bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Apollo 13, Perjuangan Kembali ke Bumi

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 16 September 2021

NASA harus menyusun strategi untuk mengembalikan Apollo 13 ke Bumi dengan selamat setelah pesawat luar angkasa itu mengalami kerusakan besar yang membahayakan nyawa ketiga astronot di dalamnya. Drama yang masuk dalam 9 nominasi Oscar dan dibintangi oleh Tom Hanks dan Ed Harris ini termasuk salah satu film dengan penghasilan tertinggi di tahun 1995.

Apollo 13 merupakan adaptasi dari buku Lost Moon: The Perilous Voyage of Apollo 13 karya astronot Jim Lovell dan Jeffrey Kluger yang diterbitkan di tahun 1994. Ron Howard sebagai sutradara menampilkan film ini dengan keakuratan yang tinggi, baik dari segi teknis dan cerita, dari peristiwa yang terjadi di tahun 1970 ini. NASA turun tangan membantu semua bidang teknis yang dibutuhkan.

Berikut ini ulasan kami tentang salah satu film terbaik yang pernah diproduksi Hollywood yang dirilis oleh Universal Pictures pada 30 Juni 1995 dan sukses secara kualitas dan komersial yang bisa menjadi bahan motivasi kalian sebelum menyimaknya kembali di layar Netflix.

Sinopsis

Apollo 13
*https://usa.newonnetflix.info/info/262866
  • Tahun: 1995
  • Genre: Adventure / Drama / History
  • Produksi: Universal Pictures, Imagine Entertainment
  • Sutradara: Ron Howard
  • Pemeran: Tom Hanks, Kevin Bacon, Bill Paxton

Astronot Jim Lovell (Tom Hanks) memimpin sebuah misi yang direncanakan oleh NASA sebagai pendaratan ketiga di bulan bersama pilot Jack Swigert (Kevin Bacon) dan pengemudi modul Bulan Fred Haise (Bill Paxton). Persiapan mereka cukup singkat, hanya enam bulan, ditambah dengan pergantian pilot dari Ken Mattingly (Gary Sinise) ke Jack Swigert karena menderita Rubella.

Semua berjalan lancar sampai pesawat tersebut menempuh separuh perjalanan, ketika tangki oksigen yang meledak mengancam pasokan udara dan listrik bagi kru dan pesawatnya. Kejadian ini bermula ketika Swigert menjalankan cek rutin untuk membersihkan pipa oksigen dengan menekan tombol yang ternyata menimbulkan korsleting sehingga meledakkan tangki oksigen dan menjalar ke perangkat lainnya.

Ketika ketiga astronot ini menghadapi dilema antara mati lemas atau mati kedinginan, Ken Mattingly dan pimpinan Mission Control, Gene Kranz (Ed Harris), berjuang untuk menemukan cara membawa mereka kembali ke Bumi. Segala kendala yang terjadi dengan kalkulasi akurat dari ilmu pengetahuan coba mereka cari solusinya, bahkan perhitungan yang membuat pesawat harus memutari Bulan.

Selain itu, mereka juga harus memikirkan dan berharap tentang kemungkinan terburuk apabila pesawat mereka akan mengalami kendala lain saat menembus atmosfer Bumi. Akhirnya, berkat kerja keras masing-masing individu dengan keahliannya dan kerja sama yang baik antara tim di Bumi dengan ketiga astronot, misi yang gagal ini sukses mengembalikan ketiga astronot ke Bumi dengan selamat.

“Houston, We Have a Problem”

Houston, We Have a Problem
*https://www.imdb.com/title/tt0112384/mediaviewer/rm1735162368/

Kalimat ini menjadi pembuka ketegangan beruntun yang dihadapi oleh ketiga astronot dan tim Mission Control di Bumi. Kita dapat mengetahui akhir cerita film ini dari ensiklopedi manapun bahwa ketiga astronot ini berhasil kembali ke Bumi dengan selamat. Tetapi dari saat kalimat yang diucapkan oleh Jim Lovell itu hingga mereka berdiri tegak di atas kapal USS Iwo Jima, di sinilah letak ketegangan itu.

Seberapa besar kadar ketegangan yang ditampilkan? Dijamin, duduk kita tidak akan nyaman karena resah sambil terus berharap mereka bisa selamat dari bencana yang mendera. Sepertinya ada saja kerusakan demi kerusakan yang terjadi di dalam pesawat yang membuat mereka dan kita semakin tersudut di tepian takdir. Ketegangan juga terjadi di Bumi dimana tim Mission Control berusaha mencari solusi terbaik.

Meskipun beberapa fakta diubah demi kepentingan penceritaan, tetapi sebagian besar cerita film ini tetap setia pada peristiwa aslinya. Sebagai contoh, tidak hanya Ken Mattingly yang merancang prosedur “power-up” pada kejadian nyatanya, tapi demi meningkatkan tensi film dan hadirnya sosok penting dalam film, maka cerita diatur kembali oleh penulis naskah tanpa menghilangkan inti cerita.

Standar Baru bagi Drama Berdasarkan Kisah Nyata

Standar Baru bagi Drama Berdasarkan Kisah Nyata
*https://www.imdb.com/title/tt0112384/mediaviewer/rm3775503105/

Sutradara Ron Howard mampu menggabungkan dan menyeimbangkan ketegangan yang terjadi di dalam pesawat luar angkasa dengan yang terjadi di ruangan kontrol NASA. Lihatlah betapa panik dan sibuknya mereka mencari solusi, tetapi tetap harus bisa tenang agar semua opsi bisa terlihat dengan jelas. Semua orang memberikan usaha terbaik mereka agar ketiga astronot ini bisa kembali ke Bumi.

Para aktor tampil dalam performa yang solid dilengkapi dengan special effects yang spektakuler serta detil teknis yang sangat akurat adalah faktor utama kualitas tinggi yang dicapai Apollo 13, sehingga film ini membuat standar baru bagi film-film berdasarkan kisah nyata setelahnya. Dengan beberapa konsultan dan dukungan penuh dari NASA, film ini menampilkan teknis secara nyata sesuai yang terjadi.

Ron Howard bersikeras tidak menggunakan satu pun cuplikan dari dokumentasi aslinya dan membuat semua adegan dan seting lokasi semua dari awal dan baru. Atas saran dari Steven Spielberg, Howard meminta izin kepada NASA untuk menggunakan salah satu pesawat luar angkasanya untuk dijadikan lokasi utama adegan film ini demi menampilkan efek anti-gravitasi secara nyata.

NASA pun menawarkan ruangan kontrol mereka untuk digunakan, tetapi Howard menolaknya secara halus dan membuat ruangan kontrol sendiri bersama tim produksinya di studio Universal, yang diakui oleh salah satu konsultan dari NASA, hasilnya sangat realistis dan terasa seperti ruangan kontrol aslinya di kantor NASA, lengkap dengan teknologi yang mereka gunakan saat itu.

Seluruh aktor melalui berbagai pelatihan dari NASA sesuai dengan karakter yang mereka perankan. Kesungguhan para aktor ini dalam pelatihan mendapat apresiasi yang tinggi dari para konsultan dan pelatih yang membimbing mereka. Tidak hanya para aktor utama saja, tapi hingga aktor-aktor yang berakting di ruang kontrol bisa dengan cepat dan sesuai dalam mengucapkan kalimat-kalimat ilmiah.

Kegagalan Bukanlah Pilihan

Kegagalan Bukanlah Pilihan
*https://www.imdb.com/title/tt0112384/mediaviewer/rm2550766337/

Kalimat yang diucapkan oleh pimpinan Mission Control Gene Kranz ini mampu memotivasi para ahli fisika, matematika dan teknologi yang ada di ruangan kontrol demi bisa mengembalikan para astronot dari bencana di luar angkasa agar kembali ke Bumi dengan selamat. Semua rumus persamaan, semua kemungkinan teknis, pemahaman akan mesin dan mekanisme, dikerahkan secara maksimal.

Perjuangan tanpa menyerah dari mereka membuahkan hasil yang sempurna ketika ketiga astronot ini mengonfirmasi jika mereka mendarat dengan selamat di tengah laut. Kita pun pasti akan melompat kegirangan, sama dengan yang mereka rasakan, ketika mendapat kabar gembira ini setelah sempat tegang karena komunikasi terputus sementara ketika kapsul pesawat masuk ke atmosfer Bumi.

Apollo 13 berhasil memenuhi harapan sebuah ungkapan “menghidupkan kembali sejarah”. Bagi kita yang tidak pernah tahu persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam mewujudkan perjalanan ke luar angkasa di masa Perang Dingin, apalagi yang tidak pernah memimpikan dirinya untuk menjadi astronot, akan bisa merasakan pengalaman di dalam pesawat luar angkasa lewat film ini.

Tidak ada yang harus kita ragukan untuk menonton film ini sesegera mungkin, karena semua elemen yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah film drama menegangkan berdasarkan kisah nyata tersaji dengan baik lewat arahan apik sutradara Ron Howard dan performa akting yang solid dari semua pemerannya tanpa terkecuali. Jadi langsung saja klik “play” di Netflix kalian ya!

Apollo 13
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram