bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Film Ad Astra, Pencarian Sang Astronot

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 15 September 2021

Luar angkasa merupakan sebuah tempat penuh misteri. Bukan misteri yang berhubungan dengan hal-hal bersifat horor, tapi banyaknya hal yang nggak kunjung selesai diteliti. Dari mulai keberadaan planet lain, bulan, bintang dan berbagai hal lain yang memerlukan pengetahuan mendalam untuk memahaminya.

Ad Astra

Ad Astra menampilkan luar angkasa dan astronot sebagai cerita utamanya. Roy McBride mendapat tugas untuk pergi ke Neptunus guna menemukan ayahnya yang dia kira sudah meninggal tapi disebut-sebut masih hidup. Bagaimana perjuangannya ke luar angkasa mencari sang ayah dan jawaban dari intrik di hidupnya? Simak review dan sinopsis film Ad Astra di sini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Science Fiction, Drama
  • Produksi: Regency Enterprises, Bona Film Group, New Regency, Plan B Entertainment
  • Sutradara: James Gray
  • Pemain: Brad Pitt, Tommy Lee Jones, Ruth Negga, Liv Tyler, Donald Sutherland

Roy McBride adalah seorang astronot. Ketika sedang bertugas di luar angkasa, pesawatnya mengalami lonjakan listrik dan membuat pesawat tersebut hancur. Untungnya, Roy berhasil menyelamatkan diri turun ke bumi dan menjadi satu-satunya orang yang selamat. Lonjakan listrik itu ternyata nggak cuma terjadi di luar angkasa tapi juga merembet ke bumi.

Penelitian terhadap lonjakan listrik dilakukan. hasilnya adalah adanya serangan radioaktif yang terjadi di sekitar Planet Neptunus. Gelombang itu kemudian disebut dengan The Surge. The Surge dianggap berasal dari wilayah di sekitar Neptunus yang pernah dijadikan objek penelitian 29 tahun yang lalu dengan nama Project Lima.

Project Lima beranggotakan lima orang astronot yang dipimpin oleh Clifford McBride, ayah dari Roy. Berdasarkan US Space Command (Spacecom), Clifford dinyatakan meninggal setelah nggak pernah mengirim sinyal selama 16 tahun. Ada kemungkinan The Surge berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dengan Project Lima, terutama Clifford. Lalu, Roy dipanggil oleh Spacecom.

Dia mengira bahwa dia akan ditanyai tentang lonjakan listrik yang membuat pesawat yang ditumpanginya di luar angkasa, tapi ternyata dia diberitahu bahwa ada kemungkinan ayahnya masih hidup. Dia kemudian ditugaskan dalam sebuah misi untuk berangkat ke Neptunus dan menyelesaikan permasalahan karena dia dianggap yang paling kompeten melakukannya.

Diperlukan perjalanan panjang untuk sampai ke Neptunus. Dari mulai pergi dengan pesawat komersil ke bulan, lalu naik pesawat lainnya untuk tiba ke Mars, dan harus naik pesawat lain untuk mencapai Neptunus. Karena Spacecom dianggap gagal menjalankan misi dengan Project Lima, maka Roy harus bisa sembunyi-sembunyi untuk pergi dari bulan ke Mars.

Colonel Pruitt ditugaskan mengantar Roy untuk ke Neptunus. Dia mengaku mengenal Clifford sejak lama. Roy dan Pruitt tiba di bulan tapi diserang oleh perompak. Keduanya berhasil lolos walau Pruitt terluka dan memutuskan untuk mundur. Sebelum pergi, Pruitt memberi sebuah drive yang berisi tentang percakapan terakhirnya dengan Clifford.

Roy kemudian pergi ke Mars menggunakan pesawat Cepheus bersama para krunya. Di perjalanan, co-pilot tewas setelah diserang perimata yang sedang diteliti oleh biomedis dari Norwegia. Roy merasa terguncang dan mengungkapkan kemarahannya pada diri sendiri sekaligus ayahnya.

Cepheus kembali diserang tapi berhasil mendarat dengan selamat di Mars. Roy kemudian diberi kesempatan untuk mengirim sinyal ke Project Lima. Pesan pertama dikirim tapi nggak ada respons sama sekali. Dia kemudian mengirim pesan kedua yang lebih emosional dengan harapan sang ayah akan merespon.

Hal itu malah membuat dia dibebastugaskan dengan alasan objektivitasnya terganggu padahal Clifford sempat membalas dan Roy nggak diperbolehkan untuk mendengarnya. Ketika diasingkan, Roy ditemui oleh Lantos yang orang tuanya terlibat dalam Project Lima. Bedanya, kedua orang tua Lantos harus tewas akibat keikutsertaannya.

Dia pun mengungkap fakta baru mengenai Clifford yang membuat Roy goyah. Apakah Roy akan terus mencari sang ayah? Atau dia memilih pasrah dan berhenti? Bukan cuma fantasi yang keren, film ini juga cukup emosional.

Penampilan Brad Pitt

Penampilan Brad Pitt

Hampir sepanjang film, kita akan disuguhi oleh penampilan Brad Pitt. Ya, Brad Pitt menjadi tokoh utama di film Ad Astra dengan berperan sebagai Roy McBride. Sosok Roy yang usianya nggak muda lagi digambarkan mempunyai dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya sebagai astronot. Sosoknya pragmatis, dia hanya fokus pada hal-hal penting di hidupnya.

Karakter Roy yang begitu fokus menjadikannya salah satu astronot terbaik. Detak jantungnya begitu konsisten. Dengan kata lain, dia bukan orang yang gampang panik ketika berada di situasi yang menghimpit. Maka dari itu, kita nggak akan melihat banyak ekspresi Brad Pitt di film ini karena keperluannya adalah memerankan karakter yang begitu tenang.

Pencarian Jawaban dalam Hidup Roy McBride

Pencarian Jawaban dalam Hidup Roy McBride

Secara singkat, Ad Astra menceritakan tentang pencarian Roy McBride atas sosok sang ayah, Clifford yang meninggalkannya di usia remaja. Apakah sesederhana itu? Tentu saja nggak, dia harus menempuh perjalanan ke luar angkasa untuk menemukan apakah ayahnya itu sudah meninggal seperti yang dia percayai atau belum.

Roy merasa bahwa profesinya sebagai astronot sudah dijalani dengan baik, begitu juga dengan kehidupan pribadinya. Dia nggak keberatan pernikahannya bermasalah karena menurutnya menjadi astronot mempunyai misi yang lebih besar. Dia berpegang pada prinsip bahwa dengan profesinya itu, dia bisa menemukan sesuatu yang berharga bagi manusia di masa depan.

Kepergiannya ke Neptunus kali ini bukan cuma karena tugasnya sebagai astronot, tapi juga sebagai seorang anak. Dua hal itu berhasil menggiring rasa penasaran penonton tentang klimaks yang akan dialami oleh karakter utama. Rasa penasaran inilah yang akan bikin kita bertahan buat nonton sampai akhir.

Sisi Lain dari Astronot

Sisi Lain dari Astronot

Nggak sembarang orang bisa menjadi astronot. Selain membutuhkan intelektualitas yang tinggi, tapi juga psikologis yang mumpuni. Bepergian dalam waktu yang lama ke luar angkasa, jauh dari keluarga, serta tugas yang nggak mudah merupakan alasan kedua unsur tersebut harus dipenuhi dengan sama baiknya.

Di film Ad Astra, astronot diharuskan melaporkan tentang kondisi kejiwaannya setiap waktu tertentu. Roy melakukannya dengan mengungkapkan berapa lama dia tidur dan apa yang dia rasakan. Selain itu, ada juga alat yang dipasangkan di tubuh dan bisa digunakan mengukur detak jantung sehingga kalau bohong bisa ketahuan. Repot juga ya?

Visualisasi yang Cemerlang

Visualisasi yang Cemerlang

Film Ad Astra berjalan dengan tempo lambat, sangat sedikit adegan-adegan yang membuat kita merasakan ketegangan. Unsur drama dengan dibalut science fiction merupakan deskripsi paling tepat untuk menggambarkan genre film ini. Sepertinya memang sengaja dibuat lambat supaya penonton bisa menikmati visualisasi dari perjalanan luar angkasa.

Salah satu hal yang paling menonjol dari Ad Astra adalah visualisasinya yang cemerlang. Kita akan disuguhi berbagai adegan di luar angkasa yang cantik. Kamera seperti dibuat sengaja menyorot area-area luar angkasa yang bisa membuat kita terkagum-kagum. Adegan paling menyenangkan adalah adegan ketika Roy dikejar-kejar perompak di bulan dan bulan sedang purnama.

Ad Astra merupakan tontonan yang nggak boleh dilewatkan oleh penggemar science-fiction. Begitu juga dengan yang menyukai drama karena ada pesan positif dari hubungan ayah-anak serta cara kita memandang kehidupan. Kalau mau berbagi pesan yang kamu dapat setelah nonton film ini, kolom komentar sudah disediakan, teman-teman!

Ad Astra
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram