bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Escape Plan 2: Hades (2018)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Escape Plan 2: Hades
1.5
/5

Ray Breslin yang kini memiliki perusahaan teknologi keamanan terpaksa harus kembali memasukkan dirinya ke penjara keamanan tingkat tinggi yang canggih.

Ray harus menyelamatkan dua anggota timnya yang tersekap di dalam. Dengan bantuan sahabat lama dari luar penjara dan kesabaran dua anggotanya dari dalam penjara, mereka merencanakan untuk kabur sekaligus mencari tahu sosok dalangnya.

Escape Plan 2: Hades adalah film action karya Steven C. Miller yang dirilis dalam format video oleh Lionsgate Home Entertainment pada 29 Juni 2018. Sempat tayang di bioskop Indonesia, film ini jatuh ke dalam film action kelas B padahal tetap dibintangi oleh Sylvester Stallone.

Apa saja faktor yang membuat film ini beda kasta dengan film pertamanya? Simak review berikut untuk mengetahui ulasan selengkapnya.

Baca Juga: 20 Rekomendasi Film Bertema Penjara, Kamu Wajib Nonton!

Sinopsis

Escape Plan 2 sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Action, Thriller, Crime, Sci-Fi, Mystery
  • Produksi: Emmet/Furla/Oasis Films, Grindstone Entertainment Group
  • Sutradara: Steven C. Miller
  • Pemeran: Sylvester Stallone, Dave Bautista, Huang Xiaoming

Chechnya, beberapa orang tahanan dipukuli. Rekaman video mereka disebarkan sebagai ancaman untuk meminta tebusan. Saat tidak ada yang menghubungi, pihak penyandera mulai emosi dan bermaksud membunuh semua tahanan.

Tiba-tiba kamera meledak dan salah satu tahanan memimpin mereka untuk keluar dari situ. Saat sudah di atas mobil, salah satu tahanan wanita tertembak dan tewas.

Menyadari misi penyelamatan sandera ini dianggap gagal, Ray Breslin memecat salah satu anggota timnya, Kimbral, yang lebih mementingkan algoritma komputernya daripada kerja sama tim. Salah satu anggota tim lainnya, Shu, mendapat wejangan penting dari Ray tentang profesi yang mereka jalani ini.

Setahun kemudian, Shu mendapat panggilan dari keluarganya untuk menjaga Yusheng dalam kegiatan peluncuran teknologi barunya. Yusheng kemudian terbang ke Bangkok dan dicegat oleh sekelompok orang bertopeng. Meski Shu datang membantu, mereka kalah dan diculik.

Shu tersadar di sebuah arena dimana dia harus bertarung untuk hidup. Shu berhasil mengalahkan lawannya dan mendapat “kenyamanan” selama dua jam. Di dalam penjara canggih itu, Shu berusaha mengeluarkan dirinya dan Yusheng. Shu juga bertemu Kimbral yang sudah beberapa bulan sebelumnya berada di tempat ini.

Sementara itu, Ray dan anggota lainnya berusaha melacak keberadaan Shu dari keluarganya di Makau. Shu diinterogasi oleh sipir penjara tentang teknologi rahasia yang dimiliki oleh Yusheng. Salah satunya sudah diberikan oleh Yusheng, sedangkan untuk yang satu lagi mereka tetap bungkam.

Ray menduga bahwa penyandang dana penjara canggih bernama HADES ini adalah sosok yang sama dengan The Tomb dahulu. Dia meminta bantuan sahabat lama, Trent DeRosa. Dalam sebuah pertemuan, mereka diserang dan informan mereka tewas. Ray meminta Trent melacak nomor rekening yang mungkin bisa menjadi petunjuk.

Sementara itu, Luke mengejar seseorang yang diduga tahu akan HADES. Tapi dia malah ditangkap dan dikirim ke penjara tersebut. Shu, Luke dan Kimbral menyadari bahwa ada yang sengaja menjebloskan mereka.

Shu kemudian berteman dengan juru masak penjara dan meminta bantuan tahanan lain bernama Count Zero yang mengetahui denah HADES. Saat mulai menjalankan rencana, Count Zero ditangkap dan dibunuh. Shu dan Kimbral dibawa untuk diinterogasi.

Ternyata Kimbral adalah dalang di balik semua ini. Setelah dipecat oleh Ray, dia bertemu seorang investor yang mendanai penjara canggih buatannya yang dijalankan oleh teknologi secara otomatis. Kimbral sesumbar bahwa tidak ada yang bisa menembus penjaranya.

Ray dan DeRosa juga mengetahui niat Kimbral ini dari pelacakan nomor rekening yang ternyata adalah miliknya. Ray menyerahkan diri saat pasukan Kimbral menyerang kantor Breslin.

Berkat alat komunikasi rahasia yang ditanam di giginya, Ray bisa menghubungi anggota timnya. Mereka kemudian melacak keberadaan lokasi HADES dari luar.

Sementara itu, Ray mulai menyusun rencana bersama Shu, Luke, dan Yusheng. Mereka sudah merangkul semua tahanan untuk melancarkan rencana ini. Mereka saling berkomunikasi dan berkirim alat-alat yang dibutuhkan melalui kotak makanan yang dikirimkan dari dapur.

Saat server komputer penjara bernama Galileo diretas oleh Hush, mereka mulai beraksi. Anggota tersisa dari Count Zero berusaha mengambil alih sistem melalui komputer di ruang medis. Sementara mereka berempat mencari jalan untuk menghancurkan Galileo. Pasukan dilepas dan mulai memburu.

Mereka terjebak di sebuah gang yang dilempari bom asap. Apa yang akan mereka lakukan untuk bisa keluar dari tempat itu? Terus tonton filmnya sampai habis untuk mengetahui jawabannya.

Film Kelas B dengan Bintang Kelas A

Film Kelas B dengan Bintang Kelas A_

Sudah menjadi kebiasaan di industri perfilman Hollywood untuk membuat sequel dari film yang sukses. Tapi mereka juga memiliki kebiasaan lain yang cukup aneh, yaitu memproduksi sequel dari film yang tidak begitu sukses dengan kualitas seadanya.

Pemeran utamanya pun diganti dengan jalan cerita yang lemah. Namun beberapa di antaranya terus berlanjut hingga mencapai lebih dari tiga film.

Sebut saja sebagai contoh yaitu film The Scorpion King (2002) yang kemudian memiliki empat film lanjutan tanpa kehadiran Dwayne Johnson di dalamnya. Lalu ada juga film remaja Bring It On (2000) yang memiliki lima film lanjutan tanpa kehadiran Kirsten Dunst dan Eliza Dushku di daftar pemerannya.

Tapi uniknya, film berdurasi 1 jam 36 menit ini masih diperankan oleh Sylvester Stallone dan Curtis Jackson dari film pertamanya.

Hanya saja kali ini porsi adegan lebih banyak diberikan kepada Huang Xiaoming sebagai Shu yang diceritakan adalah murid dari Ray Breslin. Stallone sendiri tetap tampil di pertarungan terakhir menghadapi murid yang berkhianat, Kimbral.

Sebagai sebuah film action, Escape Plan 2: Hades tidak memiliki adegan aksi yang dahsyat. Baku tembak, ledakan, dan adegan perkelahian ditampilkan seadanya, bahkan dengan polesan efek visual yang terkesan receh.

Menyorot adegan perkelahiannya, koreografinya sebenarnya cukup bagus, hanya saja kamera yang selalu bergoyang tidak fokus menangkap aksi pertarungannya. Apalagi editing-nya terkesan masih kasar.

Penjara dengan Teknologi Futuristik

Penjara dengan Teknologi Futuristik_

Seperti premis film pertamanya, Escape Plan 2: Hades ini menampilkan sebuah penjara keamanan tingkat tinggi yang dianggap tidak bisa ditembus. Penjara kreasi Kimbral ini dilengkapi dengan teknologi canggih dengan pasukan robot sebagai para penjaganya.

Sistem keamanan pusat diatur oleh sebuah AI bernama Galileo yang juga mengatur jadwal pertarungan antar tahanan ala gladiator. Kesan penjara yang futuristik membuat film ini dimasukkan juga ke genre science-fiction.

Sebenarnya teknologi penjara digambarkan terlalu berlebihan, seolah berada jauh di masa depan. Selain itu, lokasi yang rahasia cukup membuat kita bertanya-tanya, apakah di Bangkok atau di daerah lain. Ternyata lokasinya masih berada di Atlanta. Tidak ada petunjuk yang cukup signifikan dalam ceritanya.

Motif Kimbral menahan para mantan rekannya memang sangat jelas adalah balas dendam karena rasa kecewa akibat keahliannya tidak diakui yang berakhir dengan pemecatan. Namun ada yang aneh, yaitu motif penangkapan Yusheng.

Investor penjara menginginkan sebuah teknologi rahasia milik Yusheng yang telah dipatenkan. Sebelumnya, Yusheng sudah bercerita kepada Shu bahwa teknologi itu adalah satelit komunikasi yang sedianya akan dia luncurkan beberapa hari lagi. Jika sudah dipatenkan dan siap diluncurkan, lalu kenapa teknologi ini masih disebut sebagai rahasia?

Talenta Pemeran yang Tersia-siakan

Talenta Pemeran yang Tersia-siakan_

Masih digawangi oleh Sylvester Stallone dan Curtis Jackson dari film pertamanya, Escape Plan 2: Hades ini juga memamerkan akting dari beberapa pemeran tambahan.

Dave Bautista yang namanya disandingkan di sebelah Stallone pada posternya, nyatanya hanya sebagai pemeran pendukung dimana dia hanya muncul di beberapa adegan saja, termasuk adegan akhir.

Para aktor yang mendapat porsi menit bermain lebih banyak adalah Huang Xiaoming, Jesse Metcalfe, dan Wes Chatham. Ketiganya diceritakan adalah murid Ray yang bekerja di perusahaan miliknya.

Hanya kemudian Kimbral dipecat dan menjadi tokoh antagonis. Mereka bertiga tampil cukup baik, namun sayangnya karakter mereka cenderung tipikal dan tidak ada pengembangan.

Huang Xiaoming lebih sering tampil dalam adegan perkelahian dan Jesse Metcalfe hadir di lini kedua dengan adegan aksi yang lebih sedikit. Sedangkan Wes Chatham cukup mampu membawakan peran pengkhianat terselubung, tapi di beberapa adegan aktingnya terlihat datar.

Semua talenta dari para aktor ini tersia-siakan oleh naskah yang buruk dari Miles Chapman. Sepertinya dia sudah kehabisan ide untuk film ini setelah cukup apik mengolah naskah film pertamanya sehingga dialog antar karakternya pun terdengar kering dan klise.

Escape Plan 2: Hades tidak bisa mengimbangi pencapaian film pertamanya. Namun di lain sisi, ritme yang stabil membuat film ini masih bisa dinikmati.

Sutradara Steven C. Miller juga dipecat saat proses pasca produksi yang menambah parah kekurangan pada film ini. Meski begitu, bagi fans sejati Sylvester Stallone dan Dave Bautista, Escape Plan 2: Hades harus kalian tonton!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram