bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile

Manusia mempunyai kompas moral yang menentukan sebuah perbuatan baik ataukah buruk. Walau kompas moral seseorang bisa berbeda-beda dengan orang lain, tapi tindakan yang merugikan orang lain akan dianggap sebagai perbuatan yang buruk. Ketika seseorang terus-menerus melakukan perbuatan buruk, maka orang itu akan dilabeli sebagai orang jahat.

Salah satu kejahatan paling keji yang bisa dilakukan manusia adalah melakukan pembunuhan. Menghilangkan nyawa orang lain nggak dibenarkan dalam ajaran apa pun. Film Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile akan menceritakan tentang salah seorang pembunuh berantai paling terkenal yaitu Ted Bundy. Sinopsis dan review filmnya bisa kamu simak di sini!

Sinopsis

Sinopsis & Review Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile 1
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Biographical, Crime, Drama
  • Produksi: COTA Films, Voltage Pictures, Third Eye Motion Picture Company
  • Sutradara: Joe Berlinger
  • Pemain: Zac Efron, Lily Collins, Kaya Scodelario, Haley Joel Osment, John Malkovich

Pada tahun 1969, Ted Bundy yang berprofesi sebagai mahasiswa hukum bertemu dengan Elizabeth “Liz” Kendall di sebuah bar di Seattle. Liz bekerja sebagai seorang sekretaris dan sudah mempunyai seorang anak perempuan, Molly. Merasa sama-sama punya ketertarikan, keduanya pun pulang bersama. Mereka kemudian menjalin hubungan percintaan.

Pada tahun 1974, sebuah berita menayangkan kejadian pembunuhan beberapa wanita muda dan dua wanita dilaporkan menghilang di Lake Sammammish.

Saksi-saksi bilang ada seorang pria bernama Ted yang meminta tolong beberapa wanita untuk membantunya memasukkan perahu layar kecil ke dalam mobil Volskwagen Beetle. Sketsa pelaku pun dirilis. Setahun kemudian, Ted ditangkap oleh Polisi.

Carol DaRonch berada di kantor Polisi untuk menunjukkan pelaku penculikan atas dirinya. Selain diculik, dia juga diancam akan dibunuh. Sejumlah pria berbaris di sebuah ruangan. Carol menunjuk Ted sebagai pelakunya.

Nggak lama kemudian, Ted bebas setelah Liz membayar jaminan. Ted menjelaskan pada Liz yang marah besar bahwa Carol menuduh orang yang salah dan dia hanya mirip dengan sang penculik.

Setelah persidangan, Ted dinyatakan bersalah dengan dakwaan tindakan penculikan. Dia dituntut mendapatkan hukuman penjara paling rendah satu tahun dan paling lama 15 tahun di Utah State Prison. Beberapa pekan kemudian, Ted kembali didakwa atas pembunuhan Caryn Campbell. Karena itu, dia dipindahkan ke penjara di Aspen, Colorado.

Liz merasa bahwa Ted nggak bersalah sesuai dengan yang dituduhkan. Kondisi psikisnya menurun dan dia mulai kecanduan alkohol. Ketika di Pitkin County Courthouse, Ted menyatakan bahwa dia akan menjadi pengacara untuk dirinya sendiri sebagaimana dia pernah menjadi mahasiswa hukum.

Pada saat jeda persidangan, dia melarikan diri ke hutan di sekitar gedung. Enam hari kemudian, dia berhasil ditangkap. Liz mengunjungi Ted untuk mengakhiri hubungan mereka. Ted kembali melarikan diri dari penjara.

Dua wanita di sorority di Florida State University dilaporkan meninggal dunia. Bukan hanya itu saja, ada tiga wanita lain yang menjadi korban kekerasan. Ted kembali ditangkap dan dia menghubungi Liz. Sayangnya Liz sudah nggak mau menerimanya lagi.

Selama di penjara, Ted mendapat banyak simpati bahkan mulai mempunyai penggemar. Dia juga sering dikunjungi oleh teman lamanya, Carole Ann Boone. Carole merasa Ted bukanlah pembunuh berantai sebagaimana yang diberitakan. Bahkan dia rela pindah tinggal ke Florida untuk bisa berdekatan dengan Ted.

Dalam persidangan, hakim menawari hukuman yang lebih rendah yaitu 75 tahun penjara asalkan Ted mengaku membunuh dua mahasiswi dan seorang anak berusia 12 tahun. Sebelumnya, Ted dituntut hukuman mati. Ted menolak permintaan hakim dan bersikukuh menyatakan bahwa dirinya nggak bersalah.

Ted dan Carole mulai berpacaran tapi Ted masih sering mencoba menghubungi Liz. Liz sendiri merasa bersalah karena dialah orang yang pertama kali melaporkan Ted pada Polisi.

Ted kemudian melamar Carole dan menikahinya walau dalam kondisi dia sedang dipenjara. Apakah Liz pada akhirnya akan berhenti menyalahkan dirinya sendiri? Apakah Ted akan mengakui perbuatannya?

Penampilan Memukau Zac Efron

Sinopsis & Review Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile 3

Sebagaimana yang diketahui penggemar film, Zac Efron merupakan aktor yang sering membintangi film-film bergenre drama atau komedi. Bahkan walau sudah membintangi film dari usia yang sangat muda, kemampuan aktingnya dianggap biasa saja. Pemilihan Zac untuk memerankan karakter Ted Bundy pun pada awalnya banyak menimbulkan pertanyaan.

Zac menjawab keraguan orang-orang dengan penampilan memukau sebagai Ted Bundy. Memang di film Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile ini nggak ada adegan pembunuhan berdarah-darah, tapi Zac bisa begitu pintar menjadi Ted yang tenang, karismatik sekaligus manipulatif. Bahkan banyak yang memuji penampilan Zac saking miripnya dengan Ted Bundy yang asli.

Yang paling menonjol dari karakter Ted Bundy adalah bagaimana kecerdasannya dalam meraih simpati. Hal itulah yang menjadikannya justru mempunyai banyak penggemar padahal dia sedang dipenjara atas tuduhan melakukan pembunuhan.

Zac bisa melakukannya dengan berakting menggunakan ekspresi, suara, serta gestur yang membuat orang percaya bahwa dia nggak bersalah. Bisa dibilang film ini merupakan penampilan terbaik Zac sebagai aktor.

Cerita Kurang Terfokus

Sinopsis & Review Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile 5

Film Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile mengambil dari memoir Elizabeth Kendall yang berjudul The Phantom Prince: My Life with Ted Bundy. Jadi film ini ditujukan untuk menceritakan kisah Liz dan Ted dari perspektif Liz.

Mungkin bagi yang mengharapkan ada adegan pembunuhan sadis akan kecewa karena adegan-adegan itu sama sekali nggak ada. Yang ada hanya dinamika hubungan Liz dan Ted.

Joe Berlinger sebagai sutradara melakukan kesalahan yang cukup fatal dalam film besutannya. Alih-alih banyak menyajikan cerita dari sudut pandang Liz, filmnya malah lebih terfokus pada upaya Ted untuk menguatkan opini bahwa dia nggak bersalah. Alhasil, film pun seperti kehilangan fokus dari tujuan yang sebenarnya.

Dari segi cerita, film ini nggak memberikan pendalaman karakter Ted sebagai pembunuh tapi cukup kuat menunjukkan Ted sebagai sosok yang pintar menyembunyikan kejahatannya. Dari segi sinematografi pun nggak ada yang begitu impresif selain penggunaan tone untuk menunjukkan bahwa cerita dalam film berjalan di dua dekade yaitu 60-an dan 70-an.

Sosok Ted Bundy yang Terlalu Manusiawi

Sinopsis & Review Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile 7

Ted Bundy dikenal karena kekejamannya membunuh 30 orang wanita. Di film Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile, sosok Ted justru dibuat begitu manusiawi. Pertemuan pertamanya dengan Liz menunjukkan bagaimana dia adalah orang biasa. Di pagi hari, dia rela bangun lebih awal dibanding Liz kemudian memasak makanan untuk disantap Liz dan Molly.

Sepanjang film selama 108 menit, hanya ada satu adegan yang memperlihatkan siapa sosok Ted Bundy yang sesungguhnya. Hal inilah yang menjadi sasaran bagi para kritikus karena menganggap film ini meromantisasi sosok Ted yang seharusnya lebih berani ditampilkan kekejiannya.

Walau begitu, sebagaimana film ini diambil sebagai memoir, film ini lebih ingin menunjukkan bahwa orang yang tampak baik-baik pun bisa saja merupakan orang yang jahat.

Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile nggak akan memuaskan kalau kamu ingin melihat Ted yang brutal. Tapi bagi yang ingin melihat sosok Ted yang pintar berpura-pura menjadi orang baik dan manipulatif, film ini sangat bisa dinikmati. Fans Zac Efron coba absen dulu di bawah yuk! Banyak yang bilang film ini merupakan penampilan terbaiknya sebagai seorang aktor, loh!

Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile
Rating: 
3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram