bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Romantis About Time (2013)

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 25 Oktober 2021

Apa yang akan kamu lakukan jika kamu punya kemampuan untuk kembali ke masa lalu? Apa yang akan terjadi jika kamu punya kesempatan kedua di tiap momen hidupmu? Itulah cerita yang dibahas dalam film karya sutradara Inggris kelahiran Selandia Baru, Richard Curtis. Karya-karya Curtis sebelumnya seperti Nothing Hill, Four Wedding and a Funeral dan Love Actually sukses digemari banyak penonton.

Jangan tertukar dengan About Time drama Korea ya walaupun ceritanya sama tentang waktu. Namun About Time yang tayang tahun 2013 ini bukan tentang mengetahui kapan orang akan meninggal tapi si tokoh utama dan ayahnya memiliki kemampuan untuk kembali ke masa lalu.

Nah, jika kamu tertarik dengan film komedi romantis yang berbalut sedikit fantasi, simak review dan sinopsis film About Time berikut ini dulu yuk!

Sinopsis

Sinopsis

Cerita ini dimulai dengan kemunculan Tim (Domhnall Gleeson) yang menceritakan tentang dirinya, keluarga dan kebiasaan keluarganya. Mereka tinggal di sebuah rumah yang mirip seperti mansion di Cornwall, daerah paling banyak sinar mataharinya di Inggris.

Dia tinggal bersama ayahnya James (Bill Nighy) yang pensiun sebagai dosen di umur 50 tahun, ibunya bernama Mary (Lindsay Duncan) yang hobi berkebun, pamannya yang pelupa bernama Desmond (Richard Cordery) dan adik perempuannya yang berjiwa bebas bernama katherine (Lydia Wilson) atau Kit Kat.

Selain tak memiliki penampilan yang rupawan, Tim juga memiliki kehidupan percintaan yang tak membahagiakan. Di umurnya yang sudah 21 tahun, dia tak memiliki pacar. Sehingga ketika ayahnya menceritakan rahasia pria di keluarganya yang bisa kembali ke masa lalu, hal pertama yang Tim ingin lakukan dengan kemampuannya itu adalah punya uang dan pacar.

Sayangnya kemampuan itu tidak untuk digunakan mencari harta karena menurut ayahnya jika digunakan untuk hal itu akan membawa ketidakbahagiaan seperti kakeknya juga berakhir tanpa cinta dan harta. Jadi pilihan Tim adalah ingin mendapatkan pacar.

Kesempatan itu akhirnya datang saat teman Kit Kat, Charlote (Margot Robbie) datang untuk berlibur di rumah keluarganya selama sebulan. Sayangnya usaha Tim untuk mendapatkan Charlote tidak berhasil walaupun dia sudah menggunakan kemampuan time travel-nya. Seperti kata dirinya “perjalanan waktu tak bisa membuat seseorang jatuh cinta padamu.”

Tim kemudian pindah ke kota London untuk memulai hidup baru. Dia tinggal bersama teman ayahnya yang bernama Harry (Tom Hollander). Dia seorang penulis naskah yang sangat “artis” sekali. Tim bekerja di firma hukum yang kebanyakan berisi laki-laki. Ini membuat dia merasa hopeless untuk bisa bertemu dengan seorang kekasih sampai akhirnya nasib membawanya pada seseorang.

Dia dan Jay (Will Merrick), temannya dekatnya, pergi makan ke sebuah restoran yang tak biasa. Di restoran tak ada lampu. Pengunjung akan merasakan makan di kegelapan. Seperti sudah digariskan nasib, dia satu meja dengan perempuan yang akan mengisi hidupnya. Wanita itu bernama Mary (Rachel McAdams). Tim sangat senang karena akhirnya berhasil mendapatkan nomor telepon Mary.

Sayangnya karena menolong Harry yang pagelaran dramanya tidak sukses akibat pemainnya lupa dialog, nomor telepon Mary jadi hilang. Itu karena dia kembali ke masa lalu sehingga pertemuan dia dan Mary di restoran itu jadi tidak pernah terjadi.

Sempat frustasi karena tak bisa mendapatkan nomor telepon Mary, Tim tertolong saat melihat pagelaran Kate Moss. Dia pun langsung meluncur ke sana.

Mary sangat suka dengan Kate Moss, jadi Tim yakin Mary akan ada di sana. Namun nasib masih belum berpihak padanya. Saat bertemu, Mary tidak ingat siapa Tim. Ditambah lagi Mary sudah punya pacar. Tim pun kembali beraksi dengan menggunakan kemampuan time travel-nya. Akhirnya Tim berhasil membuat Mary jadi single lagi dan mereka pun kemudian mulai merajut hubungan.

Namun ternyata ada rahasia besar yang masih belum diutarakan oleh ayahnya pada Tim mengenai kemampuan time-travel tersebut. Rahasia itu membuat Tim harus membuat keputusan penting dalam hidupnya, apakah dia akan terus terkoneksi dengan masa lalu atau maju ke masa depan. Ini pilihan yang tak mudah bagi Tim. Lalu apa pilihan Tim?

Hubungan antara Ayah dan Anak dan Keluarga yang Bahagia

Hubungan antara Ayah dan Anak dan Keluarga yang Bahagia

Meskipun About Time adalah sebuah drama komedi romantis, tapi film ini memiliki tema lain yang begitu menyentuh. Sepertinya Tim tumbuh dalam keluarga yang bahagia. Ini bisa terlihat dari hubungannya dengan semua anggota keluarga. Dia dekat dengan adiknya, ibunya dan khususnya dengan ayahnya.

Keluarga mereka sering menghabiskan waktu bersama sambil melakukan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan, seperti minum teh dan makan sandwich di tepi pantai tiap hari dan nonton film tiap Jumat malam bagaimanapun cuacanya.

Kedekatan Tim dan ayahnya terlihat saat mereka menghabiskan waktu bersama serta wejangan-wejangan yang diberikan oleh ayahnya pada Tim tentang hidup. Bahkan di akhir pertemuan mereka, Tim dan ayahnya kembali ke masa lalu untuk mengenang kehidupan mereka. Mereka terlihat berlarian di tepi pantai dan menghabiskan waktu hanya berdua saja.

Cerita yang Sederhana tapi Menyentuh

Cerita yang Sederhana tapi Menyentuh

Mungkin cerita film ini boleh dibilang sangat sederhana. About Time berkisah tentang hubungan keluarga, cara menghadapi masalah dalam hidup dan percintaan. Dalam hidup setiap orang pasti akan mendapatkan kegagalan tapi pasti akan selalu ada kebahagiaan jika mau berhenti sejenak untuk menikmati keindahan hidup ini.

Ini merupakan kata-kata ayahnya pada Tim. Tim diminta untuk menikmati hidup dengan semua stres dan kesulitan tanpa mencoba melihat sekeliling. Tim pun merasa hidup ini sangat berat sekali. Namun kemudian ayahnya meminta Tim untuk mengulang hari itu tapi dengan cara berbeda. Sekarang dia diminta untuk memperhatikan sekeliling. Ternyata hidup menjadi lebih menyenangkan bagi Tim.

Adegan-adegan saat Tim melakukan saran ayahnya terasa lebih mengena dengan diberi latar soundtrack yang pas, yaitu Gold in Them Hills dari Ron Sexsmith. Liriknya pas sekali dengan petuah sang ayah.

Intinya kita harus bisa menikmati hidup ini karena kita hanya hidup satu kali. Membuat kesalahan adalah hal yang wajar. Terkadang kita ingin hidup yang sempurna tapi sering kali hal itu membuat kita lelah.

Dan dalam hidup ini ada hal yang tak bisa kita ubah meskipun kita memiliki kemampuan tertentu seperti time-travel yang dimiliki Tim. Dia pun tak bisa mencegah nasib yang menimpa ayahnya.  

Perpaduan Komedi, Romansa dan Drama yang Seimbang

Perpaduan Komedi, Romansa dan Drama yang Seimbang

Seperti kebanyakan film karya Richard Curtis lainnya, About Time juga mempunyai keseimbangan yang baik antara komedi, romansa, dan drama. Film ini memiliki beberapa momen lucu yang membuat penonton tertawa.

Selain itu interaksi antara dua tokoh utamanya, Gleeson dan McAdams, juga enak untuk ditonton. Keduanya memiliki chemistry yang bagus dan itu adalah elemen paling penting bagi tiap pasangan romantis yang tampil dalam sebuah film.

Sayangnya saat terjadi perpindahan ke genre drama, film tersebut agak tersendat. Film yang tadinya ringan dan lucu, langsung berubah jadi gelap dengan cerita-cerita sedih. Kemampuan time-travel pun ternyata tak bisa membuat hidup jadi sempurna. Namun Curtis masih tetap bisa mempertahankan unsur hiburannya dalam film ini.

Sci-fi yang Membumi

Sci-fi yang Membumi

Meskipun film ini bertema sci-fi tapi kehidupan yang disajikan dalam film ini terasa nyata. Misalnya saja saat Tim bertemu dengan Mary yang seorang penyuka buku, senda gurau genit di antara keduanya terasa nyata tidak kaku, kata-kata salah ucap yang jadi lelucon menghibur, bahasan tentang Kate Moss yang menjadi framework untuk perkembangan kisah mereka.

Proses Tim belajar menggunakan kemampuan time-travel-nya digambarkan semanusiawi mungkin. Ceritanya mengungkap semua kesalahan yang dilakukan oleh Tim dan sesekali ada juga penggunaan kekuatan yang egois untuk menghidupkan unsur komedinya.

Meskipun ini hanya sebuah drama komedi romantis, About Time tetap memiliki pesan. Memiliki kekuatan bukan berarti kita bisa merubah segalanya dalam hidup. Ada hal-hal yang tak bisa kita ubah dan lawan. Hidup itu terkadang terasa pahit tapi jika kita bisa mencoba untuk menikmatinya, maka semua kepahitan itu akan bisa berubah jadi biasa.

Richard Curtis memang ahlinya dalam membuat film drama komedi romantis. Film-filmnya yang lain pun selalu mendapat tempat di hati penonton. Buktinya, About Time mendapatkan audience score 81% di Rotten Tomatoes. Nah, kalau kamu perlu sedikit dorongan semangat dalam hidup atau hiburan ringan di akhir pekan, mungkin About Time bisa menjadi tontonan yang pas.

About Time
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram