin Scorsese yang dirilis oleh Universal Pictures pada 22 November 1995.

Film ini menjadi kolaborasi kedelapan Scorsese dengan Robert De Niro yang merangkai banyak kesuksesan, terutama pada film Taxi Driver (1976) dan Raging Bull (1980). Cerita film ini diadaptasi dari buku non-fiksi berjudul Casino: Love and Honor in Las Vegas yang ditulis oleh Nicholas Pileggi yang juga bertindak selaku penulis naskah film ini bersama Scorsese.

Meski penuh dengan adegan kekerasan, nyatanya film ini menuai respon positif dari berbagai pihak. Tapi sayangnya, film ini dilewatkan oleh para juri Academy Awards. Berhubung film ini sudah bisa ditonton ulang di Netflix, maka tidak ada salahnya kami review kembali sebagai bahan referensi dan tambahan informasi bagi penonton.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 1995
  • Genre: Crime, Drama
  • Produksi: De Fina/Cappa
  • Sutradara: Martin Scorsese
  • Pemeran: Robert De Niro, Joe Pesci, Sharon Stone

Kisah dibuka dengan adegan meledaknya mobil yang dikendarai oleh Sam “Ace” Rothstein. Cerita beralih ke awal kisah dimana Sam dipercaya oleh para boss mafia di Chicago untuk menjalankan kasino bernama The Tangiers di Las Vegas di tahun 1973. Sebelumnya, Sam telah dikenal sebagai penjudi ulung dimana dia tidak pernah kalah dalam bertaruh di berbagai permainan.

Untuk melindunginya, dikirimlah teman dekatnya, Nicky Santoro. Siapapun yang mengganggu atau tidak hormat kepada Sam, langsung dihabisi olehnya. Dia pun memiliki tim kecil untuk melakukan aktivitas pencurian yang dianggapnya sebagai hobi.

Atas frekuensi aktivitas kriminalnya yang ketat, Sam sudah memperingatkan Nicky agar sedikit menguranginya jika tidak ingin berurusan dengan kepolisian dan pemerintah. Nicky akhirnya masuk ke dalam daftar hitam pemerintah Nevada karena keras kepalanya.

Akibatnya, pergerakan Nicky terus dipantau FBI dan dia tidak diperbolehkan memasuki Las Vegas. Tetapi dengan tipu muslihatnya, dia masih bisa berkeliaran di Las Vegas dan memiliki restoran di batas kota. Sam bertemu dan jatuh cinta dengan Ginger, seorang wanita yang kesehariannya berada di arena perjudian untuk menipu. Mereka lalu menikah dan memiliki seorang putri.

Suatu hari Ginger ingin meminjam uang yang banyak dari Sam untuk keperluannya, ternyata dia berikan kepada mantan kekasihnya yang langsung dipukuli oleh anak buah Sam setelah pertemuannya ketahuan. Ginger menjadi alkoholik dan pecandu narkoba, tidak peduli lagi dengan keluarganya. Bahkan dia berani menggunakan narkoba di depan putrinya dan pernah mengikatnya di kamar.

Di tahun 1976, Sam memecat salah seorang manajer di kasino, Don Ward, karena dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya setelah mesin judi mereka mengeluarkan jackpot 3 kali dalam sehari. Saudara ipar Don, seorang komisioner di pemerintahan, meminta Sam untuk merekrut kembali Don. Tapi Sam menolaknya. Tidak berapa lama, posisi Sam digoyang oleh badan judi Nevada atas alasan lisensi.

Tensi emosi memanas antara Sam dan Nicky karena mereka saling menganggap rekannya keras kepala. Karena setoran ke para boss mafia semakin mengurang yang mengundang kecurigaan mereka akan adanya tindakan pencurian, mereka merekrut Artie Piscano untuk mengawal operasi ini. Sayangnya, Piscano terlalu banyak bicara sehingga seluruh ucapannya direkam oleh FBI saat rumahnya disadap.

Sam hendak menceraikan Ginger karena berencana kabur ke Eropa bersama mantan kekasihnya. Dalam proses emosional ini, Ginger meminta perlindungan kepada Nicky yang tergoda oleh kecantikannya sehingga tali persahabatan dengan Sam putus karenanya setelah Ginger meminta Nicky untuk membunuh Sam. Ginger ditangkap FBI setelah berusaha kabur dengan membawa uang dan perhiasan Sam di bank.

Tahun 1979, FBI menutup The Tangiers dan menangkap semua pihak yang terlibat, termasuk para boss mafia di Chicago. Tidak ingin ada dari anak buahnya yang bersaksi melawan mereka, satu persatu mereka merencanakan pembunuhan. Ginger tewas overdosis, Nicky dan adiknya dikubur hidup-hidup setelah dipukuli dengan tongkat baseball, dan mobil Sam diledakkan. Untungnya, Sam masih bisa selamat.

Dengan berakhirnya kekuasaan para mafia, Sam meninggalkan Las Vegas dan pindah ke San Diego. Sam kembali ke profesi awal, yaitu bertaruh dalam pertandingan olahraga.

Gaya Penceritaan yang Unik

Gaya Penceritaan yang Unik

Martin Scorsese dikenal dengan keahliannya menjaga ritme dan tempo film. Begitupun dalam Casino, dimana durasi film yang nyaris 3 jam tidak akan terasa karena kita dibawa hanyut dengan keasyikan mengikuti setiap jalinan permasalahan yang ditampilkan. Dan tentu saja, kedetailan dalam setiap aspeknya sangat diperhatikan oleh Scorsese.

Sekitar setengah jam pertama, kita seperti berada dalam film dokumenter yang dibimbing dengan narasi dari Sam dan Nicky yang menceritakan secara detail aktivitas mereka dalam bekerja dan proses aliran uang serta cara-cara mereka menjalankan kerajaan judi milik para boss mafia Chicago ini. Seluruh adegan ditampilkan dengan background musik dari berbagai genre yang tidak pernah berhenti.

Oleh karena itu, soundtrack film ini penuh dengan banyak lagu populer, mulai dari pop-rock, blues, jazz, Motown, soul dan funk. Total ada 31 lagu yang mengisi CD soundtrack-nya yang berjumlah dua keping ini. Gaya penceritaan yang unik ini meninggalkan kesan tersendiri bagi kita dan detail informasi yang diberikan sungguh bisa membuat kita takjub. Ternyata seperti itulah cara mafia menjadi kaya.

Kekuatan Akting De Niro, Pesci dan Stone

Kekuatan Akting De Niro, Pesci dan Stone

Selain cerita klise yang dibuat menarik, tentu saja performa akting para pemerannya menjadi faktor utama lainnya bagi Casino. Kita sama tahu dengan kualitas akting Robert De Niro yang sudah tidak diragukan lagi, apalagi dia berperan di dalam film sesuai “zona”-nya, yaitu film bertema mafia. Kharisma, flamboyan dan emosinya yang bisa meledak seketika, membuat kita akan terpaku padanya sepanjang film.

Joe Pesci pun tidak kalah apik menampilkan kemampuannya. Meski bertubuh kecil,, tapi aura yang ditampilkannya di film ini membuat dia bak raksasa yang menakutkan semua orang yang berurusan dengannya. Ditambah dengan nyalinya yang kuat dan ucapannya yang tidak disaring, membuat sosoknya memang pantas untuk ditakuti, bukan disegani.

Tapi yang paling mencuri perhatian di film ini ialah Sharon Stone. Perannya sebagai Ginger dianggap sebagai performa terbaiknya dalam karirnya di dunia film. Dia bisa tampil menawan dengan kecantikannya dan kemudian menjadi lusuh ketika Ginger mulai tenggelam dalam alkohol dan narkoba sehingga membuatnya menjadi sedikit gila.

Dinominasikan di ajang Academy Awards di kategori Best Actress, justru dia berhasil membawa pulang piala Golden Globe untuk kategori yang sama. Sedangkan Scorsese hanya masuk sebagai nominator di kategori Best Director pada ajang Golden Globes. Anehnya, juri Oscar tidak melirik film ini untuk dimasukkan sebagai nominator di kategori lainnya.

Berdasarkan Tokoh Nyata

Berdasarkan Tokoh Nyata

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa film ini merupakan adaptasi dari buku non-fiksi. Artinya film ini berdasarkan kisah nyata, hanya nama karakternya saja yang diganti. Karakter Sam merupakan penggambaran sosok Frank “Lefty” Rosenthal yang pernah menjalankan empat kasino sekaligus di Las Vegas. Sedangkan karakter Sam diceritakan hanya menjalankan satu kasino saja, The Tangiers.

Karakter Nicky berdasarkan sosok Anthony Spilotro yang menjadi penjaga Rosenthal selama di Las Vegas dan merupakan pemimpin kelompok kriminal yang dinamakannya “Hole in the Wall Gang.” Karena tindakan kriminal kelewat batas yang tidak disukai oleh para boss mafia, Spilotro dibunuh pada 14 Juni 1986.

Sedangkan karakter Ginger berdasarkan sosok Geri McGee, seorang model dan penari pada masanya. Jalan cerita dalam Casino mayoritas berdasarkan kesaksian McGee dan juga biografinya yang kemudian dibukukan dan ditulis naskahnya oleh Nicholas Pileggi.

Casino adalah salah satu film bertema judi dan mafia terbaik. Semua elemen dalam film ini terasa lengkap, ditambah dengan gaya penceritaan dan ritme yang membuat kita betah untuk mengikuti kisahnya. Dengan rating 8,2 dari IMDb dengan Metascore sebesar 73 dan dicap certified fresh oleh Rotten Tomatoes, membuat kami tidak ragu untuk merekomendasikan film ini ditonton ulang lagi di Netflix.

Casino
7.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram