Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Brightburn, Kisah Gelap Superhuman

Review & Sinopsis Brightburn, Kisah Gelap Superhuman

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

“Bagaimana jika seorang yang memiliki kemampuan superhuman, alih-alih menjadi seorang pahlawan untuk melindungi umat manusia, ia malah menjadi seorang yang sangat jahat?” Konsep “What if“, sepertinya menjadi gagasan awal dalam pembuatan Brightburn yang ditulis oleh James Gunn bersama kedua saudaranya, Mark and Brian Gunn.

Menghadirkan kisah manusia super dengan nuansa yang lebih gelap dan kejam. Film yang penggarapannya dipercayakan pada penulis skenario sekaligus sutradara, David Yarovesky ini memang cukup menarik dari segi premis cerita. Sehingga tak berlebihan rasanya bila penonton berekspektasi terhadap film yang satu ini.

Nah, apakah Brightburn sesuai dengan yang diharapkan oleh para penonton? Yuk, simak ulasan menarik yang akan Bacaterus bahas tentang film ini sebagai berikut.

Sinopsis

Brightburn

* sumber: www.netflix.com

  • Rilis: 2019
  • Genre: Horor, Fiksi Ilmiah, Fantasi
  • Produksi: Screen Gems
  • Sutradara: David Yarovesky
  • Pemeran: Elizabeth Banks, David Denmann, Jackson A Dunn, Gregory Allan Williams, Meredith Hagner, Steve Agee

Brightburn bermula ketika pasangan bernama Kyle Breyer (David Denman) dan Tori Breyer (Elizabeth Banks) dikejutkan dengan kemunculan benda asing yang jatuh dari langit di hutan yang berada di belakang rumah tempat tinggal mereka. Pasangan yang belum dikaruniai anak tersebut pun kemudian menemukan sosok bayi misterius dalam sebuah kapsul yang diduga berasal dari luar angkasa.

Keluarga Breyer yang takjub melihat bayi tersebut pada akhirnya mengadopsi dan membesarkannya dengan nama Brandon Breyer yang diperankan oleh aktor muda, Jackson A Dunn. Akan tetapi kehidupan keluarga Breyer yang sebelumnya berjalan biasa perlahan berubah ketika Brandon mulai tumbuh dengan berbagai perilaku aneh yang muncul berkaitan dengan asal usulnya.

Di usianya yang beranjak remaja. Ia mulai mengalami rentetan peristiwa yang menuntunnya pada fakta yang telah disembunyikan orang tua yang telah mengadopsinya selama bertahun-tahun. Brandon pun mulai menyadari kekuatan besar yang dimilikinya. Kekuatan inilah yang pada akhirnya menjadi sebuah teror menakutkan bagi orang-orang yang berada di sekelilingnya.

“What If”, Sudut Lain Manusia Super

What If, Sudut Lain Manusia Super

* sumber: era.id

Brightburn merupakan salah satu film yang sempat menjadi sorotan pada tahun 2019 silam. Kehadiran film ini menambah euforia masyarakat terhadap film bertema superhuman yang cukup marak bermunculan di beberapa tahun ke belakang.

Meskipun film ini mengangkat latar cerita yang hampir mirip dengan karakter terkenal, Superman, namun Brightburn sendiri tak memiliki afiliasi dengan salah satu markas superhero terbesar di Amerika Serikat, DC. Hal inilah yang kemudian menimbulkan rasa penasaran penonton dengan storyline yang ditawarkan oleh film produksi Screen Gems tersebut.

Konsep cerita dalam film Brightburn sendiri memang bukan sesuatu yang asing, terutama bagi para pecinta komik bertema superhero. Melalui konsep “What if”, masyarakat diajak untuk berandai-andai melihat sudut berbeda manusia yang memiliki kekuatan dari sisi yang lebih gelap dan jahat.

Meskipun tema yang diangkat tentang manusia super, namun film Brightburn sendiri bukanlah kisah mengenai superhero. Mengingat hampir sebagian besar scene dalam film ini didominasi dengan adegan film horor yang mengerikan, ketimbang mengeksplorasi kekuatan istimewa yang dimiliki sang tokoh utama untuk menyelamatkan dunia dari segala kemungkinan bahaya yang mengancam. Hal ini pula yang membuat banyak penonton terkecoh dengan genre yang diusung oleh film ini.

Baca juga: Rekomendasi Film Tentang Kekuatan Super yang Unik

Menarik Tapi Tidak Cukup Memuaskan

Menarik Tapi Tidak Cukup Memuaskan

* sumber: www.indiewire.com

Kehadiran film ini memang sempat mengundang antusias para penonton yang ada di seluruh dunia. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan film ini masuk ke dalam daftar box office dengan total keuntungan yang didapat mencapai hampir 32,9 juta USD dari biaya produksi yang terbilang rendah, yaitu sekitar $6 juta USD.

Pendapatan tersebut tentu tidaklah buruk, meskipun bisa dibilang jauh dari kata memuaskan. Brightburn sendiri memang bisa memenuhi ekspektasi para penonton, khususnya bagi para pecinta film Gore melalui spesial efek yang mengerikan.

Di luar dari itu, Brightburn memang tidak memiliki sesuatu yang istimewa selain kengerian yang dihadirkan melalui sosok anak yang bingung dengan identitas dirinya. Banyaknya adegan jumpscare yang ditampilkan dalam film ini bukan lagi sesuatu yang menarik, bahkan cenderung mudah untuk ditebak. Selain itu spesial efek yang dihadirkan untuk beberapa adegan pun tak terlalu halus dan mengesankan.

Beruntung kemampuan Elizabeth Banks memerankan karakter sebagai seorang ibu cukup baik dan mampu membawa emosi penonton, sehingga membuat film ini tidak terlalu membosankan. Meskipun pada akhir film, penonton harus kembali menelan ludah karena tak ada twist atau sebuah elevasi baru yang membuat film ini bisa jauh lebih berkesan.

Meski terselip unsur drama keluarga di dalamnya, namun film ini tidak layak untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Mengingat filmnya sendiri masuk dalam kategori R atau “Restricted”, yaitu tidak dapat ditonton oleh anak dibawah usia 17 tahun tanpa pengawasan orang tua. Hal tersebut menjadi catatan tambahan mengenai film ini.

Film Horor yang Menjanjikan

Film Horor yang Menjanjikan

* sumber: www.berkshireeagle.com

Mengambil setting di sebuah kota fiksi bernama Brightburn yang ada di Amerika Serikat. Selama kurang dari 90 menit penonton diajak untuk menyelami kehidupan keluarga Breyer. Menyaksikan Brandon Breyer mengembangkan kekuatan super dahsyat yang dimilikinya, bersamaan dengan munculnya suara-suara misterius yang berdengung di kepalanya.

Sementara di sisi lain orang tua adopsi yang mengetahui bagaimana ia bermula berusaha mengambil keputusan terhadap segala kemungkinan yang terjadi, termasuk menghentikan kemungkinan penyakit mental yang dialami oleh anak berusia 12 tahun tersebut ketika ia mulai menyerang secara brutal orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Secara sekilas film ini memang lebih terlihat seperti film psikopat dengan sentuhan magis. Hal ini tentu mengingatkan kita pada film “the Omen”. Meski keduanya memiliki latar cerita yang berbeda, namun setidaknya film horor yang dirilis pada tahun 2006 tersebut bisa memenuhi beberapa aspek yang diharapkan oleh para penonton.

Film Brightburn sendiri terlihat serba menggantung dan tak memiliki arah yang jelas. Satu-satunya petunjuk yang membuat film horor ini cukup menjanjikan di masa depan ada pada credit scene film yang menunjukkan footage video serta potongan berita mengenai teror yang dilakukan oleh Brandon pada penduduk bumi setelah pembantaian yang dilakukan pada orang tuanya.

Apakah ini sebuah tanda bahwa Brightburn siap dieksplorasi lebih jauh di film selanjutnya? Bila, ya, semoga penggarapan sekuel film tersebut bisa jauh lebih baik agar mengurangi kadar kebingungan penonton pada film pertamanya.

Nah, itulah ulasan mengenai film Brightburn, ketika superhuman menjadi pusat perhatian dunia. Kehadirannya menambah warna baru dalam dunia perfilman. Meski eksekusi film tersebut jauh dari kata maksimal, namun bagi para pecinta film horor, Brightburn bisa menjadi alternatif yang menarik untuk ditonton. Bila ada film seru yang kami review, kamu bisa tulis komentar di kolom komentar yang telah kami sediakan.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *