Bacaterus / Review Film Indonesia / Sinopsis dan Review Film Bucin, Komedi Pelajaran Cinta

Sinopsis dan Review Film Bucin, Komedi Pelajaran Cinta

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bisa dikatakan, ada 3 genre yang selalu menguasai pasar film Indonesia, yaitu drama khususnya percintaan, horror, juga komedi. Dengan bakat sinematografinya, Chandra Liow rupanya memutuskan untuk unjuk gigi di dunia perfilman Indonesia dengan memulai debut sebagai sutradara film drama komedi romantis dengan judul Bucin. Atau dikenal dengan judul Bahasa Inggris, Whipped.

‘Bucin’ merupakan kependekan dari istilah budak cinta, yang sering digunakan para milenial. Makna dari kata ini kurang lebih adalah seseorang yang larut keterlaluan dalam menjalin hubungan asmara. Judulnya, cukup memancing meskipun sangat to the point sehingga mungkin kamu sudah memiliki gambaran bagaimana kira-kira kisahnya.

Telah tayang di jaringan Netflix, sekarang kita akan mencoba mengupas tentang film yang menampilkan banyak kameo dari artis Indonesia ini. Sebelumnya, kami ingatkan bahwa para tokoh sentralnya tampil menggunakan nama mereka yang sebenarnya.

Sinopsis

Film Bucin

*https://www.letsott.com/whipped?type_id=20&type=language

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Komedi
  • Produksi: Rapi Films
  • Sutradara: Chandra Liow
  • Pemeran: Andovi Da Lopez, Jovial Da Lopez, Tommy Limm, Chandra Liow as Chandra, Susan Sameh, Karina Salim, Kezia Aletheia as Cilla

Kakak beradik Jovial Da Lopez dan Andovi Da Lopez bersahabat baik dengan Tommy Lim dan Chandra Liow. Menilai bahwa diri mereka telah diperbudak oleh perasaan cinta, atas usul Jovial, keempatnya memutuskan untuk mengikuti kelas anti bucin, dibawah bimbingan seorang ahli psikologi bernama Vania (Susan Sameh).

Rupanya, Vania memiliki metode yang cukup unik untuk menyembuhkan para pasiennya dari keterikatan terhadap cinta. Meski telah diingatkan bahwa terapi dari wanita tersebut tergolong ekstrim, keempat pria tersebut rela menjalaninya. Terkecuali Chandra yang masih single, ternyata Jovial, Andovi dan Tommy memang memiliki masalah dalam hubungan mereka.

Andovi menjalin hubungan dengan seorang gadis cantik bernama Kirana (Widika Sidmore). Di antara teman-temannya yang lain, pria yang memiliki hobi bermain basket ini adalah penderita bucin akut. Ia sangat menurut pada Kirana, meski dalam hatinya, ia sangat merindukan kebebasan. Sementara sang kakak yaitu Jovial, memiliki masalah yang berbeda.

Jovial telah memiliki kekasih. Namun rupanya, hubungannya dengan wanita bernama Cilla (Kezia Aletheia) yang telah menginjak usia 4 tahun itu tengah mencapai titik jenuh. Ia merasa, tidak ada lagi chemistry antara keduanya. Bahkan, dia mulai mencari cara untuk mengakhiri hubungannya tersebut. Sementara Tommy, memiliki problematika yang berbeda.

Tommy sebenarnya telah mengambil keputusan untuk menikahi kekasihnya Julia (Karina Salim). Meski keputusannya tersebut telah bulat, sepertinya dari segi finansial, Tommy belum sesiap itu. Ia berusaha sedemikian mungkin untuk menekan budget. Di satu sisi, sebetulnya ia membutuhkan sebuah kendaraan baru. Namun demi Julia, ia tidak mau mengganti mobilnya tersebut dengan yang baru.

Jovial, Andovi, Tommy dan Chandra mulai menjalani terapi mereka di sebuah ruko tempat Vania membuka praktik. Salah satu metoda yang digunakan oleh Vania adalah, menempatkan keempatnya di sebuah escape room. Mereka juga diberikan petunjuk bagaimana cara untuk keluar dari ruangan yang terkunci rapat itu. Maksudnya, agar mereka mampu membuang jauh kebucinan dalam diri mereka.

Sementara mengikuti terapi ekstrim Vania, keempatnya, atau lebih tepatnya Jovial, Andovi dan Tommy masih harus menghadapi problematika dalam hubungan mereka. Andovi masih merasa takut pada Kirana, Tommy juga tetap dibingungkan dengan keharusan mengencangkan ikat pinggang agar bisa segera menikahi wanita pujaan hatinya tersebut.

Masih dihantui keresahan akan kondisi hubungan dirinya dengan Cilla, Jovial yang paling tua diantara keempatnya justru mulai menjalin kedekatan dengan Vania. Hingga pada suatu titik, permasalahan yang terjadi diantara mereka semakin memuncak.

Jokes Milenial

Jokes Milenial

*https://www.netflix.com/id/title/81278481

Karena suguhan utama film yang dirilis di Netflix pada 18 September 2020 ini adalah komedi, yang pertama kali kita bahas tentu unsur komedinya. Sepertinya kita patut memuji adegan-adegan jenaka dari film yang dibintangi para YouTuber ini.

Komedi yang disuguhkan cukup fresh, juga up to date. Intinya, adegan kocak yang ditampilkan Chandra Liow dan kawan-kawan adalah peristiwa-peristiwa lucu yang biasa terpikirkan oleh para kaum urban. Kita akan melihat berbagai hal yang biasa tampil sebagai meme diangkat dalam aksi live action di layar kaca.

Bukan hanya untuk kepentingan mengocok perut, tapi juga situasi ini mungkin saja terjadi di kehidupan nyata. Seperti, Andovi yang selalu memikirkan segala cara agar Kirana tetap berbaik hati padanya. Atau, bagaimana nenek dari Julia membandingkan Tommy dengan mantan pacar dari cucunya tersebut.

Tentunya, semua ini disuguhkan dengan ‘lebay’ tapi dalam porsi yang cukup. Mereka yang senang berkelakar tentang peristiwa gaya hidup tentu akan terpingkal-pingkal karena candaan sehari-harinya diwujudkan dalam film ini.

Komedi yang Bablas

Komedi yang Bablas

*https://sushi.id/nonton-film-bucin/

Meski kekocakan dalam film ini dapat diterima dengan baik, namun masih memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya, adegan komedi yang ‘bablas’. Maksudnya, diantara peristiwa dalam film ini yang membuat kita ngakak, masih ada satu dua adegan yang mungkin malah membuat kita berkomentar, ‘nah kalau ini sih kurang’.

Atau dalam kata lain, kurang ‘pecah’. Sehingga agak menurunkan mood saat kita sudah tersenyum lebar. Sayangnya, adegan seperti ini juga terjadi beberapa kali. Meski begitu, seharusnya para milenial bakalan cukup menikmati suguhan debut dari Chandra ini. Sebab, menghadirkan humor yang sangat kekinian.

Sebaliknya, unsur slapstick yang tampil justru sesuai porsi. Ada beberapa film yang seolah gagal ketika mereka membuat sebuah adegan slapstick. Alias tidak lucu. Tapi Bucin justru tidak berlebihan soal itu. Mereka seolah memiliki konsep sendiri yang lebih berkesan panjang akal dibanding film sejenis.

Seperti, adegan saat Tommy berusaha mengatasi pintu mobilnya yang rusak. Atau, adegan-adegan komikal lain. Ini hanya pendapat kami. Tapi sepertinya, Chandra mungkin bisa mulai menantang diri ke tingkat selanjutnya. Seperti, menyutradai film berjudul besar misalnya Warkop. Ide humor modern milik sang YouTuber mungkin dapat memberikan sentuhan baru bagi film-film komedi lama yang akan di-remake.

Plus dan Minus Lain

Plus dan Minus Lain

*https://mediaindonesia.com/read/detail/343181-ogah-dianggap-sekadar-youtuber-chandra-liow-rilis-bucin

Mungkin kamu tahu bahwa Chandra Liow memiliki konten mengomentari beragam video. Dalam filmnya ini, kita bisa melihat bahwa dia memang memiliki skill yang mumpuni untuk membuat film. Karena dari segi editing, cukup menyenangkan mata.

Sementara dari segi akting, Jovial sepertinya didudukan pada kursi yang pas. Diantara keempat aktor utama, dia berhasil mengingatkan kita akan permasalahan yang sering dialami para kaum dewasa muda. Lantas adegan kecanggungannya ketika menyadari bahwa dirinya menyukai Vania itu terlihat natural.

Dari segi cerita, sebenarnya biasa saja. Dan perubahan suasana dari komedi menjadi sejenis film thriller di akhir cerita agak terlalu ‘anjlok’, lalu anti klimaks. Tapi hal ini akan membuat kita berpikir bahwa para sineas Bucin sepertinya juga boleh mencoba untuk menggarap film dengan genre tersebut.

Sesungguhnya, film ini cukup memiliki makna yang cukup dalam jika dihubungkan dengan dunia percintaan. Ada sedikit pelajaran yang bisa dipetik di dalamnya. Salah satunya, ketika Tommy berhadapan dengan presenter terkemuka Helmi Yahya. Bagaimana mencintai tidak bisa berat sebelah. Tetapi, baik perempuan maupun laki-laki, berhak untuk mendapat kebahagiaan yang sama.

Satu lagi, Bucin juga memiliki elemen sarkas di dalamnya yang berjalan smooth. Lalu, Deddy Corbuzier. Meski tampil singkat, sang mantan pesulap hadir dalam adegan yang sepertinya kita banyak melihat adegan sejenis di film lain. Tapi, masih mampu mengocok perut.

Untuk selingan di saat santai, Bucin bisa menjadi pilihan kamu. Tapi tidak juga bisa dikategorikan wajib tonton. Namun bagi para penggemar komedi, silahkan login ke akun Netflix kamu jika sedang mencari film yang dapat membuat kamu tertawa lepas.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *