bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Boy Erased, Film Tentang Conversion Therapy

Ditulis oleh Syuri - Diperbaharui 11 September 2021

Bagaimana rasanya ditekan oleh orang terdekat untuk menjadi 'orang lain', di saat kamu mengetahui jati dirimu yang sesungguhnya? Itulah yang dirasakan oleh Jared Eamons, seorang remaja yang menyadari kalau ia gay. Film ini diangkat dari buku otobiografi Boy Erased: A Memoir, kisah yang dialami sendiri oleh sang penulis, Garrard Conley.

Ayah Garrard adalah seorang penganut fundamentalisme Kristen, yang berarti ia teramat taat terhadap semua perintah di dalam Alkitab sehingga segala sesuatu dan perilaku yang 'tidak Alkitabiah' sangat ia kecam. Ketika mengetahui anak lelakinya menyukai lelaki juga, sang ayah langsung memasukkan sang anak ke terapi konversi (terapi 'penyembuhan' gay).

Buku Garrard dan juga film ini menceritakan pengalamannya selama terapi konversi tersebut, dalam karakter buatannya, yaitu Jared Eamons. Inilah sinopsis dan ulasan film Boy Erased dari Bacaterus.

Sinopsis

Sinopsis & Review Boy Erased, Film Tentang Conversion Therapy 1
  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Drama, Teen, Coming-of-Age
  • Produksi: Perfect World Pictures, Anonymous Content, Blue-Tongue
  • Sutradara: Joel Edgerton
  • Pemeran: Lucas Hedges, Nicole Kidman, Joel Edgerton, Joe Alwyn, Xavier Dolan, Troye Sivan, Cherry Jones, Flea, Russell Crowe

Jared Eamons (Lucas Hedges) merupakan remaja normal pada umumnya. Ia memiliki kekasih yang populer dan cantik, bakat dalam bidang olahraga, juga keluarga yang harmonis dan berkecukupan. Ayahnya, Marshall Eamons (Russell Crowe), memiliki bisnis dealer mobil yang sangat maju.

Di sisi lain, Marshall juga seorang Baptis preacher (pengkhotbah). Sedangkan Nancy Eamons (Nicole Kidman), ibu Jared, adalah seorang ibu rumah tangga yang melabeli diri sendiri sebagai penata rambut. Mungkin karena itulah rambut Nancy selalu on point, ya!

Saking bangganya kedua orang tua Jared pada anak mereka, Jared dihadiahi mobil setelah memenangkan pertandingan basket. Jared dan pacarnya langsung test drive, berjalan-jalan dengan mobil itu hingga larut malam.

Saat kekasihnya mengajak Jared untuk 'bersenang-senang', entah kenapa Jared merasa tidak bergairah, padahal ia menyayangi pacarnya. Hubungan mereka pun mendingin dan putus sebelum Jared masuk ke universitas.

Ternyata, ada kejadian buruk menimpa Jared, bahkan sebelum perkuliahan dimulai. Roomate-nya yang merupakan laki-laki memaksa untuk berhubungan intim kepada Jared, lalu meminta Jared untuk tidak melaporkan kejadian ini pada siapa pun. Jared merasa trauma dan memutuskan untuk pulang ke rumah, tidak mau tinggal di asrama lagi.

Henry, sang roomate, menelepon kediaman Eamons karena tahu Jared telah menjauhinya. Ia juga memfitnah, mengatakan bahwa Jared merupakan seorang gay. Orang tua Jared pun langsung menanyakan apa maksud Henry kepada Jared. Awalnya Jared tidak mau cerita, karena ia adalah korban pelecehan seksual, tentu berat untuknya.

Namun, karena terus didesak sang ayah, Jared pun mengatakan semuanya. Juga, dengan fakta bahwa ia memang benar, seorang gay. Setelah berkonsultasi dengan pendeta lain, Marshall mendaftarkan Jared (tanpa persetujuannya) untuk mengikuti terapi konversi.

Jared dan ibunya pun datang ke Love In Action—gay conversion therapy di Memphis, Tennessee. Selama terapi, mereka berdua tinggal di hotel terdekat, tanpa sang ayah, karena tempat konversi terlalu jauh dari kediaman mereka. Hari pertama terapi, Jared diminta mengumpulkan semua barang-barangnya termasuk buku catatan dan ponselnya. Ini adalah ritual setiap kali akan memulai sesi.

Jared diberitahu ia tidak diperkenankan menelepon siapa pun selama sesi terapi. Anehnya, ia juga tidak diperbolehkan menceritakan apapun yang terjadi di dalam sana, termasuk pada orang tuanya. Kenapa orang tua tidak boleh tahu kegiatan terapi ini, pikir Jared.

Terapi konversi gay Love In Action dikepalai oleh 'terapis' Victor Sykes. Tempat itu tidak hanya berisi peserta remaja saja tapi ada juga orang dewasanya.

Pada hari pertama, Victor berkhotbah bahwa seksualitas mereka merupakan pilihan yang dipengaruhi oleh pola asuh yang buruk. Ia pun menginstruksikan mereka untuk membuat 'inventaris moral'. Apa saja dosamu selama ini, dan seperti apa keluargamu.

Kilas balik memperlihatkan awal mula Jared menyadari kalau ia gay, tentang Henry, dan juga Xavier—cinta pertamanya. Awalnya ia akan menceritakan tentang Henry, tapi Jared merasa itu 'bukan dosanya', karena Henry yang memaksa berhubungan seks, bukan ia yang mau sehingga Henry bukanlah bagian dari 'dosanya'.

Jared pun memutuskan untuk menceritakan tentang Xavier saja, crush pertamanya di universitas. Mereka nampak saling menyukai, tapi tidak berbuat apa-apa selain berbaring bersama di kasur dan memandangi wajah satu sama lain.

Sedangkan untuk keluarganya, Jared merasa tidak ada masalah. Ia anak yang bahagia, memiliki keluarga yang ideal. Jadi, ia tidak menuliskan tentang keluarganya di inventaris moral.

Ketika mengobrol dengan beberapa teman terapinya, Jared mengetahui bahwa terapi ini tidak memiliki titik akhir yang ditentukan, dan mengharuskan siapa pun untuk pindah ke on-campus home. Itu adalah tempat terapi yang lebih ketat lagi, dan terletak di pelosok yang tak terjangkau orang-orang. Maka, Jared tidak boleh gagal meyakinkan Sykes bahwa ia telah menjadi straight.

Jelas terlihat bahwa anaknya tidak bahagia, sang ibu semakin curiga akan tempat terapi Jared. Nancy pun akhirnya mendesak Jared untuk membiarkannya membaca handbook program terapi. Jared awalnya enggan karena diperingatkan tempat terapi untuk tidak memberi tahu siapa pun, tapi akhirnya memberikan buku program itu pada ibunya.

Nancy sangat heran dengan kesalahan tata bahasa yang begitu jelas dan juga teori psikologi yang perlu dipertanyakan keabsahannya. Esoknya, Victor meminta setiap orang di kelompok untuk melakukan pengakuan dosa melalui inventaris moral yang telah mereka buat. Tentu ini adalah momen yang membuat mereka depresi dan malu.

Ketika giliran Jared, ia tidak menceritakan apa yang ingin Victor dengar sehingga Victor memanas-manasi Jared dengan menanyakan siapa Henry dan mengatakan kalau Jared pasti membenci ayahnya.

Padahal, Jared tidak membenci sang ayah walau ia telah dimasukkan ke terapi konversi sekali pun. Merasa sangat marah, Jared menerobos tempat penyimpanan barang-barangnya dan menelepon ibunya.

Nancy datang namun dihadang pintu. Ia marah-marah dan meminta mereka mengembalikan anaknya. Namun, ada teman baik Jared, yaitu Cameron, yang membantu menuntun Jared ke ibunya dengan aman. Nancy merasa sangat malu dan ngeri, kenapa bisa ia mengizinkan suaminya untuk mendaftarkan Jared pada program terapi yang tidak jelas seperti itu.

Mereka pun pulang, namun Marshall tetap dengan prinsipnya untuk Jared mengikuti program yang tersisa. Untungnya, Nancy menolak keinginan suaminya itu, padahal selama ini ia tidak pernah bertentangan dengan suaminya. Tak lama, ada polisi datang ke kediaman Eamons untuk memberi tahu bahwa Cameron telah meninggal dunia.

Para polisi pun mewawancarai Jared tentang program terapi tersebut, karena diduga menjadi pencetus utama Cameron bunuh diri. Mengetahui hal tersebut, Marshall akhirnya sadar kalau yang ia lakukan itu salah dan tempat terapi itu tidaklah baik. Marshall mendekati Jared untuk menghibur sekaligus meminta maaf, tapi Jared menjauhinya.

Empat tahun kemudian, Jared telah tinggal di New York bersama pacar lelakinya. Ia juga menulis sebuah artikel online yang memaparkan realitas terapi konversi. Ia masih suka berhubungan dengan ibunya, yang ternyata hubungannya telah renggang dengan sang suami.

Mengetahui itu, Jared pun mengunjungi rumahnya untuk menginterogasi ayahnya. Ternyata, ayahnya jadi lebih suka pergi pagi pulang malam, dan mendiamkan istrinya. Semua itu karena Nancy telah bisa menerima dan mencintai anaknya apa adanya, sedangkan Marshall belum.

Jared meminta ayahnya untuk membaca artikel yang telah ia buat, namun Marshall menolak. Akan tetapi, setelah diminta oleh Nancy, Marshall pun membacanya. Setelah mengetahui apa yang dulu terjadi, Marshall ingin berdamai dengan anaknya. Mereka butuh waktu, tapi mereka akan sampai di sana.

Terinspirasi dari Orang & Kejadian Nyata

Sinopsis & Review Boy Erased, Film Tentang Conversion Therapy 3

Film ini diangkat dari novel memoir, yang berarti naratif nonfiksi ini berdasarkan pada ingatan pribadi penulis, yaitu Garrard Conley. Semua karakter di novelnya adalah benar, orang sungguhan, dan bahkan semuanya masih ada hingga kini (kecuali yang diceritakan telah meninggal dunia).

Foto di atas merupakan Garrard (di tengah), lalu di sebelah kanannya ada kedua orang tuanya dan Nicole Kidman yang berperan sebagai ibu Garrard.

Menurut ulasan kritis, walaupun novelnya benar berdasarkan kisah nyata yang Garrard alami, filmnya 'diberi bumbu berlebih' sehingga menampakkan conversion therapy sebagai tempat yang sangat membahayakan.

Walau memang, tempat itu melakukan hal-hal yang kurang berkenan, tapi tidak sampai 'sejahat' yang ada di film. Hal ini cukup menimbulkan perdebatan.

Lalu, yang paling membuat orang (mungkin) terkejut adalah, John J. Smid selaku orang yang menginspirasi karakter Victor Sykes, sekarang menikah lagi dengan seorang pria.

Beberapa tahun setelah bercerai, John Smid bertemu dengan seorang pria dan merasakan koneksi yang belum pernah ia asakan selama bersama istrinya. Padahal, selama 22 tahun bersama, ia sangat menyayangi sang istri.

Sekarang, John Smid dan Larry McQueen adalah sepasang suami. Lewat wawancara, John Smid mengaku menyesal telah melakukan kesalahan-kesalahannya dulu sebagai Executive Director di Love in Action.

Ia juga mengatakan kalau terapi itu sesungguhnya tidak pernah berhasil untuk siapa pun. John Smid juga aktif di gereja di mana setiap orang dapat menjadi religius, apapun orientasi seksualnya. Nancy adalah ibu dan istri yang baik.

Membuat Penonton Lebih Mengenal Conversion Therapy

Sinopsis & Review Boy Erased, Film Tentang Conversion Therapy 5

Boy Erased adalah film kedua pada tahun 2018 yang membahas tentang terapi konversi. Itu adalah sebuah teknik campuran dari dogma agama dan sains yang diragukan (juga kekejaman), untuk mengubah para LGBTQ untuk kembali ke 'jalan yang lurus'. Padahal, ketidakefektifan terapi ini telah banyak didokumentasikan.

Lewat film Boy Erased, kita jadi tahu kalau terapi konversi yang berbasis agama ini justru begitu menyudutkan pelakunya dan berusaha sekeras mungkin agar orang LGBTQ jadi straight lagi. Seksualitas para LGBTQ didefinisikan sebagai 'pilihan' dan 'dosa'. Lalu, lambat laun, aktivitas yang dilakukan di terapi mengarah ke pelecehan psikologis dan fisik.

Intinya, institusi terapi seperti ini menganggap LGBTQ sebagai gangguan jiwa, sehingga ditentang keras oleh American Psychiatric Association. Baru 14 negara bagian dan Distrik Columbia yang telah melarang terapi konversi, sehingga banyak anak muda LGBTQ di Amerika yang rentan terhadap terapi perawatan seperti yang dialami Jared.

Walaupun, ada beberapa adegan film yang sebenarnya tak ada di buku. Jadinya film ini seolah-olah terlalu melebih-lebihkan 'kejahatan' conversion therapy. Walau begitu, saya yakin niatnya baik, untuk edukasi.

Kasih Sayang Seorang Ibu

Sinopsis & Review Boy Erased, Film Tentang Conversion Therapy 7

Ibunya mengerti tentang Jared dari awal sebenarnya, sejak kecil malah, tapi tak bisa berbuat banyak karena suaminya yang sangat tegas. Nancy Eamons adalah tipikal ibu rumah tangga yang sangat patuh pada suaminya, ia juga begitu menyayangi anak semata wayangnya.

Jadi, ketika akhirnya ia memutuskan untuk stand up for her son, hubungan dirinya dengan sang suami pun menjauh. Namun, pada akhirnya, hubungan keluarga ini berangsur-angsur membaik.

Dalam film ini, kita bisa melihat betapa luasnya maaf dan kasih sayang ibu kepada anaknya. Sebagai istri, Nancy juga meminta suaminya untuk belajar menerima anaknya apa adanya.

Banyak Dinominasikan untuk Mendapat Penghargaan

Sinopsis & Review Boy Erased, Film Tentang Conversion Therapy 9

Dari AACTA Awards, film ini mendapatkan penghargaan Best Adapted Screenplay untuk sang sutradara yaitu Joel Edgerton dan Best Supporting Actress untuk Nicole Kidman. Dari GLAAD Media Awards, film Boy Erased mendapatkan penghargaan Outstanding Film – Limited Release.

Sedangkan Golden Globe Award: Best Actor untuk Lucas Hedges dan Best Original Song untuk "Revelation" hanya sebatas nominasi saja. Tapi, menurut saya, mereka tak membutuhkan penghargaan.

Karena, penonton Boy Erased tahu kalau akting Lucas sangat luar biasa dan lagu Troye Sivan yang berjudul Revelation memiliki arti mendalam dan juga sangat menenangkan bagi jiwa yang risau.

Film ini juga mendapatkan keuntungan lebih dari $7 juta di seluruh dunia. Ini adalah film yang mengajarkan tentang menerima perbedaan, kasih sayang, dan rasa kemanusiaan. Untuk sinematografi, akting para aktor dan aktris, serta alur cerita, saya akan memberikan rating 7,5.

Tadinya saya ingin memberikan rating 8 kalau jalan ceritanya sama persis dengan novelnya. Tapi, namanya juga film yang diangkat dari novel, pasti ada perbedaannya. Bagaimana menurut kamu tentang film Boy Erased?

Boy Erased
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram