Sinopsis & Review Escape Room 2: Tournament of Champions

Ditulis oleh Gerryaldo
Escape Room 2: Tournament of Champions
3.5
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Setelah sukses dengan penayangan film pertamanya di tahun 2019 silam, kini produksi film Columbia Pictures bersama Origin Film kembali menghadirkan film sekuel dari Escape Room. Escape Room kali ini mempunyai jalan cerita yang tidak jauh berbeda dengan film pertamanya, namun jebakan mematikan yang dibuat oleh Minos Corporation masuk dalam kategori next level.

Masih dibintangi oleh si cantik Taylor Russell, film dengan genre psychological horror ini tetap pada jalan cerita dimana para miliuner gila yang doyan ‘menculik’ rakyat tertentu untuk masuk ke dalam permainan maut yang dibuat oleh perusahaan Minos. Lewat permainan tersebut, ada rasa kepuasan yang timbul dari para klien Minos. “Semakin kaya seseorang, semakin mengerikan juga dirinya”, sepertinya kalimat diatas benar adanya ya?

Sinopsis

Escape Room_Poster (Copy)

Enam bulan setelah kejadian mengerikan di gedung tua penuh jebakan maut, Zoey (Taylor Russell) dan teman baiknya Ben (Logan Miller) berniat untuk membongkar siapa sebenarnya dalang dibalik permainan mematikan tersebut, di dapatlah petunjuk tentang perusahaan bernama Minos yang terletak di tengah kota Manhattan, New York.

Hal tersebut membuat Zoey dan Ben ingin mencari dalang dan ingin membeberkannya pada pihak kepolisian. Maka berangkatlah mereka ke Manhattan, awalnya sepasang sahabat itu ingin menggunakan pesawat namun sesaat sebelum boarding, Zoey yang menderita aerophobia mengurungkan niatnya dan memilih untuk mengendarai mobil. Phobia yang dialami Zoey ternyata membawa keuntungan karena sebenarnya, pesawat yang ia hendak tumpangi sudah di set supaya celaka.

Begitu sampai di Manhattan, mereka masuk kedalam sebuah gedung tua yang letak koordinatnya cocok dengan hasil temuan Zoey atas perusahaan Minos. Saat mereka hendak memeriksa gedung tersebut, seorang gelandangan menjambret kalung milik Zoey dan segera kabur, alhasil mereka berdua mengejar pencuri tersebut hingga masuk ke dalam stasiun subway.

Saking gesitnya gelandangan tersebut, Zoey dan Ben kehilangan jejak dan malah terjebak di dalam kereta bawah tanah yang membawa mereka ke stasiun berikutnya. Di dalam gerbong ada sekitar 4 orang lainnya yang bersama dengan Zoey dan Ben; tidak ada rasa curiga sampai Zoey merasa ada yang aneh. 

Begitu ia hendak mendekati rangkaian gerbong selanjutnya, gerbong di depan malah terlepas membuat gerbong yang berisikan 6 penumpang tersebut terpisah dan masuk jalur lain yang membawa mereka semua ke lorong kereta tua berjarak mil-mil jauhnya. Begitu kereta berhenti setelah menabrak pegas penyelamatan di ujung jalur, hal aneh kembali terjadi. Baik pintu dan jendela kereta tidak bisa dibuka atau bahkan dipecahkan.

Selain Zoey dan Ben; 4 orang yang sama bingungnya dengan mereka adalah Brianna (Indya Moore), Theo (Carlito Olivero), Rachel (Holland Roden), Nathan (Thomas Cocquerel). Keenam orang itu mulai saling cari cara untuk keluar dari sana sampai Zoey mengatakan soal Minos yang langsung disambut respon tidak begitu hangat oleh orang-orang yang ada disana.

Saat mulai mencari tahu apakah hal ini ada kaitannya dengan Manos, permainan maut kembali dimulai yang membuat semua orang disana kecuali Zoey dan Ben shok bukan main. Mereka mau tidak mau harus mengikuti jalan main permainan tersebut atau mereka tahu akan akibat akhirnya, tewas. Stage pertama, mereka harus keluar dari kereta dengan memasukan 9 buah koin yang tersembunyi di gantungan tangan. Petunjuknya adalah kalimat iklan yang hilang.

Setelah hampir tewas disengat listrik, 5 dari 6 pemain lolos ke permainan selanjutnya. Dalam pertandingan pertama ini, Theo harus kehilangan nyawanya akibat tersambar aliran listrik yang langsung menyengat tubuh pria tersebut hingga tewas. 5 penyitas kini ada di sebuah tempat besar yang berupa bank. Disana mereka kembali dihadapi oleh teka-teki yang cukup bikin pening sebelum laser mematikan membidik semua tempat.

Meski hampir tewas akibat nekat, Nathan berhasil diselamatkan oleh Brianna dan Rachel juga Ben. Zoey menjadi orang terakhir yang meninggalkan bank mematikan itu. Petunjuk kali ini mengarah kepada seseorang bernama Sonya. Namun tidak ada satupun dari mereka yang merasa ada korelasinya dengan Sonya atau tempat-tempat yang mereka masuki kali ini. Hal tersebut otomatis membuat semuanya jadi lebih bingung lagi.

Berhasil selamat, kini 5 orang penyintas harus masuk ke stage selanjutnya yaitu sebuah tempat yang berupa kedai pinggir pantai lengkap dengan mercusuar dan sebuah kapal kecil usang. Disana mereka kembali berjibaku untuk keluar dari jebakan yang ada di tiap sisi tempat itu. Mereka berlomba mencari petunjuk sebelum pasir hisap menelan semua yang ada disana. Lagi-lagi, hal mengenai Sonya semakin jelas terbaca di tiap petunjuk yang mereka temukan.

Naas, Nathan harus kehilangan nyawanya setelah mencoba menyelamatkan Rachel yang lebih dulu terhisap oleh pasir. Belum lama mereka bisa keluar dari tempat mengerikan itu, Zoey dan Brianna yang masing-masing menemukan jalan keluar malah jadi berdebat harus masuk lewat mana. Hal ini membuat Ben celaka karena telat untuk ikut jalan keluar yang diambil Zoey. Ia jatuh dari mercusuar dan terhisap pasir hingga lenyap. Zoey menyesal sekali namun show must go on.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram