bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Dream Horse, Semangat Juang Kuda Impian

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 2 Januari 2022

Hidup seorang wanita dan sebagian besar warga kota kecil di Wales yang datar tiba-tiba berubah menjadi lebih cerah dan penuh semangat ketika beberapa dari mereka membuat sebuah kelompok untuk membiayai hidup kuda balap dari sebelum kelahiran, hingga mengikuti banyak perlombaan mulai tingkat daerah hingga nasional.

Dream Horse adalah film drama karya Euros Lyn tentang olahraga balap kuda yang berdasarkan kisah nyata yang terjadi antara tahun 2001 hingga 2009. Film ini tayang perdana di Sundance Film Festival pada 24 Januari 2020 dan baru bisa dirilis pada 21 Mei 2021 oleh Bleecker Street setelah tertunda karena pandemi Covid-19.

Film yang sepertinya akan menggugah semangat kita ini dibintangi oleh Toni Collette dan Damian Lewis, serta banyak pemeran pendukung lainnya yang turut meramaikan kisah yang terjadi di Wales ini. Sebelum menontonnya, baca dulu review berikut ini.

Sinopsis

sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Comedy, Drama, Biography, Sport
  • Produksi: Film4, RAW, Ingenious Media, Ffilm Cymru Wales, Popara Films
  • Sutradara: Euros Lyn
  • Pemeran: Toni Collette, Damian Lewis, Owen Teale

Hidup yang datar di sebuah kota kecil di Wales sangat terasa oleh Jan Vokes yang bekerja di supermarket dan juga bar kecil milik Gerwyn.

Bahkan, kehidupan rumah tangganya bersama Brian hanya berjalan seolah rutinitas saja. Hingga akhirnya Jan menemukan ide untuk memelihara kuda yang akan melahirkan kuda balap, yang nanti diharapkan kelak menjadi juara.

Setelah mempelajari semua tentang cara memelihara kuda lewat buku-buku, Jan nekat mencairkan tabungannya untuk membeli kuda betina, lalu mencarikannya kuda jantan untuk dikawinkan. Bersama Howard, mantan pemilik bisnis kuda balap yang bangkrut, Jan membuat sebuah sindikat untuk menjadi pemilik anak dari kuda yang akan lahir nanti.

Tidak berapa lama, kuda itu mengandung dan melahirkan kuda kecil yang lincah yang mereka namakan Dream Alliance. Setelah besar, Dream dibawa ke tempat pelatihan kuda milik Philip Hobbs yang langsung terkesan dengan semangatnya.

Philip bersedia melatihnya dan tidak butuh waktu lama bagi Dream untuk ikut dalam perlombaan pertamanya dimana dia finish di urutan empat.

Penampilan perdana ini mengundang rasa gembira bagi orang-orang yang tergabung di dalam sindikat. Apalagi ketika Dream kemudian memenangi beberapa perlombaan berikutnya hingga pernah ditawar oleh seorang pengusaha kaya, tapi langsung ditolak oleh Jan, meski beberapa anggota sindikat kecewa dengan keputusan itu.

Dalam sebuah perlombaan tingkat nasional, Dream terjatuh dan mengalami cedera di kakinya. Sempat terjadi konflik dalam sindikat, tetapi akhirnya mereka memutuskan untuk membiayai pengobatan Dream.

Selama masa pemulihan, kehidupan masing-masing anggotanya terkesan lesu, hingga akhirnya Philip mengabarkan jika Dream sudah sembuh dan siap balapan lagi.

Perlombaan berikutnya adalah Welsh Grand National yang sangat prestisius. Awalnya Jan masih ragu dengan kesehatan Dream, tetapi keinginan anggota sindikat sangat besar untuk Dream turun balapan lagi.

Brian berhasil meyakinkan Jan untuk mengambil keputusannya, dan Dream siap turun dalam perlombaan tersebut, “Karena memang dia dilahirkan untuk berlari,” mengutip ucapan Brian kepada Jan.

Akankah Dream berhasil memenangi perlombaan itu? Apakah cedera kakinya tidak mengganggu performanya? Temukan jawabannya dengan menonton film yang sangat menghibur ini sampai habis. Dan jangan dulu beralih setelah film berakhir, karena seluruh cast akan bernyanyi bersama tokoh aslinya saat credit title berjalan.

Kisah Formulaic yang Mempesona

kisah formulaic_

Dream Horse, tentu saja, dibuat dengan kisah yang sudah seringkali diulang-ulang di film-film bertema olahraga, terutama olahraga balap kuda.

Alur cerita dibuat secara kronologis, mulai dari sebuah niat yang berkembang menjadi rencana dan mewujudkan awal mimpi dengan sempurna. Tapi, tentu saja, akan ada rintangan yang besar menghalangi mimpi itu, yaitu cederanya sang atlet.

Tapi layaknya film lain, sang atlet kemudian sembuh dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya, lalu tampil sebagai juara pada akhirnya. Film dengan durasi 1 jam 53 menit ini memiliki alur seperti itu yang mungkin akan membuat kita berpikir bahwa film ini akan sangat membosankan.

Lalu, apa yang membedakan film ini dengan yang lainnya? Kehangatan cerita tentang semangat, keluarga dan kesempatan kedua yang diolah dengan baik oleh Neil McKay melalui dialog-dialog dengan imbuhan celetukan humor datar khas British yang menyenangkan.

Karena film ini memiliki rating PG (parental guide) dan bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga, beberapa konflik yang terjadi pada anggota sindikat tidak dibuat ketat dan penuh emosi.

Semua dibawa dengan ringan dan mudah diselesaikan. Apakah ini sebuah kelebihan atau kekurangan dari film dengan sinematografi yang indah dan lembut ini? Semua kembali kepada perspektif kita masing-masing.

Kehangatan Drama Peluluh Hati

kehangatan drama_

Dari latar belakang cerita ketika film dimulai, kita diperlihatkan bagaimana datarnya kehidupan Jan dan sebagian besar penduduk kota kecil di Wales ini.

Fokus kepada Jan, dia dan Brian memiliki kehidupan rumah tangga tanpa gejolak dan membosankan. Keputusannya memelihara kuda untuk melahirkan seekor kuda balap ternyata menjadi faktor pembangkit gairah hidup masyarakat di sekitarnya.

Ketika Dream mulai sering memenangi perlombaan di pacuan kuda, kehidupan rumah tangga Jan dan Brian mulai berwarna, begitu pun hidup anggota sindikat lainnya. Ada sebuah sub-kisah di mana ada konflik antara Jan dengan ayahnya yang seolah tidak peduli dengan kesuksesan Jan dan selalu menyindir Brian yang dianggapnya malas dan tidak memiliki semangat.

Dan ketika sang ayah wafat, Jan menemukan sebuah kotak yang berisi banyak guntingan berita dari koran tentang semua kemenangan Dream dan efeknya di masyarakat.

Dan Jan pun menangis. Seorang ayah memang seringkali tidak memperlihatkan rasa cintanya kepada anak-anaknya secara verbal, tetapi percayalah, hati seorang ayah penuh kasih sayang yang besar untuk anak-anaknya.

Sebagai Jan, Toni Collette tidak tampil mengecewakan sama sekali. Dialah nyawa film ini, di mana ekspresi yang ditampilkannya bisa membangkitkan semangat kita dan percaya bahwa dia bisa mewujudkan impiannya.

Rasa khawatir ketika Dream cedera dan turun balapan lagi setelah sembuh, menyiratkan perasaan keibuan Jan yang bisa ditampilkan dengan sangat baik dan menyentuh.

Di kisah lain, sosok Howard Davies diceritakan bangkrut dari bisnis kudanya dan memunculkan ketegangan ketika istrinya tahu bahwa Howard kembali terjun ke bisnis yang nyaris merenggut rumah mereka untuk menebus hutang.

Tapi dengan rasa yakin yang tinggi, Howard berusaha mewujudkan kembali mimpi ayahnya yang sangat mencintai pacuan kuda yang tak pernah bisa diwujudkannya.

Dream Alliance, Sang Kuda Hitam

sang kuda hitam_

Sosok Dream Alliance yang lahir di tahun 2001 sebelumnya pernah dimunculkan dalam film dokumenter berjudul Dark Horse: The Incredible True Story of Dream Alliance (2015) di mana film Dream Horse ini adalah versi dramatisasi dari kisah nyata yang dipaparkan di film dokumenternya.

Memang kisah Dream Alliance sangat menggugah semangat kita karena dia berasal dari kota kecil yang tidak pernah diperhitungkan di arena balapan kuda sebelumnya, dan menjadi pujaan hati para penduduknya setelah menjuarai Welsh Grand National.

Dalam setiap adegan balapan kuda, kita dibuat greget dengan tingkah Dream yang selalu ketinggalan start tapi kemudian bisa menyusul dengan akselerasi yang sangat baik.

Adegannya memang tidak seseru balapan di film Seabiscuit (2003) sebagai contoh, tapi adrenalin kita terpompa berkat ekspresi Jan dan rekan-rekan sindikat lainnya yang menonton dari tribun.

Apalagi ketika Dream berlomba di balapan terakhirnya dan menjadi juara, kita dibuat larut dalam semangat warga kota kecil itu yang menyaksikan perlombaan itu dari TV dan ditonton di berbagai tempat.

Dan perayaan yang digelar untuk menyambut Jan dan anggota sindikat lainnya digelar dengan meriah, serta bisa membuat kita hanyut bersama mereka di dalam kegembiraan tersebut.

Faktanya, setelah menjuarai Welsh Grand National di tahun 2009, Dream Alliance mendapat sorotan dan publikasi dari media ketika mengikuti perlombaan Grand National di Liverpool pada tahun 2010. Sayangnya, Dream tidak bisa menyelesaikan balapan itu dan ditarik keluar dari lintasan. Ternyata Dream memiliki masalah kesehatan, khususnya di bagian paru-parunya.

Meski kemudian masih mengikuti 7 perlombaan setelahnya, Dream tidak pernah menjadi juara lagi dan pensiun di tahun 2012. Informasi ini bisa dilihat di akhir film di mana diberitakan juga bahwa Brian dan Jan memulai sindikat baru untuk peranakan kuda lain yang sedang mereka besarkan.

Dream Horse tampil meyakinkan dan menghibur berkat performa akting yang baik dari para pemerannya, terutama Toni Collette yang menjadi nyawa utama film yang memiliki alur cerita formulaic tapi penuh pesona berkat kehangatan kisah yang bisa membuat hati kita luluh dengan dialog-dialog ringan tapi menyentuh yang disajikan di sepanjang film ini.

Mendapat cap certified fresh dari Rotten Tomatoes dan dinilai positif oleh para kritikus film, Dream Horse adalah film yang layak untuk ditonton, terutama bersama seluruh anggota keluarga. Cocok untuk mengisi waktu akhir pekan kita. Selamat menyaksikan.

Dream Horse
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram