Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review BlacKkKlansman, Adaptasi Novel Biografi

Sinopsis & Review BlacKkKlansman, Adaptasi Novel Biografi

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

BlacKkKlansman adalah sebuah film adaptasi dari novel karya Ron Stallworth yang berjudul Black Klansman. Film ini merupakan kisah nyata dari penulisnya sendiri, dimana ia merupakan seorang detektif berkulit hitam Afrika-Amerika yang berusaha mengekspos keberadaan kelompok Ku Klux Klan cabang Colorado Springs.

Film ini kemudian mendapatkan review positif dari para kritikus. Berdasarkan Rotten Tomatoes, BlacKkKlansman memiliki rating 96%, berdasarkan 410 ulasan, dengan nilai 8,32/10. Sedangkan di Metacritic, film ini mendapatkan skor 83/100, berdasarkan 56 kritik, dan menunjukkan “pengakuan universal”.

Sepekan setelah perilisan perdananya, film ini mendapatkan lebih dari 10 juta dollar, dan menempati posisi kelima di box office di belakang film The Meg, Mission Impossible: Fallout, Christopher Robin dan Slender Man. Total pendapatan yang dihasilkan oleh BlacKkKlansman di seluruh dunia mencapai 93 juta dollar Amerika, melebihi anggaran produksinya yang hanya sekitar 15 juta dollar.

Sinopsis

BlacKkKlansman

*https://www.thenorthernecho.co.uk/culture/16599623.john-david-washington-denzels-son-starring-blackkklansman/

  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Biographical, black comedy, crime, drama
  • Rumah produksi: Blumhouse Productions dan Monkeypaw Productions
  • Sutradara: Spike Lee
  • Pemeran Utama: John David Washington, Adam Driver, Laura Harrier, dan Topher Grace

Berlatar di tahun 1970an, pada waktu itu Ron Stallworth adalah seorang polisi kulit hitam pertama di Departemen Kepolisian Colorado Springs. Awalnya, Ron ditugaskan di ruang arsip, dimana ia kerap mengalami penghinaan rasial dari rekan-rekan kerjanya. Ia kemudian meminta mutasi kepada atasannya karena tidak tahan bekerja di ruangan tersebut.

Akhirnya, ia dipindahkan ke bagian investigasi intelijen, dan bertemu dengan rekan barunya yang bernama Flip Zimmerman. Ron lalu ditugaskan untuk menyusup ke lokasi pertemuan umum yang menghadirkan pemimpin hak sipil kulit hitam, Kwame Ture. Di acara pertemuan tersebut, ia bertemu dengan Patrice Dumas, ketua organisasi mahasiswa kulit hitam di Colorado College.

Selepas dari acara itu, Ron menemukan sebuah iklan di koran untuk bergabung dengan Ku Klux Klan (KKK). Ia lalu menelpon, dan berbicara dengan ketua KKK dari wilayah Colorado Springs, Walter Breachway. Selama obrolan tersebut, Ron menyamar sebagai seorang penduduk Amerika yang berkulit putih, tapi konyolnya, dia tetap menggunakan nama aslinya.

Ron berencana untuk menyusup ke dalam organisasi itu, dan mengekspos secara terbuka terkait aktivitas mereka di wilayah Colorado Springs. Agar rencana itu berhasil, ia meminta bantuan rekannya, Flip Zimmerman, yang berkulit putih supaya menyamar menjadi dirinya, dan masuk ke dalam organisasi tersebut secara personal.

Flip lalu menghadiri pertemuan tersebut, dan bertemu Walter bersama dengan anggota lainnya, Felix, dan Ivanhoe. Pertemuan pertama cukup membuatnya tegang, dan Felix mulai menaruh curiga bahwa Flip kemungkinan adalah seorang polisi, sementara Walter cukup mempercayainya sebagai anggota baru yang tepat untuk direkrut.

Ron sendiri mulai memperluas investigasinya dengan menelpon sang “Grand Wizard” KKK, David Duke, yang berada di markasnya di Louisiana. Ron memulai percakapan rutin dengannya di telepon, dan ia tetap menyamar dan berpura-pura sebagai orang kulit putih yang membenci warga kulit hitam Amerika.

Sementara itu, Felix sekarang mulai mencurigai jika Flip adalah orang Yahudi. Ia lalu membawa Flip ke ruang bawah tanah di rumahnya untuk melakukan tes kejujuran kepada Flip. Di saat yang tepat, Ron melempar batu ke jendela rumah keluarga Felix untuk mengalihkan perhatian anggota Ku Klux Klan lain.

Ron lalu menyampaikan informasi kepada seorang agen FBI tentang para anggota Ku Klux Klan yang masih aktif. Lewat pertemuannya dengan agen tersebut, Ia kemudian mengetahui bahwa ada dua anggota KKK yang menjadi anggota militer di markas Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD).

Melawan Aksi Ku Klux Klan (KKK)

BlacKkKlansman

Ku Klux Klan (KKK) telah berdiri sejak lama di Amerika Serikat, dan mereka merupakan kelompok pendukung supremasi kulit putih. Propaganda mereka selalu menyebarkan kebencian kepada orang kulit hitam, dan warga minoritas di Amerika seperti, Yahudi, Asia, hingga Katolik Roma. KKK disinyalir masih tetap eksis di negara adidaya tersebut dengan melakukan pergerakan-pergerakan kecil.

Film ini kurang lebih mengisahkan tentang aktivitas dari KKK itu sendiri yang berada di Colorado Springs, dan bagaimana mereka begitu membencinya orang-orang kulit hitam di Amerika. BlacKkKlansman garapan Spike Lee ini sejatinya adalah cerita nyata yang diadaptasi dari pengalaman pribadi Ron Stallworth, pelaku sejarah rasial tersebut yang kebetulan bekerja sebagai seorang detektif.

Ron menjadi detektif kulit hitam pertama di kepolisian Colorado Springs yang berhasil mengekspos keberadaan KKK di kotanya. Ron yang diperankan oleh bintang film Tenet, John David Washington, diperlihatkan sebagai sosok cerdik, dan piawai dalam tugasnya sebagai detektif investigasi.

Sepanjang film ini ia sangat jenius ketika harus mengelabui petinggi KKK Walter Breachway, dan David Duke hanya lewat sebuah obrolan telepon saja. Mereka yang begitu rasis pada akhirnya mesti terlihat konyol ketika di akhir film mengetahui jika sudah dibohongi.

Karena ketidaktahuan yang dialami oleh Duke, Ron menjadi satu-satunya orang kulit hitam yang menjadi dan mendapatkan kartu anggota resmi KKK. Sungguh ironis, mengingat kelompoknya itu begitu membenci orang berkulit hitam di Amerika. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu adegan black comedy paling mengesankan di film ini.

Lee sendiri dalam menggarap filmnya ini memang menambahkan bumbu-bumbu black comedy agar BlacKkKlansman terlihat lebih ironis dengan campuran, drama kelam, hingga kritis. Selain itu, penampilan karakter Ron pun dibuat semenarik mungkin dengan rambut kribonya yang sangat mencolok.

Dua Jam yang Menyenangkan

Dua Jam yang Menyenangkan

*https://definitionmagazine.com/features/lit-up/

Dalam melakukan aksinya, Ron meminta bantuan kepada Flip yang diperankan oleh Adam Driver. Dari awal bertemu keduanya bisa dibilang langsung kompak, dan tanpa banyak debat mereka langsung melakukan investigasi yang sudah disepakati. Flip di sini juga sebagai seorang warga Amerika-Yahudi yang tentunya menjadi salah satu sasaran rasial dari kelompok KKK cabang Colorado Springs.

Meski begitu, ia menyamar di kelompok tersebut teramat sangat rapi, dan baik, sehingga semua anggota percaya kepadanya. Masalah yang mengganggu dirinya dalam aksi penyamarannya itu adalah keberadaan Felix. Salah satu anggota dari KKK pimpinan Walter ini sangat “gila”, dan dari awal ia sudah menaruh ketidaksukaan pada Flip.

Flip adalah orang kulit putih Amerika, dan tentunya ia mudah diterima di kelompok tersebut, meski resiko bahaya bakal menimpanya. Sosok Flip yang dimainkan oleh Adam Driver ini digambarkan sebagai detektif yang berintegritas. Saat masuk ke dalam kelompok KKK, ia mau tidak mau mesti berpura-pura membenci orang kulit hitam, dan ia mencaci mereka dengan segala umpatan yang dimilikinya.

Sementara itu, aksi Ron di film ini tidak hanya sekedar mengelabui David Duke, dan Walter lewat telepon saja. Ia pun menyusup ke dalam lingkaran orang-orang kulit hitam yang ingin melakukan pemberontakan kepada orang-orang kulit putih. Maka dari itu ia bertemu dengan Patrice yang kemudian dikencaninya.

Awalnya Ron begitu tertarik dengan gerakan Black Power yang diusung oleh kelompok kulit hitam dari Patrice. Namun, ia tidak ingin melihat “saudara-saudaranya” itu harus melakukan tindakan yang sama dengan kelompok KKK, yakni melakukan aksi arnakis, perkelahian, maupun baku tembak.

Oleh karenanya, ia pun mengaku kepada Patrice bahwa dirinya seorang detektif, dan berusaha untuk mencegah aksi yang lebih berbahaya lagi dari dua kubu ini. Sama sepertil Flip, Ron pun diperlihatkan sebagai sosok detektif yang profesional, dan berintegritas. Ia berusaha sekeras mungkin agar tidak ada ledakan amuk masa yang memicu demo anarkis lagi.

Lewat semua penyajian yang disuguhkan dalam film ini, BlacKkKlansman menampilkan beragam aspek yang menarik untuk dinikmati. Tingkah laku John David Washington sebagai Ron terkadang memicu gelak tawa, serta Adam Driver yang berakting sangat baik selama penyamarannya. Di bagian ending, kita sedikit diperlihatkan footage dari aksi-aksi nyata KKK yang melanda Amerika di beberapa tahun ke belakang.

Rasisme Menjadi Ancaman yang Berbahaya

Rasisme Menjadi Ancaman yang Berbahaya

*https://www.wbur.org/hereandnow/2018/08/16/blackkklansman-how-much-is-true

Tidak semua orang berkulit putih di dunia ini melakukan tindakan rasis kepada yang berbeda dengannya. Begitu juga yang terjadi di dalam film ini, meski Ron menjadi satunya-satunya detektif kulit hitam di kantor, masih banyak yang mendukung dirinya, daripada yang rasis kepadanya.

Ia bergabung bersama kelompok investigasi yang didominasi oleh orang kulit putih, dan mereka pun memperlakukan Ron sebagaimana teman biasanya. Flip Zimmerman, dan rekan-rekannya adalah mereka yang “baik”, dan tidak berlaku rasis kepada Ron, hingga orang-orang kulit hitam lainnya yang ada di film ini.

BlacKkKlansman sendiri berlatar di tahun 1970an, yang pada waktu itu memang lagi memanasnya isu rasial di Amerika. Berkat sikap yang diperlihatkan Flip bersama rekan-rekannya, hingga atasan mereka, film ini seolah ingin memberikan harapan jika tidak semuanya waga Amerika itu rasis, masih ada orang-orang waras yang tidak berlaku kejam seperti itu.

Beberapa waktu yang lalu Amerika memang sempat dihebohkan dengan kematian George Floyd, seorang warga Amerika kulit hitam yang meninggal oleh tindakan polisi yang semena-mena. Kejadian itu lalu memunculkan gerakan Black Lives Matter yang bergaung ke seluruh dunia.

Rasisme di Amerika memang nyata adanya hingga sekarang, dan mungkin bisa juga terjadi di belahan dunia lainnya. Di lain sisi, film garapan Lee ini semoga setidaknya bisa memberikan pencerahan jika tindakan rasial adalah suatu perbuatan bodoh yang tidak relevan dengan perkembangan modern sekarang ini.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *