bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Fight Back To School 3, Sing Menyamar Lagi

Sudah berjanji tidak akan mengambil pekerjaan untuk menyamar, Chow Sing Sing malah berakhir memerankan suami seorang wanita kaya.

Awalnya Sing hanya berniat untuk mencari kebenaran mengenai pembunuhan seorang milioner, tapi berakhir dengan hati yang bimbang. Sing bingung dengan hatinya, apakah ia mencintai Judy atau tetap mencinta tunangannya Ah Man?

Kembali membintangi Fight Back to School 3 (1993), kali ini Ng Man Tat tidak akan tampil di film ini. Justru beberapa nama baru akan muncul, seperti Anita Mui, Pak Cheung Chan hingga Anthony Wong. Lalu, sutradara dan penulis ceritanya juga berbeda, karena film ini di garap oleh Wong Jing.

Bagaimana kisah Sing yang terpaksa harus berperan sebagai suami orang? Kamu bisa mengintip jalan ceritanya dan review-nya, hanya di Bacaterus.

Baca Juga: Sinopsis dan Review Film Fight Back To School 2 (1992)

Sinopsis

Fight Back To School 3_
  • Tahun Rilis: 1993
  • Genre: Comedy, Romance
  • Sutradara: Wong Jing
  • Pemeran: Stephen Chow, Anita Mui, Sharla Cheung, Pak Cheung Chan, Kathy Chow, Anthony Wong, Bryan Leung
  • Produksi: Win's Film Productions

Polisi mendapatkan laporan mengenai pembunuhan misterius. Ada seorang pria dibunuh memakai pemecah es. Kasus ini sangat mirip dengan adegan dalam sebuah film, sehingga polisi berusaha mencari tahu siapa dalang di balik pembunuhan ini.

Sing (Stephen Chow) yang sedang bertugas mendatangi TKP, namun polisi ini membuat penyelidikan tersendat. Tidak bisa berkutik saat diancam akan dihukum karena sudah membuat barang bukti rusak, Sing terpaksa menerima tawaran untuk menyamar lagi.

Hal inilah yang membuat Sing merasa bimbang, pasalnya ia sudah berjanji untuk tidak menyamar lagi pada tunangannya Ah Man (Sharla Cheung). Ah Man yang mengetahui hal ini merasa marah, ia merasa pengorbanannya tidak sepadan dengan apa yang dilakukan Sing.

Namun pekerjaan menyamar harus tetap berjalan. Akhirnya, Sing tetap menyamar sebagai Wong suami dari wanita kaya bernama Judy (Anita Mui). Aksi pertamanya memerankan karakter seorang suami yang hilang ingatan. Semuanya berjalan dengan baik berkat bantuan semua orang.

Sebenarnya Judy bukanlah wanita bodoh. Sejak awal ia merasa suami yang ditemukan polisi bukanlah suami yang sesungguhnya. Namun ia tidak bisa berkata apapun, toh wajah dan ciri-ciri fisik pria yang ada di hadapannya memang sama seperti sang suami.

Tapi bukan berarti Judy percaya begitu saja. Ia melihat ada perbedaan yang sangat signifikan. Judy beberapa kali menelepon pihak kepolisian untuk mengatakan bahwa suami yang ada di rumahnya bukanlah pria yang sama.

Namun tidak ada tanggapan yang berarti, sehingga Judy memutuskan untuk menyelidikinya sendiri. Ia berusaha menggoda suaminya dengan berbagai cara, namun semuanya tidak pernah menghasilkan informasi apapun.

Saat perayaan Imlek, mereka kehadiran tamu spesial yaitu Ching Man Ching yang sudah mereka kenal sejak lama. Sing mulai mencurigai Ching Man Ching adalah orang yang membunuh Wong. Namun penyelidikannya tidak berjalan lancar, malah Sing melihat tunangannya sedang bermesraan dengan pria lain di club.

Dibakar api cemburu, Sing berusaha mencari tahu siapa laki-laki yang sudah menggoda calon istrinya itu. Ternyata pria yang sudah mengganggu kekasihnya itu adalah Judy. Wanita ini memang suka berpakaian layaknya pria dan menggoda wanita.

Menurut Ah Man, Judy memang wanita yang lembut dan baik hati tetapi di dalamnya memiliki sisi seperti seorang pria. Tak ingin penyamarannya terbongkar, Sing masih bersandiwara bahwa ia hanya ingin melabrak Ah Man bukan Judy.

Siapa sangka kejadian ini malah membuat hubungan Sing dan Judy tiba-tiba menjadi lebih dekat dan sangat intim. Secara tidak sadar, Sing sudah mulai jatuh cinta pada Judy yang ternyata hanya merindukan cinta dari suaminya.

Bingung dengan perasaannya sendiri, Sing mendapatkan kabar bahwa Judy akan menemui Ching Man Ching. Tak ingin membuang waktu, Sing terkejut saat menemukan Ching Man Ching mati dengan cara yang sama seperti Wong. Jadi, siapakah dalang dibalik pembunuhan sadis ini? Apakah Sing bisa memilih antara Judy atau Ah Man?

Ceritanya Semakin Dewasa

Ceritanya Semakin Dewasa_

Berbeda dengan dua film sebelumnya, Fight Back to School 3 (1993) kali ini mengusung konsep yang sangat berbeda. Karakter Chow Sing Sing masih berstatus sebagai seorang polisi seperti biasa dan ia juga masih melakukan penyamaran.

Bedanya, pria ini tidak lagi menyamar sebagai seorang siswa sekolah, tapi ia menyamar menjadi suami seorang wanita kaya raya. Premis ini memang jauh dari apa yang saya bayangkan, karena tidak sesuai dengan judul yang mereka pertahankan.

Tapi, alur ceritanya terasa lebih bernyawa dan lebih kocak dari dua film sebelumnya. Sepertinya Wong Jin melupakan kata “School” yang masih tertera sebagai judul utama dalam film ini.

Satu-satunya alur soal sekolah dalam film ini ketika Judy sedang membayangkan masa-masa sekolah ia dan suaminya dahulu. Lalu, mereka juga memberikan ending saat Judy dengan Sing memakai seragam sekolah. Alur ini bahkan terasa agak memaksa bagi saya, karena out off nowhere tiba-tiba disinggung.

Tidak ada lagi kepolosan dalam musim ketiga film ini, justru saya merasa kisahnya terasa lebih dewasa. Sisi erotis diperlihatkan dari berbagai suara desahan, hingga adegan romansa sesama jenis yang masih umum.

Hal ini yang membuat Fight Back to School 3 (1993) sangat berkebalikan dengan kedua film yang ditulis oleh Gordon Chan dan Barry Wong sebelumnya. Dalam 89 menit, saya bisa melihat bahwa kali ini Sing benar-benar bekerja sebagai seorang polisi yang sedang bertugas.

Kalau soal sinematografinya, bagi saya pengambilan gambarnya sangat baik dan ada beberapa gambar yang terlihat keren. Salah satunya ketika Sing dan Judy sedang menari bersama hingga berbagai adegan aksi yang terlihat keren. 

Anita Mui yang Sangat Totalitas

Anita Mui Sosok yang Paling Bekerja Keras_

Menjadi pemeran utama wanita dalam Fight Back to School 3 (1993), Anita Mui memang sangat mempesona. Memerankan karakter Judy, ia tampil dengan kualitas akting dan penjiwaan karakter yang sangat baik.

Judy awalnya diperlihatkan sebagai sosok yang sangat misterius. Perempuan ini terlihat memiliki raut wajah yang serius dengan sorot mata yang tajam. Awalnya, Wong Jing ingin membawa penonton untuk menilai Judy sebagai pembunuh suaminya.

Well perempuan ini memang memiliki alibi kuat, ia terlihat sangat berani dan sensual. Namun ketika film ini berjalan, sosok Judy secara perlahan diubah menjadi seorang istri yang menyayangi suaminya. Judy terlihat menginginkan suaminya untuk memberikan cinta dan afeksi yang selama ini dirindukannya.

Baru saja memberikan kesan baru bagi sosok Judy, penulis tiba-tiba saja mengubah lagi karakternya menjadi sosok kontroversial. Judy tampil dengan gaya bak seorang pria lengkap dengan kumis palsu.

Ia terlihat sedang bermesraan dengan wanita. Ada salah satu adegan yang cukup intim, saat ia menari dengan Ah Man di club. Sosok Judy memang menjadi playmaker dalam film ini, sehingga saya sangat tepukau dengan kerja keras Anita Mui.

Apalagi di akhir film, penonton masih diberi kejutan mengenai sosoknya yang sebenarnya sangat baik tapi kontroversial. Plot mengenai Anita Mui memang sangat menghibur. Berbagai plot twist dan kelucuan juga muncul dari karakternya. Sangat totalitas!

Duo Aktor yang Menghibur

Duo Aktor yang Cukup Menghibur_

Tidak lagi bersama dengan Paman Tat, kali ini Sing akan bekerjasama dengan Saudara Man yang juga bekerja sebagai polisi. Karakter ini diperankan oleh aktor Pak Cheung Chan yang sama-sama terlihat jenaka dan agak bodoh.

Saat saya mengetahui bahwa Ng Man Tat tidak berpartisipasi dalam film ini, dan timbul kekhawatiran untuk unsur komedinya. Namun setelah beberapa saat, saya bisa melihat bahwa Pak Cheung Chan berhasil mengisi tempat Ng Man Tat dengan sangat baik.

Kemistrinya dengan Stephen Chow terjalin secara natural, Mereka terlihat seperti sudah berteman cukup lama dalam film ini. Makanya, ketika mereka tampil bersama, saya bisa merasakan bromance yang tidak kalah saat Stephen bersama Ng Man Tat.

Mereka berhasil mengirimkan unsur komedi dalam film ini dengan lancar dan mudah untuk dipahami. Meski karakter Saudara Man tidak terlalu sering muncul, namun ia selalu saja memberikan kelucuan dari berbagai tingkah lakunya. Contohnya ketika ia menyamar menjadi ninja saat ingin mengamankan Sing yang sedang menyamar di rumah Judy.

Alih-alih mengendap-endap, ia malah memotong lantai kamar Sing yang membuat mereka terjatuh bersama. Lalu saat keduanya berbicara di kamar Judy, Saudara Ma malah cosplay menjadi pajangan foto di dinding.

Karakternya sangat penuh semangat, selalu terlihat senang dan cukup pemberani, sehingga ia berhasil menutupi kekurangan yang ada di film ini.

Alih-alih berjudul Fight Back to School (1993), saya pikir film ini seharusnya berjudul Fight Back to Home. Tidak ada lagi premis “sekolah” seperti dua film sebelumnya, justru kisah dalam film ini terlihat lebih sensual.

Namun soal jalan ceritanya, musim ketiganya memiliki jalan cerita yang lebih terarah dan lebih serius dibanding dua film lainnya. Bagaimana, mulai tertarik untuk menontonnya?

Fight Back to School 3
Rating: 
2.9/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram