bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review Drama Seri Netflix Emily in Paris (2020)

Sinopsis & Review Drama Seri Netflix Emily in Paris (2020)

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 24 Maret 2021

Dalam bekerja, ada kalanya kita dihadapkan pada pilihan yang di luar perkiraan. Salah satunya adalah ketika ditugaskan untuk pindah dari kota tempat kita tinggal. Bagi yang menyukai tantangan, melakukannya merupakan sesuatu yang menarik, sementara sebagian lagi enggan untuk melakukannya.

Mendengar kata Paris akan langsung membuat kita terbayang akan Menara Eiffel dan banyaknya produk fashion dari designer ternama. Tapi bagaimana kalau seorang perempuan muda harus datang ke kota tersebut bukan untuk berlibur melainkan untuk bekerja? Apa saja kesulitan yang akan dihadapinya? Itulah yang dihadapi oleh Emily di serial Emily In Paris.

Sinopsis

review emily in paris

  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Drama, Comedy
  • Perusahaan Produksi: Darren Star Productions, Jax Media, MTV Studios
  • Sutradara: Darren Star
  • Pemain: Lily Collins, Philippine Leroy-Beaulieu, Ashley Park, Lucas Bravo
  • Jumlah episode: 10

Emily Cooper adalah seorang perempuan berusia 20 tahunan yang bekerja di perusahaan bernama Gilbert Group di Chicago. Perusahaan marketing tersebut akan mengirim pegawainya untuk bekerja di perusahaan agency di Paris. Pada awalnya, nama Madeline yaitu atasan Emily lah yang dipilih. Akan tetapi, karena Madeline hamil, tawaran itu diberikan pada Emily.

Emily langsung menyanggupi tawaran pekerjaan di Paris sampai rela meninggalkan sang kekasih di Chicago demi pekerjaannya. Bermodal nekat tanpa bisa berbahasa Prancis sedikitpun, Emili akhirnya pindah ke kota Paris dan tinggal di sebuah apartemen. Uniknya apartemen tersebut belum menggunakan lift dan merupakan sesuatu yang janggal di awal kedatangannya.

Hidup di tengah kota yang terkenal akan keindahannya membuat Emily ingin mendokumentasikan kehidupannya. Dia pun membuat akun instagram @emilyinparis. Di hari pertamanya bekerja, Emily berkesempatan untuk menjelaskan strategi sosial media pada rekan-rekannya. Sayangnya, rekan kerja Emily malah menganggap bahwa kedatangan Emily hanyalah strategi bisnis semata, bukan karena kemampuannya.

Cara Emily bekerja dirasakan oleh rekan-rekannya terlalu keras. Bahkan dia mulai dijuluki dengan nama-nama yang meledek. Ketika akan pulang ke apartemen, Emily salah masuk dan bertemu dengan seorang pria, Gabriel, yang berprofesi sebagai koki. Walau merasa tertarik, Emily tidak serta-merta menunjukkan perasaannya.

Mindy Chen, seorang asisten rumah tangga asal Shanghai menjadi teman pertama Emily di Paris, kemudian ia juga bertemu dengan Camielle yang ternyata merupakan kekasih dari Gabriel, padahal perlahan-lahan pertemanan Emily dan Gabriel pun semakin dekat.

Emily diajak oleh dua rekannya untuk bertemu seorang fashion designer ternama, Pierre Cadault. Pierre merasa Emily bukan orang yang tepat untuk pekerjaannya karena melihat gaya Emily dalam fashion.

Di sebuah kafe, Emily berkenalan dengan seorang profesor filsafat, Thomas. Perkenalan mereka berlanjut dengan hubungan tanpa status. Mereka kemudian bertemu dengan Gabriel dan Camielle. Mereka berencana untuk double date. Tapi setelah bertemu, Gabriel malah berpikir bahwa Thomas merupakan pria yang menyebalkan dan tidak layak untuk Emily.

Camille mengajak Emily untuk bertemu dan membicarakan apakah agency-nya bisa membantu perusahaan keluarga Camille. Untuk mendekatkan diri, Emily kemudian diundang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga Camille. Tapi ternyata Gabriel membuat kejutan dengan ikut serta dalam acara tersebut dan membuat Emily merasa tidak nyaman.

Ide Emily untuk keluarga Camille dirasakan oleh rekannya di agency kurang bagus. Dia kemudian diminta menghubungi Pierre untuk acara penggalangan dana. Acara itu berhasil merangkul dua orang desainer ternama, dan yang mengejutkan adalah Emily menjadi salah satu model yang menggunakan pakaian dari designer tersebut serta mendapat sambutan meriah.

Emily kemudian didekati oleh seorang pengusaha bernama Mathieu. Di tengah pendekatan, masalah muncul. Emily dituduh mengganggu Pierre yang akan melangsungkan peragaan busana yang bekerja dengan agency tempatnya bekerja. Di sisi lain, Gabriel menyatakan ingin kembali ke Normandy padahal Emily semakin memiliki perasaan terhadapnya.

Pemilihan Lily Collins untuk Karakter Emily

review emily in paris_Pemilihan Lily Collins untuk Karakter Emily

Karakter Emily menjadi tokoh sentral di serial Emily In Paris, bahkan bisa dibilang hampir semua yang ditampilkan melibatkannya. Bukan tugas mudah bagi seorang aktor dan aktris untuk menjadi pusat dari cerita apalagi berlangsung selama satu season. Selama 10 episode, kita akan dibuat seperti mengikuti lika-liku Emily selama di Paris beserta berbagai masalah yang dihadapinya.

Pemilihan Lily Collins untuk menjadi Emily di serial Emily In Paris terasa tepat. Dia bisa menjadi karakter perempuan di usia 20-an yang semangat, ceria, supel, enerjik sekaligus naif. Lily punya cukup pengalaman di dunia seni peran untuk menjadi tokoh sentral. Apalagi beberapa film yang dibintangi sebelumnya juga bergenre sama yaitu komedi dan drama.

Plot yang Menarik

review emily in paris_Plot yang Menarik

Plot utama dalam serial Emily in Paris adalah adanya perbedaan budaya. Emily yang terbiasa bekerja keras harus berhadapan dengan banyaknya budaya yang berbeda di Paris, termasuk soal pekerjaan. Bahkan hal tersebut juga yang menjadi bagian komedi di serial ini. Rekan-rekannya di agency merasa Emily bekerja terlalu keras dan bersikap menyebalkan.

Bagi sebagian orang Prancis atau yang tinggal di Paris, sifat karakter dalam serial ini sedikit dianggap berlebihan. Pasalnya, rekan-rekan Emily digambarkan terlalu santai dan sering mengolok-ngolok. Apalagi adanya perbedaan bahasa membuat mereka seperti biasa meledek orang yang datang dari negara lain dan menggunakan bahasa yang berbeda.

Visualisasi Paris yang Cantik

review emily in paris_Visualisasi Paris yang Cantik

Emily in Paris banyak mempertontonkan bagaimana kehidupan di Paris dari sisi yang glamor. Pakaian, tas mewah, kesenian dan alunan musik Prancis menjadi ornamen penting sebagaimana serial ini berlatar di kota mode. Cukup untuk memenuhi ekspektasi orang-orang tentang Paris, terutama untuk yang belum pernah mengunjunginya.

Faktor keberhasilan visualisasinya adalah bagaimana pemilihan set yang menunjukkan keindahan kota Paris. Terutama ketika pada malam hari, banyak lampu serta tempat-tempat yang menyajikan pemandangan indah. Bagi yang tergila-gila pada Paris, sepertinya serial ini bisa memuaskan keinginan mata untuk melihat bagaimana cantiknya ibu kota Prancis tersebut.

Drama yang Ringan

review emily in paris_drama yang ringan

Dari segi cerita, Emily in Paris nggak menawarkan formula baru sebagai serial drama komedi. Plot yang menarik tapi dari segi eksekusi terasa baal, tidak begitu spesial. Penambahan unsur percintaan pun terasa sudah banyak digunakan. Terutama tentang dua orang yang saling menyukai tapi saling malu untuk mengungkapkan sehingga berhubungan dengan orang lain.

Emily In Paris sejatinya seperti dibuat untuk menjadi sebuah tontonan yang ringan. Cerita mudah dimengerti dan setiap episode kita akan disajikan masalah-masalah baru yang dihadapi Emily. Walau begitu, Lily Collins bisa menjadi penyelamatnya. Dia secara brilian bisa menonjolkan sisi komedi yang menjadi penyegar.

Emily In Paris merupakan drama komedi dengan segala kesederhanaan dan kenaifan yang menyertainya. Tapi bisa jadi hal itu pula yang menjadi senjata utama serial ini sehingga sukses menarik minat banyak penonton. Bahkan season selanjutnya dari serial ini sedang dipersiapkan. Jadi, sebelum ketinggalan, pastikan kamu menonton season pertamanya dulu, ya.

Kalau kamu ingin tahu bagaimana perjuangan seorang perempuan muda yang sedang meniti karir di tempat asing, salah satu serial Netflix ini akan menyenangkan. Apalagi kalau kamu kebetulan seorang fresh graduate, mungkin ada satu-dua hal yang bisa dipetik. Kalau ada sesuatu yang berhasil kamu petik, kamu bisa membagikannya untuk pembaca di kolom komentar.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram