bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review F4 Thailand: Boys Over Flowers (2021)

Setelah sekian lama dinantikan oleh para penggemar, akhirnya pada 18 Desember 2021 lalu F4 Thailand: Boys Over Flowers akhirnya tayang. Diproduksi oleh GMMTV, mempercayakan Patha Thongpan dan Aticha Tanthanawigrai sebagai sutradaranya. Seperti yang sudah diduga banyak orang, drama ini langsung memuncaki trending media sosial.

Banyak orang yang merasa kagum dengan pengembangan ceritanya yang terasa lebih seru tapi tetap terasa original. Apalagi penampilan Bright Vachirawit dan Tu Tontawan berhasil membuat banyak orang kagum. Kemistri keduanya berjalan dengan sangat baik, ditambah penampilan epik dari aktor dan aktris lainnya bikin drama ini wajib banget untuk disaksikan.

Lalu, bagaimana kisah Tu Tontawan yang harus berhadapan dengan F4, si penguasa sekolah yang kejam ini? Kamu bisa membaca sinopsis dan review-nya, hanya di bawah ini.

Sinopsis

Gorya, si gadis sederhana harus berhadapan dengan F4 para penguasa sekolah yang kejam. Akankah Gorya bisa bertahan di sekolah itu?

Episode 1-6

F4 Thailand_

Gorya (Tu Tontawan) adalah gadis dari keluarga sederhana yang berhasil mendapatkan beasiswa di sekolah paling elit di Thailand. Keberhasilannya ini membuat seluruh keluarganya sangat bahagia dan ia diharapkan menjadi satu-satunya tumpuan untuk mengubah hidup mereka.

Seperti kata ibunya, selain untuk belajar Gorya juga harus mencari calon suami yang kaya di sana. Sebenarnya Gorya tidak perduli dengan semua ini karena sebenarnya ia sibuk menahan kesabarannya setiap kali F4 merundung seseorang.

Meski ia tidak tahan dengan tindakan perundungan ini, Gorya memilih untuk hidup dalam kesederhanaan dan aman selama sekolah. Namun ketenangan ini tidak bertahan lama, hari itu Gorya memberanikan diri melawan pimpinan F4 bernama Thyme (Bright Vachirawit).

Benar saja, keesokan harinya Gorya langsung mendapatkan kartu merah yang menjadi tanda bahwa gadis ini adalah korban F4 selanjutnya. Untungnya Gorya gadis yang cerdik, ia bersembunyi di atap sekolah hingga kelas bubar.

Di sanalah ia kembali bertemu dengan Ren (Win Metawin), anggota F4 yang memiliki sikap dan kepribadian paling berbeda dari yang lainnya. Tidak hanya sekali, Ren menolongnya saat hampir dilecehkan secara seksual di sekolah hingga di acara welcome party Mira (Fah Yongwaree).

Sejak saat itulah Gorya mulai menaruh perasaan pada Ren, pria yang dianggapnya sangat lembut dan baik hati. Di sisi lain, Thyme diam-diam mulai memperhatikan Gorya, satu-satunya gadis yang berani melawannya.

Singkat cerita, Thyme akhirnya melepaskan status Gorya dan mulai mengejar cinta gadis ini. Sayangnya pria ini malah termakan akal bulus seseorang yang telah memfitnah Gorya habis-habisan.

Merasa bersalah sudah menjadikan Gorya sebagai sasaran perundungan, Thyme meminta maaf dan mengobatinya. Keesokan harinya, Thyme mengumumkan bahwa ia dan Gorya telah resmi berpacaran ke seluruh siswa.

Di hari yang sama Ren baru kembali dari Paris, selepas ia mengejar cinta pertamanya yaitu Mira. Namun ada perbedaan yang sangat signifikan dari Ren. Ia berubah menjadi pria yang lebih berani hingga membuat Gorya kaget. Bahkan, Ren juga mengajaknya berpacaran di belakang Thyme, meski hal ini sebatas gurauan saja.

Selain karena kehadiran Ren, hubungan Thyme dan Gorya juga tidak berjalan baik karena keduanya sama-sama punya karakter yang keras. Apalagi kesalahpahaman Thyme dengan pacar Kaning (Prim Chanikan) bikin hubungan keduanya makin menegang. Bagaimana kisah selanjutnya?

Baca Juga: 12 Pemeran Penting dalam Drama F4 Thailand: Boys Over Flowers

Episode 7

EPISODE 7_

Sangat marah melihat Gorya dan Ren berpelukan, Thyme meluapkan emosinya sampai membuat keributan di sekolah.

Tak hanya itu, di hari yang sama Thyme mengumumkan bahwa Ren telah dikeluarkan dari F4. Hal ini membuat semua orang kaget, Gorya, MJ dan Kavin berusaha untuk berbicara dengan Thyme tapi berakhir nihil.

Di sisi lain, video keributan Thyme di sekolah tersebar luas, sampai-sampai membuat ibunya segera datang dari Singapura.

Hari itu Thyme mendapatkan peringatan keras dari ibunya. Wanita itu berkata akan melakukan langkah yang sama seperti yang dilakukannya pada kakaknya. Sejak hari itu, Thyme benar-benar tidak bisa berkutik, ia tahu bahwa ibunya bukanlah orang yang suka main-main.

Thyme memilih untuk diam, sehingga ibunya tidak akan melakukan apapun pada Gorya. Bahkan Thyme tetap mengunci diri di kamar, ketika MJ dan Kavin berusaha berbicara padanya.

Sebenarnya Kavin memang sudah lelah dengan F4, namun MJ tidak ingin semuanya berakhir begitu saja. Sampai-sampai sempat terjadi keributan di antara keduanya, hingga Kavin berkata ini adalah kesempatan terakhir F4.

Sementara di tempat lain, Ren mendatangi toko bunga tempat Gorya bekerja dan mengajaknya keluar. Hari itu Ren berusaha membuat suasana hati Gorya lebih baik dan kembali ceria.

Hingga mereka melihat Tesla, kekasih Kaning yang sedang bersama wanita lain di Mall. Di waktu yang sama, ternyata Kavin dan Kaning juga berada di tempat yang sama.

Bahkan Kavin tengah membantu Kaning untuk membalaskan perbuatan Tesla yang sudah berselingkuh darinya. Saat itulah Gorya akhirnya tahu alasan Thyme bersikap kasar pada Tesla di kebun binatang, ternyata pria itu memang bajingan.

Saat akan meminta maaf, Gorya mendapatkan telepon dari Kak Tia yang memintanya datang ke bekas stadion di dekat sekolah.

Benar saja, di sana sudah ada Thyme, Ren, Kavin dan MJ yang terlihat dengan raut wajah serius. Bahkan tak lama setelah Thyme dan Ren berbicara, keduanya malah saling melemparkan tonjokan ke wajah masing-masing. Kira-kira apa yang sedang mereka bicarakan?

Episode 8 - 12

f4 thailand Episode 8 – 12_

Pergulatan antara F4 memang tidak bisa dihindari, tapi dari sinilah mereka bisa kembali saling percaya. Thyme akhirnya mengungkapkan bahwa ia tidak benar-benar ingin membuang Gorya, ternyata didengarkan langsung oleh Gorya.

Sebenarnya, gadis itu datang untuk menghentikan mereka, namun apa yang dikhawatirkan sepertinya tidak terjadi, karena F4 terlihat sudah baik-baik saja.

Kembali ke rumah setelah semua insiden tadi, Gorya dikagetkan dengan kehadiran Mrs. Roselyn di rumahnya. Wanita itu merendahkan Gorya dan keluarganya, bahkan ia menawarkan sejumlah uang agar Gorya menjauh dari Thyme.

Namun semua ini membuat ibu Gorya sangat marah, sampai-sampai ia menghina Roselyn dengan menghempaskan kecap asin kepada wanita itu.

Di sisi lain, orang tua Gorya yang terlilit hutang harus kembali ke kampung halaman. Kini hanya Gorya dan adiknya saja yang hidup berdua, tapi ketenangan ini tidak bertahan lama.

Ternyata Thyme membeli rumah yang ada di seberang dan kini merepotkan Gorya setiap malam. Tak hanya Gorya yang dibuat Thyme menggila, bahkan Ren, Kavin dan M.J juga sama saja.

Setelah semua hal yang melelahkan, Gorya mendapatkan undangan pesta ulang tahun ke 18 Thyme. Acara ulang tahun Thyme berjalan dengan baik, namun sebuah kejutan membuat semua orang shock.

Mrs. Roselyn tiba-tiba mengungkapkan bahwa Thyme akan bertunangan dengan putri dari keluarga Empica yang bernama Lita (Milk Pansa Vosbein). Kejadian ini membuat hati Gorya tidak karuan, karena ia semakin menyadari jurang pemisah yang sangat jauh antara dirinya.

Gorya memilih untuk melepaskan Thyme, bahkan ia mengatakan bahwa Lita memang pasangan yang cocok dengannya. Thyme yang marah mendatangi Lita. Pria itu tiba-tiba meminta Lita untuk menjadi pacarnya dan mencoba memulai hubungan ini.

Lita yang senang langsung mendatangi Gorya, ia memeluknya karena bahagia, sementara Gorya menangis dalam diam. Berusaha move on, Gorya mulai dekat dengan anak laki-laki yang menolongnya di binatu, orang itu bernama Talay (Kay Lertsittichai).

Sejak saat itu, Talay membuat hari-harinya terasa lebih menyenangkan, namun di balik semua ini ternyata ancaman sedang mengintai Gorya. Pasca Thyme yang cemburu melihatnya bersama Talay, keesokan harinya Gorya mendapatkan kartu merah yang seharusnya mustahil terjadi lagi.

Hingga akhirnya Gorya memahami sesuatu, ternyata bukan Thyme yang melakukan semua ini melainkan Talay. Pria yang ia anggap baik, ternyata menaruh dendam pada F4, karena mereka sudah membuat temannya Phupa keluar dari sekolah dan terluka cukup parah.

Talay dan para anti F4 berhasil mempecundangi anak-anak kaya itu, bahkan pada akhirnya Thyme dan Gorya benar-benar terluka. Setelah kejadian ini Thyme menyadari sesuatu, ia harus meminta maaf kepada semua korban F4 satu persatu.

Ia meminta kepada tiga kawannya untuk mencari keberadaan para korban, bahkan Thyme meminta maaf pada Phupa dan Talay. Setelah masalah ini selesai, kini Thyme dan Gorya dihadapkan dengan masalah cinta segitiga mereka.

Keberadaan Lita dalam hubungan mereka membuat keduanya tidak bisa menikmati kebersamaan ini. Bahkan Gorya harus berpura-pura menjadi asisten pribadi Thyme, agar Lita tidak mencurigai mereka. Tapi mereka salah, Lita sudah mengetahui soal hubungan Gorya dan Thyme sejak di rumah sakit.

Benar saja, hari itu Lita menggila dengan memaksa untuk pindah ke kediaman Paramaanantra. Ia juga mengancam Thyme, bahwa jika pria itu tidak menurutinya maka keluarga Empica akan bertindak. Lita mengatakan akan menghancurkan Gorya, benarkah Lita setega itu?

Episode 13 – 16 (Tamat)

episode 13-16 F4 Thai_

Setelah di buat deg-degan dengan perbuatan Lita, akhirnya Gorya dan Thyme bisa bernafas lega. Pasalnya, Lita memilih untuk menyerah, justru menjadikan Thyme sebagai hadiah perpisahan untuk Gorya.

Untungnya sebelum Lita benar-benar pergi, Gorya masih sempat untuk mengucapkan selamat tinggal dan meminta maaf secara langsung.

Ketika masalah Gorya dan Thyme sudah selesai, kali ini Kaning dan Kavin yang tengah dilanda masalah dan gundah.

Kaning memang sedang belajar membuat hiasan bunga dari Kavin. Hal ini membuat hubungan keduanya menjadi semakin dekat. Ketika Kaning mengungkapkan cintanya pada Kavin, hal ini tidak berjalan baik, pasalnya Kavin menolaknya mentah-mentah.

Bahkan pascakejadian ini, Kavin memutuskan kontak dengan Kaning yang membuat gadis itu semakin sedih. Semua ini berawal ketika Kavin melihat seorang pelanggan yang datang ke toko bunga. Kavin dan gadis itu sepertinya saling mengenal.

Benar saja, sesuai dengan yang dikatakan Kavin, gadis itu adalah cinta pertamanya yang membuat Kavin tidak mempercayai lagi cinta.

Kaning berusaha mencari tahu, pesan apa yang ingin disampaikan oleh perempuan bernama Mona (Neen Suwanamas) itu. Setelah beberapa hari menjelajahi berbagai atap gedung, akhirya Kaning bisa menyampaikan pesan yang selama ini Kavin lewatkan.

Di tempat lain, Gorya akhirnya berhadapan dengan orang yang paling ditakuti oleh Thyme. Roselyn Paramaanantra langsung menyabotase kehidupan Gorya dan teman-temannya. Gorya tidak tega melihat Kaning dan Paman Ga menjadi korbannya, makanya Gorya langsung mendatangi Roselyn.

Awalnya Gorya berpikir akan melawan perempuan itu, namun pada akhirnya Gorya memutuskan untuk berhenti.

Bahkan sesuai dengan arahan Roselyn, Gorya membuat Thyme yang sekarang kembali lagi ke Thyme yang sebelumnya. Gadis ini berkata banyak kebohongan kepada Thyme, tujuannya hanya satu, agar pria itu bisa benci dan melupakannya.

Setelah itu, Gorya memutuskan untuk pergi ke kampung halaman dan tidak memberitahukan keberadaannya pada siapapun.

Sementara itu Thyme pergi ke Singapura bersama ibu dan kakaknya, ia mulai mengurusi berbagai bisnis keluarga.

Seperti yang diharapkan Roselyn, Thyme berubah menjadi pria yang kejam dan mementingkan profit sesuai dengan yang diinginkannya. Namun, perempuan ini tidak pernah menyangka bahwa Thyme akan menjadi korban dari perbuatan buruknya.

Tapi bukannya merasa bersalah, Roselyn malah melancarkan aksinya untuk mencuci otak Thyme agar melupakan Gorya. Putranya mengalami kerusakan otak pasca insiden penusukan tersebut, sehingga Thyme melupakan segalanya termasuk ingatannya bersama Gorya.

Semua orang kaget mengetahui hal ini, namun Gorya tidak akan menyerah lagi untuk melawan segala kelicikan Roselyn.

Di bawah pengawasan Roselyn, Thyme dijauhkan dari dunia termasuk dari teman-teman F4-nya. Dengan berbagai macam cara, Ren, Kavin dan M.J berusaha untuk membuat Gorya dekat lagi dengan Thyme.

Namun apapun yang mereka lakukan selalu saja di hlalangi oleh Roselyn, bahkan Thyme sendiri malah memaki dan menyebut Gorya sebagai pembohong.

Roselyn berpikir ia sudah menang dalam pertarungan ini, namun melihat Gorya yang masih bertahan ia bertanya-tanya, “Kenapa gadis tidak menyerah?”

Malam itu Roselyn mendatangi Gorya, siapa sangka ia malah tersentak dengan perkataan gadis itu. Roselyn bukannya tidak menyayangi Thyme, ia sangat mencintai putranya tapi ia memiliki pandangan sendiri mengenai hal terbaik untuk putranya. Apakah Gorya dan Thyme benar-benar harus berpisah untuk selamanya?

Upgrade Cerita Lebih Dramatis dan Plotnya Ngebut

Upgrade Cerita Lebih Dramatis dan Plotnya Ngebut_

Menjadi drama must watch banget di tahun 2022, F4 Thailand: Boys Over Flowers (2021) memang akan membuat penontonnya terpesona.

Tidak hanya karena paras para pemainnya yang tampan dan cantik, kualitas akting dan kualitas dramanya memang mumpuni banget. Tapi salah satu hal yang paling mencolok adalah, bagaimana mereka berhasil membuat ceritanya terasa sangat lokal, khas Thailand banget.

Memang ada beberapa perubahan cerita yang dilakukan, tapi semua ini hanya untuk mendukung judulnya yaitu F4 versi Thailand. Saya mengapresiasi usaha keras mereka membuat cerita ini selokal mungkin, tapi tidak merusak cerita aslinya. Malahan perubahan ini membuat jalan cerita F4 Thailand terasa lebih dark, terutama di bagian perundungan.

Berbicara soal jalan ceritanya, pasti yang sudah menonton episode satu sampai tujuh merasakan bahwa plotnya bergerak sangat cepat. Plot ngebut ini membuat saya berspekulasi sendiri, apakah akan ada plot twist yang mengejutkan di akhir?

Pasalnya di preview episode tujuh, sepertinya kita sudah akan dipertemukan dengan karakter perempuan yang dijodohkan dengan Thyme. Hal ini membuat saya jadi penasaran dengan kelanjutan kisah cinta Thyme dan Gorya. Belum lagi saya sangat menantikan kisah cinta Kavin dan Kaning, second lead yang berperan sebagai Yi Jung dan Ga Eul.

Baca Juga: Sinopsis & Review Drama Korea Boys Before Flower (2009)

Karakter F4 Thailand Terasa Millennials

Karakter F4 Thailand Terasa Millennials_

Tidak bisa dipungkiri, F4 Thailand: Boys Over Flowers (2021) memang terasa banget perbedaan generasinya dengan F4 versi Korea. Hal ini bisa terlihat dengan perbandingan karakter pemeran utamanya.

Meski hampir mirip dengan versi Korea tapi versi Thailandnya terlihat lebih gaul dan cerah. Sedangkan anggota F4 versi Korea terlihat seperti elegan, menunjukkan citra mereka sebagai anak bangsawan.

Perbedaan vibes ini menjadi salah satu hal paling penting dan brilian yang disesuaikan dengan taste zaman sekarang. Mereka tidak terpaku dengan kesan anak bangsawan yang aristokrat, tapi anak bangsawan yang bebas melakukan apapun tapi penuh kekangan.

Makanya, karakter Bright Vachirawit, Dew Jirawat, Win Metawin dan Nani Hirunkit terlihat sangat berbeda. Mereka berhasil membangun karakter F4 dengan gaya masing-masing, contohnya Thyme yang keras kepala, agak bodoh tapi takut pada ibunya.

Sementara Kavin dan M.J, karakter anak orang kaya yang pasrah pada keadaan, makanya mereka memilih menikmati hidup sebaik mungkin. Sementara Ren yang terlihat cool, namun sebenarnya pria ini adalah orang introvert yang penuh kasih sayang dan perhatian.

Lebih Dramatis, Kini F4 Malah Saling Adu Jotos

F4 SALING ADU JOTOS_

Di episode tujuh F4 Thailand: The Boys Over Flowers (2021) memang memberikan banyak kejutan. Bukan hanya berbagai adaptasi ceritanya yang lokal banget, tapi kisahnya memang lebih dramatis. Pasalnya kali ini penonton dikejutkan dengan para anggota F4 yang berkelahi satu sama lain. Sebenarnya hal ini terlihat sangat childish, tapi menjadi pembeda yang sangat unik dan realistis.

Kejutan ini menjadi salah satu hal yang sangat menarik, sayangnya penggarapannya kurang hati-hati. Terlihat sekali mereka sedang berpura-pura berkelahi, belum lagi koreo adegan ini agak sedikit berantakan. Pasalnya, saya masih melihat dengan jelas bahwa adegan perkelahian ini rekayasa, terutama saat scene ini di zoom out.

Tapi pemilihan tempat untuk adegan ini memberikan kesan. Kini F4 sedang menerima balasan dari semua perisakan yang mereka lakukan.

Tempat yang seharusnya menjadi singgasana mereka, malah menjadi tempat kehancurannya. Saya menyukai ide ini, apalagi suasana malam yang dipilih membuat adegan ini makin emosional.

Scene ini menjadi bagian penutup yang sangat baik, saya sendiri tidak pernah memikirkan perkembangan ceritanya jadi seperti ini.

Saya mengakui bahwa mereka berhasil mengembangkan kisahnya menjadi lebih seru, dramatis dan berbeda dari versi lainnya. Namun hal ini beresiko membuat penggemar manga dan versi Korea agak kecewa, karena perbedaannya terlalu drastis.

Kisah Cinta Kavin Dan Kaning Akhirnya Dimulai

KISAH CINTA KAVIN_

Salah satu pasangan yang paling dinantikan dalam F4 Thailand: Boys Over Flowers (2021) adalah Kaning dan Kavin. Second couple yang katanya akan mencuri perhatian penonton ini akhirnya menampakkan kedekatan mereka di episode tujuh. Meski tidak terlalu intense, kisah keduanya sudah lumayan lebih banyak dibanding enam episode sebelumnya.

Tapi entah mengapa, saya merasa F4 Thailand: Boys Over Flowers (2021) tidak terlalu fokus mengangkat kisah second couple ini.

Pasalnya, adegan mereka bersama-sama sangat minim, padahal daya tarik lainnya dari F4 adalah pasangan ini. Saya sendiri sangat menantikan untuk melihat perkembangan hubungan Kavin dan Kaning yang lebih emosional lagi.

Kalau dilihat-lihat, selama tujuh episode saya belum melihat perkembangan karakter yang berarti dari Kavin dan Kaning. Karakter keduanya masih terlihat flat dan masih bergerak ditempat yang sama. 

Padahal, saya juga berharap ada kejutan-kejutan lainnya dari pasangan Kaning dan Kavin di drama ini. Jadi, mari kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!

Perubahan Karakter Lita yang Mengejutkan

Perubahan Karakter Lita yang Mengejutkan_

Berbagai tanda tanya mengenai bagaimana F4 Thailand akan mengemas soal aksi balas dendam dan perjodohan akhirnya terpecahkan.

Di awal, karakter perempuan yang menjadi tunangan Thyme diperkenalkan sebagai karakter bernama Lita. Untuk background story dan kepribadian gadis ini, saya pikir tidak ada bedanya dengan karakter Ha Jae Kyung di BBF Korea.

Lita datang dengan karakter yang memberontak. Gadis ini membuat keributan saat pertama kali datang ke pesta ulang tahun Thyme. Karakter Lita juga sangat cerah. Ia terlihat sangat energik dan benar-benar memiliki banyak akal. Karakter Lita ini berhasil diperankan dengan sangat baik oleh Milk Pansa Vosbein.

Namun sifat Lita yang ceria dan ramah ini berubah total ketika ia dihadapkan dengan “pengkhianatan” antara Thyme dan Gorya. Hubungan dari dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu membuat Lita berubah menjadi lebih nekat.

Gadis ini meminta untuk tinggal kediaman Thyme, ia memperlakukan Gorya layaknya pelayan hingga nekat bugil di hadapan Thyme. Karakter Lita muncul dalam satu episode yang membuat penonton cukup kaget.

Development karakter Lita yang diperankan oleh Milk ini terasa tergesa-gesa di akhir. Saya pikir pihak GMMTV kurang memperhatikan detail kecil ini, karena hal ini membuat ceritanya kurang nendang. Sebenarnya saya berharap karakter bringas Lita bisa ditunjukkan setidaknya di dua episode.

Talay, Manis tapi Sangat Beringas

Talay, Manis tapi Sangat Beringas_

Beralih ke karakter Talay, pria yang terlihat manis dari luar ini ternyata pemimpin dari gerakan “Anti F4”. Dibandingkan dengan Lita, sebenarnya saya sangat menyukai development karakter Talay. Dalam tiga episode, saya bisa melihat bagaimana karakternya secara perlahan berubah menjadi lebih dark.

Hingga di episode 10 akhirnya karakter sesungguhnya dari Talay keluar dan terlihat cukup menyeramkan. Tapi saya mengapresiasi ketika GMMTV memberikan kisah hubungan Talay dan Phupha dari awal pertemuan mereka hingga keduanya dewasa. Semua ini membuat karakter Talay makin mencolok dari para pemeran utamanya.

Saya juga menyukai penyelesaian dari kasus “Anti F4” ini, meski tetap saja ada plot hole. Saya bertanya-tanya apa yang terjadi pada siswa yang ikut menyerang Gorya dan bergabung dengan “Anti F4”?

Di sisi lain, saya menyukai plot ketika Thyme meminta maaf kepada Talay saat berada di rumah sakit. Bagi saya hal ini makin membuat karakter Talay dan Thyme berkembang dengan baik dan tepat.

Hubungan Kavin dan Kaning Muncul di Episode 13

Hubungan Kavin dan Kaning Muncul di Episode 13_

Bagi para penggemar Kavin dan Kaning, akhirnya penantian yang cukup lama mengenai hubungan keduanya terjawab sudah. Di bagian akhir episode 12, akhirnya kita bisa melihat kisah cinta antara Kavin, Kaning, dan Mona.

Plot ini menjadi hal yang sangat dinantikan oleh para penggemar karena ia menjadi penentu arah hubungan Kaning dan Kavin. Jika melihat trailer untuk episode 13, sepertinya penonton akan diberikan kisah baru mengenai Kavin dan mantan kekasihnya yang bernama Mona.

Seperti biasa, remake versi Thailand ini memang sulit untuk ditebak akan seperti apa alurnya. Termasuk untuk plot cinta segitiga Kavin, Kaning dan Mona, saya sendiri menantikan kejutan-kejutan yang menarik untuk pasangan ini.

Selain itu, saya juga berharap plot ini bisa membantu development karakter Kavin dan Kaning ke depannya. Saya berharap plot ini akan memberikan perubahan karakter yang signifikan dari keduanya. Kalau untuk akting, saya berharap Win bisa memberikan penjiwaan yang lebih baik lagi.  

Kisah Kavin, Kaning dan Mona yang Kurang Kuat

kisah kavin dan mona yang kurang kuat_

Lagi-lagi harus membandingkan dengan F4 versi Korea, sebenarnya saya sangat menyayangkan kenapa kisah Kaning dan Kavin begitu remeh?

Alasan Kavin menjadi playboy hanya karena ia mencintai sahabatnya, bagi saya hal ini kurang kurang meyakinkan. Alhasil, F4 versi Thailand benar-benar menghancurkan ekspektasi saya mengenai kisah Kaning dan Kavin.

Tidak ada satupun hal yang romantis dan tragis dalam kisah keduanya, kisah Kaning dan Kavin jelas hanya pemanis saja. Tapi pemanis ini juga tidak sebanding dengan keberingasan F4 di awal, pasalnya sosok Kavin bukanlah pribadi yang selemah itu.

Kisah Kavin dan Mona bukannya membuat karakter Kavin semakin kuat, malah membuat karakternya makin abu-abu.

Berbeda dengan Boys Over Flowers (2009), Kisah So Yi Jung dan Chu Ga Eul benar-benar membuat banyak orang patah hati.

So Yi Jung membuat Ga Eul masuk dalam fairytale saat ia mendapatkan kesempatan untuk berkencan dengan pria pujaannya. Tapi Ga Eul malah sakit hati, karena So Yi Jung menjualnya pada ayah pria itu yang katanya seorang pria mata keranjang.

Alur tadi berhasil membuat karakter So Yi Jung dan Chu Ga Eul lebih berkembang. Kisah dramatis keduanya membuat mereka menjadi show stealer, sementara Kavin dan Kaning gagal total.

Saya sangat menyesalkan hal ini. Pasalnya, F4 Thailand: Boys Over Flowers (2021) ceritanya lebih bergejolak. Tapi mereka melupakan ciri khas penting, yang membuat drama ini kehilangan daya tarik.

Akhirnya Gorya Melawan Roselyn Paramaanantra

gorya melawan roslyn_

Meski kecewa dengan kisah Kavin dan Kaning, setidaknya perasaan ini bisa terobati dengan hal lainnya. Adegan ketika Gorya dan ibu Thyme yaitu Roselyn Paramaanantra berhadapan, di episode 13 hingga 16.

Bagi saya momen keduanya menjadi puncak terbaik dalam drama ini, dibandingkan soal hubungan Gorya dan Thyme yang terasa monoton.

Saya menyukai ketika Gorya harus jatuh bangun, saat berusaha untuk mengalahkan Roselyn. Di sisi lain, aroma jingoistik dari Roselyn Paramaanantra diperhalus dengan rasa kesalnya pada sosok Gorya.

Namun, plot di episode 15 dan 16 membuat saya melihat sisi lain dari seorang Roselyn Paramaanantra. Perempuan yang tegas dan kejam ini, sebenarnya memiliki sisi keibuan yang selalu ia sembunyikan.

Hal ini terlihat ketika Gorya menyebutnya sebagai ibu yang tidak baik dan tidak mengerti putranya. Roselyn Paramaanantra secara perlahan mulai menunjukkan emosi, bukan amarah tapi rasa penyesalan. Hingga di pertengahan episode 16, akhirnya seluruh penyesalan ini terlihat sangat nyata di matanya.

Harus saya akui, Cindy Bishop memang seorang aktris yang luar biasa dan sangat berkelas. Aktingnya menjadi yang terbaik dari semua pemain muda di F4 Thailand: Boys Over Flowers (2021).

Dengan begitu banyak pengalaman berkarirnya, Cindy Bishop memang tepat untuk dijadikan penutup drama ini. Pasalnya penjiwaan dan aktingnya, tidak hanya mencuri perhatian tapi enjoyable untuk ditonton.

Inilah review saya setelah menonton F4 Thailand: Boys Over Flowers (2021) yang terasa millennials banget. Selain itu, cerita yang 'ngebut' tidak membuat para penonton bosan untuk tetap mantengin kisah dari Gorya dan para F4. Jika kamu penasaran, silakan langsung tonton dramanya, ya!

F4 Thailand: Boys Over Flowers
Rating: 
4.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram