Sinopsis & Review Film Ada Apa dengan Cinta? (AADC) 2002

Ditulis oleh Syuri
Ada Apa Dengan Cinta
3.7
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Ada apa, ya, dengan cinta? Kebetulan, dalam film "AADC" ini topik utamanya tentang cinta dan karakter utamanya bernama Cinta. Dari judulnya saja bisa bermakna ganda. Tapi, karena judul official film ini dalam bahasa Inggris adalah "What's Up With Love", berarti yang dimaksud 'Cinta' di sini adalah cinta yang berarti sebuah kata, ya.

Anyway, film drama romantis remaja ini sangat berhasil secara komersial juga begitu melekat di benak penonton, terutama yang betul-betul menonton saat penayangan di bioskop (generasi 2000-an). Saking suksesnya, "AADC" dirilis juga di Malaysia, Brunei, Filipina, dan Singapura.

Film ini memenangkan banyak sekali penghargaan, seperti Lagu Terbaik dari Anugerah Musik Indonesia, Film Terpuji &  Skenario Terpuji dari Festival Film Bandung, Aktris Terbaik dan Sutradara Terbaik dari Festival Film Indonesia, serta masih banyak lagi pencapaian lainnya. Ingin tahu sinopsis dan review-nya dari Bacaterus? Yuk, langsung saja disimak!

Disclaimer:

Artikel ini mengandung spoiler (bocoran) isi dan plot film. Jika kamu belum menonton filmnya, dengan membaca artikel ini berarti kamu bisa mengetahui keseluruhan cerita. So, lebih baik kamu nonton filmnya dulu sebelum membaca. Tapi, kalau kamu tidak masalah dengan itu, silakan lanjut membacanya, ya.

Sinopsis

Bertemakan cinta SMA, tokoh utama film ini adalah Cinta (Dian Sastrowardoyo) dan Rangga (Nicholas Saputra). Cinta digambarkan sebagai gadis yang cantik, pintar, periang, dan sangat menyukai sastra. Itulah yang mendorong Cinta untuk rutin mengikuti lomba puisi di sekolahnya, dan tentu dia yang menjadi pemenang setiap tahunnya. Seperti kebanyakan anak SMA, Cinta ngegeng juga.

Teman-temannya terdiri dari Alya (Ladya Cheryl), Carmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Priscillia). Walaupun terkesan hepi-hepi aja, ada salah satu teman Cinta yang ternyata menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Adalah Alya yang sering kena jotos ayahnya akibat percek-cokan dengan ibu Alya. Karakter dan kehidupan Alya cukup penting dalam film ini, tapi itu akan dibahas lagi nanti.

Kembali ke latar sekolah. Tahun ini pun sekolah Cinta mengadakan lomba puisi. Karena telah menjadi langganan pemenang, semua siswa yakin kalau yang menjadi juara pertama pasti Cinta lagi. Tapi, ternyata anggapan itu salah, karena pemenang juara lomba puisi tahun ini adalah Rangga.

Cinta cukup kecewa karena tidak menang, tapi dia harus bersikap profesional. Sebagai pengurus mading sekolah, Cinta and the genk merasa perlu mewawancarai Rangga. Cinta pun turun tangan untuk menghampiri Rangga sendirian.

Ternyata, Rangga adalah tipe orang yang irit bicara, suka menyendiri, dan.. sangat dingin, terutama pada orang asing. Pertemuan pertama mereka tidak meninggalkan kesan baik. Karena Rangga emosi, dia tidak sadar buku yang sedang dibacanya, yaitu "Aku" karya Sjumandjaja, terjatuh. Cinta memungutnya dan membacanya sebelum berniat mengembalikan buku itu besok di sekolah.

Cinta menghampiri Rangga di sekolah esok harinya. Saat itu, Rangga sedang kebingungan mencari bukunya. Rangga pun merasa sangat berterima kasih karena itu adalah buku favoritnya, dan bukunya sudah susah dicari. Semenjak itu, Cinta dan Rangga jadi civil, nggak berantem lagi tiap ketemu. Karena Cinta terlihat tertarik dengan buku "Aku", Rangga pun mengajak Cinta pergi ke Kwitang, pasar buku bekas di mana Rangga sering belanja buku.

Hubungan Cinta dan Rangga semakin dekat saja, Cinta bahkan pernah berkunjung ke rumah Rangga dan bertemu ayahnya (ada insiden politik di sana, scene yang cukup mendebarkan). Ternyata ayah Rangga adalah seorang jurnalis dan pemimipin negara atau pendukungnya yang dia kritik tidak terima, sehingga rumah Rangga menjadi incaran pelemparan batu.

Suatu hari, Rangga dan Cinta berjanji untuk nge-date. Tepat sebelum Cinta berangkat, ada telepon dari Alya yang meminta Cinta datang ke rumahnya. Cinta tidak menyadari nada tangis dari Alya karena terlalu excited untuk berkencan. Cinta pun berbohong mau pergi ke rumah sakit, Alya pun mengerti dan tidak memaksa Cinta untuk datang. Padahal, saat itu Alya sedang memiliki suicidal thought..

Sepulang kencan, mamanya Cinta langsung mengajak Cinta pergi ke rumah sakit. Ternyata, malam itu Alya melakukan percobaan bunuh diri. Cinta merasa telah menjadi sahabat yang buruk, karena diantara geng mereka, Alya memang paling dekat dengan Cinta. Apalagi kali ini masalahnya sangat fatal, dan Cinta malah memilih pergi bersama Rangga daripada datang menolong sahabatnya.

Cinta merasa kehadiraan Rangga jadi mengganggu dan membuat persahabatan dia dengan gengnya merenggang. Sehingga, saat Rangga menghampiri Cinta di sekolah, Cinta malah bersikap acuh dan berkata ketus untuk tidak mendekati dia lagi. Rangga tersinggung dan dia berpikir kalau Cinta selama ini hanya main-main. Dia pun setuju kalau mereka tidak perlu berhubungan lagi.

Di rumah sakit, Cinta jujur pada Alya kalau malam itu sebenarnya Cinta tidak pergi ke RS, tapi pergi dengan Rangga. Alya pun sebenarnya tahu karena setelah berbicara dengan Cinta di telepon, Alya mencoba menelepon lagi dan yang mengangkat adalah mamanya Cinta, tentu mamanya tidak tahu Cinta berbohong sebelumnya dan berkata sejujurnya saja kalau Cinta sedang pergi dengan seorang cowok.

Beruntung Cinta memiliki sahabat yang pemaaf dan pengertian, sehingga masalah pertemanannya beres. Tiba-tiba saja Rangga akan pindah ke Amerika Serikat, dia akan bersekolah dan tinggal di sana bersama ayahnya. Rangga yang sudah berada di airport disusul oleh Cinta dan kawan-kawan. Terjadilah scene pernyataan cinta yang ikonik banget.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram