bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Animasi India Bombay Rose (2019)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 23 April 2021

Jika Anda menaruh perhatian dan ketertarikan pada film-film India, coba luangkan waktu untuk menonton Bombay Rose. Film India yang satu ini cukup berbeda sebab hadir dalam bentuk animasi. Jangan menganggap film tidak menarik lebih dulu, pasalnya meski animasi, jalan ceritanya sangat menarik.

Gambarnya pun dibuat menggunakan tangan dan melibatkan ratusan animator. Waktu yang dibutuhkan hingga film animasi ini bisa tampil juga bertahun-tahun. Bombay Rose tidak dibuat dengan sembarangan. Film ini adalah sebuah karya yang akan meninggalkan kesan bagi para pencinta animasi sekaligus drama-drama khas film India. Penasaran? Simak sinopsis dan ulasannya terlebih dahulu berikut ini yuk!

Sinopsis

SinopsisSumber: indianexpress.com

  • Tanggal/Tahun Penayangan: 28 Agustus 2019
  • Genre: Animasi, Romantis, Drama
  • Pengisi Suara: Cyli Khare, Amit Deondi, Anurag Kashyap, Makrand Deshpande
  • Sutradara: Gitanjali Rao
  • Produksi: Cinestaan Film Company

Tidak ada satu orang pun yang mau menghadapi pilihan sulit di dalam hidupnya. Keinginan untuk hidup bahagia tanpa harus memilih lebih menggiurkan daripada bersusah-susah memilih satu di antara dua hal yang sama pentingnya. Namun, berada pada dua pilihan hidup yang sulit, kadang mengajarkan kita banyak hal.

Salah satunya adalah semakin memahami bahwa mencintai diri sendiri, bagaimana pun merupakan yang paling penting di antara semua. Kita boleh memilih untuk tidak memiih jika rasanya semua sudah sangat memberatkan. Persis seperti yang dilakukan oleh seorang gadis Hindu bernama Kamala (Cyli Khare).

Pada akhirnya Kamala yang dibuat bingung dengan dua pilihan, yaitu antara mencari cinta sejati dan memihak keluarganya, gadis itu memilih pergi. Di usia yang masih sangat muda, pilihan orangtua untuk menjodohkannya adalah putusan yang membuatnya bersedih. Segala risiko yang akan dihadapinya bila harus pergi dari rumah, seperti sudah siap dia hadapi.

Kamala kemudian mencari cara untuk terus melanjutkan hidup. Dia akhirnya menyambung nyawa dengan bekerja sebagai penjual bunga. Selain itu, Kamala juga menjadi seorang penari di sebuah klub malam. Dia tinggal di jalanan Kota Bombay dan tampak lebih bahagia. Terlebih ketika bertemu dengan Salim (Amit Deondi).

Salim berbeda dengan Kamala dalam hal kepercayaan. Dia adalah seorang pemuda muslim. Kesamaan antara mereka adalah keduanya tidak lagi didampingi oleh orangtua. Salim telah kehilangan kedua orangtuanya akibat ulah brutal militan Kashmir. Status Salim sebagai yatim piatu kemudian bertemu dengan Kamala yang juga sesungguhnya kesepian, membuat dua insan ini merasa cocok satu sama lain. Perjalanan asmara keduanya pun dimulai.

Sementara itu kisah lain terjadi dalam Bombay Rose. Yaitu cerita mengenai adik perempuan Kamala bernama Tara (Gargi Shitole) yang berteman dengan Shirley (Amadeep Jha). Shirley sendiri merupakan seorang pensiunan guru yang baru saja menyandang status baru sebagai janda.

Sedih dan kehilangan dirasakan Shirley karena hal itu. Namun, perlahan ia justru memunculkan keinginan paling rahasia dan terlarang yang disimpan di masa lalunya. Hubungan berbeda pun terjalin antara Tara dan Shirley. Lalu ada cerita apa lagi yang bisa Anda saksikan saat menonton film animasi karya Gitanjali Rao ini? Saksikan Bombay Rose segera untuk menemukan jawabannya.

Sekuntum Bunga Menghubungkan Banyak Cerita

Sekuntum Bunga Menghubungkan Banyak CeritaSumber: justwatch.com

Bombay Rose punya garis merah yang menghubungkan antara satu cerita dengan cerita lainnya. Garis merah yang dimaksud adalah bunga mawar berwarna merah. Masing-masing karakter dalam film animasi ini dihubungkan oleh bunga tersebut. Ia juga digambarkan sebagai media, alat atau simbol yang menghubungkan cerita cinta yang terasa mustahil.

Tentu terasa mustahil ketika cinta seorang wanita Hindu dengan pria Islam dapat berjalan lancar tanpa hambatan seperti percintaan dari dua orang yang berasal dari kepercayaan yang sama. Mustahil pula cinta antara dua orang wanita dapat bersatu di tengah adat dan budaya serta aturan di masyarakat setempat. Serta perasan mustahil lainnya yang terasa lebih besar daripada cinta itu sendiri.

Terinspirasi dari Kisah Nyata

Terinspirasi dari Kisah NyataSumber: onefilmfan.com

Inspirasi membuat sebuah karya bisa datang dari mana saja. Rata-rata semua berangkat dari penafsiran atas banyak hal yang kita lihat di kehidupan nyata. Sama seperti yang terjadi pada Bombay Rose. Sebagai pembuat animasi ini, Rao terinspirasi dari berbagai peristiwa nyata yang dia lihat dan alami sendiri di hidupnya.

Dia terinspirasi oleh kehidupan dan kebiasaan beberapa penduduk Kota Mumbai. Seperti seorang penjual bunga yang bernyanyi dan tampak bahagia menyusun bunga-bungan sembari mengkhayalkan sebuah romansa terjadi dalam hidupnya. Rao juga terinspirasi dari seorang gadis kecil yang menjalin pertemanan dengan anak yatim piatu yang tuli dan kehilangan pekerjaan.

Peristiwa-peristiwa lainnya yang dia lihat di jalanan kota besar, sebesar Mumbai, menjadi inspirasi terbesarnya dalam menciptakan Bombay Rose. Pantas saja jika film ini terasa nyata sebab berjalan dengan mengadopsi budaya serta kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya.

Pembuatan Menghabiskan Waktu Bertahun-tahun

Pembuatan Menghabiskan Waktu Bertahun-tahun

Hal lain yang menarik dari film ini adalah fakta bahwa Rao dan tim membutuhkan waktu sekitar 6 tahun untuk menyusun romansa dan cerita di perkotaan yang terjalin secara rumit ini. Setiap pemilihan warna dilakukan dengan cermat dan penuh pertimbangan. Apakah akan menggunakan warna kuning kunyit, merah delima atau coklat caramel.

Rao membuat sketsa dalam pikirannya kemudian mulai membangun, menciptakan dan mengisi jalan-jalan Mumbai sesuai yang ada di imajinasinya. Sementara untuk gambar, mereka dibuat, dilukis dengan tangan yang melibatkan lebih dari seratus animator. Gambar-gambar tersebut kemudian disusun bingkai per bingkainya.

Hasilnya, sebuah film animasi yang detail di setiap bidikan lensa tersaji dengan indah. Setiap karakter juga digambar dengan cantik. Konflik yang dimiliki setiap tokohnya terhubung dengan baik. Meski terdiri atas banyak cerita berbeda, mereka solid. Selain itu Anda akan sangat tertarik pada ekspresi yang dibuat untuk karakter Salim dan Kamala.

Gabungan antara Gerak dan Musik yang Indah

Gabungan antara Gerak dan Musik yang Indah

Produksi film India, selalu khas dengan musik dan tari. Sebagai sutradara, Gitanjali Rao terlihat tidak ingin menghilangkan kekhasan tersebut. Meski berbentuk animasi, musik-musik yang memanjakan telinga tidak lupa disematkan. Ia menjadi bagian dalam film Bombay Rose yang menarik hati selain tampilan visual dan grafisnya.

Pemilihan musik dan nada yang dipakai pun membuat suasana semakin hidup. Bagaimana sibuknya suasana di siang hari dan syahdunya jalanan Mumbai di malam hari, semakin terasa membekas sebab kehadiran musik-musik yang pas tersebut. Anda akan menyaksikan sebuah film animasi yang terasa hidup melalui karya Rao ini.

Karya Sutradara yang Berprestasi

Karya Sutradara yang BerprestasiSumber: indiatvnews.com

Tidak perlu ragu dengan kualitas film Bombay Rose. Pasalnya ia dibuat oleh seorang profesional yang memang mengenyam pendidikan seni secara resmi. Gitanjali Rao lulus sebagai seniman terapan dari Sir. J.J Institute of Applied Art, Mumbai pada tahun 1994. Rao melakukan debut dengan melahirkan dua film animasi berdurasi pendek. Masing-masing adalah Orange dan Printer Rainbow.

Khusus Printed Rainbow, film animasi pendek ini meraih penghargaan Kodak Short Film Award, Small Golden Rail and the Young Critics Awards pada Critics Week section di Cannes pada 2006 lalu. Bukan hanya itu, Printed Rainbow juga mendapat pengakuan dari Mumbai International Film Festival sebagai Golden Conch for Best Animation Film 2006.

Prestasi yang dimiliki Gitanjali tidak berhenti di sana. Beberapa tahun setelah mendapatkan penghargaan dari Cannes, Rao bahkan dipercaya sebagai salah satu juri yang bertugas pada Cannes Critic’s Week sort film. Di tahun 2014, seniman kelahiran 1972 ini kembali menyumbang satu judul film pendek animasi pada Festival Film Cannes berjudul True Love Story.

Sementara itu, Bombay Rose, film animasinya yang paling baru, merupakan one of the International Critics Choice screenings di Poff Film Festival di Tallinn. Film tersebut sekaligus diputar di Venice International Film Critics Week (2019).

Film animasi sekarang ini tidak hanya identik dengan anak-anak. Bombay Rose sebagai salah satu film animasi ber-genre romantis membuktikannya. Menonton karya Gitanjali Rao ini Anda akan dapat pengalaman yang berbeda dari menyaksikan animasi lainnya. Bila tidak percaya, bisa buktikan sendiri dengan menontonnya secara langsung. Mulai tertarik?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram