Sinopsis dan Film Bloodshot (2020), Hot Blooded Hero

Ditulis oleh Glen Sahetapy
Bloodshot
3.5
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Superhero baru telah hadir – seharusnya di layar lebar – di layar kaca, teman-teman. Sempat tertunda karena masa pandemi, Bloodshot kini dapat disaksikan lewat jaringan Netflix. Film ini merupakan adaptasi dari komik dengan judul yang sama. Bukan, bukan milik DC atau Marvel, tapi Valiant Comics, salah satu penerbit komik kenamaan di Amerika Serikat.

Lahir lewat karya tangan trio komikus Kevin VanHook, Don Perlin, dan Bob Layton, Bloodshot dirilis pertama kali pada tahun 1992. Kami senang karena para penerbit komik lain bergabung menyusul DC dan Marvel di kancah perfilman. Setidaknya, akan memberikan sedikit variasi, meskipun mungkin temanya masih mirip-mirip. Lantas bagaimana dengan Bloodshot?

Sinopsis

Bloodshot (2020)
*http://watch-movie-bloodshot-2020-123-full-online.over-blog.com/dyfruyfkuydkyt

Seorang Marinir angkatan bersenjata Amerika Serikat bernama Ray Garrison (Vin Diesel) memimpin sebuah operasi di Mombasa, Kenya. Ia berhasil mengakhiri misi dengan sukses, kemudian pulang dan disambut oleh Gina (Talulah Riley), sang istri. Keduanya pun berlibur di sebuah kawasan pantai bernama Amalfi Coast yang terletak di negara Italia.

Menghabiskan waktu berdua dengan sang istri, pada pagi harinya Ray bangun sementara Gina pergi untuk mencari sarapan. Saat Ray bermaksud untuk pergi mandi, ia menyadari bahwa dirinya disergap oleh dua orang tak dikenal. Berhasil melumpuhkan lawan, ia berlari keluar untuk mencari Gina, dan secara tidak sengaja menabrak seorang pria.

Tanpa Ray sangka, orang yang bersinggungan dengannya tersebut ternyata telah melumpuhkan dirinya. Ia pun disekap sementara pria tersebut bertanya tentang misi yang dijalankan oleh Ray di Mombasa. Sang prajurit menjawab dengan tidak mengetahui hal tersebut.

Namun si pria ternyata memaksa hingga menghadirkan Gina sebagai ancaman. Ray masih tidak mampu menjawab pertanyaan pria misterius tersebut hingga akhirnya ia membunuh Gina. Lantas, pria itu juga menghabisi Ray.

Tiba-tiba saja, Ray menemukan dirinya bangun di sebuah fasilitas milik Rising Spirit Tech (RST) yang berada di Kuala Lumpur. Di situ, ia bertemu dengan Dr. Emil Harting (Guy Pearce) dan seorang wanita mantan anggota Marinir bernama KT (Eiza Gonzales) yang menjelaskan bahwa dirinya merupakan salah satu subyek dari percobaan RST yang disebut dengan program ‘Bloodshot’.

Ray yang sebenarnya telah mati, dibangkitkan kembali menggunakan nanite technology yang telah berada dalam darahnya. Atau lebih tepatnya lagi, sebuah teknologi canggih semacam mikroorganisme mekanis yang kini telah menjadi ‘darah’-nya. Para nanite itu membuat Ray memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, bahkan ia mampu untuk menyembuhkan diri dari luka dengan sangat cepat.

Ia juga kemudian diperkenalkan dengan dua prajurit lain yang juga telah menjalani proses rekayasa genetika bersama RST. Yaitu, Marcus Tibbs (Alex Hernandez) dan Jimmy Dalton (Sam Heughan). Suatu malam, Ray bangun dari mimpi buruknya dan mulai menguji kekuatan barunya tersebut. Ia kemudian berbincang-bincang dengan KT, namun tiba-tiba sebuah musik menggugah kesadarannya.

Ray yang bangun dalam keadaan hilang ingatan tiba-tiba saja menjadi beringas. Karena, yang ia ingat adalah peristiwa di mana ia dan Gina dibunuh oleh seorang pria misterius. Memanfaatkan teknologi yang kini tertanam dalam tubuhnya, Ray berhasil mengungkap bahwa pembunuh tersebut adalah seseorang bernama Martin Axe.

Kini, Ray memburu Martin yang berada di Budapest, Hungaria untuk menuntut balas kematian Gina. Namun, Martin justru menunjukan tanda-tanda bahwa tindakan sang mantan prajurit Marinir tersebut adalah hal yang salah. Perburuan Ray akan Martin tersebut mulai mengungkap apa yang sebenarnya terjadi terhadap dirinya saat ini.

Alur yang Cepat

Alur yang Cepat
*https://halifaxbloggers.ca/flawintheiris/2020/03/bloodshot-review-mechanical-actioner-a-waste-of-time/

Adalah sebuah kebiasaan di mana film pertama dari kisah superhero yang diangkat ke layar lebar, biasanya, ‘garing’. Wajar. Dana awal untuk membuat sebuah film bergenre ini biasanya memang terbatas. Bahkan Captain America the First Avengers milik Marvel Studios juga mengalaminya. Tapi kami tidak menyangka bahwa Bloodshot, ya, tidak segaring itu.

Salah satu yang membuat film yang dibintangi Vin Diesel ini terasa tidak garing adalah, David S.F. Wilson selaku sutradara cukup cerdas dengan menghadirkan alur yang terasa cepat. Penjelasan tentang kemampuan Bloodshot dibuat singkat, dan langsung muncul sejak awal. Sejujurnya, kami juga menikmati adegan penyergapan di Kenya tersebut. Hingga berharap bahwa selanjutnya akan banyak adegan sejenis.

Penggarapan low budget-nya memang agak terlihat jelas, terutama karena Vin Diesel dan kawan-kawan tampak beradu akting di ruangan-ruangan sempit. Tapi paling tidak, propertinya tidak terlihat murahan. Malahan cukup mewakili kesan futuristik.

Sedikit Kesan ‘Nolan-ish’

Sedikit Kesan ‘Nolan-ish’
*https://www.caseymoviemania.com/2020/03/bloodshot-2020-review/

Salah satu poin plus dari film ini adalah, konsep di mana ternyata Ray diberikan semacam memori palsu dalam kepalanya. Di mana ia terus dibuat menjalani misi di Kenya, lantas istrinya dibunuh oleh orang yang menyekap mereka. Betul, peristiwa tersebut ternyata tidak benar-benar terjadi. Melainkan hanya manipulasi dari Dr. Harting untuk menyingkirkan orang-orang yang berseberangan dengannya.

Tapi, kita baru akan menyadarinya setelah film berlangsung sekian lama. Lalu kita akan melihat efek yang kurang lebih mirip dengan yang ditampilkan sutradara Christopher Nolan dalam Inception. Lantas, kita juga sadar bahwa apa yang dialami oleh Ray sehingga membuat ia menjadi berang hanyalah sebuah ilusi buatan Harting semata.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram