Review dan Sinopsis Film Horror Fantasy Island (2020)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Horror Fantasy Island
1.7
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Ketika pemilik sebuah pulau mewah yang terpencil mengundang beberapa tamu untuk menghidupkan fantasi terbesar mereka, kekacauan kemudian hadir secara terus-menerus di pulau itu. Michael Pena berperan sebagai Mr. Roarke, karakter yang dipopulerkan oleh Ricardo Montalban di serial TV era 1970an yang menjadi dasar cerita film horror ini.

Fantasy Island adalah film horror yang dibintangi oleh beberapa aktor-aktris terkenal dan disutradarai oleh Jeff Wadlow. Produser Jason Blum dengan rumah produksi Blumhouse Productions miliknya berusaha membangkitkan banyak nostalgia horror sebagai proyek besarnya, salah satunya adalah film ini yang diplot sebagai prequel dari serialnya.

Film yang dirilis pada 14 Februari 2020 oleh Sony Pictures ini sudah bisa disaksikan kembali di layar Netflix. Simak review kami tentang film yang berlokasi syuting di Kepulauan Fiji ini.

Sinopsis

Sinopsis

Sekelompok tamu datang ke sebuah pulau terpencil dimana mereka adalah para pemenang kontes. Mereka adalah Gwen, Patrick, Melanie, JD dan Brax. Disambut oleh pemilik sekaligus pengelola pulau, mereka dijanjikan akan diberikan satu fantasi terbesar mereka yang akan diwujudkan. Mereka ditempatkan di kamar masing-masing, sementara JD dan Brax ditempatkan di sebuah mansion spesial.

Melanie menjalankan fantasinya, yaitu menyiksa wanita yang pernah menggangunya waktu sekolah dulu. Ketika dia tahu yang disiksa adalah Sloane yang asli, bukan hologram, dia berusaha menyelamatkannya dari siksaan dokter bedah gila. Sementara Patrick berfantasi sebagai tentara yang ternyata bertemu dengan ayahnya saat sedang menjalankan misi militer terakhirnya.

Sementara itu, fantasi Gwen ialah menerima lamaran kekasihnya yang dahulu pernah dia tolak dan terbangun keesokan paginya sudah memiliki seorang putri yang bermain di pantai. Brax dan JD tenggelam dalam fantasi mereka berpesta dengan para model-model cantik di mansion mewah yang mereka tempati. Semua baik-baik saja hingga ada sekelompok orang bersenjata masuk ke dalam mansion.

Melanie dan Sloane masih dikejar oleh dokter bedah gila itu dan bertemu dengan Damon, seorang detektif swasta yang lama terperangkap di pulau. Damon memperlihatkan kepada mereka lokasi mata air yang katanya adalah sumber dari fantasi di pulau ini. Gwen meminta kepada Roarke untuk mengubah fantasinya, tapi ditolak beberapa kali. Pada akhirnya diizinkan, dan fantasi kali ini sangat jauh berbeda.

Gwen berada di apartemennya yang terbakar karena dia lupa mematikan kompor dan berusaha menolong penghuni di kamar bawah, Nick. Dia bertemu dengan JD dan Brax di tangga dan Patrick di luar apartemen yang hanya diam saja ketika dimintai pertolongannya. Tapi Gwen gagal menyelamatkan Nick dan kemudian ditolong keluar dari fantasi oleh Julia, asisten Mr. Roarke.

Patrick dan pasukan ayahnya bertemu dengan kelompok bersenjata di mansion. JD tewas ditembak dan ayah Patrick juga tewas demi menyelamatkan anaknya. Mereka bertemu dan mulai menyimpulkan cerita fantasi Gwen. Mereka menyangka bahwa Mr. Roarke adalah ayah Nick yang menuntut balas dendam. Kemudian mereka berencana menghancurkan mata air di dalam gua.

Melanie menusuk Patrick dan kemudian membuat pengakuan bahwa dialah yang mengumpulkan mereka semua untuk membalaskan dendam Nick yang ternyata adalah kekasihnya dimana di malam kebakaran itu dia seharusnya pergi berkencan. Sloane meminum air dari mata air itu dan memunculkan fantasi Nick dalam kondisi gosong yang menarik Melanie ke dalam mata air. Tapi Melanie sempat melempar granat.

Patrick dengan sigap mengorbankan dirinya dengan menutupkan badannya ke granat. Akhirnya fantasi selesai dan mereka siap dipulangkan. Brax menginginkan agar JD hidup kembali, tapi syaratnya dia harus tinggal di pulau. JD dan penumpang lainnya meninggalkan pulau.

Gebrakan Blumhouse di Genre Horror

Gebrakan Blumhouse di Genre Horror

Fantasy Island adalah salah satu proyek yang merupakan bagian dari proyek besar rumah produksi Blumhouse Productions untuk membangkitkan nostalgia film-film horror di era milenal saat ini. Blumhouse sendiri memang terkenal sebagai rumah produksi yang rajin merilis film-film horror, beberapa diantaranya memiliki kualitas yang baik.

Didirikan pada tahun 2000, Blumhouse baru menggebrak dunia sinema ketika memproduksi Paranormal Activity pada tahun 2007 yang menjadi sleeper hit dan meledak di tahun 2009 saat dirilis secara luas di bioskop-bioskop Amerika. Seperti yang kita tahu, film yang tampil seperti rekaman footage ini kemudian menelurkan beberapa sequel hingga total mencapai 6 film di tahun 2015.

Kemudian beberapa film horror berkualitas lainnya mengalir secara reguler, seperti Insidious (2010) yang sudah memiliki tiga sequel lainnya, The Purge (2013) yang sudah memiliki dua sequel dan satu prequel, Ouija (2014) dengan satu prequel-nya, serta Happy Death Day (2017) dan sequel-nya. Kualitas film-film ini cukup baik dan bisa diterima dengan baik pula oleh para penontonnya.

Selain itu, Blumhouse juga memiliki proyek besar untuk menghidupkan kembali nostalgia film-film horror. Dimulai dengan Halloween (2018), mereka mengembalikan teror Michael Myers kepada penonton. Kemudian hadir remake Black Christmas (2019), The Invisible Man (2020), The Craft: Legacy (2020), dan termasuk Fantasy Island. Patut ditunggu remake The Exorcist, Freddy Kreuger, Wolfman, dan Boogeyman.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram