Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Bumblebee, Film Spin-Off Transformers

Sinopsis & Review Bumblebee, Film Spin-Off Transformers

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bumblebee menjadi film dengan pendapatan terendah dalam franchise Transfomers lewat raihan sebesar 468 juta dollar di seluruh dunia. Meski dengan pendapatan seperti itu, Bumblebee tetap sukses secara box office. Film ini mendapatkan pujian dari kritikus, yang menyebutnya sebagai film terbaik dalam semua seri Transformers, dan memuji penampilan apik dari Hailee Steinfeld.

Selain itu, Bumblebee juga menjadi film seri Transformers pertama yang tidak disutradarai oleh Michael Bay, di sini ia bertindak sebagai seorang produser. Sementara itu, Steinfeld tidak hanya berperan sebagai pemeran utamanya dalam film ini, ia juga menyumbangkan single miliknya yang berjudul Back to Life untuk menjadi lagu soundtrack di film Bumblebee.

Sinopsis

Bumblebee

*https://www.forbes.com/sites/scottmendelson/2018/12/10/bumblebee-review-transformers-for-kids-john-cena-hailee-steinfeld/?sh=59cdf29e5a71

  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Science fiction action
  • Rumah produksi: Allspark Pictures, Di Bonaventura Pictures, dan Tencent Pictures
  • Sutradara: Travis Knight
  • Pemeran Utama: Hailee Steinfeld dan John Cena

Di sebuah planet yang jauh dari Bumi bernama Cybertron, sekelompok Autobot yang dipimpin oleh Optimus Prime tengah berperang melawan pasukan Decepticon, yang terdiri dari Starscream, Soundwave, dan Shockwave. Selama perang yang hampir dimenangkan oleh Decepticon, Optimus lalu mengirmkan Autobot scout B-127 ke bumi melalui sebuah pod pelarian.

B-127 mencapai Bumi dengan selamat, dan ia mendarat di sekitar tempat latihan Sektor 7, sebuah organisasi Pemerintah Amerika yang memantau aktivitas luar angkasa di Bumi. Mereka lalu mengetahui keberadaan B-127 sebagai makhluk asing, dan Kolonel Jack Burns memerintahkan anak buahnya untuk menyerang robot tersebut.

Karena merasa terdesak, B-127 mencoba untuk bersembunyi, tapi ia disergap oleh anggota Deception, Seeker Blitzwing. B-127 menolak mengungkapkan keberadaan Optimus, dan Blitzwing pun merobek kotak suaranya serta merusak ingatannya. Tapi, B-127 juga mampu menghancurkan Blitzwing berkeping-keping. Ia lalu melarikan diri, dan berkamuflase menjadi mobil Volkswagen Beetle.

Sementara itu di tempat lain, seorang gadis remaja bernama Charlie Watson mengalami trauma atas kematian ayahnya. Suatu hari, ia menemukan mobil Volkswagen Beetle kuning di tempat pembuangan sampah milik Hank. Saat Charlie berusia 18 tahun, Hank memberikan mobil tersebut kepadanya sebagai hadiah ulang tahunnya.

Charlie kemudian berusaha menyalakan mobil barunya itu, namun tanpa sadar ia malah mengaktifkan sinyal pelacak yang terdeteksi oleh Decepticons. Lewat sinyal itu, pasukan Decepticons, Shatter dan Dropkick, menuju ke Bumi, dan mereka pun berubah bentuk menjadi kendaraan transportasi agar tidak dicurigai.

Pasukan Decepticons lalu menuju Sektor 7, mengungkapkan bentuk aslinya, dan berpura-pura menjadi robot penjaga perdamaian. Mereka lalu membujuk organisasi tersebut untuk membantu menangkap B-127 yang telah kabur dari planet Cybertron.

Di lain sisi, saat Charlie mencoba untuk memperbaiki Volkswagen Beetle miliknya, mobil barunya itu tiba-tiba berubah ke bentuk aslinya menjadi B-127. Singkat cerita, keduanya lalu berteman, dan Charlie menamai robot tersebut dengan sebutan Bumblebee.

Dia kemudian secara tidak sengaja membuka pesan dari Optimus, dan mendesak Bumblebee untuk mempertahankan Bumi, meski tidak ada pasukan Autobots lainnya. Keberadaan Bumblebee lalu diketahui oleh tetangganya Charlie, Memo, yang setuju untuk menjaga rahasia tersebut.

Bumblebee mulai menggunakan lagu dari radio untuk berkomunikasi, dan ia secara tidak sengaja menghancurkan rumah Charlie, dan menyebabkan lonjakan energi yang menarik perhatian Sektor 7. Bumblebee kemudian ditangkap oleh Sektor 7 dan dibawa ke markasnya untuk dihadapkan dengan pasukan Decepticon.

Charlie dan Memo pergi menuju Sektor 7 untuk menyelamatkan Bumblebee. Shatter dan Dropkick menyiksa Bumblebee, lalu mengaktifkan pesan dari Optimus, dan menemukan informasi bahwa Autobots akan datang ke Bumi. Keduanya kemudian memberi kabar kepada Decepticons lainnya yang ada di Cybertron untuk pergi ke Bumi agar memulai peperangan baru dengan Autobots di planet ini.

Plotnya Lebih Sederhana, Tidak Meledak-Ledak

Plotnya Lebih Sederhana, Tidak Meledak-Ledak

*https://www2.bfi.org.uk/news-opinion/sight-sound-magazine/reviews-recommendations/bumblebee-transformers-prequel-hailee-steinfeld-travis-knight

Seperti sebuah takdir yang tidak bisa dihindarkan, cerita film ini mempertemukan dua makhluk lintas planet yang satu sama lain memiliki pengalaman buruk di dalam hidupnya masing-masing. Bumblebee memang bukan sebuah film drama yang menawarkan kisah pedih mendalam. Tetapi, bobot emosional yang disajikan di film ini menjadi daya tarik untuk keseluruhan jalan ceritanya.

Bisa dibilang, Bumblebee cukup spesial jika dibandingkan dengan semua franchise Transformers yang sudah dibuat. Karya Transformers terdahulu dari Michael Bay penuh dengan ledakan, dan adegan penghancuran yang destruktif. Travis Knight di film ini menawarkan sesuatu yang lebih sederhana, tidak terlalu kompleks, tapi tetap menghadirkan adegan action yang disajikan sewajarnya.

Sebagai film adaptasi live-action pertama yang dibuatnya, Knight menonjolkan Hailee Steinfeld sebagai sosok remaja perempuan yang menjadi jagoan utamanya di pihak manusia. Ia lalu ditemani oleh John Cena, yang pada awalnya menyebalkan berbalik arah menjadi karakter yang lebih manusiawi. Bersama dengan Bumblebee, ketiganya menjadi pusat konflik yang membuat film ini menarik untuk diikuti.

Dari pihak para Autobots, Dylan O’Brien, yang berperan dalam trilogi Maze Runner, tampil sebagai pengisi suara Bumblebee. Sementara itu, dua pasukan Decepticon yang licik dan kejam, Shatter, dan Dropkick, masing-masing suaranya diisi oleh Angela Bassett dan Justin Theroux.

Film garapan Knight ini berlatar di tahun 1980an, dan banyak memunculkan kultur populer di zaman itu seperti salah satunya referensi musik era 80an, The Smiths, A-ha, dan Bon Jovi. Alur dalam film ini juga cukup sederhana, meski di beberapa bagian terlalu terburu-buru. Ikatan yang kuat antara Bumblebee dengan Charlie mendorong film ini mempunyai sisi emosionalnya tersendiri, dan tidak berlebihan.

Keduanya membuat ikatan yang unik antara seorang manusia, dan sesosok robot dari planet yang asing dari Bumi. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Charlie dan Bumblebee langsung kompak satu sama lain lewat kesamaan latar belakang yang kurang lebih sama.

Mereka sama-sama tengah bersedih, dan berusaha untuk menyelesaikan masalahnya masing-masing. Pada akhirnya, Bumbeblee harus menjaga Bumi dari serangan Decepticon, dan Charlie mesti terus melangkah mencari jati dirinya, serta melupakan rasa traumatik atas kehilangan ayahnya

Terasa Lebih Menyenangkan dari Seri Transformers Lainnya

Terasa Lebih Menyenangkan dari Seri Transformers Lainnya

*https://www.empireonline.com/movies/news/bumblebee-trailer-brings-back-classic-transformer-designs-optimus-prime/

Lima seri Transformers sebelumnya yang digarap oleh Michael Bay begitu eksplosif dalam menciptakan adegan action. Semuanya diperlihatkan mulai dari adegan kejar-kejaran mobil, tembak-menembak, kehancuran di tengah jalan, dan segala bentuk kerusakan lainnya. Franchise terdahulu tak lebih hanya menjadi tontonan peperangan antara robot yang diciptakan terlalu berlebihan di planet Bumi.

Sadar jika konsep tersebut tidak akan cocok diterapkan kepada Bumblebee, Knight rasanya cukup bijak dengan membawa film ini lebih enak untuk ditonton, dan menonjolkan kepribadian Bumblebee yang sebenarnya menyenangkan. Di sini, Bumblebee digambarkan bukan hanya sebagai robot biasa saja, tapi ia pun diperlihatkan memiliki sisi humanis lewat ikatannya bersama Charlie.

Meski lebih segar dan menarik untuk diikuti kisahnya, tapi film ini rasanya memiliki visual yang kalah baik dari film garapan Bay sebelumnya. Kemungkinan karena Bumblebee berlatar tahun 80an, maka film ini mencoba mempertahankan unsur klasiknya, dan tidak terlalu mengeksplorasi aspek tersebut. Di sini juga, tidak terlalu banyak menampilkan peperangan antara Autobots, dan Decepticon.

Film ini memang menjadi prequel dari semua franchise Transformers, dan dirasa wajar jika tidak banyak adegan peperangan karena mungkin ingin mendalami karakter dari Bumblebee itu sendiri. Beberapa karakter ikonik Transformers juga hadir di sini seperti, Optimus Prime, Arcee, Wheeljack, Cliffjumper, Brawn dan Ratchet, meski menit tampil semuanya tidak terlalu banyak.

Bagi penggemar Transformers, Bumblebee bukanlah film yang mengecewakan, justru film ini sangat menyenangkan untuk dinikmati. Selain banyak menampilkan berbagai elemen humanis, baik diantara Charlie, Burns, dan Bumblebee, film ini rasanya bisa mengobati kekecewaan film terakhir Transformers The Last Knight (2017) yang mendapatkan hasil buruk.

Visual Bumblebee Lebih Klasik dan Ikonik

Visual Bumblebee Lebih Klasik dan Ikonik

*http://www.followingthenerd.com/movies/sdcc-2018-watch-stan-bush-just-played-the-touch-at-the-bumblebee-movie-panel/

Sebagai pusat cerita, tentunya background story dari Bumblebee menjadi sorotan utama di film ini. Awalnya ia bernama B-127 di planet Cybertron, dan ketika mendarat di Bumi ia berkamuflase menjadi sebuah mobil VW, hingga akhirnya dinamai dengan Bumblebee. Jauh sebelum persahabatannya dengan Witwicky, robot kuning ini telah menjalin ikatan emosional dengan manusia lainnya bernama Charlie.

Di sini juga, kita bakal melihat awal mula kenapa dirinya bisa kehilangan suaranya akibat pertempuran dengan Blitzwing. Cara berkomunikasi Bumblebee cukup unik karena dirinya berbicara menggunakan lagu atau dialog yang ada di radio. Selain itu, tampilan klasik dari Bumblebee membuat visualnya terlihat menarik, ikonik, dan fresh untuk dilihat.

Segala aspek sederhana, dan menyenangkan yang ditampilkan dalam film ini, membuat Bumblebee mendapatkan respon cukup positif. Di aggregator Rotten Tomatoes pun, Bumblebee memiliki rating 91% berdasarkan 244 ulasan, dengan nilai 6.95/10.

Konsesus kritik di situs tersebut pun menyatakan jika, “Bumblebee membuktikan membawa kesenangan dan rasa ingin tahu kembali ke franchise blockbuster Transformers yang membengkak, dan daftar sekuel untuk filmnya mungkin sedang dipersiapkan.

Secara tidak langsung, film Bumblebee ini sedikit memperbaiki franchise Transformers yang terlalu berlebihan dalam penyajian ceritanya.  Jika pihak studio ingin menampilkan sesuatu yang baru dan lebih fresh, konsep yang ditampilkan dalam film ini setidaknya bisa berpotensi membuat arah masa depan franchise Transformers lebih menjanjikan lagi.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *